Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Alexander marah besar#


__ADS_3

Mila tidak menggubris ucapan Alexander yang kini tengah menatap tajam kearah Mila, gadis itu bahkan tidak perduli jika akhirnya Alexander benar-benar pergi dengan wanita lain.


"Mila berhenti, aku bilang berhenti jangan buat aku marah yang please kembali"ucap Alexander tapi Mila, seakan pasrah dengan semua keadaan, wanita itu terus berjalan meninggalkan Alexander.


Alexander menyusul langkah nya, dengan cepat pria itu, tidak ingin semua itu terjadi sudah cukup semua kesalahpahaman itu, tidak boleh terus diperpanjang lagi, dia ingin Mila nya kembali tapi gadis itu tidak memperdulikan Alexander, hingga tiba di ruangan nya, Mila, langsung membereskan semua barang-barang Nya, hingga selesai dan membawa serta barang-barang tersebut menuju lobi dia hendak pergi, tapi Alexander mencekal lengan nya.


"Mila jangan buat aku Kalaf cepat kembali ke ruangan ku sayang"ucap Alexander tapi wanita itu tidak pernah mau peduli dan hingga saat Alexander melempar barang-barang tersebut hingga berhamburan di lantai, Mila langsung berjongkok untuk memungut nya, tapi kemudian tangan kekar itu langsung menghentikan nya menarik nya pergi ke luar, Alexander meminta seorang OB, untuk membereskan semua barang-barang tersebut dan di simpan di resepsionis.


"Lepas, tuan Alexander, aku harus pulang ,aku lebih baik menikah dengan bandot tua itu, daripada harus menikah dengan pria yang jelas-jelas memiliki komitmen lain diluar sana , aku juga tidak sepadan dengan mu, kita tidak akan cocok bersama karena aku bagaikan benalu yang menempel di tanaman hias yang bernilai tinggi, mimpi ku terlalu kejauhan"ucap Mila, yang langsung menghempaskan tangan Alexandre.


tangis Mila, pecah saat Alexander benar-benar tidak lagi mengejarnya, saat itu juga Mila, tidak pulang ke rumah nya, melainkan ke luar kota, untuk menemui neneknya, rencana nya dia akan tinggal di sana untuk selamanya.


hingga dia turun dari sebuah bis kota, akhirnya Mila berhenti di sebuah terminal .


Alexander sendiri dia menyusul Mila kerumahnya tapi keluarga nya bilang Mila tidak pulang ke rumah, hingga terjadi kepanikan saat ini, karena Mila, tidak ada di manapun, Alexander langsung menelpon Mila tapi ponselnya tidak aktif bahkan tidak ada petunjuk satupun tentang gadis itu.


Alexander langsung bergegas menuju rumah nya, dia bahkan menelpon seseorang untuk melacak keberadaan Mila.


Mila sendiri saat ini sudah menghubungi keluarga nya, mengabarkan bahwa ia tengah berada di rumah nenek nya, dan tidak akan pulang, dia akan bekerja di kota tersebut untuk membayar hutang pinjaman tersebut.


Alexander begitu murka saat mengetahui sesuatu tentang hutang yang tidak pernah dia pinjamkan kepada keluarga Mila.


Alexander pun memutuskan untuk menjemput Mila, keesokan hari nya, tapi Alexander benar-benar salah perhitungan karena Mila, tidak akan pernah pulang dia bahkan sudah melakukan kontrak kerja dengan perusahaan lain.


Mila, kini memiliki gaji yang lumayan besar saat ini, adalah hari pertama dia bekerja bahkan dia lebih bersemangat lagi karena pekerjaan nya tidak terlalu berat, hanya menyiapkan semua kebutuhan bos nya, saat di kantor, bahkan setelah itu dia hanya butuh duduk manis sambil membantu bos nya memeriksa berkas yang menumpuk di atas meja.


Alexander langsung berangkat pagi hari nya, pria itu tidak perduli dengan apapun yang terjadi, saat itu juga Alexander, akan membawa kembali Mila nya.


hingga tiba di luar kota, sesuai petunjuk dari keluarga Mila bahwa gadis itu tengah berada di rumah nenek nya.


Alexander bahkan sudah membawa bukti bahwa dia dengan Anggeline, hanya sebatas teman dan bahkan, dia tidak pernah memiliki hubungan apapun saat ini, dia hanya mengngerti kan posisi nya pada Mila.


Mila sendiri saat ini bekerja di sebuah pabrik, dia, baru sehari bekerja tapi dia memiliki banyak teman di sana semua akrab, dan mereka selalu mengobrol layaknya sedang makan siang, sambil tangan nya terus sibuk memasukkan barang-barang kedalam kardus, ada keseruan tersendiri seperti sedang bermain permainan bongkar pasang, hingga jam makan siang dilanjutkan makan siang bersama mereka membawa bekal masing-masing, karena pabrik itu belum menyediakan kantin.


pabrik tersebut masih terbilang baru tapi mampu memberikan penghidupan bagi warga sekitar, seperti saat ini, Mila, bahkan dibayar lebih besar dibandingkan gajih magang di perusahaan, meskipun dia harus pulang lembur setiap malam nya, setidaknya ada pengharapan untuk melunasi hutang pada Alexander.

__ADS_1


hingga, seseorang menghentikan pekerjaannya, dan bahkan bos pabrik tempat dia bekerja yang meminta Mila, berhenti dulu karena ada seseorang yang ingin bertemu bos pabrik tersebut terlihat sangat menghormati Alexander.


"Dia istri ku, yang kabur dari rumah, siapa? yang sudah membuat dia bekerja di sini"ucap Alexander terdengar datar, dan bos pabrik tersebut tiba-tiba meminta maaf pada Alexander.


"Maafkan saya tuan, saya tidak tahu"ucap nya.


sementara Mila langsung melempar sarung tangan karet tersebut dan pergi dari tempat tersebut mengambil mantel dan pergi menuju tempat penyimpanan barang pribadi nya.


Mila, hendak pergi lewat jalan belakang pabrik tapi Alexander langsung mencegah nya, dan menarik tangan Mila, saat itu juga menarik nya kearah mobil sport.


"Siapa? yang sudah memberikan mu izin untuk bekerja di sini, heuhhhhh, kau itu calon istri ku, tidak seharusnya kau berada di sini"ucap Alexander, yang langsung membuka pintu mobil dan mendorong Mila, untuk masuk.


"Aku harus bekerja Alexander, dan apapun pekerjaan nya, akan aku kerjakan karena aku butuh uang untuk membayar hutang tebusan itu"ucap Mila.


Alexander langsung mencengkeram erat rahang Mila, hingga gadis itu meringis minta dilepaskan dan Alexander, melepaskan nya dengan kasar.


"Siapa? yang meminjam kan mu uang itu"ucap Alexander sambil menatap lekat wajah cantik yang kini tengah menatap tajam kearah nya.


"Aku tau setelah kita putus keluarga mu akan menagih uang itu, jadi aku akan membayar nya, dan aku sudah meminta kedua orang tua ku untuk memberikan barang-barang yang sudah diberikan, karena kami tidak punya hak untuk itu, dan tidak seharusnya kamu ikut campur urusan kami saat itu.


aku akan menikah dengan nya, untuk membayar hutang bapak pada pria itu, dan itu sudah ketentuan nya, dan hutang kami tidak sebesar di itu hingga kalian dimanfaatkan oleh nya, dan aku yang kini harus kembali membayar hutang itu, karena kita memang tidak cocok untuk bersanding aku di bumi dan kau adalah langit, semua itu mustahil Alexander,kau lebih cocok dengan nya"ucap Mila.


Alexander bahkan duduk menghadap Mila, dan mobil mereka masih terparkir di halaman pabrik.


🌹💖💖💖🌹


"Sudah selesai bicara nya jika belum,aku masih punya waktu sampai hari esok, untuk mendengarkan kau berbicara omong kosong"ujar Alexander.


"Untuk mu itu hanya omong kosong, Alexander, karena kamu tidak berada di posisi ku, jika saja dulu aku tau siapa? kau sebenarnya tidak akan pernah aku ungkapkan perasaan ku, lebih baik aku kubur dalam-dalam dari pada jadi Boomerang, seperti saat ini.


Alexander diam seribu bahasa saat ini bukan dia menyesal atau pun marah dia hanya tidak ingin, Mila, semakin tersinggung dan sakit hati, hanya karena sikap nya, yang seakan menyepelekan perasaan Mila saat ini.


"Please Alexander, lepaskan aku, menikah lah dengan nya kau lebih serasi dari segimana pun"ucap Mila.


"Kau tidak berhak meminta ku menikah dengan siapapun, karena hati ini bukan mainan yang bisa kau mainkan,aku sendiri yang akan memutuskan untuk menikah dengan siapapun, dan kau tidak berhak untuk itu, jangan karena aku baik padamu jadi kamu berpikir aku bisa kamu atur hidup ku Mila"ucap Alexander, terdengar sangat kejam.

__ADS_1


"Maaf kan saya tuan Alexander yang terhormat jika saya lancang, maafkan saya sekarang tolong buka pintu mobilnya"ucap Mila yang hendak pergi tapi Alexander tidak kunjung membuka pintu tapi malah semakin mengeratkan sabuk pengaman secara otomatis.


"Alexander please biarkan aku pergi, diantara kita, sudah tidak ada apa-apa, kau sudah menjelaskan semua nya bahwa aku tidak punya hak apapun di sini, maka biarkan aku pergi"ucap Mila memohon.


"Benarkah"ucap Alexander, seakan mengejek Mila.


"Aku tantang kamu jika kamu mampu melepaskan sabuk pengaman itu, saat mobil ini melaju aku akan melepaskan mu dan membiarkan mu pergi, dan kau bukan siapa-siapa ku lagi dan aku tidak akan pernah lagi mengganggu kehidupan mu lagi"ucap Alexander.


"Mila langsung berusaha melepaskan sabuk pengaman tersebut dengan susah payah hingga banjir keringat dari keningnya, tapi sabuk pengaman tersebut tidak mau lepas hingga Mila, punya ide untuk menggunting sabuk pengaman tersebut, dia meraba tas nya dan mengambil sebuah gunting di tangan nya, Alexander yang melihat itu dia langsung menghentikan mobilnya, seketika itu.


"Ahhhhhh"teriak Mila, yang hampir saja terkena tusukan gunting tersebut.


"Kau ingin bermain curang Mila, maka aku akan tambah satu syarat untuk mu"ucap Alexander.


"Alexander, kau tidak bilang aku harus melepaskan sabuk pengaman ini hanya dengan tangan, jadi aku bebas melakukan apa pun yang aku mau"ucap Mila.


"Kau salah besar jika kau berpikir seperti itu Mila , aku sudah berusaha sabar menghadapi sikap mu yang kekanakan itu, aku akan melepaskan mu, setelah kau mengembalikan uang itu detik ini juga, jika tidak kau harus bersiap menjadi babu ku selama dua tahun ini, dan ikut kemampuan aku berkencan dengan nya"ucap Alexander.


"Baiklah kita putus aku jadi pembantu mu, dan menemani mu kencan bersama dengan nya, ya itu jauh lebih baik dari pada kau bersama ku, tapi tetap pacaran dengan nya dibelakang ku, aku memang bodoh dan juga miskin, tapi harga diri ku, tak akan pernah hilang, hanya karena hal itu"ucap Mila antusias tapi tiba-tiba sebuah tamparan keras mendarat di pipinya, Alexander benar-benar tidak tau lagi harus melakukan apa? hingga tangan nya refleks menampar pipi Mila, hingga berbekas.


"Maafkan aku, tapi aku harap dengan begitu kau sadar bahwa dirimu, sudah sangat keterlaluan, Mila! kau sudah meragukan perasaan ku,rasa cinta ku, sakit Mila rasanya sangat sakit bahkan lebih sakit dari tamparan keras itu, sekarang kamu bebas silahkan pergi dan tak ada hutang apapun, diantara kita, dan semua yang telah keluarga ku berikan semua nya,milikmu, pergilah, bukan kah ini yang kamu mau"ucap Alexander yang langsung membuka sabuk pengaman dari wanita yang kini mematung di hadapan nya, perlahan Mila, pun turun dari mobil hingga dia benar-benar keluar dari mobil tersebut, Alexander langsung menutup pintu tersebut dan langsung tancap gas, meninggalkan Mila, yang kini mematung dengan derai air mata yang membanjiri pipinya.


"Selamat tinggal Alexander, semoga kalian bahagia"ucap Mila yang langsung menghentikan taksi, untuk pulang.


sementara itu di kediaman keluarga Mila, kedua orang tua Mila, sedang bersiap untuk mengantarkan barang seserahan yang begitu mewah, semua nya utuh bahkan dengan sertifikat rumah mereka yang bahkan jauh lebih murah dari uang yang Dheandra keluar kan, dan sudah seharusnya mereka melakukan itu, untuk putri semata wayangnya itu.


mereka pun kembali ke kota asal nya, menemui Mila, setelah menyerahkan semua yang bukan miliknya, mungkin jika berpikir kerugian, Alexander dan Mila,jauh lebih rugi karena mereka harus kehilangan hati yang kini sudah hancur, tapi ada harga diri yang kini harus, Mila, selamat kan, wanita itu, memutuskan untuk pergi ke luar negeri untuk menjadi TKW, di Belanda berbekal ijazah dan pengalaman kerja, dia melamar pekerjaan di sebuah perusahaan swasta tanpa sepengetahuan keluarga, dia pergi diam-diam.


hingga kabar itu terdengar oleh Alexander, yang terus menyibukkan diri bahkan saat ini dia sudah sering makan siang atau makan malam dengan Anggeline, tanpa iya sadari kedekatan mereka selalu di posting di sosial media dengan berbagai macam kalimat yang tersemat di dalam postingan nya, dan seseorang selalu jadi yang pertama melihat kemesraan mereka.


hingga dua tahun berlalu, waktu yang cukup singkat untuk Alexander, yang kembali bertunangan dengan seorang wanita, yang selama ini dekat dengan nya, pria itu bahkan tidak punya sedikit pun perasaan untuk wanita tersebut selain ikatan bisnis.


sementara seseorang telah melaporkan kepada Alexander, ada kiriman paket dari seseorang yang ternyata berisi uang senilai lima ratus juta rupiah, dengan surat di dalam nya.


surat itu berisi permohonan maaf,atas semua uang ganti rugi yang telat iya bayarkan, dan ucapan selamat atas pertunangan mereka, kartu itu, dari sebuah cafe, yang ternyata belum lama ini buka di Jakarta.

__ADS_1


Alexander mengirim orang, untuk menyelidiki siapa? pengirim paket, meskipun dugaan nya tidak pernah meleset, dan ternyata benar pemilik cafe tersebut, bernama Mila, Wulandari, tapi dia masih berada di luar negeri, hingga saat ini, dan orang kepercayaan nya yang memegang bisnis tersebut.


"Kau hadir, setelah semua yang kamu inginkan terwujud Mila, kita lihat saja siapa? yang akan menang aku atau kau"ucap Alexander datar, sambil melihat, secarik kertas yang telah tertempel sebuah foto, ucapan selamat atas pertunangan nya dengan Anggeline, tangan Alexandre meremas kertas tersebut.


__ADS_2