
setelah dua tahun lamanya Dheandra tinggal di Jerman akhirnya, mereka pun kembali pulang ke Indonesia, karena perusahaan di Indonesia hampir saja bangkrut semenjak Dheandra tak ada, Georgio juga kurang memperhatikan perusahaan itu karena terlalu banyak cabang perusahaan yang harus ia tangani di berbagai negara.
Georgio,kini meminta Dheandra kembali mengurus perusahaan milik nya itu.
mau tidak mau Dheandra kembali lagi dengan Refi dan kedua putrinya Randy, hanya bisa berdoa semoga adiknya bisa menjalani hari-harinya dengan baik.
Dheandra, sudah berada di pesawat bersama dengan Refi, Arinda dan Arina.
Dheandra, sempat berkali-kali, menghela nafasnya, karena bagi dirinya ini adalah hari yang sangat berat.
tapi sampai sekarang dia masih tidak bisa melupakan penghianatan itu.
sementara Refi, Dheandra memiliki rasa bersalah karena Refi, juga menjadi korban masalah hidup nya, bahkan hingga saat ini Refi, tidak ingin menikah karena dia ingin melihat kedua anak Dheandra itu masih sangat bergantung pada nya, dia takut kedua putrinya itu kekurangan kasih sayang nya, karena jika dia menikah nanti dia akan sibuk dengan istri nya.
Dheandra kini menyandarkan kepalanya di bahu Refi, sesekali ia mengusap air mata nya, dia tidak sanggup jika harus bertemu dengan masalalu nya.
sementara Refi, mengelus puncak kepala Dheandra.
"Kamu pasti bisa Dhe, kamu wanita kuat kamu adalah wanita yang paling tangguh"ucap Refi lembut.
"Tapi Fi, aku tidak sekuat itu, aku juga manusia biasa yang memiliki hati setiap wanita menginginkan kebahagiaan dan begitu juga dengan aku"ucap Dheandra lirih.
"Aku yakin jika kamu akan mendapat bahagia suatu hari nanti"ucap Rafi.
"Apa?... mereka berdua akan ingat dengan ayah nya"ucap Dheandra lagi.
"Kita lihat saja"ucap Refi.
mereka pun terdiam sejenak dan memutuskan untuk beristirahat sejenak setelah itu dia akan kembali mengerjakan pekerjaan nya yang terbengkalai selama dua tahun ini.
Dheandra, bahkan akan disuguhi kesibukan tinggi sesampainya di Indonesia, karena sepertinya urusan pekerjaan nya terlalu banyak.
mulai dari seleksi pegawai, dan juga merevisi semua nya.
Dheandra kembali menghela nafas panjang apa?... dia mampu untuk mengerjakan semua nya ditengah ketidak siap an nya, jika satu hari nanti Dheandra harus bertemu dengan Andra, mantan suaminya.
dengan bantuan Georgio dan Randy, meskipun diawal Andra, tetap ngotot tidak ingin terpisah, dan semua itu tidak mudah apalagi ada campur tangan dari saudara Andra, yang seorang mafia.
setelah menempuh tujuh belas jam perjalanan, akhirnya Dheandra,me napakan kaki nya di Indonesia bersama dengan ketiga orang yang memiliki arti dalam hidup nya.
tiba di bandara mereka langsung di jemput oleh sopir pribadi Dheandra yang sudah dua tahun ini bekerja sebagai pengurus taman.
Dheandra langsung masuk mobil tanpa basa-basi sambil menggendong Arina, sementara Arinda bersama dengan Refi,kini sudah duduk di jok depan.
mereka pun pergi menuju rumah Dheandra yang sudah lama ia tinggalkan, Arinda dan Arina adalah anak yang sangat anteng bahkan tidak terusik dengan kebisingan jalanan yang dipenuhi oleh kendaraan yang sangat padat dan juga polusi.
kedua anak Dheandra, hanya anteng dengan gadget nya, sambil menggunakan kacamata anti radiasi yang Dheandra beli dengan harga yang mahal karena itu benar-benar bisa melindungi mata kedua putrinya,.
hingga sampai lah mereka di rumah besar itu, Dheandra turun lebih dulu tanpa harus menunggu dibukakan pintu oleh sopir, begitu juga dengan Refi, sambil membawa kedua putrinya itu masuk, sesampainya di dalam mereka duduk di ruang keluarga Dheandra hanya berbaring di sofa sementara kedua putrinya langsung menghampiri meja makan karena Refi, sudah meminta pelayan untuk memasak makanan favorit kedua putrinya itu.
bibi tolong keluarkan semua barang yang ada di dalam kamar ku ganti dengan yang baru semuanya, telpon toko perabotan, dan yang lama terserah kalian mau buang kemana, yang pasti aku tidak ingin melihat itu lagi dan jika perlu semua nya isi rumah ini ganti"ucap Dheandra.
"Semua sudah dilakukan sejak awal, kamu lihat saja semua itu atas perintah Abang Randy"ucap Refi.
Dheandra, langsung tersenyum ternyata Abang tampan nya itu sangat pengertian hingga dia bisa tau isi hati Dheandra.
"Aku istirahat dulu,kalau mereka mengantuk tolong bawa ke kamar ku"ucap Dheandra.
"Baiklah, pergilah Dhea, jika mereka ngantuk aku akan mengantar nya"ucap Refi.
Dheandra pun pergi ke atas untuk memasuki kamarnya.
sesampainya di depan pintu dia langsung menghela nafas, dan masuk.
"Aku kembali"ucap Dheandra lirih.
sementara itu Refi,sibuk dengan pekerjaan nya bersama dengan Dheandra, dari mulai mengadakan seleksi penerimaan pegawai baru, hingga saat dia harus mulai merevisi semua berkas penting yang selama ini tidak terurus . karena asisten pribadi Dheandra terlalu sibuk mengurus hal lain nya.
__ADS_1
Dheandra sendiri memulai pekerjaan nya, dengan sangat sibuk, Dheandra bahkan sampai lupa, untuk makan siang, jika Refi, tidak datang membawa beberapa paper bag berisi makan siang untuk Dheandra.
Dheandra hanya tersenyum melihat pria yang selalu ada untuk nya itu, dia langsung berjalan menuju sofa panjang yang kini ditempati Refi, yang tengah menata makanan dimeja nya.
"Dhea, kamu itu sudah jadi ibu, kenapa?... masih tidak bisa memperhatikan kesehatan mu,ayo makan"ucap Refi.
"Terimakasih,Fi "ucap Dheandra.
"Aku tidak akan selamanya berada di samping mu Dhe, kamu harus bisa mengurus dirimu sendiri, aku harap suatu hari nanti jika aku tidak ada, kamu bisa hidup lebih baik lagi"ucap Refi.
"Refi, aku tidak suka kamu bicara begitu, Ok, jika kamu ingin tinggal di tempat lain dan tinggal terpisah, aku minta maaf karena selama ini aku terlalu membuat mu repot aku selalu membebani mu, tapi aku mohon jangan pernah tinggalkan aku, aku tidak punya siapa-siapa lagi Fi"ucap Dheandra.
"Dhe bukan itu maksud ku, aku tidak pernah merasa lelah mendampingi mu, selama ini tapi aku tidak tau sampai kapan aku akan hidup, jadi aku ingin setelah aku tiada nanti"
"Fi !..."
"Dhea,itu"
"Stop, aku tau kamu lelah Fi, Ok mulai sekarang aku akan mencari orang lain untuk mengurus semua nya, kamu juga bisa segera menikah, maafkan aku jika karena aku kamu bahkan menunda masadepan mu"ucap Dheandra.
"Dheandra please jangan berpikir begitu, aku tidak pernah terbebani"ucap Refi.
"Sudah lah Fi... mulai saat ini juga kamu bebas"ucap Dheandra.
"Maksud nya??..."ucap Refi bingung .
"Kamu bebas mau melakukan apapun, mulai saat ini bahkan kamu pergi dari kami"ucap Refi.
"Dheandra!!"Refi berteriak keras dia hanya ingin Dheandra jauh lebih baik tapi dia menyalah artikan semua nya.
tapi Dheandra malah pergi tanpa mau mendengar kan kata-kata yang diucapkan oleh Refi, Dheandra berlalu pergi pulang dengan rasa sedih dia benar-benar salah paham .
sesampainya di rumah, dia langsung mengurung diri di kamar, bahkan dia tidak makan sedikit pun.
Refi yang membiarkan itu untuk sementara sampai dia kembali dari kantor karena masih banyak pekerjaan yang harus Refi, selesai kan karena dia juga harus mengurus pekerjaan yang cukup banyak.
🌹💖💖💖🌹
pagi hari nya, Dheandra masih belum keluar dari kamar, sementara Refi, sudah bercengkrama dengan kedua putrinya, sambil sesekali menyuapi mereka, Refi menganggap mereka sebagai putri nya sendiri, meski dia belum tau bagaimana rasanya punya anak, karena dia juga belum pernah menikah.
"Apa nyonya sudah makan"ucap Refi.
"Tidak, sedari kemarin"
"Apahhh??..."ucap Refi langsung melotot tajam, dia langsung berlari menuju kamar Dheandra.
"Dhea buka pintu nya, kamu itu kenapa??... aku tidak bermaksud untuk meninggalkan mu, aku hanya ingin kamu bisa menjaga diri,agar suatu saat jika aku tidak ada, kamu bisa menjaga diri dengan baik, sumpah Dhe, aku tidak bermaksud untuk, melakukan itu"ucap Refi, tapi dari dalam sama sekali tidak ada jawaban Dheandra bahkan tidak bergerak sama sekali.
"Dheandra please... Dhe, Dheandra!"Refi langsung mendobrak pintu kamar, dilihat nya wanita itu tergeletak di lantai.
"Dhea... Dhe,ini gak lucu bangun Dhe"ucap Refi yang langsung membangunkan Dheandra, tapi sayang Dheandra, tidak bergerak sama sekali.
"Dhea jangan bercanda aku tidak suka Dhe!"teriak Refi.
karena teriakan Refi, semua pelayan berdatangan dan kini mereka tengah berusaha untuk membuat Dheandra bangun tapi kemudian, sopir pribadi Dheandra menggeleng, wanita itu telah tiada.
"Dhea....!!!!"ucap Refi berteriak hingga membuat semua pelayan berlari ke kamar nya, dan Refi, yang baru bangun dari mimpi buruk itupun langsung mengusap wajah nya.
"Ada apa??...tuan muda"ucap BI Ijah.
"Ah.... tidak apa-apa, aku hanya mimpi buruk"ucap Refi.
sementara Dheandra yang juga mendengar teriakkan Refi, dia langsung datang dan melihat keadaan Refi.
"Dhea kamu baik-baik saja Dhe, Owh syukur lah aku mohon jangan lakukan itu lagi"ucap Refi.
"Fi... kamu itu ngomong apa??... sih"ucap Dheandra bingung.
__ADS_1
"Dheandra Aku tidak ingin kamu kenapa-napa"ucap Refi.
"Ok... Ok, mungkin kamu masih belum sadar saat ini"ucap Dheandra.
"Om tampan kenapa sih, pagi-pagi sudah berisik"ucap Arinda.
"Om tampan hahaha"Dheandra tergelak.
"Aku memang tampan Dhea, putri mu saja yang tidak pernah sadar"ucap Refi dengan pede nya.
"Hahaha... tampan ya tampan dari sedotan, hahahaha"Dheandra makin tergelak .
sementara itu kedua putrinya itu kini sudah berada di dalam dekapan hangat Refi yang baru saja bangun tidur.
"Dheandra, aku ingin jalan-jalan hari ini"ucap Refi.
"Ya jalan saja Fi, kenapa??... harus bilang "Ucap Dheandra.
"Aku mau jalan bareng kamu, kita akan ke pelaminan "ucap Refi.
"Kau gila, aku tidak suka candaan mu"ucap Dheandra.
"Dheandra aku serius"ucap Refi.
"Fi...!"ucap Dheandra.
"Dhea... aku ingin menikah untuk kedua Putri ku, aku akan mencari wanita yang mau jadi ibu kedua bagi mereka"ucap Refi.
"Hahaha...mana ada wanita yang mau menerima pria dengan dua ekor yang terus menempel Om tampan"ucap Dheandra.
"Ada, pasti ada hanya saja belum mau menampakkan diri, pada papa muda ini , tampan iyakan Arinda"ucap Refi, pada Arinda.
"Om tampan mau mencari mommy baru, tidak, tidak boleh, mommy baru itu jahat seperti mommy shinderela "ucap Arinda, yang sering menonton film kartun tersebut.
"Owh ya ampun, hahahaha belum apa-apa mereka sudah melarang nya"ucap Dheandra.
mereka bukan nya bersiap tapi malah tertawa terbahak-bahak dalam canda tawa nya, dan para pelayan itu pun ikut tertawa melihat nyonya mereka bahagia .
sementara itu di tempat lain pria yang mengetahui mantan istri nya itu dia langsung meminta anak buah nya untuk mencari tau keberadaan wanita itu.
sementara dia sendiri sengaja mengirim istrinya itu ke luar negeri, karena dia ingin mengurus Dheandra.
Andra, akan melakukan apapun untuk mendapatkan Dheandra kembali, karena semua rasa cinta nya tidak pernah hilang dari hatinya, Dheandra adalah jiwa raga nya.
Dheandra yang kini tengah bersiap untuk pergi dengan Refi jalan-jalan agar pria itu tidak mengigau lagi, saat tidur nanti.
Arinda dan Arina juga sudah siap dengan sangat rapi dan cantik dia di dandani dengan sangat baik oleh ibunya sendiri, sampai Dheandra lupa untuk merapikan rambutnya sendiri, beruntung dia tetap cantik meski dirinya dalam keadaan berantakan sekali pun.
mereka pun pergi dengan mobil sport nya dan hanya butuh dua puluh menit untuk tiba di sebuah mall dari tempat nya tinggal, saat ini.
Dheandra pun keluar lebih dulu, setelah membuka seat belt yang menempel di badan kedua putrinya itu.
dia dan Refi berjalan beriringan, bukan nya mencari mommy untuk kedua putrinya tapi mereka malah banyak yang memotret dan mengagumi mereka seperti pasangan terpopuler saat ini Refi, yang tampan dan Dheandra yang sangat cantik, keduanya sangat serasi dengan membawa kedua anak kembar nya.
sampai masuk berita di medsos, dan Andra, yang melihat itu pun langsung bergegas menuju mall tersebut.
sementara tempat pertama yang Dheandra,tuju adalah tempat bermain anak-anak, yang ada di lantai tiga gedung tersebut.
Dheandra duduk sambil mengawasi kedua putrinya yang kini tengah ikut bermain perosotan, sementara Refi masih setia menemani kedua putrinya itu.
Dheandra, hanya bisa geleng-geleng kepala, bagaimana cara nya mendapatkan pasangan jika dia juga tidak mencari malah sibuk ngurusin kedua putrinya.
setelah selesai bermain mereka minta nonton bioskop, dan Dheandra pun masuk bioskop bareng dengan Refi, dan kedua putrinya Dheandra tersenyum melihat keduanya,sangat bahagia saat menonton film Frozen , mereka larut dalam cerita seakan mereka adalah karakter cerita tersebut, bahkan setelah mereka menonton film tersebut, mereka harus membeli boneka karakter film tersebut,lalu minta didandani mirip karakter disana beruntung masih berada di dalam mall Dheandra membeli baju dan langsung mendandani mereka di salon.
Refi, yang sibuk menyiapkan semuanya,kini tengah mengajak mereka untuk makan siang.
mereka sibuk melihat penampilan mereka di cermin hingga berebutan meminta pendapat tentang siapa yang lebih cantik, saat ini.
__ADS_1
Dheandra selalu menjawab pertanyaan tersebut"putri mommy, keduanya lebih cantik dari princess mana pun"ucap Dheandra
"Manda"...