Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Bruno#


__ADS_3

sementara Gerald masih sibuk tengah membantu Celsi yang masih kesakitan Gerald


Gerald merelakan tangan nya digigit oleh Celsi, karena rasa bersalah nya pada gadis itu.


setelah selesai mengatasi luka itu, akhirnya Celsi menutup mata karena merasa kelelahan setelah merasakan sakit yang teramat.


akhirnya Gerald pun meminta layanan hotel untuk gadis itu sementara Gerald pergi bekerja.


di Mension, setelah bersiap untuk pergi ke tempat kerja nya, tiba-tiba seseorang menghampiri nya tepatnya mobil Arina dihadang dua mobil, para bodyguard keluar dari dalam mobil empat orang bertubuh besar itu langsung meminta Arina, membuka pintu mobil nya.


"Buka mobilnya Nona, tuan menunggu ada di mobil"ucap salah satu nya.


dan Arina langsung keluar bersama dengan putra semata wayangnya, dia tau mereka adalah bodyguard, Bruno.


"Bruno, apa?? yang kamu lakukan kamu sudah membuat putra ku ketakutan"ucap Arina.


"Dia juga putra ku sayang, masuk lah aku akan membawa mu ke rumah orang tua mu untuk melamar mu"ucap Bruno, yang langsung membuat Arina tercengang.


"Tidak usah kaget begitu, aku sudah berpisah dengan istri ku ,aku tidak ingin lagi kehilangan kalian berdua " ucap Bruno.


Arina langsung bergegas masuk dia ingin melihat benar atau tidak nya kesungguhan Bruno saat ini.


selama di perjalanan menuju rumah peternakan milik keluarga Arina, Bruno terus menatap lekat wajah cantik yang sangat ia rindukan selama ini, pria itu selalu berusaha untuk bertemu dengan nya, tapi ada orang-orang yang diperintahkan oleh Dheandra dan Arda untuk melindungi Arina, dan saat ini dia mungkin tengah beruntung hingga dia bisa bertemu dengan Arina.


"Yang aku sangat mencintaimu, apa? kamu tidak merindukan ku"ucap Bruno yang kini berusaha meraih tangan Arina tapi tidak bisa ia raih karena Arina, menghindari nya.


"Bruno aku kamu pikir aku sudah gila apahhh merindukan suami orang"ucap Arina.


"Daddy Arina, aku masih suami mu secara hukum"ucap Bruno.


"Hanya khayalan saja"ucap Arina.


jika dulu wanita itu akan tunduk dan patuh pada pria belateran itu, saat ini tidak lagi Arina yang sudah menunggu keseriusan Bruno sejak satu tahun lalu tapi pria itu tidak kunjung datang, pada keluarga nya untuk meminta nya kembali.


"Arina, siapa yang mengajarkan mu untuk menjadi pembangkang, seperti ini"ucap Bruno.


"Bruno, aku sudah dewasa, dan tidak perlu lagi untuk diajari oleh siapapun, karena aku sudah tau yang mana yang baik dan tidak baik"jawab Arina.


"Daddy Arin, harus berapa kali aku mengingatkan diri mu"ucap Bruno.


sementara Brian anteng di pangkuan Daddy nya yang saat ini tengah memainkan ponsel milik Daddy nya itu, dia memang bukan tipe anak yang suka rewel jika dia ingin sesuatu dia akan bilang pada mommy nya langsung.


sesampainya di rumah tersebut setelah menempuh perjalanan berjam-jam dan berkali-kali istirahat akhirnya sampai di sana, mobil Bruno kini bisa langsung masuk karena Arina ada bersama dengan nya berbeda dengan mobil para bodyguard nya yang terpaksa Bruno, biarkan mereka untuk tinggal dan beristirahat di depan portal jalan masuk tersebut.


Arina turun setelah Bruno turun sambil membawa Brian keluar dari mobil bersama nya sopir kembali dengan mobil membawa nya ke basement.


Arina masuk terlebih dahulu diikuti oleh Bruno, yang Arina persilahkan untuk menunggu di ruang tamu.


sementara dia berjalan menuju ruang makan karena ini sudah jam makan siang.


"Sayang kapan kamu datang"sambut Refi yang baru selesai makan siang ditemani oleh istri tercinta nya.


" Baru saja ayah"jawab Arina sambil memeluk ayahnya itu,Refi langsung mendaratkan kecupan di puncak kepala putri nya itu.

__ADS_1


dan Dheandra juga melakukan hal yang sama hanya saja kecupan itu tidak hanya di puncak kepala tapi juga di pipi putri nya,itu begitupun sebaliknya.


"Mom ada Bruno, dia bilang ingin bicara dengan kalian berdua"ucap Arina.


"Heummm ternyata dia tidak pernah kapok rupanya"ucap Refi yang langsung berjalan diikuti oleh keduanya.


sementara Bruno, tengah asik mengajar kan putra nya itu bermain game, dan Brian begitu antusias, dan sesekali ia memeluk Daddy nya itu, mereka bertiga berdiri dari kejauhan melihat interaksi antara ayah dan anak itu.


hingga Dheandra merasa sudah saatnya dia memberikan kesempatan untuk Bruno, kembali dengan putri nya demi kebahagiaan mereka, meskipun dia akan membuat surat perjanjian hitam di atas putih untuk berjaga-jaga jika suatu saat nanti Bruno, berbuat ulah lagi.


"Brian, apa? Brian bahagia bertemu dengan Daddy Bruno"ucap Refi.


"Iya opah"ucap Brian.


"Mulai saat ini dan seterusnya kamu akan bersama dengan Daddy mu, tapi Daddy mu harus menandatangani surat perjanjian yang Omah buat"ucap Dheandra sambil berjalan menuju ruang kerja nya.


Dheandra masih berada di dalam ruangan tersebut, hingga beberapa menit kemudian, sementara Refi sedari tadi mengobrol panjang lebar pada mereka berdua, tentang cara menjaga rumah tangga yang baik dan tetap utuh.


hingga Dheandra keluar membawa dua buah kertas HVS, yang berisi surat perjanjian di atas nya, tidak hanya itu Dheandra juga menghubungi pengacara nya, untuk mengesahkan pernikahan mereka saat itu juga yang sempat ia tolak.


"Bruno, aku sudah memutuskan untuk memberikan mu kesempatan, tapi kamu tidak boleh sekalipun melanggar kesepakatan yang akan kau tandatangani ini, karena jika satu pasal pun kau langgar aku tidak akan segan-segan untuk membuat mu mendekam di penjara dan kau akan menerima akibatnya selain sangsinya itu, kau tidak boleh membuat putri ku mengeluarkan air mata nya setetes pun kecuali tangis bahagia, apa kau mengerti dan satu lagi kalian harus menikah ulang"ucap Dheandra tegas.


Bruno, langsung mengangguk, dia tidak perduli dengan isi perjanjian itu, yang dia inginkan saat ini adalah kembali bersama dengan istrinya itu.


Setelah selesai menandatangani surat perjanjian akhirnya Dheandra mempersiapkan pernikahan dadakan antara putri nya dan Bruno.


semuanya disiapkan selama dua hari, setelah semua kelar akhirnya mereka pun menggelar pernikahan tersebut, dihadiri kerabat dan keluarga besar Dheandra sendiri disana ada yang membuat semua orang salah fokus saat acara akad nikah akan digelar, seorang pria gagah dan tampan berjalan beradegan tangan dengan seorang wanita yang kini mengenakan dress selutut berwarna pink, tanpa lengan berjalan melewati karpet merah.


dia adalah Gerald bersama dengan Celsi wanita yang ia paksa untuk menemani nya menghadiri pesta pernikahan adiknya itu.


semua mata tertuju pada pasangan itu, dan ada senyum di wajah Dheandra saat melihat putranya menggandeng seorang gadis.


🌹💖💖💖🌹


acara akad nikah pun selesai, Bruno dan Arina sudah resmi menjadi suami istri.


sementara Gerald dan Celsi, kini tengah menikmati makan siang bersama Refi Arda dan Dheandra, mereka berdua seperti terus dipertahankan oleh ketiga orang tuanya itu, sementara istri Arda, Amanda tidak ikut karena tengah hamil tua anak kedua nya dari Arda, yang ikut Arda hanya Andreas, yang kini sudah berusia delapan dua puluh tahun.


mereka sudah berdamai saat ini meskipun puing-puing cinta itu masih berada di hati Arda yang paling dalam untuk mantan istrinya itu.


Dheandra adalah mantan terindah di hati Arda, dan dia sudah menyiapkannya selama ini, dia sadar dengan semua kesalahannya itu.


Dheandra kini tengah menatap gadis yang sesekali terlihat mencubit putra nya itu dari samping mungkin dia merasa kesal karena Gerald tetap fokus pada makanan nya.


"Sayang apa? kerja sama kamu dengan model mancanegara itu sudah selesai"ucap Dheandra yang langsung membuat Gerald, menaruh sendok dan garpu nya di atas piring dia menatap wajah Dheandra.


"Sudah mom, bahkan sekarang kami tidak akan pernah menggunakan model lagi untuk promosi peluncuran mobil baru itu"ucap pria itu tenang tidak ada kegugupan yang terlihat saat dia menjawab nya.


"Baiklah mommy dengar dia sudah mengundurkan diri dari dunia modeling karena pernikahan nya, yang mengundang kontoversi dia diberitakan telah menikah dengan pria beristri seorang pengusaha sukses asal Norwegia"ucap Dheandra.


"Gerald tidak mendengar berita apapun terakhir kali bertemu saat meeting terakhir setelah peluncuran"jawab Gerald.


sementara itu Celsi, hanya bisa berkata dalam hati"apa? dia wanita mu yang pernah kamu sebut saat tidur waktu itu, jika benar seharusnya aku tidak berada di sini bersama dengan mu, karena yang aku tau aku tidak sebanding dari segi kecantikan dengan nya, hanya akan buat kamu malu" gumam nya dalam hati.

__ADS_1


"Om Tante, saya pamit pulang dulu sudah siang hari ini ada jadwal ujian kelas" ucap Celsi , yang langsung bangkit berdiri hendak pergi, tapi Gerald menghentikan nya.


"Aku sudah mengurus izin nya, kata dosen kamu bisa mengikuti ujian susulan"ucap Gerald, yang bahkan tidak pernah tau tentang urusan kampus Celsi, dia sengaja berbohong karena dia tau jika Celsi, juga berbohong.


sementara di luar pesta yang mengusung konsep garden party itu, kini masih berlangsung, Arda Dheandra dan Refi pun kembali menjamu tamu mereka.


sementara Gerald, sedang menatap tajam kearah Celsi.


"Apa jangan pernah menatap ku seperti itu, aku hanya tidak ingin kedua orang tua mu, salah faham, kita bukan pasangan, aku bahkan cukup tau diri jika dibandingkan dengan model itu, aku tidak ada apa-apa nya,maka dari itu jangan buat aku dipermalukan oleh mommy mu, aku bukan siapa-siapa kamu dan aku juga tidak mengenal mu, jadi biarkan aku pergi sebelum mommy mu membenci ku"ucap Celsi.


"Siapa yang membandingkan mu dengan nya, bahkan kalian adalah dua orang yang sangat jauh berbeda, dan tenang saja aku tidak tertarik untuk jadikan sebagai kekasih ku, hari ini aku hanya butuh teman, dan kau seharusnya bersyukur karena telah aku pilih untuk menemani ku, sementara diluar sana terlalu banyak yang ingin mendekat kepada ku"ucap Gerald, menyombongkan diri.


"Ceh.... percaya diri sekali, jika yang kamu katakan itu benar kenapa? harus aku dan bukan yang lain"ucap Celsi sambil beranjak pergi tapi lagi-lagi Gerald, menghentikan langkahnya.


genggaman tangan kekar itu terasa semakin erat.


"Jangan pergi, jika kamu tidak ingin menyesal, karena tidak mau mendengar kan aku"ucap Gerald, tapi wanita itu langsung melepaskan tangan Gerald, dari tangan nya.


Celsi, pergi meninggalkan tempat tersebut dengan mobilnya yang tadi dikemudikan oleh sopir nya.


"Celsi !"teriak Gerald yang hendak menyusul nya, tapi ia urungkan karena Dheandra menghentikan nya.


"biarkan saja dia pergi seperti nya, dia sudah salah faham"ucap Dheandra.


Gerald pun pergi menuju tempat dimana adiknya kini berada dia langsung mengucapkan selamat dan sekaligus pamit pulang, dia merasa tidak tenang membiarkan Celsi pulang sendiri apa lagi, jalanan terlalu jauh.


Gerald, segera pergi dengan mobilnya sport nya dia ingin menyusul Celsi, saat itu juga tapi sepertinya dia terlambat karena Celsi tidak terkejar saat ini.


Gerald terus melaju kencang ingin membawa Celsi pria itu membawa Celsi bersama dengan nya, dan dia juga harus membawa gadis itu kembali bersama dengan nya.


sementara Celsi, saat ini sudah hampir sampai dia membawa mobil nya sendiri dengan kecepatan tinggi, wanita itu tidak ingin kemalaman di jalan raya yang sepi itu, hingga dia tiba di Jakarta hanya dalam waktu tiga jam, Celsi, benar-benar pembalap yang hebat jika orang lain bisa mengemudi selama lima jam dalam kecepatan sedang dia bahkan bisa sampai dalam tiga jam hanya berhenti mengisi bensin.


setibanya di tempat kos gadis itu langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkir halaman rumah tersebut, dan meminta sopir nya pulang menggunakan taksi, karena esok pagi Celsi akan kuliah pagi dan pergi sendiri.


Celsi pun langsung memesan makanan setibanya di rumah tersebut, Celsi langsung pergi menuju kamar mandi dia berendam selama tiga puluh menit, sambil menunggu makanan pesanan nya datang.


wanita itu bahkan sampai ketiduran di dalam bathtub, dan dia melupakan luka nya yang baru mengering itu, beruntung tidak terbuka lagi.


saat seseorang memencet bel rumah nya, dia langsung membuka mata dan bangkit berlari membersihkan diri dari sisa sabun, dan langsung meraih bathrobe lalu mengenakan nya dan segera meraih dompet nya, untuk melakukan pembayaran.


pintu dia buka sedikit karena dia tidak ingin kurir melihat nya memakai bathrobe, saja.


tapi saat Celsi menyodorkan uang itu orang yang dikiranya sebagai kurir itu malah menarik tangan nya dan Celsi langsung mencium parfum yang dikenakan oleh Gerald.


"Sudah kubilang jangan pergi dariku jika kamu tidak ingin menyesal"ucap Gerald yang kini mendorong pintu tersebut dan tampak lah wanita yang kini masih menggunakan bathrobe dan belahan dada nya, terlihat, sontak Gerald menelan Saliva nya .


pria itu menatap sekilas ke arah wanita itu lalu"Apa ? yang kamu lakukan untung aja bukan ku"


"permisi paket makanan" ucap sang kurir tiba-tiba saja Gerald langsung keluar sambil menutup pintu.


"Berapa semua nya"ucap Gerald yang langsung mengambil dompet nya.


"Lima ratus lima puluh ribu "jawab sang kurir.

__ADS_1


"Ini"ucap Gerald yang langsung memberikan uang merah sebanyak enam lembar.


"Ambil kembalian nya dan silahkan pergi" ujarnya sambil langsung masuk ke dalam rumah tersebut.


__ADS_2