
Alexander langsung bergegas pergi menuju cafe tersebut.
sesampainya di sana pria itu tidak melihat wanita yang ia rindukan.
tapi yang ada hanya foto wanita yang kini terlihat sedang memperlihatkan dirinya dengan seorang chef dari luar, membawa nampan berisi sebuah menu yang di jual di restaurant tersebut.
Mila masih berada di Belanda, dia masih bekerja di sebuah perusahaan asing, dan cafe, adalah bisnis sampingan nya, yang dijalankan oleh seorang kerabat nya yang kini menjadi penanggung jawab di cafe yang tetap dikendalikan secara online oleh Mila, melalui chef profesional yang ia pekerjakan.
sementara cafe yang kini berada di Belanda dia urus di sela waktu pekerjaan nya.
mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan penghasilan pegawai kantoran, tapi setidaknya dengan itu, dia mampu menggantikan rumah yang dulu dijadikan sebagai jaminan uang pengganti saat ia membatalkan pertunangan dengan Alexander.
kini rumah dua lantai yang cukup nyaman dengan mobil yang lumayan,bagus meskipun tidak semahal mobil yang lain nya, tapi cukup untuk mereka berpergian.
keluarga nya sangat bersyukur dan ayah nya berhenti berjudi setelah kehilangan putri dan rumah lama nya, semua karena pelajaran yang sangat berharga yang ia da dapat dari kegagalan berumah tangga sang putri dan mendapatkan cemoohan dari tetangga sekitar karena kesalahan yang dia buat putri nya bahkan terlihat sangat terluka dengan semua itu.
hingga akhirnya libur kerja sudah tiba, Mila pun pulang ke Indonesia, dia ingin mengecek tempat usaha yang dia bangun dengan jerih payahnya selama dua tahun di negara orang tersebut, wanita itu memang hanya sebagai karyawan biasa tapi dia selalu mendapat kan bonus yang besar dari bos nya yang merasa terbantu dengan kinerja Mila yang begitu telaten Mila, bahkan berulang kali di rekomendasikan untuk naik jabatan tapi Mila, selalu menolak karena merasa kurang percaya diri, tapi beruntung atasan nya lebih pengertian.
setibanya di Indonesia wanita cantik itu, hanya tersenyum melihat hasil jerih payahnya setidaknya dia bisa bertahan hidup dari kekejaman hidup yang sempat membelenggu nya, dia berjalan masuk kedalam cafe tersebut.
karyawan menyambut nya dengan ramah, tapi akhirnya seseorang menarik dirinya kesebuah ruangan, saudara Mila, mengisyaratkan Mila, untuk tidak berada di sana karena saat ini salah satu pengunjung tersebut terdapat anak buah Alexander yang selalu datang untuk mencari keberadaan Mila, akhirnya Mila pun memutuskan untuk pergi, tapi tetap di depan parkiran Mila, tertegun melihat sepasang kekasih yang begitu mesra dan Mila, buru-buru pergi meskipun akhirnya pria itu mencegat langkah nya.
"Jangan coba-coba untuk menghindari ku lagi kamu punya hutang penjelasan terhadap saya Mila"tatapan penuh amarah yang terlihat tertahan kan dalam diri pria itu, tapi sedetik kemudian.
"Sayang ayo, sudah hampir berakhir jam makan siang nya"ucap Anggeline, yang terlihat kaku dalam berbicara.
Mila pun tersenyum sinis, lalu pergi dari hadapan Alexander, saat itu juga.
"Mila, kamu ingat ini kita belum selesai, jadi jangan coba-coba untuk pergi jauh lagi dari ku"teriak Alexander.
Mila tidak perduli, hingga semakin menjauh sambil menyeret koper miliknya dia akan pulang menuju kediaman baru nya, yang kini ditinggali oleh kedua orang tua nya.
hingga tiba di sana kedua orang tua Mila, menyambut nya dengan penuh suka cita, karena setelah dua tahun lamanya, akhirnya putri mereka datang, tapi Mila, terlihat begitu langsing saat ini, mungkin karena dia terlalu sibuk mencari uang, karena pekerjaan yang dia pegang bukan cuma hanya satu, tapi juga ada empat.
mulai dari hari weekend, dia akan mengurus cafe kecil nya yang selalu ramai dengan pengunjung, dan setelah itu dia akan pergi mengajar di sebuah taman kanak-kanak, dengan gaji yang lumayan untuk biyaya tranportasi dan makan, setelah itu dia juga mengerjakan tugas kuliah milik mahasiswa yang membutuhkan bantuan nya, hingga pundi-pundi uang itu ia dapat kan dan semua itu butuh proses dan kerja keras yang cukup menguras tenaga dan pikiran.
tapi Mila, yakin suatu hari nanti akan indah pada waktunya, setidaknya jika bukan untuk dirinya pribadi setidaknya ada kedua orang tua nya yang akan menikmati semua hasil kerja keras nya dihari tua mereka.
Mila pun sudah selesai makan siang bersama setelah itu dia bergegas menuju kamar nya untuk membersihkan tubuh nya setelah itu dia pun kembali merebahkan diri di ranjang empuk nya.
baru saja dia ingin menutup mata nya, tiba-tiba suara pintu diketuk begitu nyaring ibu nya Mila, memanggil putri nya karena dibawah ada Alexander yang tengah menunggu dirinya.
"Bu bilang aku tidak bisa bertemu dan sedang"ucapan nya terhenti saat Mila melihat Alexander sudah ada di belakang ibunya.
__ADS_1
"Pergilah Bu, bawa dia pergi aku sedang ingin istirahat"ucap Mila.
tapi Alexander langsung menerobos masuk kedalam kamar tersebut dan berkata" Kita harus bicara, Mila"ujarnya.
"sudah tidak ada yang bisa kita bicarakan aku sudah mengirim uang keluarga mu, dan sudah pula aku mengembalikan semua nya, jadi tidak perlu lagi bicara, semua diantara kita sudah selesai"ucap Mila.
"Kau salah besar Mila, urusan hati kita tidak akan pernah selesai karena aku tidak pernah mencintai orang lain selain dirimu"ucap Alexander.
Alexander langsung menutup pintu, meskipun Mila, terus berteriak mengusir nya, tapi pria itu tidak mau pergi dia malah mendekat ke arah Mila dan meraih lengan wanita tersebut yang berusaha minta dilepaskan.
"Alexander lepas kita tidak memiliki hubungan apapun lagi"ucap Mila.
tapi pria itu malah memepet Mila ke dinding.
"Kita akan segera menikah Mila, dan siapapun tidak akan ada yang bisa menghalangi kita semua"ucap Alexander tegas, pria yang kini berusia 26 tahun itu, men***m paksa Mila, yang berusaha mendorong nya.
"Kenapa? Mila jika kamu seperti ini apa? kamu bisa menghindari ku lagi, aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi, coba saja kamu pergi karena setelah itu kamu tidak akan pernah bisa bertemu dengan kedua orang tua mu lagi"ancam Alexander.
"Kau licik Alexander, aku tidak akan pernah memaafkan mu jika kamu terus begitu"ucap Mila.
"Kau yang membuat aku begini jadi sebaiknya sekarang kamu terima apa? yang aku berikan pada mu"ucap Alexander.
Alexander kini langsung menghubungi kedua orang tua nya, bahwa dia akan menikah dengan Mila, terlebih dahulu, setelah itu dengan Anggeline, dan betapa terkejutnya nya Mila yang langsung marah besar.
"Alexander berani kamu lakukan itu,aku lebih baik bunuh diri, agar tidak ada siapapun yang bisa menyakiti ku lagi, sudah cukup Alexander, sudah cukup kau sudah berbuat seenaknya sedari dulu, sekarang tidak lagi Alexander"ucap Mila yang langsung pergi dari kamar nya meskipun Alexander terus mencegah nya.
dua jam sudah pria itu membujuk Mila yang kini tengah berada di sebuah ruangan yang cukup berbahaya jika sedang berada di ruangan tersebut, Mila mengurung diri di gudang yang gelap dan pengap, tapi tidak seorang pun berhasil membuat Mila membuka pintu, hingga terpaksa Alexander, mendobrak pintu gudang yang sempit itu, dan betapa terkejutnya dia saat melihat Mila, sudah tergeletak bersimbah darah, Mila melukai nadinya beruntung Alexander masih sempat menyelamatkan nyawa Mila, dengan melarikan wanita itu ke rumah sakit.
Alexander pun berlari mengikuti Mila, yang dibawa masuk ke ruang instalasi gawat darurat, dan Alexander juga kedua orang tua nya ,kini tengah menunggu Mila di luar .
"Nak Alex, ibu mohon tolong tinggalkan Mila, biarkan dia hidup dengan damai, ibu tau kamu masih mencintai putri ibu, tapi Mila tidak cocok bersanding dengan mu, kalian bagaikan langit dan bumi"ucap ibu Mila.
"Tidak Bu, Alex sangat mencintai dia sampai kapan pun Alex tidak akan pernah melepaskan nya"ucap Alexander tegas.
"Kamu hanya akan menyakiti hati nya, bila terus mempertahankan hubungan kalian, karena kamu juga punya calon istri lain yang akan hidup bersama dengan mu, untuk selamanya"ucap Ayah Mila.
"Tidak hanya aku yang berhak memutuskan semua itu, kalian tidak ada yang boleh berbuat apa-apa, semua keputusan ada di tangan ku, beruntung aku tidak melaporkan kalian ke pihak berwajib karena sudah menipuku dan juga seluruh keluarga ku"ucap Alexander yang langsung membuat kedua orang tua Mila bungkam.
Alexander masih menunggu gadis itu selesai di operasi, karena urat nadi, Mila hampir putus.
hingga akhirnya dokter berhasil menyambung nya kembali, Alexander tetap setia duduk di kursi tunggu.
dokter pun keluar dan memberitahukan bahwa Mila, sudah selesai di operasi, dan saat ini dia masih membutuhkan tambahan darah , beruntung darah itu sama dengan golongan darah ibunya, Mila yang langsung mengikuti perawat untuk mengambil darah nya.
__ADS_1
Alexander menatap Mila, dari dinding kaca wanita itu masih tampak pucat mungkin karena terlalu banyak kehilangan darah, Alexander pun bergumam dalam hati.
sementara itu di kediaman Refi semua orang dibuat panik oleh Alexander, yang seakan semua yang dia ucapkan adalah sebuah keharusan pria itu harus menikah dengan Mila, setelah Mila kembali dari rumah sakit sementara dia sendiri sudah kembali memiliki tunangan, selama dua tahun ini, sejak kepergian Mila, yang benar-benar hilang tanpa jejak.
hingga saat ini saat wanita itu ditemukan Alexander lagi-lagi ingin menikah dengan Mila.
"Apa? yang terjadi pada kamu putra ku, kenapa? bisa seperti ini, apa Mommy, tidak punya hak untuk mengatur segala nya saat ini"ucap Dheandra lirih.
"Sudah lah sayang kita juga tidak bisa memaksakan diri untuk Alexander bisa menikah dengan Anggeline, karena Alexander, memiliki cinta lain di hati nya"ujar Refi, yang langsung membawa Dheandra kedalam pelukan nya.
Gerald sendiri saat ini sedang dibuat pusing, pasalnya selain dia dimintai untuk mengurus semua urusan pernikahan nya, dia juga sibuk mengurus istrinya yang kembali ngidam padahal anak ketiga mereka baru saja berusia dua tahun lebih.
Celsi memang sangat subur saat ini mereka akan memiliki anak lagi dan Celsi benar-benar mengidam seperti wanita kebanyakan, dan setiap permintaan nya itu, selalu tidak masuk akal saat ini Celsi, bahkan meminta biji durian yang dibuat keripik, dan untuk mendapatkan itu sungguh sangat lah sulit, Gerald harus merogoh kocek yang dalam karena haru memesan nya saat itu juga pada penjual durian, dan menunggu proses yang sangat lama.
kebayang betapa sulit nya proses membuat keripik dari biji durian.
hingga olahan itu jadi akhirnya Gerald,baru bisa kembali dan itu bukan di daerah Jakarta melainkan di luar kota.
setelah ngidam kripik biji durian akhirnya Celsi kembali meminta semangka kukus, bahkan tidak pernah terbayang di benak ibu-ibu muda tersebut, semangka di kukus, tapi beruntung ada acara TV, yang menayangkan itu, ternyata semangka muda yang baru di petik dari pohon nya, bisa di rebus dan itu bukan di kukus tapi di rebus beruntung semua itu aman.
akhirnya Celsi sudah berhenti mengidam.
Arina sendiri kini tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan untuk menyiapkan semuanya barang seserahan yang di perintahkan oleh sang mommy, untuk nanti pernikahan Mila dan Alexander, karena kini Dheandra tau Mila, adalah wanita yang tidak suka dengan kemewahan.
sementara wanita itu kini tengah berjuang di rumah sakit, wanita itupun belum sadarkan diri.
dokter sudah menyatakan bahwa Mila, sudah baik-baik saja dan sudah cukup stabil tapi hingga saat ini dia belum juga sadar.
Alexander duduk mendekat ke arah Mila, lalu berbisik.
"Kamu pikir dengan kamu tidur seperti ini, bisa menghentikan ku, untuk menikah dengan mu, kau salah besar Mila, karena tanpa ada dirimu disamping ku ijab qobul pernikahan kita akan tetap berjalan dengan sakral" bisik Alexander.
tapi Mila tidak sedikit pun bergeming, seolah dia tidak Sudi untuk merespon kata-kata Alexander.
Alexander langsung mengecup kening Mila, hingga gadis itu mengerjapkan mata nya, Mila, sudah tidak bisa lagi berpura-pura tertidur saat ini karena Alexander akan melakukan segala cara untuk mendapatkan dirinya.
Mila membuka mata terlihat senyum licik itu terbit dari bibir Alexander, bagaimana bisa Alexander bersikap seolah tak berbuat suatu kesalahan pun pada dirinya.
hingga Dheandra datang ke kediaman baru Mila, bersama Refi, dan disambut oleh kedua orang tua Mila, akhirnya wanita itu pun kembali melamar Mila, kali ini langsung sebagai calon istri Alexander.
karena besok acara ijab qobul akan segera dilaksanakan di sebuah hotel berbintang di Jakarta, Alexander terlihat sangat tampan dan berwibawa duduk di samping kedua orang tua nya, yang saat ini terus memandang ke arah nya.
"Mila, mommy minta maaf jika perlakuan Alex, tidak sesuai harapan mu, dia masih harus banyak belajar untuk bisa mengendalikan diri, dan jika nanti Alexander akan menikah lagi dengan Anggeline, Mommy harap kamu menyetujui nya, karena itu hanya pernikahan bisnisnya Alexander dan Anggeline, karena Alexander hanya akan mencintai mu"ucap Dheandra.
__ADS_1
jelas saja Mila, tidak terima dia langsung mengusir ke tiga orang itu, dan Refi juga Dheandra bisa maklum tapi Alexander langsung menghentikan mommy nya.
"Mom... jangan dengarkan dia, Alexander tidak ingin pernikahan ini batal.