
Kebahagiaan yang, dirasakan oleh Maikel, tidak dirasakan oleh Desy, saat ini kabar hilangnya pesawat yang ditumpangi oleh Mario, saat melakukan perjalanan bisnis, membuat Desy menangis histeris, beruntung Dony dan Agatha datang saat itu juga.
"Kak, kamu dimana yang jangan buat aku khawatir, hiks hiks hiks"tangis Desy, tidak kunjung berhenti, hingga, Agatha khawatir dengan bayi, yang ada di dalam kandungan tersebut.
Desy, bahkan tidak sedikit pun mau menyentuh makanan, sementara Maikel, yang mengetahui kabar, itu saat ini tengah mencari tahu keberadaan sang kakak, dari berbagai sumber.
begitu juga dengan Alex,dibantu oleh Agam, dan Ardan, karena Agatha mengabari mereka semua.
Agam, bahkan melakukan pencarian langsung dengan helikopter dari tempat kejadian hilang nya, pesawat tersebut tapi sayang, tidak menemukan titik terang.
Dony, dengan sekuat tenaga membuat adiknya, untuk tetap tegar, meskipun kenyataan pahit akan dia dapatkan, tapi Desy, tidak bisa tenang hingga terpaksa dokter pun, menyuntikkan obat penenang dosis ibu hamil.
Sampai empat hari pencarian, mereka masih belum mendapatkan titik terang akan keberadaan Mario dan penumpang lainnya, hingga satu Minggu berlalu, akhirnya, pesawat tersebut ditemukan, di sebuah lahan perkebunan sawit, yang benar-benar jauh dari jangkauan warga, sementara para korban tewas, tidak ada satupun yang selamat, Desy, semakin syok, dibuat nya, saat ini dia semakin histeris, dan kandungan nya mengalami kontraksi, akibat, syok berat.
Hingga dokter, berusaha untuk memberikan perawatan kepada Desy, dan bayi yang belum genap tujuh bulan itu, Desy, tidak melahirkan melainkan mendapatkan perawatan dan Dony, terpaksa memberikan Air, pada Desy,agar sang adik melupakan kejadian buruk, tersebut, karena sudah mengancam jiwa nya dan juga kedua putra nya yang masih berada di dalam kandungan.
Hingga, seluruh keluarga, memastikan bahwa, tidak ada jenazah, Mario, di sana semua sedikit diberikan kelegaan, tapi juga waswas karena, disana hutan belantara disamping perkebunan tersebut juga jauh dari pemukiman warga.
Agam, sudah menurunkan orang-orang terbaik nya, untuk melakukan pencarian menyusuri hutan dan jalan setapak, karena,tas Mario, berada di dalam pesawat yang beruntung tidak meledak setelah jatuh ke tanah.
Hingga evakuasi korban dilakukan, semua tim dikerahkan, untuk melakukan evaluasi jenazah dan data-data korban, yang berada di sana.
Hingga, pencarian satu korban yang hilang pun, dilakukan, yaitu pencarian Mario, dugaan sementara, ada ular besar yang menyambangi pesawat, setelah pesawat itu jatuh selama empat hari lebih, karena terdapat bau yang menyengat, dari para korban dan luka-luka yang mereka derita, kabar duka itu tentu saja membuat, siapapun akan syok berat, seperti yang dialami oleh Desy
Pencarian terus, berlanjut, tapi Agam, tidak hanya melakukan pencarian dari tempat kejadian, melainkan dari mulai, Cctv, bandara dan juga, awal kepergian nya, hingga pencarian yang sudah berjalan selama satu Minggu itu, akhirnya dihentikan, karena Agam, menemukan sesuatu yang mungkin akan menjadi pr bagi Agam, dan keluarga nya, karena, Agam, mendapatkan rekaman Cctv yang menunjukkan, perampasan,tas milik Mario, dan setelah itu Mario, sendiri di di setrum menggunakan alat, setrum.
Hingga Mario dibawa masuk kedalam sebuah mobil berwarna hitam dengan orang-orang berseragam khusus, seperti sekumpulan mafia .
Agam melacak plat nomor kendaraan roda empat tersebut yang tentunya palsu, Agam, tau semua sudah direncanakan, yang menjadi pertanyaan, besar adalah, siapa? dalang dibalik penculikan tersebut.
Tidak hanya fokus pada pencarian pada Mario, Agam juga fokus, melindungi Desy, dan juga kedua putra nya yang masih berada di dalam kandungan, Agam yakin masalah ini, tidak sesederhana yang orang lain pikirkan.
Agam, meminta istrinya, yang merawat Desy, dan kedua bayi dalam kandungan Desy.
Orang-orang, Agam berjaga di kediaman Mario, dan tidak membiarkan orang asing masuk kedalam, sampai Mario, ditemukan nanti dan kembali dengan selamat, semua orang masih dimintai untuk selalu waspada.
Desy, saat ini terlihat baik-baik saja, setelah Dony, memberikan air do'a untuk adiknya itu.
Hingga, orang-orang Agam, berhasil melacak keberadaan Mario, yang ternyata di Sandra di sebuah gudang tua, berada tidak jauh dari kota Jakarta, Mario, bahkan terlihat, mengenaskan, saat ini, dengan berbagai luka di bagian wajah dan tubuh nya, Agam berhasil melumpuhkan semua penjaga, dengan tembakan senjata bius, untuk semua nya, dan dia tidak capek-capek melawan mereka semua yang kini sudah diringkus oleh orang-orang kepercayaan, termasuk seorang wanita yang menjadi otak sang pelaku.
Mario, langsung dilarikan ke rumah sakit milik Argha, yang ada di Jakarta, dengan penjagaan ketat, dan penanganan yang cepat, Mario, berhasil di selamatkan meskipun, masih belum sadarkan diri, setelah banyak kehabisan darah dan juga luka yang cukup dalam di beberapa bagian.
Desy, masih belum tau keadaan suaminya, seperti apa? hingga Mario, sadar setelah dua hari perawatan, dia meminta bertemu dengan istri dan anak mereka, akhirnya Mario, dibawa pulang dan dirawat di rumah, oleh dokter, yang di tunjuk oleh Agam, ya itu Boy, sahabat Ananda.
Desy, yang melihat keadaan suaminya pun, tidak kuasa menahan tangisnya, dia bahkan berkali-kali menangis sesenggukan sambil memeluk Mario, yang berbaring di ranjang perawatan, yang ada di kamar tersebut.
Ananda, terus mendampingi Desy, sementara Arsen dan Arthur, setiap hari bermain bersama dengan bintang dan langit, dalam penjagaan Alexa, yang bahkan lebih mahir untuk menjaga anak karena, sudah latihan menjaga bintang dan langit, selama dua bulan penuh, dalam pengawasan Maikel.
"Saat ini Mension, Mario, menjadi pusat perkumpulan keluarga besar, yang sudah lama tidak bertemu itu, Arinda, Arina, dan Gerald, juga Alexander, semua berkumpul termasuk anak cucu mereka, tidak ada satupun yang terlewat, termasuk anak cucu mereka.
__ADS_1
Desy, betapa, bahagia dibalik kabar duka, wanita itu mendapatkan berkah, karena seluruh keluarga besar, Dheandra dan Refi berkumpul, tidak ketinggalan juga, Andra, yang kini sudah duduk di kursi roda, dan sudah hampir tidak bisa lagi mengenal cucu nya, yang sampai sebelas itu.
belum lagi, cicitnya yang bahkan lebih banyak, karena kembar dan tunggal tapi banyak.
Sampai, mereka membuat perayaan, seperti makan besar, bersama-sama, Mario, yang sudah berangsur membaik, pun kini ikut bergabung di samping istrinya, yang dengan setia menyuapi nya, makan.
Sementara, Agatha, dan Dony, pun melakukan hal yang sama, tapi bukan Dony, yang di suapi melainkan Agatha, yang disuapi oleh Dony, hingga semua orang mengikuti mereka,tua muda ikut, saling menyuapi, semua orang bahagia, termasuk Arina, yang disuapi oleh Bruno, mereka yang sudah tidak muda lagi, mendapatkan ejekan dari Brian, dan Bianca.
...🌹💖💖💖🌹...
Hari-hari yang mereka lewati, semakin dipenuhi oleh kebahagiaan, begitu juga dengan keluarga besar mereka, saat ini selalu menyempatkan untuk melakukan pertemuan.
Begitu, juga dengan Brian, si duda tampan berusia, 37 tahun itu, dia sering berkunjung ke rumah Agam, kakak sepupu nya, yang saat ini mengadakan kerjasama dengan nya.
Setelah kepergian, sang istri, karena sebuah insiden kecelakaan, pria tampan yang sudah mau masuk kepala empat itu kini masih terlihat tampan dan gagah, dengan satu anak, tampan, yang kini berusia delapan belas tahun itu, tidak terlihat berusia 37 tahun, dia begitu tampan rupawan.
Hari ini, dia datang, karena wanita yang dia pernah menolong nya, saat dia mengalami kecelakaan, wanita itu, bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit milik Argha.
Brian, melihat nya, kemarin, saat berada di rumah Mario, perawat, yang merawat Mario, Brian, menyukai gadis berusia, dua puluh tujuh tahun.
Brian, ingin menanyakan nomor telepon wanita itu, pada Ananda.
Ananda, langsung memberikan no, tersebut karena, Brian, bilang ada kepentingan pribadi dengan, Adeline, wanita cantik yang sangat baik hati, dan selalu menolong orang lain meskipun dirinya sendiri, tidak seberuntung Ananda.
Adeline, memiliki suami, dan satu anak berusia, tujuh tahun, dari pernikahan paksa nya itu, dan hingga, saat ini, tidak jarang Adeline, harus, terus menjadi bulan-bulanan, bagi, suaminya, yang suka berjudi dan main perempuan tidak jarang, Adeline,tak diberi nafkah lahir, karena hasil kerja pria itu, habis digunakan oleh dirinya sendiri, tapi Adeline, tetap bertahan, demi putri semata wayangnya.
Putri Adeline, yang mengalami kebutaan disaat dia terjatuh dari tangga, kini sudah berangsur membaik, dia sudah bisa melihat, meskipun sedikit suram, tapi setidaknya, putri nya, sudah mengalami perubahan, tidak buta seperti empat tahun lalu.
Hanya sebuah perhatian kecil, saat akan pergi atau pulang kerja, yang membuat Amara, gadis kecil itu, selalu merindukan ayah nya.
Amara, hanya harus puas, dengan sapaan dan gendongan sang ayah, setelah itu akan pergi.
Brian, yang mendapatkan laporan tentang wanita itu, merasa sangat geram, meskipun dia salah, tapi dia akan berjuang untuk membahagiakan Adeline, dan Amara, putri semata wayangnya itu.
Kini mereka tengah berada di sebuah cafe, yang tak jauh dari klinik, ibu dan anak, milik Ananda.
"Hi.... apa? kabar"ucap Brian.
"Tuan Brian, ya"ucap Adeline.
"Heumm, kamu benar"ucap Brian.
"Belum, di jawab"ujar Brian lagi.
"Owh, itu ya, kabar aku baik"ucap Adeline.
"Apa? punya waktu, luang saya ingin mengajak mu bicara"tanya Brian.
"Sepertinya, tidak bisa tuan, karena, masih ada yang saya kerjakan"jawab Adeline.
__ADS_1
"Lalu, kapan? kau ada waktu"tanya Brian lagi.
"Mungkin weekend, itu juga, hanya pagi-pagi tapi harus mengurus putri saya juga"ucap Adeline.
"Begini saja, setelah pulang kerja, sore ini, aku tunggu di parkiran, sekalian, aku antar kamu pulang"ucap Brian tegas.
"Tidak tuan, saya tidak langsung pulang, saya akan pergi ke penitipan anak, dan mungkin sedikit lebih lama, karena harus bicara soal Amara, putri saya"ucap wanita itu, seakan menolak untuk pergi bersama, dan saat ini pun, terlihat sangat gelisah.
Brian, mengerti, bahwa wanita itu sedang ketakutan, karena takut ketahuan oleh suaminya.
Sementara itu, di kediaman Mario, pria itu sudah mulai membaik, bahkan bekas lukanya pun sudah mulai mengering, dan sebagian lagi sudah hampir hilang karena pengaruh salep ajaib, yang diberikan oleh, Dony.
Kakak ipar, sekaligus, kakak sepupu nya itu, memberikan sebuah obat yang dioleskan pada luka tersebut.
Mario, pun tambah semangat untuk sembuh, karena melihat, perut buncit istrinya, yang sudah sering bergerak-gerak, menandakan bahwa dia, kedua putranya saat ini benar-benar sehat dan sudah jauh lebih baik dari saat kemarin.
Desy, bahkan sudah tidak terlihat sedih seperti dua Minggu yang lalu, saat Mario, dinyatakan hilang.
Desy bahkan hampir, terkena guncangan jiwa, jika saja Dony, tidak memberikan air untuk membuat dia merasa rileks.
"Sayang seperti nya, mereka sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Daddy nya, sabar ya sayang, Daddy, akan menyambut kalian, suatu hari nanti, setelah, waktu lahir sudah tiba"ucap Mario, sambil mengelus-elus perut buncit istrinya.
"Iya Daddy ku sayang , kami akan selalu bersabar"ucap Desy.
Sementara Mario, terus menciumi perut itu
Desy, begitu bahagia, saat melihat suaminya, bisa kembali meskipun dalam keadaan tidak baik-baik saja, setidaknya dia, sudah selamat dari maut.
Sampai saat ini, Agam, hanya baru bisa mengungkapkan motif, dendam terhadap Mario, karena pria itu, sudah mengambil alih perusahaan milik nya.
Dan saat ini wanita itu, tengah mengerang kesakitan karena, Agam tengah menaburkan bubuk, garam keatas, luka bekas interogasi tadi.
Agam, tidak akan melihat dia, wanita atau pun pria, yang jelas, siapapun yang berani menyakiti, keluarga nya,maka, jangan harap bisa selamat dari cengkraman Agam.
Sementara, itu untuk urusan anak buah wanita, itu, sebagian, lagi di masukkan kedalam penjara, sebagai bentuk tanggung jawab atas, penganiayaan terhadap Mario,adik sepupu nya itu.
Sementara, wanita, yang bernama Nadia, kini masih dihukum oleh Agam.
Desy, tidak peduli, wanita itu siapa? dan akan diapakan oleh, Agam, yang jelas, Desy, ingin adalah keselamatan keluarga nya, dan tidak ada lagi ancaman lainnya.
Desy, pun semakin dekat dengan suaminya, apalagi saat ini, Bintang dan Langit, sudah kembali tinggal bersama dengan nya, kedua anak nya yang selalu menjadi penyemangat.
Bintang dan Langit, semakin terlihat cantik dan tampan, bikin gemes, siapapun yang melihatnya, meskipun Desy, pernah ingin mengakhiri hidup nya, karena kehamilan nya itu.
Tapi kini, seakan tak pernah mau berpisah, dari keduanya.
Desy, sudah bisa memaafkan, Maikel, meskipun perbuatan itu, sangat ia kutuk, lagi-lagi kembali lagi, jika Maikel, tidak melakukan hal itu, mungkin Bintang dan Langit, tidak akan pernah hadir dalam hidup nya, mengisi hari-hari nya, yang kelam, dan bermandikan keringat, atas kerja kerasnya.
"Dan, kini kebahagiaan itu, kembali bertambah karena, kehadiran kedua jagoan, dari pernikahan resmi' antara dirinya dan juga, Mario.
__ADS_1
Kini usia kandungan Desy, sudah tujuh bulan, Desy, tinggal menunggu, dua bulan lagi, dia berharap, keduanya terlahir sehat, dan normal, seperti kelahiran kedua anak nya itu.
Bintang dan Langit