
Jika Andreas berpikir bahwa selama ini dia tidak membutuhkan wanita manapun, sebetulnya dia sudah terlanjur kecewa dengan ibunya yang gila harta, yang berani menghancurkan pernikahan orang lain, hingga akhir nya dia terlahir sebagai seorang anak pelakor, dan akhirnya dia terasingkan dari orang orang banyak.
seperti keluarga inti nya dan juga, orang luar, selama ini dia hanya hidup dengan Daddy nya, sementara anak lain bebas bermain dengan siapapun, hingga dia tumbuh menjadi pria dingin, dan bahkan dia tidak pernah dekat dengan adik nya hanya sesekali jika ada acara keluarga seperti ulang tahun pria itu akan mengurus semuanya lewat tangan kanan nya.
pria itu menjadi pria yang dingin karena semua nya menjerumuskan nya pada jurang yang sepi dan menyedihkan, tidak ada satupun yang mau mengerti dirinya, dia bahkan dianggap pembawa sial, jika saja dia pernah punya kesempatan untuk menawar, dia tidak ingin hidup seperti itu, meskipun Daddy nya tidak pernah membiarkan dirinya kekurangan materi.
hingga saat ini dia bahkan tidak pernah bertegur sapa dengan Gerald, anak kebanggaan keluarga nya itu sementara Gerald sendiri seakan tak peduli dengan urusan sang Daddy, karena Gerald, tidak pernah tau apa dan bagaimana keadaan Andra, setelah resmi bercerai dengan sang Mommy.
Gerald bahkan terkesan memilih menjauh dari kedua nya.
kini mereka sudah bahagia dan sejahtera bersama keluarga nya masing-masing, Andra juga tidak pernah ikut campur untuk semua urusan anak-anak nya sepenuh nya diserahkan kepada Refi.
Refi pun menyanggupi semua itu.
Andreas juga sudah tidak tinggal di rumah Andra, pemuda tiga puluh tahun itu,kini menetap di apartemen milik nya, pria itu lebih suka menyendiri setelah pulang bekerja ketimbang harus bergabung dengan mereka.
itulah alasan kenapa? Andreas juga tidak memilih hidup bersama kedua orang tua nya.
Andreas baru kembali dari kantor dia langsung memarkir mobil nya di basement apartemen nya, dia langsung berjalan menuju pintu lift yang sudah terbuka disana tampak seorang gadis tengah menahan tangisnya tapi dia tidak pernah bertemu dengan gadis itu sebenarnya mungkin dia adalah penghuni baru.
Saat Andreas hendak pergi tiba-tiba gadis itu menarik lengan kemeja Andreas, hendak meminta tolong tapi Andreas tidak pernah mengerti dengan bahasa isyarat, karena ternyata gadis itu adalah seorang tuna wicara.
Andreas sampai kebingungan.
"Aku tidak mengerti apa? maksud mu bisakah kamu menulis nya"ucap Andreas pada gadis cantik itu.
dia kembali memberikan bahasa isyarat sambil mengeluarkan bolpoin dari saku celana nya dan menulis di tangan nya.
"Tolong, aku aku di kejar penculik, aku tidak tau harus kemana"tulisan tersebut.
"Apa? kamu di culik"ucap Andreas kemudian wanita itu mengangguk.
gadis itu kembali menulis di telapak tangan Andreas.
"Aku tidak bisa menghubungi Daddy ku, ini nomor nya"tulis wanita itu.
"baiklah untuk sementara waktu kamu ikut aku, kita akan mencoba mencari tahu lewat ponsel ku"ucap Andreas, yang langsung memencet nomor lantai unit nya.
"Sudah sampai ayo ikut aku, jangan takut aku bukan orang jahat"ucap Andreas.
gadis itu pun masuk ke dalam unit apartemen milik Andreas, setelah itu Andreas langsung mengunci pintu untuk berjaga-jaga .
sesampainya di dalam ruangan dia langsung meletakkan tas kerja nya, dan bergegas menuju dapur hendak mengambil air untuk nya dan untuk gadis itu.
tidak sampai lima menit, Andreas sudah kembali memberikan air mineral kemasan botol, pada wanita itu, tapi ternyata dia juga kesulitan untuk membuka botol tersebut.
__ADS_1
"Sini biar aku bukakan"ucap Andreas.
Gadis itu hanya mengangguk pelan.
jika dilihat dari penampilannya, gadis itu adalah anak orang berada terlihat dari kalung berlian yang dia pakai dan juga pakaian branded yang dia kenakan, gadis itu langsung meneguk air tersebut dan berterima kasih pada Andreas.
Andreas pun mengambil kertas kosong yang banyak untuk gadis itu bicara, karena hanya dengan itu Andreas bisa mengerti maksud pembinaan nya.
Andreas langsung merogoh ponsel nya, dan mencari tahu tentang nomor ponsel itu lewat tangan kanan nya, untuk sementara waktu Andreas akan membiarkan gadis itu tinggal bersama dengan nya, untuk berjaga-jaga jika ternyata kondisi nya belum aman, sebenarnya Andreas malas untuk ikut campur jika saja wanita itu bisa bicara.
Andreas pun meminta gadis itu untuk beristirahat di kamar tamu yang ada di bawah sementara dirinya naik ke atas untuk ke kamar nya, tapi hingga tiba di tengah-tengah tangga dia melirik kearah gadis itu yang terlihat kembali menangis.
Andreas langsung berbalik dan turun kembali, dia tidak tega melihat gadis itu menangis, dia berpikir, dirinya saja yang tidak kekurangan suatu apapun selalu menyendiri karena tidak percaya diri, apa lagi gadis itu, punya kekurangan.
"Kenapa? tidak masuk disini kamu aman kamu bisa lakukan apapun, mandi dan berganti pakaian, nanti aku belikan pakaian ganti untuk mu, atau jika kamu ingin tidur, kamu bisa tidur dengan tenang tanpa gangguan tenang saja kamarnya bersih ko"ucap Andreas.
"Aku takut sendirian, di rumah selalu ada Daddy, tapi sudah satu Minggu Daddy keluar negeri tanpa aku, aku tidak ada teman kedua saudara tiri ku jahat dan ibu nya lebih jahat lagi aku mau telpon Daddy tapi ponsel ku diambil sama ibu tiri ku"tulis sambil menangis dalam diam.
"Baiklah aku temani kamu tidur sebentar sebentar lagi aku akan meminta asisten rumah ku untuk menemani mu, ok jangan takut"ucap Andreas, sambil mengelus puncak kepala nya, wanita itu berusia sekitar sembilan tahun, tapi mungkin karena kekurangan nya itu membuat dia terlihat sedikit kurang.
Gadis itu mengangguk dan akhirnya Andreas pun mengalah dia membawa masuk gadis itu kedalam kamar, dan meminta nya mencuci tangan dan wajah nya, serta kaki, habis itu Andreas, meminta dia untuk berbaring dan pria itu menyelimuti gadis tersebut, dan dia pun mengelus puncak kepala gadis itu layaknya seorang ayah yang tengah mengurus gadis manja.
setelah gadis itu memejamkan mata nya, Andreas hendak bergegas, menuju kamar nya, tapi dia begitu kaget, saat mendengar suara gadis itu dalam mimpi nya suaranya sangat indah, tapi anehnya kenapa? disaat dia sadar dia tidak bisa bicara sedikit pun.
Andreas kembali mendekat lalu mengelus kepala gadis itu, dan tidak lupa membenarkan selimut nya yang sempat berantakan barusan saat gadis itu bermimpi buruk.
hingga akhirnya ia kembali tenang Andreas memanggil art nya yang selalu pulang pergi tersebut untuk menemani km
🌹💖💖💖🌹
Andreas baru selesai mandi ketika handpone nya berdering melihat nomor asing memanggil nya, dan Andreas langsung menerima panggilan tersebut
sementara itu di kediaman Gerald, pria itu baru kembali dari kantor setelah seharian penuh bekerja keras, dia langsung pulang ke rumah disambut hangat oleh ketiga anak nya, meskipun yang satunya masih berada di dalam perut istri nya tapi Gerald, selalu merindukan putra nya itu.
hingga akhirnya ia beristirahat dan berbaring di atas ranjang empuk nya, dia ditemani sang istri yang kini ikut berbaring di samping Gerald.
pria itu langsung memejamkan mata setelah memeluk istrinya.
Celsi pun memandang wajah teduh saat sedang tertidur pulas di hadapan nya itu, tidak ada satupun yang membuat dia bisa mencurigai suaminya, saat ini, karena dia mendapatkan sesuatu di ruangan kerja Gerald, setelah bertahun-tahun mereka menikah.
Celsi menemukan sebuah kalung dengan surat dari seseorang yang memanggil nya Daddy, tapi yang menjadi pertanyaan surat itu terlihat usang dan dengan bahasa Jerman yang tidak ia kuasai.
Celsi, sempat membuka Google, dan hampir menemukan arti dari surat tersebut tapi kemudian tiba-tiba Gerald datang dan membuat dia kaget setengah mati, Celsi langsung memasukkan semua itu kedalam laci meja kerja Gerald.
apakah itu barang dari masa lalu nya, tapi entah lah yang pasti Celsi merasa bahwa orang itu masih sangat berarti untuk suami nya itu, hingga dia masih menyimpan benda itu.
__ADS_1
"Honey siapa? dia apa?? mungkin itu Alice, karena jika yang aku lihat kamu seperti tidak bisa melihat dia hidup susah, hingga kamu membelikan dia sebuah hunian yang cukup mewah, ataukah kalian kembali bersama"gumam Celsi.
"Andaikan saja aku punya keberanian untuk mendengarkan kejujuran mu, mungkin aku tidak akan seperti ini, penuh tanya"ucap nya pelan.
Gerald, bergerak perlahan, dia mengeratkan pelukannya pada Celsi dan berbisik" Celsi sayang buang semua rasa curiga mu itu karena, aku tidak akan pernah menduakan mu, sekalipun aku teringat dengan masalalu ku"ucap Gerald lirih.
wanita itu pun langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Gerald, dia hanya terlalu takut jika harus kehilangan pria yang selama ini terlalu perfeksionis untuk nya itu.
Gerald pun mendarat kan kecupan di puncak kepala istrinya itu, bukan tanpa alasan Gerald berkata seperti itu, semua karena Gerald, selalu memantau Cctv yang terhubung ke handphone nya, untuk keamanan anak dan istri nya, yang dia tinggal bekerja, karena bukan tidak mungkin dia akan punya musuh selama ini persaingan bisnis yang begitu besar itu bahkan sering mengakibatkan perseteruan.
Gerald, tidak ingin keluarga nya jadi korban dari semua nya itu.
saat Gerald, mengecek Cctv, sebelum dia masuk kamar, dia menemukan sesuatu yang sedikit membuat dia merasa bersalah pada istri nya itu, jika dia benar-benar boleh egois dia akan memilih keduanya, tapi baginya Celsi adalah prioritas utamanya, yang akan selalu dia jaga untuk seumur hidup nya, Gerald bukan tidak ingin membuang itu semua tapi hati nya,sama sekali tidak mengijinkan itu.
tapi bukan berarti dia tidak peduli, dengan Celsi, melainkan dia ingin menjadikan hal itu, sebagai pengingat bahwa sebelum dia berhasil menjadi seperti sekarang ini,ada wanita lain yang menjadi motivasi nya, untuk hidup lebih bahagia dengan wanita yang saat ini telah memberikan dia empat anak, dengan yang telah pergi sebelum sempat ia terlahir ke dunia.
Gerald ingin berdamai dengan hati nya, selama ini dia bahkan sempat benci dengan takdir hidup nya, karena telah membuat dia tidak berjodoh dengan Alice, cinta pertama nya yang memilukan, tapi kemudian dia tau bahwa Tuhan punya rencana yang lebih baik untuk nya, dengan menghadirkan Celsi, dalam hidup nya, dan membuat dia bisa sedikit melupakan bahwa rasa sakit itu pernah ada.
namun Gerald, tidak ingin membuang semua benda kenangan nya bersama dengan Alice, karena selain pengingat atas kegagalan nya, dia juga ingin dirinya selalu ingat bahwa ada dia yang pernah menjadi batu loncatan untuk meraih hidup bahagia nya saat ini.
sementara itu di Amerika, berita menghebohkan itu terjadi, mantan model papan atas dunia, saat ini akan melangsungkan pernikahan tentunya hal itu masih menjadi sorotan publik, pasalnya Alice kini akan menikah dengan pengusaha sukses di negara tersebut.
Setiap hari Alexander memberikan artikel tentang berita tersebut, pada Gerald, agar dia bisa hadir saat pesta pernikahan itu, karena akan dibuka untuk umum, tidak ada yang ditutupi.
ditulis di artikel tersebut bahwa pria itu adalah ayah biologis, Aiden, si bocah tampan itu dan sekarang Alice sudah resmi bertunangan dengan nya.
Gerald yang mendengar kabar tersebut, hanya bisa menguatkan hati, karena seberapa pun besar rasa cinta nya yang abadi itu, dia kini sudah memiliki masadepan yang sangat berarti dalam hidup nya,yaitu anak dan istri nya.
Gerald, mencoba mengikhlaskan semua nya, dia bahkan berdoa semoga Alice, benar-benar bertemu dengan bahagia nya, seperti impian mereka berdua dulu.
"Alice maafkan aku jika, selama ini aku terlambat menyadari rasa itu aku harap kamu bertemu bahagia mu saat ini"lirih Gerald.
Andreas sendiri saat ini ditugaskan untuk menjaga gadis yang bernama Astrid Ayunda Gultom, anak seorang pengusaha sukses asal Singapura, gadis itu hampir saja menjadi korban penculikan, saat berada di mall bersama ibu tirinya .
ada sesuatu yang tidak pernah Adam Gultom ketahui selama ini istrinya itu ingin menyingkirkan putri tiri nya.
hingga asisten pribadi nya yang selalu setia mengabdi kepada nya menunjukan bukti bahwa sikap Nyona nya tidak sebaik saat tuan Adam Sedang berada di rumah dan kasus penculikan dan rasa trauma yang terjadi pada Astrid hingga menyebabkan dia kehilangan keberanian untuk bicara, semua berkat perbuatan wanita paruh baya yang pintar bersandiwara itu.
Andreas bahkan menjaga Astrid, seperti menjaga kekasih yang sangat ia cintai, bukan apa-apa dia tau konsekwensinya jika sampai membuat tuan Gultom marah.
sampai penjemputan Astrid berlangsung sangat menegangkan pasalnya orang-orang suruhan tuan Adam, yang mengawal dirinya dan putri nya itu, sudah membuat penghuni apartemen heboh karena dikira ada pejabat daerah yang menghuni salah satu unit apartemen tersebut.
"hingga akhirnya tuan Adam sendiri yang tiba di depan apartemen milik Andreas, pria itu langsung meminta asistennya untuk memencet bel pintu hunian tersebut.
tidak lama tampak lah sosok seorang pemuda tampan, yang terlihat baru selesai berolahraga, dengan baju yang dia kenakan itu, dan keringat yang bercucuran.
__ADS_1