
Saat mereka tengah berdebat tiba-tiba Ananda, langsung berlari karena tiba-tiba rasa mual.
Ananda bahkan berlari melewati ruang tamu menuju dapur untuk mengeluarkan isi perut nya.
who...oo..
Suara Ananda, terdengar begitu menghawatirkan saat ini, Agam yang berlari menyusul nya, dia kaget melihat Ananda muntah dengan hebat nya, meskipun tidak ada makanan yang keluar, mungkin sudah Ananda siram, tapi yang terlihat saat ini hanya cairan kuning.
"Sayang apa? kamu salah makan, atau telat makan"ujar Agam.
Pria itu pun membantu istrinya untuk memijat tengkuk nya, hingga Ananda berhenti muntah, wajah nya terlihat begitu pucat.
"Sayang kamu kenapa?"ujar Agam, kembali bertanya.
Ananda tidak menjawab hanya tetes air mata yang kini mewakili isi hati nya, antara bahagia atau sedih harus kah wanita itu berkata jujur, setelah dia melihat pria itu sudah tidak mengharapkan semua yang dia nantikan selama ini.
"Hi...sayang kamu nangis, apa? semuanya baik-baik saja"ujar Agam.
"Tidak apa-apa, aku hanya lelah"ujar Ananda yang kini berjalan menuju tangga untuk naik ke lantai atas.
"Sayang kamu kenapa?"ujar Agam lagi, pria itu terus mengikuti langkah istrinya.
"Aku tidak apa-apa kak, kamu sebaiknya minta makan siang pada Nina, mumpung Leo masih tidur"ujar Ananda.
"Sayang aku tak mau makan jika kamu seperti ini, jawab dulu kamu kenapa? ujar Agam.
"Tidak kenapa-napa, kak aku baik-baik saja, sudah ya aku ingin istirahat"ujar Ananda yang kini membuka laci nakas, dia meraih beberapa kaplet vitamin dan obat untuk pusing nya itu.
Agam yang melihat itu matanya terbelalak, saat melihat tiga sampai empat alat tes kehamilan yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah wanita itu hamil atau tidak.
"Sayang jawab aku, apa? ini benar,,, apa? kamu hamil"ujar Agam.
"Itu semua milik pasien ku kak, sudah lah tidak perlu berharap dengan wanita mandul dan benalu seperti diriku"ujar Ananda.
Pria itu yang tadinya tampak berbinar sekarang terlihat muram tatapan mata tajam yang terarah pada sang istri, mungkin akan membuat nyali siapapun menciut tapi tidak untuk Ananda, justru itu tatapan penuh luka, Agam sangat kecewa terhadap dirinya selama ini.
"Ananda, aku tidak suka dengan ucapan mu, kapan? aku pernah mengatakan semua itu padamu, tidak sedikit pun Ananda, tidak pernah"ujar Agam.
"Mungkin tidak pernah berkata tapi kakak sudah mengiyakan semu perkataan itu apa? kakak lupa saat nyonya Arinda mengatakan itu, kamu bahkan hanya diam tanpa melakukan pembelaan terhadap ku sedikit saja, hari itu masih aku ingat hingga saat ini"ujar Ananda.
"Sayang aku mohon maaf, aku sudah berusaha mati-matian untuk membela mu, meskipun itu tidak langsung di hadapan mu"ujar Agam.
"Ya anggaplah begitu, tapi apa? kamu lupa, setelah itu bahkan tanpa izin dari ku, kamu menikah dengan wanita lain, hanya karena aku belum bisa memberikan mu anak, hanya karena aku tidak mampu untuk memberi kebahagiaan yang kalian harapkan"ujar Ananda.
"Aku minta maaf,sayang please aku mohon maaf tolong lupakan semua yang terjadi, meskipun aku tau itu sangat lah sulit, tapi kita tidak akan pernah maju jika kita terus melihat kebelakang, sekarang tolong jawab jujur, apa? kamu benar-benar hamil sayang"ucap Agam.
"Sudah aku bilang itu milik pasien ku"
__ADS_1
"Dimana ada orang yang akan menyimpan bekas itu di nakas pribadi nya, Nanda, kenapa? kamu begitu sulit untuk percaya pada rasa cinta ku yang begitu besar, selama ini, aku sangat mencintaimu, dan siapa? yang akan menyimpan barang seperti itu, di tempat pribadi, apalagi ini bekas urin orang lain, apa? kamu pikir aku sebodoh itu"ujar Agam.
"Aku menyimpan nya setelah membersihkan nya, aku hanya berharap kelak aku akan mendapatkan hasil yang sama, tapi semua itu tidak pernah terwujud hanya mimpi, sekarang kamu bisa istirahat atau pun makan bersama dengan putri mu"ujar Ananda.
"Lalu untuk apa? vitamin ibu hamil itu kamu makan jika kamu sendiri tidak sedang hamil"ujar Agam terus mencecar Ananda.
"Aku mengkonsumsi nya, biar aku terus percaya bahwa diriku bisa, seperti wanita lain"ujar Ananda.
Agam pun berlutut di hadapan Ananda dia menatap lekat wajah cantik yang kini terlihat sangat pucat, dia meraih tangan Ananda, saat itu juga"Sayang hukum aku atas semua kesalahanku tapi tolong jangan hukum aku dengan menyembunyikan sesuatu yang sangat penting bagi kita, kamu bisa bunuh aku setelah kamu berkata jujur pada ku, aku rela, tapi aku mohon jangan bohongi aku tentang kebenaran itu, aku mohon tolong jawab dengan jujur, apa? disini ada anak kita"ujar Agam.
Ananda pun memejamkan mata nya bulir air mata itu menetes seiring dengan anggukan kepala.
Agam yang melihat itu langsung bersujud di lantai, pria itu begitu bahagia, bahkan teramat bahagia, dia langsung bangkit dan menghujani istrinya dengan kecupan lembut di seluruh wajah dan terakhir di perut yang rata itu, wanita itu masih memejamkan mata saat Agam membenamkan wajahnya di perut sang istri, tanpa sadar Ananda pun mengelus puncak kepala suaminya itu.
Saat ini dunia terasa begitu penuh dengan kebahagiaan, Agam memeluk istrinya sambil berlinang air mata, saat ini Nanda pun sama-sama berlinang air mata, Agam ternyata masih begitu mengharapkan keturunan dari Ananda.
Anda pun meminta izin untuk beristirahat sejenak, saat ini. selain karena masih puyeng , dia juga merasa sangat mengantuk, beruntung tidak ada pasien dari luar karena yang terdata di desa saat ini tidak ada pasien ibu hamil jika pun ada mungkin yang baru mengidam seperti dirinya.
"Tidur lah sayang, biar Daddy yang akan memasak untuk makan siang kalian"ujarnya sambil tersenyum bahagia, jika saja pria itu, sedang berada di Jakarta, saat ini dia akan melakukan konferensi pers, untuk menepis rumor yang sudah bertahun-tahun lamanya beredar di luaran bahwa istri pertama nya mandul.
"ALEA sayang Leo kemarilah, kalian akan segera punya adik nak, kalian akan menjadi kakak"ujar Agam sambil mencium keduanya.
"Benarkah itu Daddy ALEA akan punya adik"ujar gadis kecil itu.
"Tentu saja Sayang"ujar Agam lagi.
ALEA pun melompat-lompat kegirangan, gadis kecil itu memang selalu meminta banyak adik selama ini, tapi Agam, selalu bilang bahwa ini belum saatnya.
...🌹💖💖💖🌹...
Setelah Agam selesai masak dia menghidangkan makanan itu, di piring dan mangkuk dan ditaruh di atas nampan berukuran besar, Agam meminta Nina menemani ALEA, untuk makan bersama dengan susternya dan Leo, sementara dirinya akan makan bersama dengan istri tercinta dan bersama calon anak nya itu.
"Sayang makan siang sudah siap, ayo makan siang dulu"ujar Agam.
Agam pun mengelus rambut istrinya itu dengan penuh cinta sambil membangunkan istrinya itu, yang kini mulai membuka mata nya.
"Heumm"ujarnya yang langsung membuka mata, Agam pun membantu dia untuk bangkit dari ranjang dan menuntun nya dengan hati-hati ke dalam kamar mandi, Ananda pun membasuh muka.
"Ayo duduk lah sayang Daddy yang akan menyuapi Mommy dan kalian"ujar Agam yang punya firasat bahwa janin yang istrinya kandung itu kembar.
"Kak, jangan terlalu berharap banyak, aku takut kamu kecewa"ujar Ananda.
"Tidak sayang aku yakin bahwa kamu akan benar-benar mengandung anak kembar"ujar Agam seratus persen yakin, karena dia dan Ardan juga kembar, meskipun Ardan berhenti untuk memiliki anak lagi, karena tidak tega melihat istrinya bertaruh nyawa, untuk melahirkan putri nya, meskipun mereka tidak melakukan KB atau sejenisnya, mungkin do'a mereka dikabulkan Tuhan.
Sementara Agam, sibuk makan bersama dengan istrinya sambil menyuapi istrinya, selalu ada senyuman di setiap sela suapan nya.
Ananda pun merasa sangat dicintai saat ini karena Agam memberikan perhatian lebih, saat ini, jika biasanya lebih perhatian, saat ini berkali-kali lipat dari biasanya.
__ADS_1
"Yang kita kembali saja ke Jakarta ya, agar kamu dekat dengan pasilitas kesehatan, aku harus memantau kamu dan bayi kita, aku tidak ingin sampai kalian kenapa-napa"ujar Agam.
"Aku baik-baik saja kok, kak aku akan tetap disini bersama dengan mereka, yang masih sangat membutuhkan ku, kakak tidak usah khawatir, kita akan selalu baik-baik saja, kakak fokus saja pada pekerjaan dan juga ALEA"ujar Ananda.
"Aku akan tetap disini menjaga mu, dan akan menjaga mu setiap hari nya, dan aku bisa bekerja dari sini sampai kedua anak kita lahir nanti "ujar Agam.
"Justru mereka akan lebih membutuhkan mu nanti setelah lahir karena aku tidak akan ada bersama dengan mereka"ujar Ananda yang kini mencoba tersenyum.
"Apa? maksud mu, sayang kamu adalah ibunya sudah pasti kita akan menjaga mereka bersama-sama"ujar Agam.
Ananda hanya mengangguk, dia tidak akan bicara tentang penderitaan nya saat ini, tapi dia akan mencoba untuk menutupi nya selama tubuhnya masih kuat untuk berjuang.
"Kak, boleh aku minta tolong padamu sekali ini saja"ujar Ananda.
"Apa? itu sayang"tanya Agam.
"Tolong cari ayah kandung Leo, sampai ketemu, setelah itu beritahu dia bahwa Leo, adalah putra nya, dan jika tidak mungkin untuk menemukan nya, tolong rawat dia seperti kamu merawat ALEA, putri kandung mu, tapi jika tidak, berikan dia pada Boy"ujar Ananda.
"Sayang apa? kamu menyembunyikan sesuatu dari ku"ujar Agam yang curiga.
"Kak, melahirkan itu, bertaruh nyawa dan meskipun kita harus berpikir optimis, kita juga harus jaga-jaga"ujar Ananda.
"Ananda Sayang, aku akan mencari ayah Leo, tapi tidak untuk memberikan Leo pada nya, karena saat ini aku adalah Daddy nya, dia akan aku besarkan apapun yang terjadi, tapi kamu harus berjanji akan selalu ada bersama ku seumur hidup ku"ujar Agam.
"Tuhan pemilik kehidupan kak, kita tidak bisa menentukan apa? yang akan terjadi, tapi kita hanya bisa berusaha dan terus menjalani, jadi sekuat apapun manusia berjanji tetap tidak akan pernah bisa melampaui yang maha kuasa"ujar Ananda.
Hingga satu bulan kemudian, Agam yang sudah kembali ke Jakarta karena tuntutan pekerjaan satu bulan yang lalu, pria itu hanya bisa sekuat hati menahan diri untuk tidak menemui sang istri, karena ada beberapa faktor yang harus ia pikirkan.
Yang pertama, perusahaan sedang membutuhkan perhatian ekstra dari nya.
Dan yang kedua, ALEA sudah masuk sekolah, dan putri nya tidak mungkin ia tinggal terlalu jauh dan terlalu lama, tapi bukan berarti tidak memprioritaskan Ananda, tapi justru dia juga harus menjaga kesehatan janin dalam kandungan Ananda, karena dia tidak mungkin menahan hasrat nya yang begitu menggebu jika berdekatan dengan sang istri.
Tapi sekarang Agam, sedikit lega, karena dua orang pengawal pribadi nya dia pekerjakan untuk menjaga anak dan istri nya.
Yang perempuan untuk urusan pribadi anda, dan yang laki-laki untuk mengantar istrinya pergi ke pelosok desa jika anda panggilan mendadak, tentu saja pengawal wanita itu akan ikut bersama dengan nya.
Sementara Agam sibuk pergi pagi pulang pergi, saat ini dia hanya menyempatkan bertemu di pagi hari bersama dengan putri nya itu, dan setelah nya, akan kembali berangkat ke kantor.
Hingga akan pulang pagi dini hari lagi, dia tengah sibuk mengerjakan proyek yang benar-benar Mega proyek,besar .
Mungkin juga rejeki bayi twins yang yang ada di rahim Ananda saat ini, Agam dan Ananda sudah memastikan itu, dan benar saja bayi yang Ananda kandung saat ini adalah bayi kembar.
Ananda sendiri saat ini tidak terlalu banyak beraktifitas, hanya mengobati para bayi dan balita yang sakit, selebihnya melayani pembeli produk yang di pesan oleh mereka semua termasuk kosmetik yang memiliki lisensi dan hanya di produksi oleh Boy, karena sudah diyakini semua itu aman karena dari bahan yang alami.
perusahaan milik Boy, berkembang pesat karena Ananda ikut terjun untuk pemasaran produk kosmetik dan berbagai sabun kesehatan termasuk sabun antiseptik yang kebanyakan di pesan oleh orang para warga di beberapa desa, yang sering terjangkit penyakit kulit.
Ananda, pun kembali ke rumah setelah selesai jam praktek, dan setelah itu menghabiskan waktu bersama dengan Leo dan juga melakukan panggilan video pada suaminya itu.
__ADS_1
sementara itu di kediaman Argha tengah duduk bersama dengan sang istri yang kini tengah menangis sesenggukan karena merasa bersalah terhadap, menantunya yang selalu ia coba singkirkan selama ini, ternyata keraguan yang hilang timbul itu, sudah mengantarkan dirinya kedalam jurang kesepian, kini Agam tidak lagi mau datang berkunjung ke Mension utama, pria , bahkan sudah tidak lagi mau mendengarkan perkataan nya, karena semua bersumber dari Arinda yang selalu ingin memisahkan diri nya dengan Ananda.
Sejak kelahiran putri nya, Agam seakan enggan untuk bertegur sapa dengan Mommy nya itu, karena wanita itu telah menciptakan jarak antara dirinya dengan sang istri, meskipun Agam tetap menghormati ibunya itu.