
Kini di ruang tengah semua orang tengah berkumpul betapa murkanya sang ayah hingga hampir menampar Nanda yang sudah mengakui bahwa memang benar Agam adalah kekasih nya, dan mereka pernah tinggal bersama di Jakarta.
"Nanda!!!... kamu sudah membuat ayah malu"ucap pria paruh baya itu sambil mengangkat tangan nya dan hampir saja mengenai wajah sendu itu, tapi dengan sigap Agam menahan tangisnya.
"Tuan kita bisa bicara baik-baik, dia tidak menjual diri, dan aku memberikan dia tempat tinggal selama ini karena aku sangat menyayangi nya, hanya saja kedua orang tua ku, tidak setuju dengan hubungan kami, maka dari itu aku dinikahkan dengan pilihan nya"ujar Agam.
"Kamu sudah menikah"ucap Agam.
"Iya tuan tapi saya tidak mencintai istri saya, dan saya hanya mencintai Nanda"ucap Agam.
"Kau pikir putri ku adalah barang yang bisa kau beli sesuka hati, sebaiknya kau pergi, karena aku akan menikahkan dia dengan Ferry yang selama ini menunggu putri ku dengan sabar"'ucap ayah Nanda tegas.
"Tapi saya juga"
"Sudah saya katakan tidak akan ada setatus istri kedua atau istri siri, biarpun kami miskin tidak akan ada itu"ucap nya tegas, Nanda langsung bergegas pergi meninggalkan mereka, dia berlari menuju kamar nya.
mungkin ini adalah jalan terbaik berpisah dengan Agam, adalah jalan terbaik untuk mereka berdua.
Agam langsung menyusul Nanda kedalam kamar nya saat itu juga .
"Ayo bereskan barang-barang mu kita kembali ke Jakarta"ucap Agam.
"Kamu tidak mendengar apa kata ayah ku, sebaiknya kamu pulang saja "ucap gadis itu sambil menatap kearah jendela malam ini sudah sangat larut.
"Aku tidak akan pernah membiarkan mu menjadi milik orang lain, sekalipun aku harus melenyapkan salah satu diantara pria yang akan menyunting mu"ucap Agam tegas.
"Kau tidak bisa egois kak, kakak sudah punya dia, bersyukur jauh lebih baik"ucap Nanda.
"Tidak, aku tidak minta pendapat mu, sekarang juga kita kembali"ucap Anggita.
"Tidak ada kita kak, hanya ada kamu, sementara aku akan kembali kuliah besok pagi"ucap Nanda.
"Ananda Aprilia, jangan buat kesabaran ku habis, cepat ganti baju mu, kita akan segera kembali"ucap Agam tegas.
"Putri ku tidak akan pernah pergi kemanapun, apa? kau tidak punya malu setelah aku meminta mu pergi"ucap ayah Nanda.
"Saya tidak minta pendapat anda"ucap Agam tegas.
"Tuan Agam sebaiknya kita kembali karena kita sudah terlalu lama di sini ayah tuan sudah mengetahui keberadaan tuan"ucap asisten nya yang baru saja datang.
"Ayo kita kembali"ucap Agam yang menarik lengan Nanda.
"Tidak putri ku akan tetap berada di sini"ucap pria itu menarik tangan putri nya.
"Lepas, aku tidak akan ikut siapapun, rumah ku disini dan ini kehidupan ku"ucap Ananda yang langsung pergi meninggalkan rumah gadis itu langsung pergi dengan taksi yang sedari tadi sudah menunggu nya hanya dengan membawa tas yang selalu ia bawa kemanapun.
"Kamelia, kamu tidak bisa pergi!"ucap Agam yang langsung bergegas menuju ke arah mobil nya dan meminta bodyguard nya membawa nya untuk menyusul nya.
aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga Nanda tiba di rumah kosnya.
Agam pun langsung menyusul nya kesana.
tapi sayang wanita itu tidak bisa dia temui karena peraturan yang begitu ketat tidak ada tamu laki-laki yang boleh masuk hingga Agam, terpikir satu cara dia langsung meminta satpam untuk mengijinkan dia masuk dan dia memberikan satpam itu uang yang banyak.
hingga negosiasi usai Agam langsung masuk dan berjalan menuju kamar kos milik Ananda.
"Kamelia buka pintu nya aku tahu kamu ada di dalam"ucap Agam.
"Pulang lah jangan buat ayah mu dan ayah ku murka, aku akan tetap di sini, melanjutkan kuliah ku hingga selesai"ucap nya.
"Tidak Kamelia kita akan kembali tinggal bersama aku akan pastikan itu"ucap Agam.
"Aku tidak bisa, pulang lah ini adalah jalan terbaik untuk kita"ucap Nanda.
Tiba-tiba saja pintu terbuka tampak seorang wanita yang terlihat sangat marah.
__ADS_1
"Ananda sebaiknya kamu keluar dari tempat ini, kamu sudah melanggar peraturan yang saya terapkan"ucap nya, dan itu membuat Agam tersenyum penuh kemenangan.
"Setidaknya untuk malam ini saja Bu tolong biarkan saya waktu untuk membereskan barang-barang saya dan saya harus mencari rumah kontrakan"ucap Ananda tapi wanita itu tidak memberikan toleransi kecuali untuk dua jam membereskan barang-barang nya.
di sana ada sari yang datang membantu membereskan pakaian dan perlengkapan kuliah nya.
Angkut semua nya ke mobil saya"ujar Agam meminta satpam itu mengangkat barang-barang tersebut kedalam mobil nya.
Agam langsung merangkul pinggang Anada yang kini hanya terdiam.
"Kau akan kuliah lagi di Jakarta"ucap Agam.
"Aku akan jadi gembel dibawah kolong jembatan jika ayah mu tau semua nya, tolong biarkan aku tetap berada di sini, aku janji tidak akan menikah dengan siapapun"ucap Ananda.
"Aku butuh kamu Honey"ucap Agam.
"Kau tidak membutuhkan aku, yang kamu butuhkan hanya asisten pribadi mu, yang selalu menyiapkan semua kebutuhan mu"ucap Ananda.
"Ananda!!"teriak Agam yang langsung membuat Ananda kembali terdiam.
"Aku butuh kamu terus berada di samping ku"ucap Agam.
hingga mobil itu melaju meninggalkan kota tempat kelahiran Ananda, dan Agam, bisa lega karena berhasil membawa pilihan nya.
Ananda hanya bisa berharap semoga semua akan baik-baik saja.
hingga tepat pagi dini hari Agam dan gadis itu tiba di apartemen nya, dan para bodyguard nya membawa kan barang-barang nya masuk.
Ananda hanya terdiam di sofa gadis itu tidak beranjak kemanapun.
"Sayang kamu lagi apa? ayo masuk dan istirahat"ucap Agam.
"Aku tidak mau, kamu saja"ucap Ananda yang malah merebahkan diri di sofa.
"Sayang"ucap Agam lembut, tapi wanita itu pun malah memejamkan mata nya.
"Tidak ada, hanya saja aku yang tidak tau diri sudah tau pria itu punya kekasih tapi malah mau tinggal dengan nya, dan sekarang dia sudah menikah aku semakin tidak tahu diri tinggal bersama su"ucap Ananda terhenti saat Agam men***m bibir Ananda dengan sangat rakus, dan menahan tangan Ananda yang kini hendak berontak.
"Ayo tidur di kamar, jangan buat aku kehabisan kesabaran"ucap Agam.
wanita itu langsung berdiri dan berlari menuju kamar tapi bukan kamar utama melainkan kamar lain dan langsung mengunci pintu kamar tersebut Agam dibuat geram tapi pria itu memberikan kesempatan untuk pagi ini tapi untuk besok tidak lagi.
🌹💖💖💖🌹
Paginya wanita itu belum bangun Agam pun tidak mempermasalahkan itu baginya yang penting saat ini, adalah dia ada bersama nya.
sampai jam makan siang tiba, Agam yang sudah memesan makanan pun mengetuk pintu kamar tersebut tapi tidak ada jawaban hingga pria itu penasaran kenapa? gadis itu tidur hingga saat ini, apa? tidak kelaparan pikir nya.
tapi saat dia mendorong pintu ternyata tidak terkunci, Agam langsung masuk ke dalam kamar tapi tidak ada siapapun di sana, pria itu pun mengecek Cctv, dan betapa terkejutnya dia ternyata Ananda pergi tak lama setelah masuk kedalam kamar tersebut, dan dia juga membawa barang-barang nya dengan bantuan satpam dengan menaiki taksi.
tangan Agam mengepal kuat Agam langsung menggunakan jaket denim, dan menggunakan topi dan masker, sejak menikah dengan Amanda, dia sering di kejar wartawan.
hingga dia mendapat nomor taksi yang membawa Ananda , dia pun melacak keberadaan Ananda lewat sopir taksi tersebut, dia bahkan harus memarkirkan mobilnya jauh dari tempat yang kini dia tuju sebuah rumah petak yang terlihat sepi itu.
Agam langsung mengetuk pintu saat itu juga tapi tidak ada jawaban, hingga tetangga sekitar keluar.
"Cari siapa? mas"ucap seseorang.
"Cari yang ngontrak disini" jawab Agam.
"Owh gadis yang datang tadi pagi, saat ini dia sedang tidak ada, dia sedang mencari kerja"ucap ibu-ibu yang tadi nanya.
Alvin pun langsung bergegas pergi dia meminta anak buah nya untuk berpencar di daerah sekitar sana, dan jika bertemu dengan Kamelia nya, dia memerintah kan untuk membawa nya langsung ke hadapan nya.
hingga saat malam tiba Agam kembali ke rumah tersebut, tapi Kamelia nya belum juga kembali, sampai saat wanita itu tiba tepat pukul sebelas malam, Agam langsung menarik gadis itu membawa dia tanpa ampun kali ini bukan apartemen yang dia tuju tapi rumah pribadi nya yang kini dijaga ketat oleh orang-orang nya.
__ADS_1
rumah besar itu berada jauh dari pemukiman warga, karena memang disitu seluruh tanah milik Agam tidak ada tetangga atau yang lainnya.
"Darimana kamu tadi"ucap Agam.
"Habis kerja"jawab Ananda.
"Kamelia!!"ucap Agam berteriak.
"Kau kenapa? berteriak kupingku tidak tuli atau kamu ingin dengar jawaban kalau aku habis jual diri"ucap Ananda.
"Ananda" ucap Agam yang sudah benar-benar murka.
pria itu mendekat ke arah Anda, yang kini tertunduk.
"Sekali saja aku mohon sekali saja tolong dengar kan aku, jangan keluar rumah kecuali kamu sedang kuliah, aku tidak mau kamu terluka"ucap Agam.
'Kamu tenang saja"ucap Ananda, mulai saat ini aku berhenti kuliah, aku sudah putuskan untuk menjadi kupu-kupu malam"ucap Ananda yang langsung membuat Agam meninju meja hingga pecah berkeping-keping.
Ananda bukan nya, terdiam di tempat dia mengambil serpihan kaca tersebut dan hanya dalam hitungan detik "Ahhhhhh darah keluar dari pergelangan tangan Ananda.
"Ananda!!...teriak Agam yang langsung menarik tangan nya mengambil saputangan yang ada di dalam saku nya, setelah itu dia langsung mengikat luka itu untuk menghentikan pendakwah sementara yang terluka hanya menunduk dan air mata yang deras bukan karena rasa sakit tapi dia sudah putus asa biarlah semua menjadi seperti ini, dia akan mati perlahan dan akan menjadi jalan terbaik untuk keduanya.
Agam yang menunggu dokter yang tidak lain adalah anak buahnya, dia pun terus mengajak Ananda untuk bicara agar tetap sadar.
namun wanita itu sudah tidak sadarkan diri setelah saat dokter datang.
Agam terus mendampingi Ananda.
Ananda tidak sadarkan diri hingga pagi tiba dia baru membuka mata saat pukul sembilan pagi, Agam langsung meminta pelayan untuk membawa bubur yang tadi sudah dia buat dengan tangan nya sendiri.
"Honey kamu sudah sadar, sekarang minum lah dulu setelah ini kita kamu harus sarapan"ucap Agam.
"Aku tidak laper, aku mau pulang"ucap Ananda yang hendak bangkit.
"Pulang ke apartemen, ya oke sayang kita akan kesana setelah kamu sarapan"ucap Agam.
"Aku harus kuliah,kak aku mohon biarkan aku pulang kampung, tidak ada gunanya juga aku disini, aku bahkan tidak punya pekerjaan, dan aku harus bayar kuliah ku "ucap Ananda.
"Sayang kamu bisa kembali kuliah di sini aku bisa wujud kan apapun yang kamu mau, aku hanya minta jangan pergi jauh dariku,itu saja, dan soal biyaya aku yang akan membayar nya, kamu tidak boleh memikirkan apapun, semua biyaya hidup mu aku yang tanggung bukan kah selama ini juga begitu"ucap Agam.
"Aku tidak mau, aku tidak mau bergantung pada orang lain lagi cukup sudah dulu aku melakukan hal itu, tidak untuk saat ini"ucap Ananda.
"Sayang apa? yang kamu katakan, aku bukan orang lain aku adalah calon suami mu dan sudah sewajarnya aku melakukan hal itu"ucap Agam.
"Kak, harus berapa kali aku jelaskan kita tidak akan pernah bisa menikah karena ayah ku juga tidak menyetujui semua ini"ucap Ananda.
"Tapi mereka akan setuju setelah kita punya anak"ucap Agam enteng.
"Bukan persetujuan yang aku dapatkan tapi mati digantung nya"ujar Ananda
"Aku punya seribu cara, sudah lah nanti kita bahas lagi yang sekarang kamu makan dulu sayang nanti bubur nya keburu dingin"ucap Agam.
Anada tidak lagi bicara dia hendak meraih mangkuk bubur yang ada di tangan Agam, tapi pria itu menahan nya.
"Tidak sayang kamu masih belum sembuh dan tolong menurut lah, aku sudah sangat lelah, dan jika kamu pun menolak lagi aku yang akan bunuh diri setelah ini"ancam Agam.
akhirnya Nanda pun makan dengan lahap nya, dari suapan Agam.
hingga selesai makan dan minum obat, gadis itu kembali ke alam mimpi, dia akan melakukan apa yang akan membuat Agam, jengkel hingga akan mengusir nya dari rumah tersebut.
sementara itu di kampung sedang mencoba mencari keberadaan Ananda yang tidak kunjung datang.
kedua orang tua Ananda, sudah membuat laporan kehilangan pada pihak kepolisian saat itu juga dan bilang pada mereka bahwa ada seseorang membawa nya pergi sesuai pengakuan ibu kos dan Sari pun bicara soal itu sedetail mungkin dan polisi pun menyimpulkan bahwa Nanda pergi oleh calon suami nya.
hingga tidak bisa di proses hanya akan menemui pria yang telah membuat kehebohan itu.
__ADS_1
sementara yang mereka lakukan saat ini tengah berdiam diri di kamar dengan tangan di balut perban.