
Agam tidak mau mengalah dia terus ngotot ingin pergi ke luar negeri, sementara Ananda lebih memilih tinggal di kampung halaman meskipun kenyataannya akan menyulitkan dirinya.
satu hal yang Ananda tau di negeri sendiri atau pun diluar negeri, orang tua Agam, tetap menginginkan cucu dari Agam, dan pernikahan kedua tetap akan terlaksana.
Meskipun Agam tidak pernah mau menerima perjodohan itu, tapi tekanan itu akan terus ada untuk Ananda.
Ananda pun pergi kuliah tidak peduli dengan Agam yang tengah marah besar padanya karena tidak mau menuruti keinginan nya, tapi Ananda sudah mempertimbangkan semua itu jauh-jauh hari, lebih baik dimadu di negara sendiri setidaknya dia bisa kabur ke mana saja, tapi jika di negara orang dia tidak tau bagaimana kondisi di sana.
sesampainya di kampus, Ananda langsung memarkirkan mobilnya, dia turun dan memencet remote, setelah itu dia pergi menghampiri sahabat barunya Ageng, wanita asli Jawa timur itu kini duduk berdekatan dengan nya bahkan selalu mengerjakan tugas bersama.
"Hi...Ageng sini bantuin aku jalan"ucap Ananda yang tengah meniti anak tangga.
"Alah manja segitu saja, coba kaya aku suka daki gunung Semeru, ini maunya cuma mau di daki doang"ucap nya tetap turun dan menarik tangan Ananda.
"Hahaha, kan aku baru belajar manjat"jawab Ananda.
"Manjat pohon apa? manjat do'i"ujar Ageng.
"Manjat kehidupan supaya tidak lagi dibawah"ujar Ananda.
"Alamak bukan nya dibawah itu enak ya"ucap nya, sambil tertawa terbahak-bahak.
"Ya kalau yang satu itu ini dibawah ke kemiskinan "ucap Ananda lagi.
"Lo, nyindir gue ya"ujar Ageng.
"Enggak, kenapa? harus nyindir Lo, lagian juga itu memang kenyataannya"ucap Ananda lagi.
"Lo udah tajir melintir masih bilang miskin,,, wah-wah ini ni yang dibilang manusia kurang bersyukur"ucap Ageng, sambil geleng-geleng.
"Itu milik suami gue Ageng, sewaktu-waktu jika dia nikah lagi dan mempunyai anak dari wanita lain, gue yang mandul ini akan ditendang"ucap Ananda.
sontak membuat Ageng kaget, wanita yang menjadi sugar baby sejak usia delapan belas tahun itu, menganga tidak percaya.
"Biasa aja lagi Geng, gue mungkin salah satu wanita yang kurang beruntung untuk hal momongan, dan kini gue, harus nyadar diri jika gue akan tersingkir setelah ini"jawab Ananda.
sementara mereka terus bercakap hingga tiba di dalam kelas, seseorang mendengarkan semua obrolan mereka, hingga wanita itu langsung bergosip ria dengan sahabat nya yang lain, bahkan dia berkata bahwa Ananda memang pantas untuk disingkirkan.
sementara Ananda, hanya terdiam dia tidak ingin melayani hal yang tidak berfaedah tersebut.
sampai dosen pembimbing datang mereka pun akhirnya mengikuti mata kuliah hari ini, hingga berakhir di pukul tiga sore, setelah jeda istirahat makan siang.
"Geng gue ikut apartemen Lo ya?"tanya Ananda.
tapi belum sempat Ageng mengiyakan nya, suaminya ternyata menghubungi nya.
📱"Iya kak"ujar Ananda.
📱"cepat aku tunggu di parkiran"ucap nya.
__ADS_1
📱"Aku belum cari buku"ujar Ananda.
📱"Aku sudah meminta orang untuk membeli semua buku yang kamu butuhkan"ujar Agam, dengan nada kesal, mungkin sisa dari kemarahan nya tadi.
"Gue duluan Geng,,,lain kali gue ikut ke rumah Lo ya"ucap Ananda.
"Baiklah hati-hati tetap semangat sahabat ku"ucap nya.
"Makasih"ujar Ananda yang langsung pergi mendahului langkah Ageng, yang tengah menunggu jemputan dari supir sugar Daddy nya.
sementara itu sesampainya di parkiran, Agam kini tengah berdiri di samping mobil nya nya sambil menatap kearah sang istri, yang masih menuruni anak tangga hingga tiba di hadapan nya.
"Sudah selesai bergosip nya"ucap Agam dengan tatapan mata yang sulit diartikan, pria itu langsung membuka pintu untuk sang istri, kemudian setelah memastikan istrinya duduk dengan nyaman Agam langsung mengitari mobil nya dan membuka pintu samping kemudi.
"Apa? butuh teman banyak untuk mengeluarkan isi hati mu, tidak kah kau malu dengan aib rumah tangga yang kamu umbar, dan lihat lah hasil nya, gara-gara kesalahan kamu Mommy, sampai harus masuk rumah sakit karena dianggap sebagai mertua yang kejam"ujar Agam yang kini menatap lekat wajah Ananda yang menunduk.
wanita itu sadar betul dengan kekhilafan nya, dia tidak bisa bicara sembarangan dihadapan orang banyak karena akan berakibat fatal , biar bagaimanapun Agam dan keluarga nya dikenal oleh khalayak ramai.
"Maaf aku tidak sengaja"ucap Ananda.
"Aku tidak pernah meminta mu untuk hidup sederhana seperti saat ini semu adalah pilihan mu, aku bahkan sudah memberikan seluruh harta pribadi ku untuk mu, tapi sepertinya, aku tidak ada apa-apa nya di matamu"ucap Agam.
Ananda hanya menunduk dengan tetesan air mata yang deras baru ini sungguh benar-benar menyakitkan, Agam tidak pernah bicara seperti saat ini selama ini, mereka memang sering berdebat dan kadang membuat Ananda, tidak tahan, tapi ini lebih menyakitkan, karena dengan begitu Agam, tengah menunjukkan kedudukan nya di mana.
"Ceraikan saja aku kak, aku memang tidak pernah pantas untuk berada di sisi mu, aku miskin aku tidak berpendidikan tinggi bahkan aku tak "ucapan nya. seketika itu terhenti karena Agam tiba-tiba ngerem mendadak saat mendengar kata-kata haram menurut Agam.
"Berani kamu ucapkan itu lagi aku tidak akan segan-segan memenjarakan mu,di ruang bawah tanah dengan semua binatang melata yang ada di sana"ucap Agam.
"Aku hanya akan membuat, membuat keluarga mu malu kak, jadi kamu bisa lepas kan aku"ucap Ananda.
"Ananda!!"teriak Agam.
Agam kembali tancap gas melajukan mobilnya menuju rumah sakit dimana kini ibunya terbaring lemah karena hipertensi nya kambuh setelah melihat sosmed, yang menyatakan bahwa menikah dengan orang kaya tidak menjamin kebahagiaan, jika ada mertua nya tidak pernah sadar dengan kenyataan seperti yang dialami oleh Ananda.
sontak Arinda langsung naik darah dan pingsan beruntung tidak sampai struk karena Argha berada di sisi nya dan tidak membiarkan dia jatuh .
"Untuk apa? kau bawa menantu tidak tahu diri ini kemari, Agam mommy sudah bilang bahwa Mommy tidak akan pernah membatalkan perjodohan itu, sekalipun wanita itu hamil pada akhirnya, dia memang tidak berguna, tapi baik'lah jika dia masih tetap tidak sadar diri setelah kalian menikah nanti Mommy yang akan mengusir nya pergi,dulu aku sempat menerima dan memberi dia kesempatan tapi apa? yang kita dapatkan, lihat lah selain tidak bisa memberikan mu anak dia juga sudah membuat reputasi keluarga kita hancur"ujar Arinda.
Sakit,,,, sudah pasti itu sangat menyakitkan, hingga Ananda hampir terjatuh karena limbung, tapi sekuat tenaga dia mencoba untuk tetap berdiri tegak di samping Agam yang kini diam membisu, bahkan tidak ada pembelaan darinya untuk Ananda.
"Maaf"ucap Ananda lirih, wanita itu berbalik pergi tapi kata-kata Agam membuat nya mematung di tempatnya.
"Berani kamu pergi sebelum meminta maaf, aku akan menikahi wanita itu saat ini juga"ancamannya.
Tapi Ananda kemudian berbalik"Itu jauh lebih baik, silahkan ikuti semua yang kamu inginkan, aku disini tidak punya hak untuk melarang nya"ucap Ananda yang langsung pergi begitu saja.
"Ananda!!"teriak agam.tapi bahkan wanita itu tidak kunjung kembali.
Ananda terus berjalan dengan langkah gontai semu sudah berakhir, semua impian nya untuk bahagia telah sirna, Ananda bahkan sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi dan tidak punya apa-apa lagi, wanita itu pergi menuju Mension, dia membereskan barang-barang pribadi nya, termasuk buku-buku kuliah nya, dia bereskan barang-barang itu kedalam kardus, Ananda menghubungi Ageng, dia meminta Ageng untuk mencari apartemen yang kosong di sana, dan Ageng pun mengatakan bahwa ada unit yang kosong di lantai atas setelah unit nya, Ananda buru-buru bergegas menuju tempat tersebut dengan semua barang dan mobil nya, yang tadi dia bawa ke kampus, tapi kemudian dibawa kembali oleh sopir.
__ADS_1
Agam sendiri saat ini tengah melakukan ijab qobul, di rumah sang Mommy yang langsung pulang setelah kepergian Ananda, karena tidak sabar untuk menikahkan mereka, dan ternyata ini sudah tersusun rapi dalam rencana nya selama ini, disaksikan oleh semua pihak keluarga, Agam menikah untuk yang kedua kalinya, meskipun terpaksa, Ariel yang menyaksikan itu membuat nya berlinang air mata, dia tidak habis pikir dengan keluarga suaminya itu, dan mungkin jika dia tidak pernah melahirkan anak Ardan sebelum nya, posisi dirinya dengan Ananda akan sama.
Ardan yang melihat istrinya itu menangis pria itu pun mengelus punggung istrinya, sebenarnya Ardan juga tidak tega melihat semua ketidak Adilan yang terjadi pada Ananda.
... 🌹💖💖💖🌹...
setelah selesai acara ijab qobul pernikahan itu dilakukan Agam, kini tengah duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya, seseorang memberikan informasi bahwa Ananda sudah keluar dari Mension dengan membawa barang-barang milik nya.
Ada rasa sakit yang menjalar di hati Agam, dia sadar dia benar-benar telah menyakiti hati wanita yang sangat ia cintai, hingga gadis yang baru saja menikah dengan nya menggenggam tangan Agam dengan lembut, Agam tidak berani menolak karena tengah berada di hadapan seluruh keluarga nya.
"Aku ada urusan pekerjaan yang harus diselesaikan kamu tinggal bersama dengan Mommy dulu nanti setelah selesai, aku akan menjemput mu"ucap Agam.
"Agam, biarkan urusan pekerjaan mu di urus oleh adik mu, sekarang kamu hanya perlu pergi ke Jepang, sambil berbulan madu di sana rumah sakit Daddy perlu penanganan, dan jangan lupa kami tunggu kabar baik nya"ujar Argha tegas.
sementara itu di kamar Ariel sedang berusaha untuk menghubungi Ananda, yang kini tengah sulit untuk dihubungi, gadis itu entah bagaimana keadaan nya.
sementara yang Ariel cari saat ini tengah meringkuk di dalam kamar unit apartemen yang baru saja dia beli, dengan uang hasil panen nya selama dua tahun ini.
tanah yang Ananda beli hingga saat ini sangat menghasilkan,mulai dari buah-buahan sayuran semua bisa terjual dengan harga tinggi karena mampu menembus pasar luar negeri super market dan lain nya berkat Ardan yang membantu memasarkan nya.
hingga kini tanah yang Ananda miliki semakin luas, dan mampu menghasilkan sayur berkualitas tinggi dalam jumlah yang banyak, semua ada yang mengelola, Ananda hanya sesekali mengawasi nya, dan menerima uang hasil penjualan.
Agam sendiri bukan tidak tau tapi menurut nya, itu adalah urusan Ananda, dia tidak mau ikut campur dalam urusan uang yang sudah mutlak milik istrinya itu, tapi Ananda tidak pernah menggunakan uang yang dihasilkan dari banyak nya, saham yang Agam berikan bahkan sampai saat ini dia masih enggan untuk menggunakan nya, Ananda berpikir dia tidak punya hak untuk itu, karena dia tidak punya anak dari suaminya itu.
Vidio ijab qobul yang terus terngiang di ingatan Ananda, membuat nya tak mampu bahkan untuk bergerak mengambil air minum, karena kerongkongan nya terasa sangat kering, Ananda bahkan sudah tidak bisa bicara suaranya serak karena telah menangis dalam waktu yang lama.
hingga pintu terbuka, seseorang masuk kedalam unit apartemen nya, Ananda pun pura-pura tertidur hingga suara seseorang wanita yang tidak asing lagi di telinga Ananda, langsung mampu membuat dia membuka mata.
"Lo tidur atau sedang pura-pura tidak peduli dengan apa? yang terjadi hari ini, dia bahkan akan pergi ke luar negeri untuk berbulan madu detik ini juga"ujar Ageng.
"Itu urusan mereka Geng, aku tidak punya hak untuk ikut campur, aku tidak punya kuasa apapun"ucap Ananda.
"Setidaknya Lo, harus bangkit Nanda, Lo tujukan pada dunia, bahwa Lo, kuat untuk menerima kenyataan ini dan Lo bisa hidup tanpa mereka"ujar Ageng, sebagai sesama wanita mungkin dia merasa sangat iba dan juga geram dengan apa yang menimpa sahabat nya itu.
"Tidak ada yang harus aku tunjukkan Geng, hanya saja aku mulai sekarang harus benar-benar pergi dari semua bayang-bayang mereka"ujar Ananda.
Ananda pun langsung mencoba bangkit dengan susah payah dia meraih ponsel nya, dia membuka beberapa pesan dan panggilan telepon dari Ariel, adik ipar nya itu, sementara Agam, terakhir kali dia menghubungi dirinya saat di kampus.
"Geng tolong belikan ponsel baru saat ini juga, ini kartu ATM gue Lo ambil untuk bayar ponsel baru gue setelah menjual yang ini"ucap Ananda.
"Gila Lo mau jual ponsel Lo yang bahkan harganya miliaran itu"ucap Ageng, kaget.
"Aku sudah tidak membutuhkan nya, dan uangnya bisa kamu sumbangan langsung pada yang membutuhkan"ucap Ananda.
"Tidak gue tidak berani lebih baik Lo kembalikan pada yang memberikan itu ,gue gak mau mengambil resiko, dan soal ponsel baru kemarikan ATM Lo dan sebutkan pin nya gue bobol sekalian"ujar Ageng yang kesal.
"Sayang nya, gue teramat percaya pada Lo, sampai saat ini, jika Lo benar-benar serakah maka Lo akan bobol ATM sugar Daddy Lo yang tajir melintir itu"ucap Ananda.
"Gue harus banyak-banyak istighfar Nando , sudah untung gue bisa kuliah dan hidup enak, meskipun hanya harus puas menjadi sugar baby nya saja, gue gak mau serakah, dan ini bukan pilihan tapi gue terpaksa demi cita-cita gue, gue akan cari kerja setelah gue lulus nanti"ujar Ageng.
__ADS_1