Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Kehilangan#


__ADS_3

Saat Agam baru selesai mandi tiba-tiba saja ponselnya berdering nyaring, dan Ananda yang masih memejamkan mata pun langsung terbangun.


"Ponsel mu"ujar Ananda yang masih terlihat kesal pada Agam.


"Coba kamu ulangi"ujar Agam yang merasa bahwa istrinya sudah bersikap tidak sopan, padanya.


"Aku bilang ponsel mu bunyi"ujar Ananda semakin menjadi.


"Ayo bangun lihat di cermin siapa? dirimu sebenarnya"ujar Agam sambil menatap tajam kearah Ananda.


"Apa? sih kurang kerjaan banget"jawab Ananda.


Agam hendak menarik tangan Ananda, tapi ponselnya kembali terdengar dengan bunyi yang nyaring entah siapa yang sudah merubah pengaturan nya.


"Halo"ujar Agam.


"Cepat kerumah sakit istri mu mengalami kecelakaan"ujar Arinda terdengar nyaring


"Apahhh!!"teriak Agam shock.


"Buruan kemari putra mu dalam bahaya"ujar Arinda lagi yang terlihat panik.


Ananda langsung bangkit dari ranjang nya, dia bergegas menuju kamar mandi tanpa menghiraukan urusan suaminya itu.


"Yang aku harus segera kembali ke Jakarta"ujar Agam.


"Pergilah!!"ujar Ananda tidak peduli.


"Apa? begini sikap yang baik saat suami mu pamit"ujar Agam yang meraih lengan Ananda yang kini sudah berada di ambang pintu.


"Owh ya ampun, Agam sakit"ujar Ananda.


"Agam?"ujar Agam sambil menatap tak percaya.


"Ya, kenapa? memang nya sebentar lagi kita akan jadi orang asing dan kamu harus terbiasa dengan itu"ujar Ananda.


"Nanda!! dimana sopan santun mu?"ujar Agam berteriak di depan wajah Ananda.


"Oh iya aku sampai lupa, maafkan aku tuan Agam yang terhormat, silahkan jika anda ingin pergi, Pitu rumah ku di arah sana"ujar Ananda menunjukan arah pintu kamar nya.


Plak....


untuk pertama kalinya Agam benar-benar kehilangan kesabaran, saat itu sudut bibir Ananda langsung mengeluarkan darah segar.


Ananda pun sempat terdiam sesaat merasakan begitu sakit panas dan perih bercampur aduk, hingga akhirnya dia kembali mengangkat wajahnya menatap wajah Agam yang terlihat sangat merasa bersalah dia hendak menyentuh pipi Ananda tapi wanita itu langsung menepis nya .


"Terimakasih, untuk semua nya"ucap Ananda yang langsung masuk kedalam kamar mandi, wanita itu membanting pintu kamar mandi tersebut dan menutup nya.


"Yang buka pintu nya, aku minta maaf,yang buka"ujar Agam, namun tidak ada jawaban terdengar suara gemericik air yang membuat terdengar bising, akhirnya mau tak mau Agam pun langsung bergegas meninggalkan apartemen milik istrinya itu.


sampai di mobil, pria itu, kembali terbayang tatapan mata penuh kesakitan dari istri nya, untuk pertama kalinya tangan itu mampu melukai wanita yang sangat ia cintai.


Agam pun pergi meninggalkan basemen dengan pikiran yang berkecamuk, pria itu pulang menuju Jakarta menghawatirkan keselamatan putra nya yang ada di dalam kandungan istri mudanya itu.


Anda pun bersiap untuk pergi, sudah dia putuskan untuk menghilang dari kehidupan Agam untuk selamanya.

__ADS_1


setelah membereskan barang-barang nya dan merapihkan apartemen nya dia memasukkan baju-baju dan surat penting milik nya dia pun pergi dengan membawa satu buah koper dan tas nya, menuju rumah sakit, untuk memberikan surat pengunduran diri dan dia pun menemui Boy yang kini tengah duduk bersandar di headbord pasien tersebut.


"Boy maafkan aku, semalam tidak jadi datang"ujar Ananda.


alangkah terkejutnya Boy melihat pipi, Ananda yang terlihat bengkak dan sudut bibirnya terlihat pecah.


"Ananda, siapa? yang menyakiti mu katakan,biar aku yang akan memberikan pelajaran terhadap nya"ujar Boy, yang terlihat sangat marah.


"Boy, tenang dulu, aku tidak apa-apa kok, sekarang tolong dengarkan aku, aku sudah mengurus surat pengunduran diri ku, tadi meskipun proses nya sedikit lebih lama, tapi aku sudah harus pergi, maafkan aku jika selama ini aku selalu merepotkan mu, cepat lah sembuh maaf kan aku yang tidak bisa berada di samping mu untuk merawat mu"ujar Ananda.


"Nanda, kamu mau kemana? bukan kah, kamu baru saja pindah"tanya Boy.


"Aku harus pergi jauh, aku tidak bisa terus berada di sini"ujar Ananda.


"Tunggu, apa? ada yang membahayakan mu, dan berani mengancam mu"ujar Boy.


"Tidak Boy, aku hanya lelah jika harus terus bertahan di samping nya, dan jalan satu-satunya adalah aku harus pergi jauh"ujar Ananda.


"Tunggu aku kita pergi bersama"ujar Boy yang hendak bangkit.


"Tidak Boy, kamu masih punya keluarga, dan aku sudah tidak bisa lagi membebani mu, sekarang lebih baik, kamu perhatikan kesehatan mu, aku jadi saat aku mendapat tempat tinggal ku nanti aku akan segera mengabari mu"ujar Ananda.


"Baiklah tapi satu hal yang tidak bisa kamu tolak"ujar Boy, yang meraih dompet nya.


"Disini ada uang mungkin cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mu, sebelum kamu dapat pekerjaan"ujar Boy.


"Tidak Boy, aku sudah terlalu banyak merepotkan mu, sebaiknya kamu simpan uang mu, aku yakin suatu saat nanti dia akan kembali"ujar Ananda.


"Dia sudah tiada, Nanda dan aku sudah putuskan untuk melupakan nya"ujar Boy.


pria itu menyimpan kartu ATM miliknya di telapak tangan anda yang dia genggam.


"Mendekat lah"ujar Boy.


Ananda pun mendekat pria itu kemudian mengusap wajah Ananda yang masih terlihat gambar tangan di sana.


"Lain kali aku tidak ingin melihat mu seperti ini lagi, berhati-hati lah dan jangan lupa beritahu aku dimana alamat baru mu dan jangan gunakan ponsel lama mu, karena aku yakin disana ada alat pelacak dan lepas cincin kawin mu, aku yakin disana ada pelacak nya juga ini gunakan ini untuk berjaga-jaga jika suatu saat nanti kamu mendapatkan pertanyaan dari orang lain tentang setatus mu"ujar Boy yang memberikan cincin pernikahan yang pernah dia buat untuk dirinya dan Alika.


dengan inisial B&A di sana.


"Terimakasih Boy, tolong simpan ini "ujar Ananda yang langsung memeluk Boy, saat itu juga, hanya dia satu-satunya sahabat dan keluarga yang ia miliki, meskipun tidak ada hubungan darah diantara mereka.


"Aku pergi dulu"ujar Ananda.


"Pergilah hati-hati dan ingat kabari aku"ujar Boy, yang kini menyimpan ponsel Ananda dan juga cincin kawin nya.


"Malang sekali nasib mu, kawan, semoga kelak kamu menemukan bahagia mu"ujar Boy.


Ananda pun pergi meninggalkan rumah sakit dengan menggunakan taksi hingga ke halte bis jurusan kota Surabaya, dia bermaksud pergi ke tempat lain di luar kota, agar tidak meninggal jejak.


...🌹💖💖💖🌹...


Disinilah Ananda berada di kota yang tidak akan pernah di curigai keberadaan nya.


Kota Merauke, tepat nya di sebuah pelosok dia menyewa rumah, yang tak jauh dari pemukiman warga, dan puskesmas setempat dia akan mengabdikan diri sebagai seorang bidan, dan kedatangan nya disambut baik oleh para warga yang tinggal di sana karena sudah sejak lama mereka mengharapkan tenaga medis khusus nya untuk menangani wanita yang akan melahirkan.

__ADS_1


Ananda bahkan tidak kekurangan bahan makanan, saat ini karena hampir semua warga yang mengenal nya karena pernah ditolong oleh nya membagi hasil panen seperti beras ikan dan lain nya bahkan kadang Ananda dibuat bingung dan jika sudah begitu Ananda akan mengadakan makan bersama dengan para warga di sekitar nya dengan makanan yang ada di rumah nya.


rumah yang cukup sederhana tapi tampak asri karena Ananda dibantu anak-anak disekitar nya menanam berbagai jenis bunga dan beberapa jenis sayur dalam pot untuk mengisi hari yang kosong, meskipun sejak dia tinggal harinya tidak pernah kosong.


tidak hanya menjadi bidan Ananda pun mengajar anak-anak di sekitar untuk membaca dan menulis.


kehadiran Ananda membuat desa itu lebih berwarna karena setiap satu Minggu sekali dia akan berkeliling desa dengan melakukan pengobatan gratis, tentu saja dia menggunakan dana pribadi, karena jarang ada acara pengobatan gratis di sana kecuali mereka yang datang ke puskesmas dan menggunakan kartu jaminan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah.


Sampai satu bulan berlalu sejak kepindahan nya, setiap waktu ada saja yang datang karena membutuhkan pertolongan nya, sampai Ananda dipanggil oleh kepala desa sebelah untuk membantu proses lahiran di sana dalam keadaan jalan gelap gulita, wanita itu menyetir mobil sendiri, beruntung jalanan yang ia lewati tidak ada tanjakan atau turunan karena areanya datar.


dia mengemudi mobil ambulans di tengah malam hujan yang lebat disertai angin kencang, tidak menjadi penghalang baginya asal bisa menolong orang lain, sudah merupakan satu kebahagiaan.


sementara bertepatan dengan itu, istri Agam pun melahirkan, tapi bukan nya, seorang putra yang digadang-gadang sebagai pewaris tahta tapi seorang bayi perempuan yang sangat cantik mirip dengan pria itu.


kecewa sudah pasti, tapi Agam tetap menerima itu dengan baik karena biar bagaimanapun bayi itu adalah putri nya.


Agam yang selama ini terus mencari keberadaan istrinya, dia kini harus fokus mengurus putri nya bersama dengan istri keduanya yang kini terduduk di kursi roda, wanita itu mengalami kecelakaan saat Agam berada di rumah Ananda.


saat terakhir kali ia bertemu dengan nya dan menyakiti nya, setiap hari tidak ada keterangan dalam diri nya, Alina bahkan selalu menyalahkan dirinya atas kecelakaan yang menimpa nya, karena Agam tidak ada bersamanya saat dia ngidam ingin makan sesuatu tengah malam buta.


sementara itu di Merauke, tepat nya di sebuah desa terpencil yang jauh dari kota, Ananda baru selesai menolong persalinan normal seorang wanita muda seusia nya yang menderita gangguan jiwa karena di perkosa oleh , seseorang saat dia pulang sekolah.


dan saat itu kepala desanya terpaksa turun tangan, karena wanita itu adalah yatim Piatu, dan rencananya bayi tersebut akan diserahkan ke panti asuhan tapi Ananda mengusulkan diri untuk mengadopsi anak tersebut, dan hal itu disetujui oleh kepala desa, sementara ibu sang bayi dikirim ke rumah sakit jiwa yang ada di kota untuk mendapatkan perawatan medis yang baik untuk depresi yang dia alami sungguh miris memang tapi dengan begitu Ananda sudah ditakdirkan Tuhan untuk memiliki teman hidup.


makam itu yang melahirkan bukan hanya bayi yang ia adopsi, tapi juga ada tiga wanita yang sudah beberapa hari ini mengalami masalah dengan kelahiran nya, Ananda dibantu oleh Boy dengan melakukan panggilan video yang tersendat-sendat karena cuaca buruk akhirnya berhasil membantu ibu-ibu tersebut dengan metode yang Boy, ajarkan.


hingga para warga merasa sangat terbantu dengan kedatangan Ananda.


mereka sangat berterimakasih, bahkan sampai ada yang memberikan berbagai hasil kerajinan tangan dan juga hasil panen hingga memenuhi mobil ambulans tersebut.


Ananda pulang di pagi hari diantar oleh dua orang warga dan juga satu orang ibu yang membawa putranya yang dia adopsi.


Ananda pun tiba di rumah nya setelah dua jam perjalanan, hingga saat dia pun meminta salah satu warga tetangga nya untuk mengurus semua pemberian warga desa yang ada di dalam mobil ambulans tersebut kedalam rumah nya, dan merapihkan nya.


tidak hanya itu dia juga menelpon seseorang yang ia kenal pemilik toko peralatan bayi yang ada di ada di kota Merauke untuk mengirim satu set perlengkapan bayi, dan yang terbaik.


Rasa kantuk Ananda hilang dengan sendirinya, saat melihat putranya yang baru akan ia beri nama nanti sore, beruntung bayi tersebut terlahir dengan sehat hingga tidak perlu perawatan apapun.


semua tetangga hadir menengok putra nya itu, meskipun kulit nya kecoklatan tapi bayi itu memiliki wajah tampan, dan seperti turunan bule dengan mata biru.


Ananda yakin pelaku bukan orang asli daerah situ hingga warga kesulitan mencari pelaku.


mereka pun berbondong-bondong mengucapkan selamat, bahkan ada sebagian dari mereka memberikan perlengkapan bayi yang masih baru karena belum sempat terpakai.


"Boy sendiri mau jadi ayah angkatnya, dan pria itu sesekali akan berkunjung ke tempat Ananda saat ini.


hingga saat perlengkapan bayi tiba di kirim dari kota langsung, Ananda langsung menempatkan semua itu di kamar nya, wanita itu bahkan begitu antusias ditengah kesepian nya tuhan mengirim kan pria kecil itu di samping nya.


"Sayang mulai sekarang aku adalah Bunda mu, dan nama mu adalah Leonel Davidson, selamat datang di rumah kita sayang Bunda janji akan lakukan yang terbaik untuk mu"ujar Ananda.


wanita itu pun terpejam, bersama dengan bayi nya yang anteng di dalam boks bayi yang tadi baru ia beli.


sementara itu Agam, tengah dibuat kebingungan karena dia harus pergi ke perusahaan, tapi dia juga belum mendapatkan babby sister nya benar-benar tepat untuk putri nya itu.


sementara itu, saat Agam tengah berada di dalam ruangan kerja nya, sebuah surat berlogo pengadilan agama di berikan oleh asisten pribadi nya.

__ADS_1


Agam langsung merobek kertas tersebut, menjadi berkeping-keping setelah itu membuangnya ke tempat sampah, sungguh benar-benar murka dirinya saat ini, disaat dia tengah berjuang mencari keberadaan istrinya yang benar-benar menghilang bak ditelan bumi, kini datang surat gugatan cerai yang dilayangkan kepada nya.


"Ananda, jangan harap semua ini bisa terjadi, karena aku tidak akan pernah membebaskan mu, meskipun kini kau bisa pergi tapi bukan untuk selamanya"ujar Agam.


__ADS_2