
Setelah selesai berdiskusi dengan para bapak-bapak tersebut, sudah ditentukan bahwa, Boy akan memasok barang yang mereka butuhkan,yaitu sabun antiseptik yang dikembangkan oleh perusahaan Boy, yang berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, tidak sia-sia rupanya dengan beramal, tuhan akan menggantinya berkali-kali lipat.
Ananda, kini tengah duduk termenung setelah menidurkan Leo di boks bayi nya yang ada di kamar Ananda.
"Cepat lah besar sayang nya Bunda, suatu hari nanti, kamu akan menjadi pelindung Bunda, saat bunda tua nanti"ujarnya.
Ananda, menatap sendu kearah langit yang gelap, dimalam ini, setelah Boy pergi wanita itu hanya bertiga dengan Nina, yang tidur di kamar bawah, sementara itu satpam, yang bekerja menjaga rumah tersebut kini sudah tertidur mungkin karena lelah dan sudah beberapa hari ini belum ada teman yang menggantikan posisi nya, karena Ananda, mempekerjakan dua orang satpam di rumah nya.
Sementara itu di Jakarta, tepat nya di Mension, utama milik Agam, pria itu tidak bisa istirahat dengan tenang, saat ini bagaimana bisa istirahat, wanita yang ia cintai kembali salah paham padanya.
Agam bahkan sempat menitikkan air mata, bila berkaitan dengan urusan hati yang terdalam.
"Sayang kembali lah ke sisiku agar tidak ada lagi prasangka yang mungkin berasal dari sebuah kesalahan yang pernah aku buat"ujarnya lirih, Agam kembali menyesap wine dan kembali menatap langit.
Sudah berapa ratus panggilan video ia lakukan tapi istrinya tidak mau mengangkat panggilan tersebut, bahkan saat ini dia terlihat sangat tidak perduli, Agam kembali sibuk dengan urusan kantor dan juga urusan dunia bawah yang selalu ia jalani setiap saat, secara diam-diam karena dia memiliki anak buah yang cukup bisa diandalkan.
Sampai saat ini dia masih menjadi ketua, dan semua itu adalah warisan dari paman dan juga Argha, sang Daddy.
Selain mereka berdua tidak ada lagi yang tau, sementara itu Ardan sang adik lebih memilih untuk mengurus perusahaan cabang yang ada di Bandung, bersama dengan sang istri yang merupakan seorang dokter umum, pekerjaan nya sangat lah sibuk.
Tapi meskipun begitu Ardan dan istri, selalu kompak dalam menjaga buah hati, jika putri nya libur sekolah, keduanya akan bergantian menjaga mereka, dan itu artinya, istrinya akan menjaga putri semata wayangnya itu di rumah sambil buka praktik di rumah sementara jika Ardan libur kerja atau waktu senggang maka dia yang akan menjaga putri mereka.
"Mereka hidup bahagia, bersama dengan keluarga kecilnya itu, tidak tekanan atau apapun dari Arinda dan Argha,
Tidak seperti Agam, yang selalu Arinda atur untuk jadi seperti ini dan itu, bahkan kehidupan rumah tangga nya pun semakin kacau karena mereka terlalu ikut campur, meskipun Agam memiliki mental baja, tapi hatinya akan tetap terluka jika semua itu mengenai Ananda.
Agam pun menyerahkan semua urusan perusahaan terhadap anak buah nya, sementara dia pergi menyusul sang istri ke tanah Merauke, menggunakan jet pribadi miliknya.
Pria itupun, sudah bersiap untuk terbang dengan pilot terbaik nya dan beberapa anak buah nya dan baby sitter nya sang putri, yang ikut dalam rombongan tersebut.
Gadis kecil yang cantik dan sangat menggemaskan, sangat mirip dengan sang Daddy, Agam pun begitu sangat menyayangi putri semata wayangnya itu.
sesampainya di kota tersebut Agam kembali melakukan perjalanan dengan mobil yang sudah ada di sana, sejak lama.
sepanjang perjalanan putri nya berceloteh bahwa dia akan bertemu dengan Mommy nya yang tidak pernah tau bahwa, Ananda adalah ibu sambung nya.
Agam hanya tersenyum dan sesekali menanggapi celotehan putri nya itu, hingga putri nya tertidur pulas, sampai saat tiga jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di sebuah desa terpencil, dan tepat di sebuah rumah besar yang sangat bagus, berbeda dengan rumah-rumah lainnya, tapi Agam langsung menghentikan mobilnya, saat tiga truk penuh dengan pria tinggi besar dengan wajah garang dan sebagainya ada yang membawa senjata, ada juga yang tidak membawa apa-apa.
Agam langsung menyiapkan pistol dan meminta anak buahnya untuk bersiap, sampai mobil Agam mendekat, tiba-tiba dia melihat wanita yang sangat ia cintai dengan mobilnya baru akan memasuki rumah nya kemudian Agam pun langsung meminta anak buahnya masuk menyusul istrinya ke halaman luas rumah tersebut.
Ananda pun keluar, dan terlihat langsung menyambut salah satu yang menghampiri nya dengan senyuman manis nya, sambil berbincang tanpa menghiraukan kehadiran Agam.
__ADS_1
"Baiknya di tunggu mungkin sedang ada di perjalanan karena menurut konfirmasi barang sudah diangkut setelah pesawat mendarat saat itu juga"ujar Ananda.
"Begini Nona, rupanya saudara kami dari desa sebelah menginginkan barang yang sama"ucap salah satu perwakilan lainnya.
"Itu bisa di urus tuan karena disini juga akan menyimpan stok barang di gudang, jika masih ada yang membutuhkan silahkan datang tapi saya mohon dengan sangat, lebih baik datang perorangan, jika datang seperti sekarang ini, dikiranya mau demo"ujar Anada sambil tersenyum manis.
"E nona kami kesini juga untuk demo iyakan teman-teman tapi demo hidup sehat seperti yang selalu Nona bidan ajarkan pada kami"ujar salah seorang pria yang terlihat masih sangat muda.
Hingga akhirnya mereka tertawa terbahak-bahak bersama.
"Heumm baiklah-baiklah, itu sepertinya barang nya sudah datang Mohon beri jalan masuk dan tolong tunggu saya, bersih-bersih dulu ya, saya baru kembali dari kerja jadi sedikit gerah silahkan anda semua melihat barang yang datang atau barang kali ada yang ingin membantu membawa barang masuk ke gudang karena masih ada tiga truk yang harus di turunkan, setelah itu saya akan bayar jasa kalian"ujar Ananda.
"Tidak di perintah pun kami datang untuk membantu nona bidan yang baik hati, silahkan anda istirahat dulu biar kami yang bantu mengurus semua itu"ujar kepala Desa yang Budiman tersebut, semua orang pun kompak, boks demi boks, sabun dan kosmetik yang dikirimkan Boy di tata sesuai dengan nomor seri dan juga nama barang nya termasuk sabun antiseptik yang mereka tunggu.
Ananda pun sudah menyiapkan puluhan kardus air mineral, kemasan botol karena tau mereka yang akan datang tidak sedikit jumlahnya, sementara Agam meminta anak buahnya tetap mengawasi mereka, Agam dan putri juga pengasuh nya masuk disambut dengan baik oleh Ananda, yang mencoba menyembunyikan sesuatu dari Agam, beberapa Minggu ini.
"Sayang aku merindukan mu"ujar Agam yang langsung memeluk dan mencium bibir Ananda, tidak perduli ada Nina dan babby sister nya, saat ini.
"Stop, tidak lihat apa? ujar Ananda sambil membuang muka.
...🌹💖💖💖🌹...
"Yang aku sangat merindukan mu"ujar Agam manja.
"Kak, hentikan aku belum mandi dan juga Leo, sudah rindu padaku karena sudah dua hari ini aku tidak pulang"ujar Ananda.
"Lalu kamu habis dari mana sayang kenapa? baru pulang"ujar Agam sedikit marah.
"Aku baru selesai membantu orang lahiran di pelosok desa"jawab Ananda.
"Kamu sendirian"ujar Agam tidak percaya.
"Tentu saja,kak ...lalu siapa? lagi tidak ada"jawab Ananda.
"Tidak mulai sekarang mesti ditemani oleh orang ku"ujar Agam.
"Minggir lah putri mu ingin bertemu "ujar Ananda.
"Putri kita sayang"ujar Agam.
"Heumm baiklah-baiklah,ujar Ananda.
__ADS_1
"Hay mommy cantik"ujar gadis kecil itu.
"Hay sayang siapa? namamu cantik"ujar Ananda.
"Nama ku, ALEA Mommy, kenapa? mommy lupa dengan nama ku, bukan kah Daddy bilang nama ku Mommy yang berikan"ujar ALEA.
"Tentu saja Sayang, Mommy hanya mengetes kecerdasan mu, owh iya, sini peluk Mommy, karena setelah ini Mommy akan sangat sibuk "ujar Ananda sambil memeluk erat ALEA
Setelah itu, dia pun melepaskan nya"Mommy mandi dulu ya, kamu istirahat di kamar mu"ujar Ananda.
Wanita itu langsung pergi menuju kamar nya dan langsung menuju kamar mandi.
ALEA Agam dan juga Leo, menunggui Ananda .
Sementara orang-orang di luar sudah berbaris rapi sambil menerima Air dan sedikit camilan.
Ananda pun tidak lama sudah kembali dengan wajah fresh nya, dan sudah sangat cantik.
"Aku mau mengurus mereka dulu, jika kalian ingin apapun bisa minta pada Nina"ujar Ananda.
akhirnya wanita itu berjalan ngeloyor pergi ke luar, dia menemui mereka yang kini sudah mulai berbaris rapi dan hendak mengantar tadi.
hingga mereka menerima barang yang mereka pean sedari satu Minggu lalu, tidak akan pernah tertukar.
Ananda pun kembali masuk.setelah semua bubar dia duduk di samping Agam.
"Apa? tidak menggangu pekerjaan mu mas"ujar Ananda.
"Ganggu sih jelas seperti yang kamu tau , seberapa sibuknya aku, tapi demi kamu cintaku demi rindu yang selalu membuncah di setiap tarikan nafas, aku datang ke sini"ujar Agam.
"Mas, jangan dipaksakan, aku tidak suka berlebihan, kenapa? tidak kembali dengan nya, agar aku tidak terus menjadi benalu dalam hidup mu"ujar Ananda.
"Sayang , Stop bicara soal itu lagi,aku tidak suka, aku sungguh sangat mencintai mu, tidak ada istilah benalu, kamu adalah ibu dari anak-anakku, kamu adalah yang terbaik untuk ku, segalanya bagiku"ujar Agam.
"Aku mendengar itu seperti ini, seperti ejekan untuk ku, mas sebaiknya kamu tidak usah kembali lagi"ujar Ananda.
"Sayang please, jangan katakan itu, aku cinta kamu, jadi sudah seharusnya aku datang untuk membawa pulang istriku"ujar Agam tegas.
"Apa? kamu tidak melihat nya tadi mas, datang, mereka masih membutuhkan bantuan ku, dan yang lebih penting dari itu, aku dan boy, sedang merintis usaha"ucap Ananda.
"Sayang tanpa kamu harus bekerja keras seperti ini pun uangmu sudah terlalu banyak"ujar Agam.
__ADS_1
"Itu bukan lah milikku, uang itu milik ALEA dan istri mu, aku tidak berhak untuk itu"ujar Ananda.
"Sayang Stop....mau sampai kapan kamu keras kepala seperti ini"ujar Agam.