
Kebahagiaan Dony, semakin terasa dikala, semua orang sibuk mengejar kekayaan, justru Dony, mengejar bahagia bersama dengan sang istri, Agatha, pun begitu pengertian dan kadang meminta Dony, untuk berhenti bekerja, dan membantu dia menangani perusahaan nya, tapi Dony, tidak ingin dianggap sebagai pria yang hanya memanfaatkan kekayaan istrinya.
Dony, tetap bekerja di bengkel, yang dia buka bersama dengan sang istri, tapi hanya modal meminjam bukan mutlak memberi, karena Dony, tidak akan mau menerima itu, meskipun istrinya itu ikhlas.
Agatha, sendiri, selalu menggunakan uang nafkah dari Dony, untuk keperluan sehari-hari, sementara Dony, juga menabung untuk biyaya lahiran, dan juga biyaya, lainnya.
Sekarang Dony, pulang lebih awal, dia khawatir Agatha, kenapa-napa karena usia kehamilan nya, sudah masuk trimester ketiga.
"Sayang, aku pulang cepat, jika ada apa-apa, segera hubungi aku, sayang anak Ayah, jangan rewel ya, jaga mommy, dan kalian berdua harus baik-baik saja"ucap Dony.
"Baiklah, ayah, hati-hati di jalan dan jangan lupa lupa makan siang, dan hati-hati saat bekerja"ucap Agatha.
"Tentu saja Sayang"ucap Dony.
Dony bahkan memeluk dan mencium bibir istrinya sebelum pergi.
Sampai Dony, pergi menuju ke tempat kerja, agar duduk di kursi kebesaran nya,di kantor yang yang ada di rumah nya, saat ini, wanita cantik itu, sedang mengadakan meeting online, dia dan para pegawai yang ada di Jepang, sampai dengan selesai, Agatha, sangat berterimakasih kepada ayahnya, yang sudah memberikan orang kepercayaan nya, untuk mengurus perusahaan disana, sehingga Agatha, hanya perlu melakukan pekerjaan nya yang ringan.
Sementara sang kakak, Agam dan Ardan, mereka masih terus bekerja keras, untuk mengurus perusahaan, mereka.
Ardan sendiri, saat ini tengah berduka, setelah istrinya, meninggal dunia,di kecelakaan pesawat yang ditumpangi nya, wanita Solehah itu bahkan tidak ditemukan jejak nya, hingga semua orang ditemukan , hanya istrinya yang tidak berada di sana, meskipun akhirnya, korban dinyatakan meninggal dunia, semua.
Saat itu, istrinya tengah ada seminar di luar negeri, dia diundang oleh salah satu rumah sakit, tapi saat di tengah perjalanan pesawat tiba hilang kontak, dan tidak lama pesawat itu ditemukan di perairan, dan tidak ada satupun korban ditemukan meninggal, termasuk istrinya, yang hilang.
meskipun sudah melakukan pengecekan data, dan segala nya, bisa dipastikan bahwa istri dari Ardan menggunakan pesawat yang sama dengan para korban.
Ardan menangis tiada henti, dia harus kehilangan istri tercinta nya, istri yang Solehah, dan bahkan tidak pernah bertengkar dengan nya, wanita itu justru selalu mengingatkan tentang semua hal dengan sangat baik, dan penuh kelembutan, Ardan begitu bahagia, saat bersama dengan nya, dengan putri, dan istri yang cantik.
Sementara Agam, lagi-lagi dia menemukan ke janggalan karena ada seseorang yang mirip dengan istri, Ardan, yang tengah berada di dalam club malam, bersama dengan seorang pria yang ternyata, adalah anak buah dari paman nya, dulu yang sudah mati mengenaskan.
Agam, melihat Ariel, istri dari Ardan, tapi dengan penampilan berbeda, meskipun dia tidak menggunakan pakaian seksi, hanya saja dia tidak menggunakan kerudung, Ariel, menggunakan Hoodie dan celana panjang.
Ariel, menutup kepalanya dengan Hoodie, dia tidak membuka Hoodie nya itu.
Agam, yakin itu adalah Ariel, sehingga dia menyusun rencana penjebakan untuk, pria dan adik ipar nya itu.
Tidak butuh waktu lama, Agam, sudah berhasil, membuat wanita yang teramat mirip dengan Ariel tersebut, dan langsung membawa dia ke markas nya.
Ardan pun datang ke markas sang kakak, sesampainya di sana, Ardan yang mengenali Ariel, luar dan dalam, dia langsung memeluk istrinya, yang tengah berusaha untuk berontak.
"Kak, tolong jangan ada laki-laki lain disini istri ku tak menggunakan tutup kepala"ucap Ardan.
"Abang, maafkan Ariel, Ariel, harus melakukan itu, agar Abang bisa melupakan Ariel, karena jika Abang, terus berada di samping Ariel, semua akan dalam bahaya, Ariel, sudah berusaha untuk melindungi kalian semua.
"Ariel, Abang tidak akan membiarkan Ariel, dalam bahaya, sekalipun Abang harus kehilangan segalanya"ucap Ardan, yang lagi-lagi memeluk istrinya.
"Abang, Ariel, harus bisa kembali karena Abah berada di tangan mereka, dia menginginkan harta Abang, dan Ariel, tidak ingin itu terjadi Abang, Ariel, tidak ingin bertaruh, antara Abang, dengan Abah,biar Ariel pergi jauh agar Abang dan juga Abah selamat, dan pria itu yang sudah menyelamatkan Ariel, saat kecelakaan pesawat itu terjadi, dia dan anak buahnya, sedang berada di perairan itu"ujar Ariel jujur.
"Berarti ini, benar-benar keajaiban sayang kamu selamat sendirian"ujar Ardan, yang juga dijawab dengan anggukan kepala nya.
Ceritanya cukup panjang untuk diceritakan saat ini, bang aku harus segera pergi untuk menyelamatkan Abah, dari tangan mereka"ujar Ariel.
"Jangan pikirkan hal, itu aku yang akan menyelamatkan Abah mu, fokus lah pada rumah tangga mu, jika perlu berhenti bekerja, dan fokus urus, putri dan suamimu, tapi jika masih ingin bekerja, maka bekerjalah di rumah sakit milik keluarga kita"ucap Agam.
Obrolan mereka pun berakhir kini Ariel, tidak lagi tinggal di rumah lama nya, dia tinggal bersama dengan Arinda dan putrinya juga, suami nya, sementara Agam, tengah melakukan misi, untuk menyelamatkan ayah mertua dari adiknya itu.
Agam, yang selalu menjaga keluarga nya, dan selalu ada untuk sang istri dan kedua putranya itu,dia adalah pria tampan dan berwibawa, tapi saat dihadapan sang istri, dia seperti anak kucing yang selalu menempeli sang istri
Pria itu, baru-baru ini merengek meminta anak lagi dari Ananda, yang bahkan, tidak pernah melakukan KB, bahkan selama ini kehamilan kedua putranya yang sudah sangat lama dia nantikan, adalah sebuah keajaiban baginya.
Ananda hanya bisa mengaminkan permintaan Agam, tanpa bisa berbuat apa-apa, karena dia sendiri juga tidak tau takdir akan datang seperti apa? nantinya.
__ADS_1
Ananda bahkan selalu berdoa, semoga keinginan suaminya terkabul, tapi sepertinya doa itu tidak akan terkabul karena, saat melakukan pemeriksaan menyeluruh tentang rahimnya, tidak ditemukan adanya kemungkinan tersebut.
Sementara Ariel, setelah dinyatakan sulit untuk memiliki anak kembali kini ibu satu anak itu,tengah dinyatakan hamil , Ariel, hamil dengan usia kandungan tiga bulan.
Beruntung, saat kejadian di pesawat itu, Ariel, tidak mengalami keguguran.
Dan, setelah satu minggu melakukan pencarian terhadap, ayah Ariel, Agam, menemukan fakta baru, tentang orang tua Ariel, yang sebenarnya, laki-laki yang selama ini dipanggil Ariel dengan sebutan Abah dia adalah, ayah angkat Ariel.
Ariel, adalah gadis yatim Piatu, yang keluarganya meninggal dunia di jalan saat Abah dan istri baru pulang ceramah dari mesjid.
Sejak saat Abah, mengadopsi nya, Ariel tumbuh menjadi gadis yang sehat dan cerdas, bahkan salehah.
...🌹💖💖💖🌹...
Sementara itu di rumah sakit, Bianca, saat ini sudah tersadar. Bily Anderson, si bontot yang baru saja pulang dari luar negeri, karena mendengar kabar bahwa sang kakak tengah berada di rumah sakit, pria berusia 25 tahun itu, kini tengah mengurus perusahaan milik ayahnya yang ada di Amerika, pria tampan itu belum berkeluarga, karena masih sangat muda.
Adeline, yang datang berkunjung ke rumah sakit, membawa makanan untuk Brian, dia terkejut, saat melihat ada seorang yang begitu mirip dengan Brian, tapi ini lebih muda lagi, meskipun ketampanan nya, tidak jauh berbeda dengan Brian.
"Hi, maaf apa? tuan Brian, nya ada?"ujar Adeline, yang sudah menggunakan baju khusus, perawat yang sama dengan pegawai rumah sakit tersebut.
"Kakak, masih belum kembali katanya dia tengah rapat"ujar Bily.
"Kalau begitu, saya titip ini untuk nya"ujar Adeline.
"Taruh saja di situ"ujar Adryan, yang baru saja datang setelah mengurus kedua putri kembar nya, yang kini sudah masuk sekolah SMP, Adriyan, begitu dekat dengan kedua putrinya itu, hingga saat Bianca, di rawat mereka hanya akan bertanya beberapa kali, setelah itu terlihat biasa saja, sementara jika Adryan, yang pergi maka mereka berdua akan selalu menangis dan mencari nya.
Kedua putrinya, sangat dekat dengan Adryan, sejak mereka lahir, sementara, Bianca, sibuk bekerja di kantor.
Hingga Adryan, pun ikut bekerja di kantor, Bianca, untuk magang karena, dirinya masih seorang mahasiswa, jadi, demi suami tercinta yang selama ini dengan susah payah ia dapatkan.
Sampai saat Adeline, berlalu pergi, Bily dan Adryan pun mengobrol, sementara wanita itu sudah kembali ke tempat dia bekerja, Brian,sang kakak tertua, mereka datang.
"Baiklah, aku akan makan dulu, apa? kalian mau"ucap Brian.
"Silahkan, aku masih kenyang"ucap Adryan.
"Aku belum terbiasa, dengan makanan seperti itu"jawab Bily.
"Dasar payah, ingat ibu kita bukan wanita luar"ujar Brian, sambil tersenyum kecil.
"Aku tau tapi lidah ku, sudah terbiasa dengan itu"jawab Bily.
Brian pun pergi untuk makan, sementara itu, Adeline, sudah mulai bekerja, dia semakin bersemangat untuk mencari uang, karena putri nya, akan segera dibawa berobat ke Amerika oleh Brian.
Bukan karena dia mengandalkan Brian, tapi dia hanya ingin putri nya sembuh, lebih dulu setelah itu ia akan semakin bekerja lebih keras untuk membalasbudi pada Brian.
Satu bulan berlalu ,kini Brian, sedang bersiap untuk menikah dengan Adeline, wanita kedua setelah istri pertama nya itu, dirinya jatuh cinta untuk yang kedua kalinya pada Adeline, suster cantik yang sudah beberapa kali menolong dirinya saat dia sedang tidak beruntung karena kecelakaan atau pun disaat dia sedang sakit.
ijab qobul pun, sudah selesai di lakukan, kata sah menggema di seluruh ruangan, meskipun rumah itu terasa sempit, saat seluruh keluarga Brian, berkumpul di sana, menyaksikan pernikahan kedua nya, Brilian, yang baru kembali dari Amerika, karena diminta oleh sang ayah, untuk menjadi saksi pernikahan ayahnya dan wanita pilihan nya itu.
Brilian, tidak pernah protes, apapun pilihan Daddy nya, asalkan pria itu bahagia,, dia tau ayahnya selama ini sudah sangat kesepian, apalagi dia harus tinggal bersama dengan sang nenek Arina.
Brilian, saat ini tengah kuliah di jurusan arsitektur.
Kini mereka semua sudah bersiap untuk pergi ke Amerika , Brian, Brilian dan Amara juga Adeline, kini tengah berada di ruang tunggu bandara, mereka, sedang menunggu keberangkatan pesawat yang akan membawa mereka menuju Amerika.
Sementara itu Amara, yang kini berada di pangkuan sang mama, dia merasa segan saat melihat kedekatan Brilian, dengan Daddy nya, dia takut Brilian, marah padanya karena selama ini Daddy nya dekat dan sayang pada Amara.
"Amara, sini duduk dekat Daddy"ucap Brian.
"Tidak, Amara, sama mama saja"jawab Amara.
__ADS_1
"Hey, anak kecil...sini jangan jauh-jauh aku gak gigit kok"ucap Brilian, dengan sengaja.
"Mam"ujar Amara, dia terlihat takut.
"Jangan takut sayang kakak Brilian, gak jahat ko, dia hanya suka jahil dengan orang"ujar Brian, yang langsung menggendong Amara.
"Hi, bocah itu Daddy ku"ujar Brilian, dengan sengaja menggoda Amara.
"Mam, hiks hiks hiks hiks"ucap Amara yang langsung minta turun.
"Sayang sudah dong jangan di godain, adiknya kasihan dia"ucap Brian lembut.
"Hahaha, habis gemes Daddy, kenapa? tidak dari dulu Daddy, menikah, saat Brilian kecil, jadi ada teman"ucap nya.
"Dulu mommy mu masih ada sayang"ucap Brian, yang mengelus puncak kepala keduanya.
"Iya, juga ya"ujar Brilian.
"Di Amerika juga banyak yang memiliki istri dua Daddy"ucap Brilian.
"Tidak boleh Bi kita harus setia pada pasangan kita, kecuali kematian yang memisahkan kita"ucap Daisy.
"Heumm, oke.... anak kecil mau nangis lagi gak"ucap Brilian, yang langsung membuat kedua orang tua nya terkekeh kecil.
"Kakak, aku sayang Daddy"ucap Amara, memberanikan diri.
"Baguslah kalau begitu, biar aku tenang saat aku jauh dari Daddy"ucap gadis cantik itu.
"Kakak, tidak marah?"tanya Amara.
"Tentu saja marah, bagaimana pun,kau sudah merebut Daddy, ku tapi masih bisa aku maafkan, asal kau janji akan menyayangi dia dengan sepenuh hati, dan satu lagi jangan jadi anak rese" ujar Brilian.
"Makasih kak"ucap Amara.
"Ya sama-sama kau sudah resmi menjadi adikku, aku titip Daddy, padamu dan mama"ucap Brilian, seakan ingin pergi jauh.
"Sayang, mulai sekarang kita akan tinggal bersama, itulah kenapa? Daddy, mencarikan mommy baru untuk mu, dia wanita yang baik dan penyayang percayalah"ucap Brian, meyakinkan sang putri.
"Tapi Daddy, aku masih lama kuliah nya"ujar Brilian.
"Tidak masalah, sesekali Daddy dan mommy, akan mengunjungi mu, disana"ujar Brian.
"Heumm...ya itu bagus"ucap Brilian.
Sampai akhirnya mereka pun berangkat, mereka tidak duduk bersama dengan penumpang lain, mereka duduk di satu ruangan khusus, yang sangat nyaman dan memiliki toilet dan kamar mandi sendiri.
"Sayang, kamu mau makan sesuatu"ucap Brian, pada Adeline.
"Tidak mas, aku belum laper"ucap Adeline.
"Aku mau permen Daddy"ujar Amara.
"Boleh, sayang untung Daddy, tadi beli, ini"ujar Brian, yang menyodorkan satu buah permen coklat.
"Kakak mau"ucap Amara, pada Brilian.
"Tidak, aku tidak suka permen, seperti anak kecil begitu"jawabnya.
"Lian, sayang kamu sedang buat apa?"tanya Adeline, yang melihat Brilian tengah mencoret-coret kertas.
Seketika, Brilian, mematung ada rasa hangat di hati Brilian, saat mendengar semua itu.
__ADS_1