Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Dalang di balik teror#


__ADS_3

Agam terus mengalihkan perhatian Ananda, agar istrinya tidak larut memikirkan semua hal yang berhubungan dengan teror tersebut.


Agam sendiri sudah merancang strategi, saat ini secara diam-diam bersama dengan anak buah nya, Agam tidak akan mengampuni siapapun yang yang sudah membuat istrinya bersedih selama ini.


Sementara itu Ananda, saat ini sudah mengurangi aktifitas kerja nya, dia hanya akan mengobati orang yang datang ke rumah, dan memberikan pelayanan seperti biasanya, tidak ada kunjungan ke daerah lain.


wanita itu hanya ingin menuruti saran dari sang suami yang semakin posesif terhadap dirinya dan kedua bayi yang ada di dalam kandungan nya.


Ananda bahkan terus berada di sisi Leo, yang mungkin tidak akan lama lagi akan pergi bersama dengan Daddy kandung nya itu.


Ananda selalu melakukan kegiatan mengurus Leo, hingga mulai dari yang terkecil, saat Leonel bangun tidur hingga tidur lagi, sementara Nina tugas nya hanya mengurus rumah dan juga saat Leo, minta di gendong.


Ananda pun tidak pernah jauh dari suaminya yang sehari-hari berkutat dengan pekerjaan nya di balik laptop nya, selama Agam terus bersama dengan nya, tidak ada lagi teror, apalagi saat ini Ananda tidak menggunakan ponsel nya karena Agam sudah menghancurkan ponsel tersebut.


Ananda pun masih mengurus pekerjaan nya, meskipun tidak menggunakan handphone miliknya tapi dia menggunakan handphone milik suaminya.


semua aman terkendali dan Agam pun sudah mencurigai seseorang yang kini tengah Agam selidiki.


Seseorang mengirim email pada Agam semua semakin jelas, ternyata selama ini, yang melakukan teror pada istrinya tidak lain adalah paman nya sendiri yang memberikan Agam, tahta kerajaan mafia nya.


Pria itu bekerja sama dengan mantan istri pertama Agam, yang kini menjadi simpanan nya, Agam tidak habis pikir, bagaimana bisa semua itu dilakukan oleh keluarga nya sendiri.


"Kau harus membayar semua penderitaan yang istri ku alami, tidak perduli kau adalah kakak dari Daddy ku, kau berani menyakiti istri ku, dan membuat dia pergi dari ku, kau akan tau bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang-orang di sekeliling mu, bahkan untuk melihat mu saja dia akan jijik"ujar Agam lirih.


Sementara itu Ananda,kini tengah sibuk mengurus pekerjaan nya di bawah ada banyak pasien yang datang, mulai dari ibu yang akan melahirkan dan ada juga yang berobat untuk anak usia balita dan bayi, sebagian lagi, datang untuk membeli produk kecantikan dan sabun antiseptik, saat ini Ananda di bantu oleh sahabat satu profesi nya yang datang untuk membantu.


"Sita tolong di data dulu ya, aku mau menyiapkan semua nya"ujar Anada sambil memerintahkan kepada satpam untuk mengambil barang di gudang penyimpanan sesuai nomor seri yang ditulis oleh Ananda, dan ada beberapa yang lain nya, satpam tersebut dibantu oleh Nina, karena Leo, sudah tertidur di dalam boks bayi yang ada di ruangan tengah tempat dimana suaminya sedang bekerja.


Tanpa Ananda sadari suaminya sudah berada di belakang nya.


"Ditunggu ya Bu, pak, saya akan menyiapkan ibu yang akan melahirkan ini dulu"ujar Anada.


"Honey apa? ada yang bisa aku bantu"ujar Agam.


"Heumm, bikin kaget saja, beneran mau bantu"ujar Ananda.


"Tentu saja Sayang ku"ujar Agam .


Orang-orang yang ada di sana pun mulai berbisik-bisik, tentang kehadiran seorang pria yang tampan dan gagah tersebut, karena Agam jarang menampakkan diri di depan mereka yang datang untuk berobat.


"Baiklah Sayang, tolong data mereka satu persatu dan tanya apa keluhan mereka, kakak bisa catat di sini sesuai data orang nya"ujar Ananda.


"Cuma itu?"tanya Agam lagi.


"Heumm, Kakak pikir disuruh ngapain"ujar Ananda.


"Ku kira ada yang sulit sayang"ujar Agam.


"Atau kakak, mau bantu aku nolong ibu yang akan lahiran"ujar Ananda.


"Tidak-tidak terimakasih, lebih baik aku meluk kamu seharian dari pada harus lihat wanita lain sedang beranak"ujar Agam.


"Ya sudah sana kalau niat bantu jika kamu bisa"ujar Ananda.


Agam pun duduk di depan meja resepsionis, dia mulai mendata satu persatu, sambil menanyakan apa keluhan yang mereka derita saat ini, tapi lagi"Sayang kemarilah aku tidak mengerti ini"ujar Agam.

__ADS_1


"Owh ya ampun kak, aku lagi nanggung ini bayi nya udah mau keluar"ujar Anada.


"Owh site"ujar Agam yang tiba-tiba merasa geli mendengar itu.


"Ada apa tuan?"Tanya sita yang dia kira di panggil oleh Agam.


"Owh gini saja kamu terjemahan bahasa mereka dengan bahan Inggris atau apalah, saya kurang faham ujar Agam.


"Heumm saya kira ada apa?"ujar Sita .


Dia pun duduk di samping Agam tapi pria itu langsung menatap nya tajam, Agam tidak suka berdekatan dengan wanita lain selain istrinya, dan Mommy nya atau orang terdekat nya.


"Ma maafkan saya tuan"ucap Sita tiba-tiba gelagapan, Ananda yang kini sudah berhasil membantu bayi itu lahir mendengar nada bicara Sita, dia mulai mengerti bahwa di luar sedang ada masalah.


"Sita tolong bantu aku bersihkan bayi nya, sebentar ya Bu ,saya ambil sesuatu dulu"ujar Ananda yang kini keluar, menemui suaminya.


"Kak, mending kakak duduk saja di dalam, daripada di sini bikin gaduh, lagian apa? salah nya bekerja sama dengan mereka"ujar Ananda sambil menunjuk beberapa rekan nya yang saat ini tengah sibuk.


"Sayang aku tak mau berdekatan dengan mereka selain kamu, mereka bisa duduk menjauh atau apalah tidak usah dekat juga kan"ujar Agam lembut.


"Ya aku ngerti tapi ini bukan saat nya untuk memikirkan hal itu, sudah kakak sebaiknya masuk biar aku sendiri yang tangani"ucap Ananda yang terlihat sangat kesal.


"Maaf Ma ce, dan pa ce, saya harap kalian sabar ya , saya selesai dulu pasien yang di dalam"ujar Ananda.


Agam pun langsung masuk kedalam rumah dengan wajah yang ditekuk karena Ananda, malah meminta dirinya untuk pergi.


Hal itu membuat Ananda kepikiran.


setelah selesai menolong orang yang melahirkan Ananda dibantu oleh Sita mendata pasien, sementara dirinya melakukan pemeriksaan dan bagian farmasi ada seorang perawat laki-laki yang sedari tadi membantu nya.


hingga selesai dengan pasien anak-anak, sekarang Ananda , memeriksa pasien ibu-ibu hamil dan juga KB, lebih dari seratus pasien yang datang saat itu, hingga Ananda, hanya punya waktu istirahat untuk makan siang, dan hal itu membuat Agam khawatir.


"Kak, jangan berlebih-lebihan aku sudah biasa dengan kondisi saat ini"ujar Ananda.


...🌹💖💖💖🌹...


Hingga sore hari tiba Ananda baru selesai bekerja, saat ini Agam, sedang membantu istrinya mandi Ananda, berada di dalam bathtub, saat ini dia tengah berendam dan memejamkan mata nya, sementara Agam dengan setia menunggu sambil sesekali menggosok bagian tubuh istri nya yang terlihat sangat lelah itu.


"Sayang ayo bersihkan dulu badan mu, biar bisa istirahat di ranjang, tidak baik berendam lama-lama"ujar Agam.


"Heumm"hanya itu jawaban yang Ananda berikan Agam pun langsung menguras air di bathtub dan memandikan Ananda, dengan air hangat, membilas busa sabun day sampo, setelah itu Agam langsung memasang handuk di tubuh istri nya yang seakan tak berdaya itu .


"Sayang duduk lah dulu, aku akan ambilkan baju untuk mu, dan jangan tidur dulu"ujar Agam yang kini langsung bergegas menuju walk-in closed untuk mengambil baju untuk Ananda yaitu dress rumahan dan baju dalam sang istri.


dengan telaten Agam membantu Ananda berpakaian setelah itu dia langsung mencolokkan alat pengering rambut , dan membantu mengeringkan rambut istrinya itu.


Agam, selesai mengeringkan rambut dan menyisirnya setelah itu Ananda langsung di gendong ala bridal style menuju tempat tidur nya.


dia baringkan istrinya dengan sangat hati-hati penuh kelembutan dan menyelimuti nya lalu memberikan kecupan hangat di puncak kepala nya.


"Istirahat lah sayang ku, sebentar lagi jam makan malam, aku akan memasak untuk kita berdua"ujar Agam.


Pria itu pun, langsung keluar dari dalam kamar mereka, dan berjalan menuju dapur.


Sementara Ananda terlelap dalam tidur nya, karena tubuh nya hampir kehilangan seluruh tenaganya, mungkin faktor kehamilan nya saat ini dan itu sudah gampang lelah.

__ADS_1


Agam tengah berkutat dengan sayur mayur dan daging juga ikan, biarpun hanya sedikit tapi semua itu harus ada, dan sampai sekarang, Agam selalu berusaha untuk memberikan gizi terbaik untuk anak dan istrinya.


Sementara Nina, dia juga sedang membuat susu untuk Leo, saat ini sudah waktunya Leo tidur.


"Nina, kamu masak sendiri untuk kamu dan satpam makan malam, saya hanya masak untuk istri dan anak saya saja"ujar Agam.


"Iya tuan, tidak perlu repot-repot saya juga sedang ingin makan yang instan saat ini"jawab Nina, apalagi jika bukan mi instan atau makan cepat saji yang ada di kulkas, dan tinggal memanaskan nya di wajan.


Agam pun selesai masak dia langsung menatanya di piring, setelah itu dia kembali berjalan membawa nampan tersebut menuju kamar nya.


Agam sudah tiba di dalam kamar, dia melihat sang istri masih terlelap, Agam menghampiri nya dan menyimpan nampan besar itu di atas nakas.


Agam pun duduk di tepi ranjang sambil mengelus pipi istrinya, dia pun berkata"Sayang bangun lah kita makan dulu"ujar Agam dengan lembut.


"Heumm"ucap Ananda yang kini mulai mengerjapkan mata nya, dia pun perlahan bergerak bangkit hendak turun, tapi Agam tidak membiarkan itu terjadi.


Pria itu langsung menggendong sang istri membawa dia masuk kedalam kamar mandi, untuk membasuh muka, sambil buang air kecil.


Setelah selesai, Agam kembali membawa Ananda yang hanya pasrah saja karena dia memang tidak bertenaga..


Sampai dia kembali di dudukkan di tepi ranjang Agam pun menarik kursi untuk dirinya duduk pria itu dengan telaten menyuapi istrinya .


"Sayang besok pagi aku harus kembali ke Jakarta ada pekerjaan yang harus segera di selesaikan, kamu tidak apa-apa kan disini, tapi jangan khawatir aku melakukan penjagaan yang ketat di rumah ini, dan semua orang yang datang akan ditangani oleh anak buah ku, jangan pikirkan apapun, semua akan baik-baik saja percayalah tidak ada yang akan berani mendekat atau pun menyentuh mu"ujar Agam.


"Iya kak, aku percaya kakak sebaiknya hati-hati di jalan, aku tidak ingin terjadi apa-apa pada mu"ujar Ananda.


Setelah selesai menikmati makan malam, Ananda kini duduk bersandar di dada bidang Agam .


"Sayang aku akan sangat merindukan mu, ingat untuk menghubungi ku"ujar Agam lagi.


"Aku tidak punya ponsel kak, mau telpon pake apa? coba"ujar Ananda.


"Ponsel ini mulai sekarang menjadi milikmu sayang ku, nanti sekembalinya dari Jakarta aku belikan yang terbaru, agar tidak ada lagi yang menyakiti mu"ucap Agam lembut sambil mengelus puncak kepala istrinya.


"Apa? disana bakalan lama"tanya Anada.


"Tidak sayang mungkin hanya beberapa hari, setelah urusan selesai maka aku akan segera kembali"jawab Agam.


Agam pun kembali membantu istrinya untuk berbaring, saat ini dia bahkan meminta bekal untuk kepergian nya itu, Ananda pun tidak menolak karena dia juga akan sangat merindukan hal itu.


hingga pagi menjelma Agam, sudah bersiap, dan tanpa sepengetahuan istrinya rumah nya, sudah dijaga ketat oleh orang-orang terlatih nya saat ini.


Agam pun berpamitan dan pada saat itu Ananda baru tau tentang orang-orang yang ada di sekeliling area rumah nya.


"Jangan terlalu kecapean sayang jika kamu butuh bantuan ada mereka disini yang akan membantu mu, perintahkan saja, karena perintah mu adalah perintah ku juga"ujar Agam sambil memeluk dan mencium bibir istri nya itu hingga beberapa detik lalu membungkuk dan membenamkan wajahnya di perut buncit istrinya itu.


"Sayang kalian harus baik-baik saja di sini jaga Mommy jangan rewel kasihan Mommy, karena Daddy tidak ada bersama kalian, ingat jangan minta yang aneh-aneh sampai Daddy kembali"ujar Agam, seakan mengajak bicara pada anak yang sudah lahir, tapi mereka seakan mengerti saat ini ada gerakan dari dalam perut, usia kandungan Ananda saat ini sudah masuk enam bulan.


"Mereka bergerak"ujar Agam sambil berbinar-binar, dia sudah sangat merindukan sosok kedua putranya itu.


Setelah dilakukan USG beberapa hari yang lalu di rumah sakit kota, ternyata anak mereka keduanya laki-laki.


Bahagia, itu sudah pasti, bahkan Agam sudah tidak sabar untuk melihat mereka lahir dengan selamat dan sehat.


Agam sudah tidak sabar ingin bermain dengan mereka, memanjakan kedua pangeran nya itu, dengan semua yang ia miliki saat ini, tuhan memang adil, benar kata Ananda.

__ADS_1


Di saat sibuk menginginkan kehadiran seorang pewaris tahta kerajaan bisnis, hingga melakukan kesalahan dengan menyakiti hati wanita yang sangat mulia, mereka tidak pernah mendapat kan yang mereka inginkan, hanya ada rasa kecewa yang mereka dapatkan, dari harapan yang begitu besar tersebut.


Tapi saat ini Tuhan menunjukkan kebesaran nya, pada mereka, bahwa orang yang mereka sia-sia kan selama ini, yang dianggap benalu dan wanita mandul dengan segala rasa sakit yang mereka torehkan, tapi kini dia memiliki apa? mereka harapkan, jika saja Ananda, adalah wanita pendendam Ananda bisa membawa pergi jauh keduanya, tapi wanita itu sungguh berhati mulia.


__ADS_2