Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Hampir bunuh diri#


__ADS_3

"Desy, maafkan aku aku tidak bisa menjaga mu"ujar Mario.


"Dia adikku"ujar Mario setelah Maikel, dibawa pergi oleh orang-orang nya.


"Desy, ayo bersihkan diri mu, kita akan bicara setelah itu"ujar Mario yang kini mengangkat tubuh Desy yang terbalut selimut tebal itu dan mendudukkan desy di pinggir bathtub .


Pria itu langsung keluar dari dalam kamar mandi setelah menyiapkan air untuk Desy mandi.


Dia adalah Mario yang asli, yang selalu menjaga Desy.


Tangis Desy pun pecah dia menjerit dia berteriak keras memaki kebodohan dirinya yang terlambat menyadari bahwasanya Marco yang asli tidak akan memerintahkan orang untuk menjemput nya, dia akan langsung menemui nya, dan Mario, tidak akan berbuat sejahat itu padanya.


"Ahhhhhh!!!" teriak Desy yang kini menjambak rambut nya sendiri.


Gadis itu pun menenggelamkan seluruh tubuhnya kedalam bathtub dia berniat untuk mengakhiri hidupnya, tapi saat itu juga Mario langsung mendobrak pintu kamar mandi dan berlari dengan cepat meraih tubuh Desy yang sudah hampir kehabisan nafas itu.


"Desy!!"teriak Mario yang kini langsung mengangkat tubuh Desy tidak peduli wanita itu tengah bertelanjang bulat, dia benar-benar merasa hancur melihat itu.


Semua itu Mario langsung menyelimuti tubuh Desy kembali dan memerintahkan seseorang untuk membantu dia mandi kembali.


Dua orang wanita paruh baya yang kini membantu Desy, yang seperti patung itu mandi dengan lilitan handuk di tubuh Desy, wanita paruh baya itu merasa iba dengan apa? yang terjadi pada Desy, yang dikatakan tengah sakit.


Setelah itu mereka berdua membantu Desy berpakaian, seperti memandikan seorang putri kecil pada umumnya.


"Nona, ayo sekarang sudah selesai berpakaian dan biarkan saya mengeringkan rambut anda"ucap wanita paruh baya itu.


Sementara Mario yang saat ini tengah menunggu Desy dia duduk di sofa sambil melihat ke arah gadis yang kini bukan perawan lagi, akibat kesalahan yang adiknya lakukan.


Maikel sendiri saat ini tengah dikurung di sebuah ruangan yang bahkan tidak pernah bisa untuk melarikan diri karena dijaga ketat oleh orang-orang yang saat ini mengelilingi ruangan tersebut dan membawa senjata api .


Mario tidak segan-segan memerintah mereka untuk menembak kaki Maikel jika pria itu melawan atau berusaha kabur.


Selama ini Maikel tau bahwa kakak nya, memiliki orang-orang terlatih di sekeliling nya, dan sifat Mario yang terkesan santai dan lembut bisa beringas seketika jika merasa tersinggung atau mendapat gangguan, dia akan memperlakukan pengganggu itu, seperti binatang.


Kembali pada Mario yang saat ini tengah menatap lekat wajah cantik yang terlihat sangat pucat itu, dia meraih tangan Desy yang sedari tadi mematung.


"Desy, aku minta maaf, aku sangat hancur melihat mu seperti ini, tolong maafkan aku, jika saja aku sadar sedari awal jika kamu tengah berada dalam bahaya, mungkin aku akan segera menyelamatkan mu, tapi selama ini anak buah ku bilang kamu dalam keadaan aman, aku juga baru kembali dari perjalanan bisnis ku, bertepatan saat kutemukan kalung ini di depan pintu lift, dan istri ku tak sengaja menginjak nya hingga pecah menjadi dua, tapi aku janji akan melakukan apa pun untuk menyatukan ini kembali"ujar Mario yang masih mengelus tangan Desy dengan lembut.


"Tidak semua yang sudah rusak tidak akan pernah kembali seperti semula, kamu tidak bersalah kak, kamu tidak usah meminta maaf, pergilah istri mu pasti mencari mu"ujar Desy yang kini hendak pergi tapi Mario menahan nya.


"Adikku sudah merusak masadepanmu dia harus bertanggung jawab, dia harus menikahi mu"ujar Mario.


"Aku tidak Sudi jika harus menikah dengan seorang pemerkosa, lebih baik aku menyendiri seumur hidup ku"ucap Desy.


"Tapi bagaimana jika ada janin yang tumbuh di rahim mu"kata Mario.


"Aku akan menyingkirkan nya, sebelum dia lahir"ucap Desy.


"Des, aku mohon jangan lakukan itu, aku tau Maikel memang bajingan tapi anak itu tidak berdosa, jika kamu tidak ingin Maikel yang bertanggung jawab, maka izinkanlah aku untuk bertanggung jawab pada mu"ujar Mario.


"Aku tidak akan menyeret orang lain kedalam masalah ku, dan kakak tidak perlu bertanggung jawab untuk sesuatu yang belum pasti adanya, jika pun dia ada disini,aku akan mengurus nya sendiri, anggap saja dia tidak terlahir dari keluarga mu yang tidak memiliki moral itu"ujar Desy yang langsung beranjak pergi dengan membawa tas yang miliknya.


Desy pergi dengan langkah kaki diseret karena rasa sakit itu masih membekas di sana.

__ADS_1


Mario sendiri langsung mengikuti nya, hingga tiba lobby hotel tersebut, Mario langsung menarik lengan Desy, untuk membawa dia kedalam mobilnya.


"Lepas kak, aku akan pulang sendiri, lagipula sudah saatnya aku pulang"ujar Desy, yang kini mulai kembali bisa berpikir jernih, saat luka dihatinya masih menganga.


"Aku antar kamu pulang hingga tiba di rumah mu, aku akan bertanggung jawab, untuk menebus dosa yang telah dilakukan oleh adikku"ujar Mario.


"Sudah kubilang aku tidak akan membawa orang lain dalam masalah ini, meskipun semua berawal dari mu, tapi aku tidak akan meminta itu"ucap Desy tegas wanita itu langsung masuk kedalam taksi yang tadi mengantar tamu hotel.


Marco hanya melihat kepergian wanita tegar itu, dengan tatapan sendu, jika saja dia punya kuasa untuk menikah dengan nya, mungkin dulu dia akan menikahi Desy, bukan istrinya yang selama ini hanya status, karena mereka tidak pernah saling mencintai, istrinya masih mencintai pria lain, yang pastinya bukan Maikel, dan Mario yang menyimpan rasa cinta pada Desy, selama ini dia simpan rapat-rapat di hati nya.


Desy pun tiba di rumah kontrakan nya, dia kembali menangis sesenggukan, hatinya perih menerima dua kenyataan pahit, yang pertama dia kehilangan laki-laki yang paling berharga dalam hidup nya,yaitu Mario, karena dengan ini dia memutuskan untuk menjauh dari nya, dan yang kedua, dia kehilangan mahkota yang selama ini dia jaga, bahkan disaat ayah nya baru dikebumikan.


Desy, merasa dunia nya sudah benar-benar hancur.


Desy, berjalan gontai dia mengambil semua barang-barang nya, dan semua surat penting dia masukkan semua itu kedalam koper bersama dengan baju-baju nya.


Desy pun berpamitan pada yang punya kontrakan, karena kuliah nya sudah selesai, wanita itu memutuskan untuk pulang ke kampung halaman nya, wanita paruh baya pemilik kontrakan tersebut pun mengembalikan seperempat uang kontrakan nya, meskipun Desy sudah menolak itung-itung tanda terimakasih pada yang punya kontrakan yang baik hati itu, tidak pernah menagih uang kontrakan padanya meskipun Desy, terkadang telat bayar.


...🌹💖💖💖🌹...


Hingga satu tahun berlalu, sejak saat itu, Mario, tidak pernah lagi berjumpa dengan Desy, meskipun dia sudah mencoba mencari wanita itu.


Tetangga nya bilang bahwa Desy pergi meninggalkan Desa, setelah ketahuan hamil, Mario semakin merasa bersalah.


Hingga beberapa bulan kemudian, saat dia baru kembali dari Jepang di sebuah bandara di Jakarta, para teknisi pesawat terbang itu tengah berkumpul makan siang di sebuah cafe di bandara, mereka tengah bercerita tentang seorang teknisi wanita yang begitu mahir memperbaiki kondisi mesin pesawat yang sudah lama bermasalah itu.


"Heumm, gue kagum dengan teknisi yang baru bergabung satu Minggu ini, dia benar-benar tidak bisa diremehkan kemampuan nya, pantas saja gue dengar-dengar dia sempat di kontrak oleh sebuah perusahaan besar, tapi karena kehamilan nya, wanita itu bahkan tidak bisa melanjutkan kontrak kerja sama mereka, dan setelah melahirkan dia sempat bekerja di Surabaya sambil melanjutkan kuliahnya, dan saat ini dia membantu kita atas permintaan direktur utama, tapi gue heran itu wanita atau robot, dia bisa mengasuh anak sambil kuliah sambil bekerja juga" ujar salah seorang pria.


"Wah, gue mau tuh jadi suaminya meskipun gosip di luar mengatakan bahwa ia hamil tanpa suami, dan hingga saat ini tidak jelas siapa? Ayah bayi nya itu, tapi tidak ada jejak juga yang membuktikan bahwa dia adalah wanita gak bener, apa? jangan-jangan dia punya suami yang dirahasiakan atau simpanan, tapi mana ada simpanan hidupnya pas-pasan dan dia juga terus bekerja keras, bukan nya jika jadi simpanan itu kerja nya akan makmur ya"ujar salah satu nya lagi.


"Hi... Des"sapa mereka pada wanita dengan rambut pendek hanya sebatas bawah telinga itu, dia masih menggunakan seragam khusus teknisi.


"Ya"jawab Desy singkat sambil terlihat celingukan.


"Sini gabung"ujar salah seorang yang menepuk kursi kosong di samping nya.


"Saya pesan dulu"ujar Desy.


Mario membulatkan matanya, menatap tak percaya bahwa wanita yang selama ini dia cari, saat ini berada di hadapan nya, wanita itu terlihat sangat cantik meskipun tanpa polesan makeup dan juga wajah pucat seakan kurang tidur itu, dan satu lagi tubuh Desy, saat ini lebih langsing meskipun menggunakan baju yang sedikit kegedean.


Mario ingin sekali mendekat tapi dia tidak ingin mengganggu jam makan siang nya, Mario bersabar untuk menunggu nya, sambil memerintahkan orang-orang nya untuk mencari tau dimana dia tinggal di Surabaya, atau Jakarta.


"Des, kamu pulang hari ini"ujar salah satu nya.


"Ya, tapi mungkin nanti malam nunggu penerbangan terakhir, karena pekerjaan ku belum selesai"ujar Desy.


"Kenapa? tidak bekerja sambil belajar di kota ini saja, disini ada banyak kampus terbaik"ujar salah satu rekan kerja nya.


"Aku lebih suka tinggal di sana, bersama orang tua ku, lagipula sudah malas untuk pindah- pindah sudah nyaman di sana"ucap Desy.


"Tapi bonus di perusahaan itu besar atau sama?"tanya pria itu.


"Tergantung sih"jawab Desy, sambil menyuapkan makan siang nya.

__ADS_1


mereka pun menghentikan obrolan setelah selesai makan siang satu persatu pergi kini tinggal Desy yang tengah memainkan ponsel nya.


Hingga seseorang duduk di samping nya.


"Apa? kabar Des, masih ingat aku"ucap Mario.


"Maaf saya tidak punya waktu untuk meladeni anda" ujar Desy.


"Desy, please beri aku waktu setidaknya sampai waktu istirahat mu berakhir.


"Aku tidak mengenal mu"ujar Desy yang kini pergi.


"Kamu lihat mata ku, maka kau akan tau siapa? aku" ucap Mario, yang kini meraih tangan itu.


"Lupakan itu, tidak ada gunanya" ujar Desy.


"Aku tidak pernah menyakiti mu Des, tapi kenapa? kamu menghindari ku"ujar Mario.


"Wajah mu mengingat kan ku pada iblis itu"ujar Desy wanita yang kini menggunakan kalung bintang yang pernah pecah itu tapi kini terlihat jahitan yang terlihat sangat rapi meskipun liontin itu tidak seutuhnya kembali seperti dulu.


"Aku minta maaf, tapi apa? persahabatan kita sudah berakhir dengan wajah iblis ini"ucap Mario dengan tatapan sendu.


"Kak, sudah lah, jangan di bahas lagi, lagi pula tidak pantas laki-laki yang sudah beristri, bersahabat dengan wanita seperti ku, orang akan mengira perempuan sampah, sudah cukup aku di cap seperti itu, selama ini, kasihan ibuku yang sudah tua renta harus ikut menanggung beban moral itu"ucap Desy.


"Izinkan aku untuk membersihkan nama mu, menikah lah dengan ku, kita akan besar kan anak itu bersama-sama"ucap Mario.


Desy sempat terdiam, karena dia tidak membicarakan tentang putra putri nya itu.


"Tunggu kamu tau dari mana jika aku memiliki mereka, apa? kak Mario memata-matai ku"ucap Desy sambil menatap lekat wajah tampan itu, minta penjelasan.


"Jadi benar, anak itu kembar"ujar Mario.


"Maaf waktu istirahat ku sudah selesai"ucap Desy.


"Des, aku mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu, aku mohon menikah lah dengan ku"ujar Mario.


Desy yang kini masih mematung pun menoleh ke arah Mario yang berada di belakang nya, dan menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak akan, membuat orang lain, untuk bertanggung jawab atas semua yang sudah terjadi, jadi simpan bualan itu, untuk istri tercinta mu"ucap Desy tegas.


"Semua itu fakta, apa? kamu pernah berpikir sekali saja, jika tanpa hati, apa? persahabatan pria dan wanita akan bertahan sampai selama itu, apa? tanpa perasaan pria itu akan berusaha melindungi mu secara diam-diam dan, menempatkan orang-orang nya untuk menjaga nya, ya meskipun semua itu terjadi juga akhirnya, dan aku kehilanganmu selama satu tahun lebih"ujar Mario.


"Apapun itu, semua itu tetap lah salah, kamu sudah memiliki istri kak, cinta itu sudah tidak berlaku lagi"ucap Desy, sambil meneruskan langkah nya.


"Desy, aku sudah lama bercerai"ujar Mario lagi.


Tapi lagi-lagi wanita itu menggeleng pelan, dia pun pergi meninggalkan Mario yang masih menatap kepergian nya, tapi Mario, masih bertekad untuk tetap berada di samping Desy, sekalipun wanita itu tetap menolak nya ribuan kali pun, hingga Desy luluh Mario yakin itu.


Tidak lama, seseorang mengirim sesuatu di ke email nya.


Mario pun meninggalkan bandara dengan mobilnya, saat ini dia tengah duduk di jok belakang, dia tengah melihat kiriman tersebut.


Tentang data kependudukan Desy, dan tempat tinggal juga riwayat hidup dan satu lagi yang membuat hatinya bergetar hebat, sepasang bayi kembar dengan wajah yang seratus persen mirip dengan dirinya, atau sang adik.

__ADS_1


"Maikel, kau benar-benar keterlaluan"ujar Mario yang kini mengepalkan tangannya.


__ADS_2