
Kamelia turun sambil membawa tas miliknya ya dia masuk mengikuti langkah pemilik restoran tersebut, saat ini suasananya sudah ramai dengan orang yang akan makan siang karena mereka sedikit kesulitan untuk mendapatkan tempat di sana jadi datang lebih awal lagi pula ini jam istirahat para pegawai kantor, kebetulan yang punya restaurant tersebut juga seorang pegawai kantor hanya saja dia mempercayakan semua pada anak buah nya.
Kamelia masuk dan duduk di pojok, sambil menunggu yang punya restaurant menemui karyawan nya, dan Kamelia pun memesan makanan untuk nya meskipun pemilik nya bilang ada jatah makan siang untuk nya, tapi Kamelia tidak ingin bergantung dan terus menunggu.
tatapan mata nya, bertemu dengan seseorang yang dia pernah temui seseorang yang selalu mengurus segala keperluan Kamelia atas perintah bos nya sendiri.
"Kamelia"ucap nya lirih tapi Kamelia malah pura-pura tidak mengenal nya, wanita itupun berlalu pergi menuju mobil yang tadi dia bawa, sambil menghubungi pemilik restoran kalau dia menunggu di mobil.
setelah itu tidak lama pemilik seorang pelayan datang membawa kantong keresek berisi kotak makan siang milik Kamelia.
tanpa Kamelia tau seseorang tengah melaporkan keberadaan nya pada seseorang yang selama ini berharap akan ada keajaiban mempertemukan dirinya dengan Kamelia.
Kamelia tengah asik makan siang di dalam mobil sambil menikmati musik yang kini dia putar, dia tidak pernah berpikir bahwa ada sesuatu yang akan terjadi saat ini.
setelah makan siang dia minum air mineral kemasan botol, setelah nya dia keluar hendak membuang sampahnya, tapi saat itu langkah nya terhenti, saat melihat mobil seseorang yang ia hindari memasuki area parkir di ikuti tiga mobil hitam yang mengawal nya, Kamelia buru-buru masuk ke dalam mobil dia langsung menggunakan tato tempel di area pipi sambil memberi tahu bahwa sedang melakukan penyamaran saat ini pada pemilik restaurant tersebut biar tidak kaget.
tidak lama benar perkiraan Kamelia seseorang datang diikuti oleh para bodyguard nya mengelilingi mobil dengan kaca gelap itu mengetuk pintu berulang kali seperti penagih hutang, dia adalah Agam yang kini memanggil nama nya.
Kamelia pun membuang rasa takut nya beruntung dia bisa menyamarkan suara nya, saat ini dia kembali menggunakan masker dan kacamata hitam nya.
"Kamelia turun honey aku tau itu adalah kamu"ucap Agam.
"Bisa sopan dikit gak ganggu orang tidur saja ngantuk nih"ucap Kamelia dengan nada tomboinya.
"Kamel, aku tidak pernah salah kamu adalah Kamelia, ayo kita pulang"ucap Agam.
"Anda siapa? jangan sembarangan, saya tidak kenal anda dan siapa itu Kamelia nama saya Sarita"bohong Kamelia.
"Ada apa ini?" ucap pemilik mobil tersebut.
"Dia adalah wanita saya, calon istri saya sedang bermain-main dengan saya"ucap Agam yang menggenggam tangan Kamelia.
"Sarita apa? kamu kenal dia"ujar pemilik mobil tersebut.
"Tidak Bu, anda tau sendiri saya hidup nya dimana mana mungkin mengenal tuan ini dan semua orang ini, ih serem"ucap Sarita yang adalah Kamelia.
"Baiklah ayo kita pulang keburu larut nanti ibumu mencari mu"ucap si nyonya yang mengerti dengan ketakutan Kamelia.
"Iya Nyonya"ucap Kamelia yang hendak masuk mobil tapi di tahan oleh Agam, sambil diam-diam pria itu menempelkan alat pelacak di rambut nya yang terikat, Agam yakin bahwa wanita itu adalah Kamelia nya.
hingga saat Kamelia pergi dengan wanita paruh baya itu kembali ke kota asal,nya Agam beserta orang-orang nya mengikuti mobil tersebut secara diam-diam, hingga mobil itu berhenti di sebuah pom bensin dan wanita yang mengaku sebagai Sarita itu turun dia hendak pergi ke toilet, Agam melakukan penyamaran dia melakukan hal yang sama menggunakan masker dan kacamata hitam juga topi.
"Aku yakin jika itu kamu sayang, mau sampai kapan kamu menghindari ku"ucap Agam lirih.
tapi sialnya seseorang menabrak nya hingga hampir terjatuh kebelakang, saat itu juga Kamelia pergi meninggalkan toilet tanpa Agam tau dia mengubah penyamaran nya dengan menggunakan baju yang berbeda, lalu bergegas pergi dengan mobilnya itu di sana bos nya sari bertanya lebih jauh tentang pria itu dan dia mengatakan bahwa Agam, adalah kekasih nya yang dia tinggal karena pria itu dijodohkan oleh orang tuanya dengan kekasih lama nya.
si nyonya pun mulai mengerti posisi Kamelia saat ini.
"Lebih baik saya hidup sederhana meskipun sulit tapi tidak bergantung pada nya, yang kini sudah memiliki istri"ucap Kamelia.
__ADS_1
"Wah saya salut sama kamu karena jika itu adalah wanita lain mungkin dia akan bertahan dan akan lebih dominan ingin menguasai semua nya"ucap si nyonya pemilik restaurant.
"Saya, tidak ingin hidup seperti itu"ucap Kamelia.
Kamelia pun tiba di depan restoran tempat sari bekerja setelah itu dia menelpon seseorang untuk menjemput nya pulang ke rumah nya, setidaknya itu adalah tempat dia menenangkan pikiran dan hati nya yang kembali terasa sakit, saat dia berharap dengan pria itu, saat Kamelia di genggam tangan nya.
Kamelia memejamkan mata nya sejenak bersandar di kursi yang ada di restoran tersebut kemudian seseorang datang menjemput untuk kembali ke kampung halaman nya yang lumayan agak jauh dari tempat itu membutuhkan waktu satu jam perjalanan.
dia langsung naik ke sebuah mobil sejuta umat itu adalah milik sepupunya, yang lumayan berada di kampung tersebut.
"Lama banget sih kak aku sudah lelah nunggu pengen cepat tidur, udah ngantuk banget enam jam perjalanan, udah gitu ada yang buat aku hampir tak bisa pulang"ucap Kamelia menggerutu sementara Fandi, sepupunya itu hanya tersenyum kecil, karena sudah tau bagaimana sifat adik sepupu nya sedari kecil.
"Makanya jangan pernah berpikir instan, lebih baik hidup sederhana tapi tidak punya beban daripada bergelimang harta tapi hati tidak tenang"ucap Fandi.
Agam pun tiba di sebuah restoran yang tadi sempat terlacak jejak alat pelacak yang kini masih berada di sana dan ternyata terjatuh saat Kamelia melepaskan ikatan rambut nya di mobil dan wanita itu tidak pernah menyadari nya.
"Maaf boleh saya tau dimana wanita pemilik mobil itu"ucap Agam.
"Dia ada di dalam, mas masuk saja"ucap sari yang sedari tadi tatapan nya tidak pernah lepas pada sosok pria yang telah menikah dengan idolanya itu, ya dia benar-benar tampan tidak ada tandingan pikir nya dalam hati hingga temannya menepuk pundak Sari yang sedang menatap pelanggan yang datang dengan bau parfum yang sangat maskulin dan mungkin sangat mahal itu.
"Owh tadi dia sudah di jemput orang tuan"ucap wanita paruh baya pemilik mobil itu.
"Bisa kasih tau saya siapa? namanya dan saya minta nyonya berkata jujur jika tidak anda akan kehilangan semua ini"ucap Agam yang kini didampingi oleh para bodyguard.
"Sa saya tidak tau persis namanya, tapi dia bekerja di bengkel depan sana, sebagai montir dan bahkan kadang selalu menjadi sopir dadakan jika ada yang mengangkut hasil pertanian dan dia adalah wanita yang rajin bisa membagi waktu dengan kegiatan kuliah nya"ucap wanita paruh baya itu.
🌹💖💖💖🌹
sementara Kamelia baru saja merebahkan tubuh nya di ranjang sebelum Agam tiba di depan pagar rumah sederhana tersebut, Sari langsung menyapa perempuan paruh baya yang terlihat masih sangat cantik, meskipun termakan usia dan kemiripan nya dengan Kamelia terlihat hampir seratus persen.
"Bibi Nanda nya ada"ucap sari yang membuat Agam melongo dibuat nya.
Sari malah bertanya dengan nama lainnya, saat ini.
"Dia baru saja tidur mungkin lelah setelah bekerja"ucap ibunya yang belum sempat melirik karena sedang membetulkan posisi bunga anggrek di pot gantung tersebut.
saat wanita itu berbalik hendak bertanya ada apa, wanita itu terkejut melihat pria tampan bersama dengan para bodyguard nya itu.
"Ada apa? Sari apa? Nanda anakku membuat kesalahan hingga ada banyak orang seperti ini"ucap wanita paruh baya itu sedikit gelagapan.
"T tidak bibi ini ada tuan"
"Perkenalkan mom... saya Agam, tunangan Kamelia"ucap Agam.
"Apa? jangan main-main putri saya Kamelia sudah tiada mana mungkin dia miliki tunangan dia meninggal sejak kelas satu SMA"ucap ibu Ardina.
"Yang dia cari bukan embak Kamelia, tapi Nanda"ucap Sari.
"Apa? maksud mu Nanda"ucap Agam yang dibuat bingung.
__ADS_1
"Iya tuan sebaiknya anda duduk dulu, Bibi bisa kan tamunya diajak masuk dulu"ucap Sari.
"Eh.. iya bibi sampai lupa silahkan kalian masuk"ucap Ardina, yang langsung masuk terlebih dahulu mereka pun dipersilahkan untuk duduk di sofa yang tersedia, meskipun rumah itu terlihat sederhana tapi sangat nyaman dan adem meskipun tanpa AC.
"Bi sebenarnya Nanda menggunakan nama kak Kamel pas sedang berada di Jakarta, dan tuan ini mengenalnya dengan nama itu"ucap Sari.
"Tapi putri ku, tidak pernah bercerita bahwa dia punya kekasih atau yang lainnya apalagi ini sebagai tunangan, hidup kami sangat sederhana tidak mungkin tuan ini bisa jatuh cinta pada putri bibi Sari"ucap wanita berusia empat puluh tujuh tahun itu.
"Boleh saya langsung menemui nya saya janji hanya sebentar saja, dan setelah itu kita bisa bicara langsung dengan nya" ucap Agam meyakinkan ibu Ardina.
"Silahkan anda bisa masuk bersama Sari"ucap Ardina yang masih kebingungan.
Agam pun langsung bangkit dan berjalan menuju kamar wanita yang entah siapa nama asli nya itu, karena Agam tidak pernah melihat data dirinya secara langsung dan saat mendaftar kuliah wanita itu sudah kuliah saat bertemu dengan nya, waktu itu meskipun bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
sesampainya di dalam kamar, Agam langsung meminta Sari untuk menunggu nya di luar pria itu langsung masuk kedalam kamar dia melirik wanita yang saat ini tengah terlelap dengan posisi bertelungkup sambil memeluk guling.
Agam langsung duduk di samping ranjang dan membetulkan anak rambut yang menutupi wajahnya, tampak lah wajah gadis yang sangat ia rindukan selama enam bulan lebih tersebut, Agam mendekat lalu mengecup bibir gadis yang kitengah terlelap dengan posisi kepala menyaping sontak gadis itu membelalakkan matanya.
"Kau"ucap nya sambil menggosok mata yang terlihat mengantuk itu.
"Kenapa? apa kamu kaget nona Sarita"ucap Agam yang langsung membuat gadis itu bangkit seakan ketakutan kebohongan nya terbongkar.
"Kenapa? apa kamu takut ibumu tau bahwa selama ini putri nya sudah berbohong pada nya, kalau dia pernah tinggal dengan pria tampan seperti ku"ucap Agam sedikit lantang karena sengaja ingin membuat gadis itu ketakutan, dan benar saja Nanda Aprilia langsung mendekat dan membungkam bibir Agam, dengan telapak tangan nya.
"Aku tidak memberitahukan kepada keluarga ku, karena aku tidak ingin mereka kecewa"ucap Nanda lirih gadis itu pun melepaskan tangan nya.
"Aku akan mengatakan semua nya, jika kamu tidak kembali bersama ku malam ini juga"ucap Agam.
"Katakan saja, semua nya, paling aku di gantung dan semua selesai,rasa sakit itu juga akan hilang itu adalah solusi yang bagus, segeralah katakan semua nya"ucap Nanda yang kini menantang.
"Kau benar-benar ingin pergi dari ku Kamelia" tanya Agam.
"Aku tidak mungkin kembali dengan mu yang sudah memiliki istri, orang tua ku saja tidak akan pernah mengijinkan nya"ucap Nanda.
"Nanda lihat kakak bawa siapa?" ucap seorang pria yang nyelonong masuk melewati sari dan mengajak temannya masuk, dan tero dia adalah anak pak kades yang selalu mengejar Nanda.
"Kakak, Ferry"ucap Nanda yang melihat pria itu membawa buket bunga dan satu kotak martabak keju kesukaan gadis itu, sementara Agam menatap tajam kearah mereka, saat Nanda mengambil pemberian pria itu dan mencium bunga nya.
"Ada tamu rupanya"terdengar suara bariton yang membuat suasana sedikit berubah menjadi horor.
"Apa? dia teman mu sayang atau penggemar berat mu, hingga repot membawa bunga"ucap nya sambil meraih bunga tersebut, dan tiba-tiba tangan nya meremas bunga itu membuat semua orang melotot termasuk Sari, melihat pria yang selama ini dia kagumi suami dari idolanya ternyata memiliki sifat yang sangat dingin dan terlihat kejam.
"Kak Fandi, kak Ferry lain kali saja, kita bicara saat ini bukan waktu yang tepat"ucap Nanda yang langsung ditarik oleh Agam.
keributan itu terdengar hingga ke dapur saat Ardina tengah memasak wanita paruh baya itu pun langsung bergegas menuju kamar putri nya, dan tampak Agam tengah merangkul pinggang ramping putri nya begitu posesif.
"Nanda!!! apa-apaan ini, ikut ibu sekarang juga kalian harus jelaskan semua ini.
"Tidak Bu ini tidak seperti yang ibu lihat iya kan kalian juga lihat Sari lihat kan kami tidak sengaja"ucap Nanda minta pembelaan tapi sayang semua diam seribu bahasa.
__ADS_1
"Puas kamu"ucap Nanda yang langsung menghempaskan tangan pria itu dan langsung berlari mengejar ibunya agar dia tidak bilang pada ayahnya yang super galak itu, sementara Agam hanya tersenyum kecil kearah mereka bertiga yang masih mematung di tempatnya.