
malam pun berganti pagi, Dheandra sudah bangun lebih awal dari suami yang baru menikahinya semalam,meski tidak ada malam pertama atau sejenisnya, dia kini adalah seorang istri dan ibu dia harus bisa menjadi tiga orang sekaligus.
yakni seorang istri untuk Andra, seorang ibu bagi Gerald, dan seorang wanita sukses untuk karier nya selama ini.
Dheandra turun menuju lantai dasar, saat ini dia hendak membuat sarapan pagi untuk suaminya dan juga putra nya, seperti yang sering sari ucapkan, setiap kali mereka mengobrol dulu meski Sari, tidak pernah menikah sama sekali tapi sebagai seorang wanita dewasa dia tau apa-apa saja tugas seorang wanita yang sudah menikah maka ketika ada anak asuhnya yang akan menikah Sari, selalu memberikan wejangan pada mereka termasuk Dheandra, saat wanita itu kembali pulang setelah kepergian nya ke Jerman saat pertama kali nya.
Sari pernah berkata"Almira Bunda, tidak tau kelak kamu akan menikah dengan siapa, Andra ataupun pria lain nya, Bunda, cuma titip jadilah wanita yang seutuhnya, kamu pasti sudah bisa mengerti dengan apa yang Bunda maksud kan Bunda, ingin kamu bisa melayani keluarga barumu dengan baik, tanggal kan kesuksesan mu saat kau sedang berada di rumah jadi lah istri yang baik untuk suamimu jadilah ibu yang baik untuk anak-anak mu kelak, dan harus kamu pahami tugas seorang wanita sebagai istri itu bukan hanya melayani suami, tempat tidur saja kamu harus mengurus perutnya, mengurus pakaian nya dan terakhir kamu harus siap menerima segala apa yang menjadi keputusan nya baik buruknya keputusan itu menurut mu, harus dibicarakan dengan baik, artinya kalian harus sering berkomunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara kalian berdua, dan jadilah pedoman untuk anak kalian kelak"nasihat Bunda Sari, selalu terngiang di benak Dheandra, bahkan wanita itu kini sudah merubah penampilan nya yang tadinya tomboi dan gampang tersulut emosi,kini dia feminim dan tampak lebih anggun bahkan dia selalu mengutamakan dirinya untuk bersabar disaat ia menghadapi masalah.
Dheandra Almira kini sudah tidak seperti dulu lagi, dia sudah banyak berubah menjadi lebih baik, dan saat ini dia sudah menjelma menjadi seorang istri dan ibu untuk keluarga kecil nya itu.
saat Dheandra tengah membuat nasi goreng tangan kekar itu melingkar di pinggang ramping Dheandra yang sedikit kaget karena sedang fokus pada nasi goreng yang sedang ia buat saat ini.
"Abang..."ucap Dheandra kaget.
"Apa??... aku ganggu ya sayang"ucap Dheandra.
"kaget tau lepasin ya aku belum selesai nih"ucap Dheandra lembut.
"Gak papa dong yannk ... aku masih ingin seperti ini"ucap Andra.
"Tapi aku harus beresin ini dulu"ucap Dheandra.
"Nanti saja, aku suruh bibi yang ngurusin itu, sekarang kamu ikut Abang dulu sebentar"ucap Andra.
"Bentar aku matiin kompornya dulu bang"ucap Dheandra.
"Aku tunggu jangan lama-lama Ok"ucap Andra.
"Gak lama ko, hanya beberapa detik juga"ucap nya lirih.
Andra pergi ke lantai dua, dia langsung menelpon seseorang untuk mengirimkan berbagai bahan makanan, untuk mereka selama satu Minggu ini, setelah itu pria itu juga meminta seseorang untuk mengurus perusahaan nya sementara waktu dia sedang tidak ingin di ganggu dan karena itu ia meminta sang asisten untuk mengurus semua nya.
Andra, membuka brankas kecil, yang berada di belakang lukisan terbuka lah pintu berangkas tersebut di sana terdapat sebuah kota persegi dan ia langsung mengambil nya saat Dheandra masuk kedalam kamar tersebut, dia kaget melihat Andra tengah memegang sebuah kotak yang tampak seperti kotak perhiasan.
"Sayang mendekat lah, kemari ucap Andra yang kini berada di hadapan nya.
"Apa??.... yang kamu pegang itu bang"ucap Dheandra.
"Ini hadiah kecil untuk mu sebagai kado pernikahan kita"ucap Andra terhenti sesaat sambil membantu Dheandra membuka kotak itu"Itu milik mommy, saat ia masih hidup, dulu kata kakek mommy ingin memberikan itu pada menantu nya"ucap Andra.
"Kenapa??...Abang tidak memberikan itu pa eum..."ucapan Dheandra terhenti saat Andra, langsung menutup bibir nya dengan bibir Andra,making out pun terjadi.
"Abang... aku belum selesai bicara... ihh gitu ah..."ucap Dheandra ngambek.
"Aku tau maksud mu honey jadi gak usah diteruskan dan lebih baik dilupakan"ucap Andra.
"Kenapa?..."tanyanya lagi.
__ADS_1
"Karena itu tidak baik"jawab Andra.
"Apanya??..."lagi-lagi Dheandra bertanya itu yang membuat Andra, sedikit meradang.
"Yannk.... kamu itu bukan orang .... aku tau kamu mengerti itu, jadi sudah lah jangan diperpanjang"ucap Andra yang langsung duduk di sofa dia tidak ingin emosi nya naik.
"Aku salah ya.... maaf"ucap Dheandra sambil berjalan meninggalkan Andra yang kini menatap punggung wanita itu yang masuk ke dalam kamar mandi.
"Yang... aku yang seharusnya minta maaf, maafkan aku tapi harus kamu tahu bahwa aku hanya mencintai mu tidak ada yang lain nya itulah kenapa aku memberikan itu untuk mu"ucap Andra.
"Ya aku tau"gumamnya lirih tanpa terdengar oleh Andra.
sementara Dheandra berada di dalam kamar nya saat ini ternyata dia tengah mematut diri nya sendiri di cermin, dengan kalung yang kini terlihat sangat pas dan cantik kalung yang terlihat sederhana namun sangat cantik dengan bandul berwarna merah delima.
liontin tersebut sangat berkilau ketika terkena cahaya, Dheandra mungkin kini sudah menjadi feminim tapi dia kurang faham akan perhiasan , karena selama ini, koleksi nya adalah mobil dan berapa aset berharga nya yang pasti tidak berbentuk perhiasan.
Dheandra pun keluar setelah puas memandangi kalung tersebut, dia merasa bahagia karena diberikan kepercayaan untuk menerima semua itu.
sementara itu di tempat lain Refi saat ini tengah dirundung duka, karena sang bunda meninggal dunia, Dheandra yang baru tau sore hari dia langsung bergegas menuju rumah duka, wanita yang selama ini selalu menjadi kebanggaan Refi,kini sudah berada di peristirahatan terakhir nya.
Dheandra, sedang duduk memeluk Refi, yang masih dalam keadaan berduka saat ini, wanita itu tidak ragu untuk memberikan pelukan terhadap Refi, yang saat ini tengah menangis sesenggukan diperlukan Dheandra.
sementara Andra, merasa cemburu melihat kedekatan mereka saat ini tapi tidak mungkin melarang nya karena dia sendiri juga tidak tega melihat Refi, yang benar-benar terpukul saat ini.
"Fi... Lo yang sabar ya, Lo masih punya kita disini ada gue juga kak Sindy yang akan selalu ada untuk Lo"ucap Dheandra lembut sambil mengelus punggung Refi, yang bergetar hebat karena tangis nya.
Dheandra terus berusaha menenangkan Refi, hingga pria itu tidak sadarkan diri saat ini, Refi memang sangat terlihat ceria di setiap hari nya tapi jika berkaitan dengan ibunya Refi, akan sangat lemah lembut, wajar saja karena pria itu terlalu mencintai ibunya, hingga dia tidak pernah mau disaat Daddy nya meminta dia menangani perusahaan.
karena menurut nya Daddy nya adalah sumber penderita mommy nya selama ini.
"Fi... bangun Lo harus kuat gue disini untuk Lo , bangun Lo saudara gue kita akan sama-sama lewatin hidup yang penuh liku ini bangun Fi..."ucap Dheandra yang juga menangis, orang-orang yang ada di sana membantu Andra membawa Refi kedalam kamar, pria itu masih tak sadarkan diri juga, sindy yang merupakan saudara angkat nya tepat nya sepupu tiri nya juga ikut menangis pasalnya Refi, sudah seperti adik kandung nya yang selalu melindungi dia kapan pun, dan dimana pun.
dan Bunda yang selama ini merawat nya, sudah seperti ibu kandung nya, dia memberikan kasih sayang yang sama bagi Sindy dan memperlakukan Sindy, seperti putri kandung nya sendiri.
🌹💖💖💖🌹
satu bulan berlalu pernikahan Dheandra dan Andra kini semakin bahagia pasalnya Dheandra kembali hamil anak Andra, usia kandungan nya baru dua Minggu, Dheandra sengaja tidak menunda untuk hamil anak kedua, dikarenakan dia ingin Gerald, segera miliki adik seperti permintaan nya selama ini bahkan Andra begitu bahagia saat mengetahui semua itu.
baginya kehadiran anak adalah sebuah anugerah terindah yang tuhan berikan kepada nya.
saat ini Dheandra, sudah tinggal bersama dengan Andra, setelah Andra resmi bercerai dengan Sopi.
Andra, selalu berangkat dari rumah Dheandra menuju kantor pusat yang kini berada di Jakarta, Andra tidak ingin meninggalkan istri nya terlalu lama semenjak Dheandra dinyatakan hamil anak kedua mereka saat ini Andra begitu over protective,meski Dheandra tak mengalami kesulitan untuk menjalani aktifitas seperti biasanya dia masuk kantor dan bekerja hingga sore hari, hanya saja saat ini Dheandra tak pernah menjalani meeting hingga terlalu lama jika meeting penting dia akan menugaskan Refi, yang kini bekerja sebagai asisten pribadi nya, meski asisten pribadi Dheandra yang dulu tetap setia bekerja bersama dengan nya, namun saat ini lebih fleksibel Dheandra seperti memiliki sayap kanan kiri.
pagi hari seperti biasa Dheandra akan terbangun dari tidurnya dan menyiapkan keperluan suami dan anak nya saat ini mulai dari air untuk mandi pakaian dan sarapan pagi mereka bertiga.
"Yang jangan lakukan ini lagi aku bisa menyiapkan ini sendiri, aku tidak mau terjadi apa-apa pada mu dan calon anak kita ini"ucap Andra, sambil memeluk dan mengecup sayang puncak kepala Dheandra.
__ADS_1
baginya Dheandra, adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan pada nya, Andra, yang selama ini terus pantang menyerah mengejar cinta istri nya itu kini membuahkan hasil yang sangat manis, wanita itu telah menjadi miliknya seutuhnya.
"Aku masih bisa kok,Abang lagian juga aku tidak merasa kelelahan justru badan ku terasa lebih segar, jika beraktifitas seperti sekarang ini, aku tau Abang khawatir tapi aku janji semua akan baik-baik saja"ucap Dheandra sambil mengecup bibir anda sambil sedikit berjinjit ke arah nya, Dheandra kembali membetulkan dasi suaminya saat ini yang sudah terlihat lebih tampan dan berwibawa dengan stelan jas mahal yang selalu Dheandra beli khusus untuk suaminya dari perancang busana terbaik sahabat nya waktu di Jerman.
Dheandra, berjalan sambil bergelayut manja di lengan kekar suaminya yang mantan anggota TNI itu, Andra,resmi mengundurkan diri karena ingin fokus pada perusahaan nya, diluar dari masalah istri pertama nya.
"Dhea"ucap Refi yang sudah bersiap di meja makan tersebut ya... Refi kini menempati apartemen milik Dheandra,agar Dheandra makin mudah saat membutuhkan nya, sebenarnya Refi, sudah ditawari untuk tinggal di rumah besar itu, tapi dia menolak karena dia tahu sikap Andra, yang sangat pencemburu dia tidak ingin sahabat nya kerepotan.
Dheandra pun langsung menghampiri nya mencium Gerald, yang baru bergabung bocah laki-laki itu masih menggunakan piayma tidur nya, dan masih terlihat mengantuk tapi sengaja Refi, bangun kan agar Gerald, bisa menemani nya sarapan.
"Gerald sayang ko belum mandi dan bersiap susternya mana, tadi kan mommy sudah menyiapkan baju untuk mu"ucap Dheandra.
"Honey, sudah jangan ngomel pagi-pagi begini tidak baik kasihan anak Daddy yang disini pasti tegang dan ini juga anak ganteng Daddy, kasihan dia masih mengantuk"ucap Andra lembut sambil mengelus ibu dan anak itu.
"Mom... Gerald, ngantuk pengen bobo lagi"ujar bocah itu yang kembali bersandar di kursi sambil memejamkan mata nya.
jangan gitu dong Abang sebentar lagi Abang punya Ade kenapa?...malas begini nanti Ade nya ikutan Abang malas gimana??.."ucap Andra lembut sambil mengelus punggung Gerald yang membawa nya kedalam pelukan nya.
"Daddy... lanjutkan sarapan nya, nanti Daddy terlambat"ucap Dheandra menatap kearah suaminya yang kini memeluk putra nya itu.
"Iya.... Abang sarapan pagi saja biar aku yang urus Gerald"ucap Refi, yang kini hendak berdiri.
"Fi... kamu juga kerja jadi tidak perlu mengurus Gerald sudah ada suster nya"ucap Dheandra.
"Nggak apa-apa, Dhe, masih ada waktu satu jam lagi, untuk masuk lagian kantor nggak jauh juga dari sini tinggal menggunakan mobil mu hehehe"ucap Refi.
Dheandra, hanya tersenyum sambil mengambil alih Gerald, dari pangkuan Andra tapi Andra,sigap melarang nya untuk menggendong putra nya yang kini sudah lebih besar.
"Mom... hati-hati kamu tidak boleh mengangkat beban berat, Gerald sudah besar dan tubuh nya berat"ucap Andra yang langsung memindahkan Gerald, ke kursi nya, Dheandra langsung beralih tempat duduk nya wanita itu hendak menyuapi sang putra.
"Gerald, hari ini sekolah nggak, Om mau ajak Gerald, kekantor "ucap Refi.
"Sekolah"ucap Gerald.
"Baiklah pulang sekolah om jemput"ucap Refi lagi.
"Fi... besok kita akan mengadakan tahlil untuk mommy mu, jadi kamu tidak boleh pulang larut kita harus mempersiapkan nya sore ini juga"ucap Dheandra, yang selama ini selalu membantu Refi, untuk mengurus segala keperluan acara tahlilan ibunda Refi.
"Baik Dhe, tapi kamu tidak usah datang aku tidak ingin kamu kecapean"ucap Refi.
"Fi...biar bagaimanapun gue juga saudara Lo, jadi semua adalah kewajiban gue"ucap Dheandra.
"Kita adakan acaranya di sini saja mom...biar orang-orang Daddy yang menyiapkan semuanya"ucap Andra menengahi.
"Aku sih terserah Refi, baiknya gimana"ucap Dheandra.
"Dhe disini atau pun di sana sama saja, sekarang yang terpenting adalah do'a nya yang mommy butuhkan"ucap Refi, yang bahagia karena Dheandra selalu ada untuk nya dan selalu memprioritaskan kepentingan nya.
__ADS_1