Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Kecemburuan Gerald#


__ADS_3

Gerald langsung menarik tangan Celsi, saat itu juga, dan membuat wanita itu kaget bukan main sekaligus merasakan rasa sakit yang teramat sangat.


Celsi, hanya bisa pasrah dan mengikuti Gerald, saat itu juga sambil mencoba menjelaskan semua nya.


"Yang ini tidak seperti yang kamu lihat, aku juga kaget kenapa? dia bisa melakukan hal itu, kami sedang ngobrol kamu bisa tanya Anggi.


"Hingga akhir hayat pun, aku tak akan pernah memaafkan diri mu, jika kamu terbukti bersalah"ucap Gerald, yang pernah mengalami trauma karena ditinggal oleh Alice.


"Aku tidak seperti itu, yang jika aku mau sudah dari dulu aku menerima lamaran nya, tapi aku tidak melakukan itu, karena aku menganggap dia sebagai teman apalagi dia dosen di kampus ini"ucap Celsi jujur.


"Sebaiknya kamu pindah ke kampus lain"ucap Gerald.


"Yang please, hanya disini kampus yang aku mau, aku sengaja kabur dari Daddy dan disini tujuan akhir ku"ucap Celsi memohon tapi Gerald, hanya diam sambil menatap kearah wajah Celsi.


"Kamu lebih memilih dia"ucap Gerald dingin.


"Yang aku tidak pernah milih dia, tapi kampus ini"ucap Celsi.


"Baiklah mungkin aku salah memilih"ucap Gerald.


"Yang begini please jangan seperti ini,aku sudah sangat mencintai mu, yang aku mohon"ucap Celsi sambil menangis tapi Gerald tidak menggubris nya, dia pergi begitu saja dengan mobilnya melaju sangat kencang.


Celsi pun berteriak kemudian kembali ke kantin dengan langkah gontai dia mengambil handphone dan juga tas nya, Anggi bertanya, tapi Celsi berjalan cepat dia tidak menggubris, pertanyaan Anggi.


"Ada apa? apa dia ke sambet"ucap Anggi.


Celsi pun pulang menuju ke kediaman nya, dia menangis sesenggukan, dia merasa sangat sedih karena Gerald, sudah salah faham padanya, dia mencintai Gerald, tapi kampus itu, satu-satunya harapan terakhir Celsi, tapi dia juga tidak sanggup harus kehilangan Gerald, pria yang sangat penuh perhatian dan kasih sayang, tapi sikap nya yang selalu terburu-buru mengambil keputusan akhirnya membuat hubungan yang baru terjalin itu tak tentu arah.


hingga Celsi mengambil paper bag pemberian dari Gerald.


gadis itu membulatkan matanya saat melihat satu set perhiasan bertahtakan berlian, mungkin seharga miliaran rupiah, karena Celsi tau semua itu berasal dari mana.


Celsi berusaha mencari kontak Gerald di ponsel nya, karena dia sempat menyimpan nya waktu itu.


"Yang aku mohon angkat"ucap nya tapi tidak kunjung di angkat malah setelah itu ponsel Gerald tidak aktif lagi, mungkin Celsi sudah membuat pria itu kecewa berat.


sementara Gerald, hanya menatap layar ponselnya yang sudah dia matikan, saat ini sambil meminum wine dalam gelas yang ada di dalam genggaman nya, tepat nya, dikamar nya.


Gerald langsung melempar ponsel tersebut keatas sofa, dan dia pergi menuju ke dalam kamar mandi, karena ingin mendinginkan kepalanya yang terasa panas.


sementara Celsi mengubungi Marvin meminta alamat rumah nya, dia akan mengembalikan hadiah yang diberikan oleh Gerald, jika pria itu tidak bisa memaafkan nya.


Marvin pun memberikan alamat rumah Gerald, karena pria yang menjadi bos nya itu tidak bisa dihubungi jadi dia khawatir ada apa-apa hingga Celsi menanyakan alamat rumah bos nya itu.


hingga akhirnya Celsi, tiba di sebuah rumah sangat besar dan mewah wanita itu mulai mengerti posisi nya saat ini.


setelah memarkir mobilnya di luar gerbang, Celsi pun masuk ke dalam setelah seorang pelayan membuka pintu otomatis tersebut.


Celsi dipersilahkan untuk menunggu di teras rumah tempat nya di sebuah kursi kayu, yang tersedia di sana, karena ini pertama kali nya Celsi datang bertamu.


setelah tiga puluh menit menunggu akhirnya pria itu datang menemui nya.


"Kenapa? tidak masuk"ucap Gerald datang.


"Aku orang asing, itu peraturan nya kan"ucap Celsi.


"Masuk lah"ucap Gerald.

__ADS_1


"Aku hanya ingin mengembalikan ini"ucap Celsi, yang langsung menyodorkan paper bag tersebut, tapi Gerald tidak kunjung menerima nya, Gerald menatap lekat kearah Celsi.


"Aku permisi"ucap Celsi yang sudah menyimpan paper bag tersebut di atas meja kecil.


"Jangan coba-coba melangkah jika kamu tidak ingin kaki mu kembali cedera"ucap Gerald.


"Aku sudah tidak punya kepentingan lagi, karena kamu sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita"ucap Celsi.


"Celsi!"ujar teriak pria itu.


"Aku benar kan, dan tidak seharusnya aku berada di sini"ucap Celsi yang kembali akan pergi tapi Gerald langsung menarik nya, kedalam dekapannya.


"Jangan berani-berani pergi, setelah kamu datang menemui ku"ucap Gerald yang langsung mengangkat tubuh Celsi ala bridal style berjalan masuk dan naik ke atas menuju kamar nya.


"Tapi kamu"ucapan Celsi langsung terhenti karena Gerald, langsung membungkam bibir Celsi dengan ciuman penuh kerinduan padahal baru beberapa jam mereka tidak bertemu.


"Aku tidak pernah mengatakan itu"ucap Gerald.


pria itu langsung mendudukkan Celsi di tepi ranjang nya, sementara Gerald, masih menggunakan kimono mandi nya, dia terlihat lebih keren, saat perut suspek nya terlihat jelas.


"Yang... jangan marah lagi aku takut"ucap Celsi.


"Tidak akan sayang aku, juga tidak bisa marah pada mu, lagi pula, apa? yang aku takutkan karena wanita ku, sangat mencintai ku"ucap Gerald penuh percaya diri.


"Aku tidak ingin kehilangan pria yang sangat menyayangi ku, meskipun aku tau aku hanya pelarian"ucap Celsi yang kini menatap lekat wajah cantik nya itu.


"Sayang tidak ada kata pelampiasan, untuk ku kamu adalah wanita pilihan ku, yang aku inginkan untuk menjadi teman hidup ku"ucap Gerald.


Gerald langsung berjongkok di hadapan Celsi, pria itu mengambil sesuatu dari dalam laci nakas nya, dan Celsi kaget saat Gerald mengangkat kaki kirinya dan memasang sebuah gelang kaki, yang sangat cantik.


"Jangan sampai hilang biarkan tetap seperti ini, jangan kamu lepas barang sebentar saja"ucap Gerald.


"Syukur lah jika kamu suka " ucap Gerald, yang kemudian bergerak mendekat Gerald menyambar bibir Celsi, yang benar-benar membuat nya ,candu semenjak dia pertama kali mencium bibir Celsi.


ciuman itu berlanjut hingga beberapa detik, sampai Celsi mendorong dada bidang Gerald, karena hampir kehabisan nafas.


Gerald langsung melepaskan nya, dan memberikan waktu pada Celsi untuk mengambil nafas, setelah itu dia kembali mencium bibir wanita cantik itu.


"Yang aku pamit pulang dulu, ini sudah larut malam, dan aku tidak akan menerima perhiasan itu, sebelum kita benar-benar bersama dalam sebuah ikatan suci, karena aku bukan wanita matre"ucap Celsi.


"Sayang itu bukan berarti kamu matre tapi, aku sangat menghargai wanita yang akan menjadi pendamping hidup ku"ucap Gerald.


"Tidak honey, aku hanya ingin kamu memberikan ku Itu nanti"ucap Celsi.


"Oke, baik'lah, satu bulan lagi aku akan membawa mu ke Jerman, aku akan mengenalkan mu pada, kedua orang tua ku, sementara minggu ini kita bertemu orang tua ku yang ada di sini"ucap Gerald.


🌹💖💖💖🌹


sementara itu di Mension Bruno, saat ini Arina, lagi-lagi wanita itu hamil anak Bruno, dan Bruno begitu bahagia apalagi kali ini anak mereka adalah kembar.


berbeda dengan Arinda, yang menerima kenyataan pahit, Arinda kini tengah menangis karena tidak bisa memiliki anak sama sekali, Arinda di vonis mandul oleh dokter spesialis kandungan, dan itu membuat Argha,dilema karena biarpun mommy nya menyayangi Arinda tapi wanita itu tetap bersikukuh ingin memiliki cucu dari Argha, dan Arinda pun merelakan Argha, untuk menikah lagi, meskipun sedari awal dia sempat menolak tapi akhirnya pernikahan itu terjadi juga Argha menikah dengan asisten pribadi nya di rumah sakit.


sementara Arinda, setelah acara ijab kabul itu, dia pamit untuk pergi bekerja, dia tidak menunjukkan raut kekecewaan sedikit pun dia mencium punggung tangan Argha dan pergi dengan tas kerja di tangannya dan handphone juga kunci mobil pribadi nya, meskipun Argha sudah meminta nya untuk tidak pergi, tapi wanita itu malah beralasan harus segera menyelesaikan pekerjaan demi kontrak yang sangat penting bagi karir nya.


hingga malam tiba Arinda belum juga kembali, Argha langsung menyusul nya, meninggalkan malam pertama yang seharusnya dilakukan saat ini dia langsung mencari keberadaan istrinya itu.


sesampainya di kantor Arinda, Argha langsung mencari keberadaan istrinya, dan ternyata benar dia tengah bekerja dengan fokus, sehingga dia tidak tau siapa yang datang.

__ADS_1


"Fredy ,tadi sudah aku bilang jika kamu ingin pulang, pulang lah, aku masih banyak pekerjaan yang harus segera selesai, agar bisa secepatnya pulang ke rumah orang tua ku"ucap Arinda tanpa sadar.


dia tetap fokus, sementara Argha, sudah mengepalkan tangannya, hatinya sangat sakit melihat istrinya terluka hingga seperti ini.


"Ferdy kenapa? diam pulang lah aku bukan wanita cengeng yang akan, menangis karena ketidak beruntungan ku mungkin Tuhan tau jika wanita seperti ku, tidak berhak untuk bahagia"ucap Arinda.


Arinda, tetap fokus pada pekerjaan nya, hingga saat tangan Argha menghentikan pergerakan Arinda.


"Siapa yang akan membiarkan mu pergi ke rumah orang tua mu, aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi"ucap Argha.


"Mas, tapi aku hanya bercanda aku tau itu kamu karena Ferdy, tidak masuk hari ini, dan Kana Frank "ucap Arinda sambil menatap kearah Argha, bahkan wanita itu pintar menyembunyikan luka yang begitu dalam itu.


Arinda tersenyum manis, bahkan dia langsung bangkit berdiri dan mengambil kan minuman kaleng untuk suaminya.


"Mas sebaiknya pulang karena pekerjaan ku masih banyak aku harus lembur hingga pagi, dan besok adalah waktu nya, kerja lapangan, kamu tidak mungkin terus disini sementara istri mu sedang menunggu mu dirumah"ucap Arinda.


"Jangan bicara sembarangan Arinda,aku tidak suka"ucap Argha.


"Heummm terserah saja, silahkan jika kamu mau menunggu ku semalaman tapi jika ibumu marah aku tidak akan pernah mau bertahan hidup dengan mu lagi"ucap Arinda.


"Apa? yang kamu katakan, Arin, jangan coba-coba mengancam ku"ucap Argha yang belum juga mau pergi.


"Ibu mu sudah mengutuk ku, sejak aku tiba di rumah mu, saat itu dia bilang aku tidak akan pernah bisa bahagia hidup dengan mu, karena sudah membuat keinginan nya gagal untuk membuat mu menikah dengan nya, dan apa kamu sadar aku sudah mandul sejak saat itu, sejak kami bertengkar hebat waktu itu, jadi sebaiknya kamu pulang dan kamu bisa menjadikan dia istri yang seutuhnya mas, dia akan mampu membuat mu bahagia"ucap Arinda, sambil kembali duduk dan mengerjakan pekerjaan nya.


"Ucap kan sekali lagi kata-kata terakhir mu Arin"ucap Argha.


"Jadikan dia istri mu yang seutuhnya mas aku tidak salah bicara bukan, bukankah itu tujuan mu, menikahi dia"ucap Arinda sambil menatap Argha tanpa beban.


"Apa kamu sadar dengan kata-kata mu,itu Arinda, karena secara tidak sadar kamu sudah membuat jarak di antara kita, dan apa? kamu tidak akan pernah menyesal"ucap Argha.


Arinda menggelengkan kepalanya"Satu satunya yang membuat ku menyesal adalah kenapa?? tuhan mempertemukan kita, hanya itu"ucap Arinda yang kembali fokus mengoreksi pekerjaan nya, yang sempat terhenti lalu kemudian dia kembali membuat sketsa desain gedung pencakar langit tersebut.


"Arinda, cabut kembali kata-kata mu itu"ucap Argha.


tapi Arinda menggelengkan kepalanya.


"Sesuatu yang sudah jatuh dan hancur berantakan tidak akan pernah bisa kembali utuh seperti semula, begitu juga dengan setiap kata yang sudah keluar dari bibir tidak akan bisa di masukkan lagi selain diulang kembali, sudah lah terserah kamu mau tetap disini atau mau kembali, dan jangan pernah sesali jika kata-kata ku terbukti jadi kenyataan.


ucap Arinda yang kembali menyala kan komputer nya, wanita itu mulai membuat desain tersebut di dalam sana, ada satu hal yang membuat dia kuat dan sedari tadi tidak mengusir Argha.


wanita itu mencintai pekerjaan nya, dan dengan itu semua dia bisa mengalihkan fokus nya, sedari tadi.


tiba-tiba saja Arina menelpon karena diam-diam Arinda mengirim pesan pada adiknya itu agar menelponnya.


📱"Halo Arin segera ke rumah peternakan, mommy sakit dan ayah juga"ucap arin.


📱"baiklah aku akan segera"ucap Arinda sambil membereskan barang-barang nya tanpa menghiraukan Argha, yang terus mengikuti gerak-gerik nya.


"Aku harus segera ke, rumah peternakan, karena mommy dan ayah sedang sakit, kamu sebaiknya pulang dulu"ucap Arinda yang terlihat Panik.


"Aku yang akan mengantar mu"ucap Argha.


"Tidak aku bisa pergi sendiri pulang lah, jangan buat ibumu murka atau sedih"ucap Arinda yang langsung meraih kunci mobilnya, dia segera pergi tanpa menghiraukan pria yang berada di belakang nya.


Arinda pura-pura menghubungi Alexander, dan Alexander juga bilang jika keadaan mommy dan Daddy nya, sedang sangat parah.


hingga Arinda mulai menangis sesenggukan memanggil nama Refi, dan ibunya.

__ADS_1


Arinda berlari dan langsung masuk ke dalam mobil nya lalu menutup nya dengan cepat dan tancap gas tidak peduli suaminya yang mengacak-acak rambut frustasi, karena dia sudah membiarkan istrinya itu pergi begitu saja sendirian ditengah malam larut.


"Ahhhhhh.... apa? yang terjadi kenapa? semua nya begitu kebetulan"


__ADS_2