
Bily, dan Atala kini tengah duduk di kursi barisan paling belakang, mereka duduk bersebelahan keduanya memegangi popcorn dan Pepsi, sambil anteng nonton film kesukaan Atala, wanita pemberani itu, tidak pernah takut dengan apapun termasuk film yang dia tonton saat ini adalah film horor dan trailer.
Sementara Bily, agak ngeri,pas melihat adegan pembantaian itu, dia sampai menggenggam erat kaleng Pepsi yang, dia pegang beruntung sudah kosong jika tidak mungkin isinya sudah muncrat keluar bahkan bisa kemana-mana.
"Sayang jijik ih, lihat kaya gitu aku bisa gak selera makan"ucap Bily.
"Bily, jika jijik bisa merem atau nengok ke aku"ujar Atala.
"Heumm, ide bagus"ucap Bily, yang kini mencuri satu kecupan.
"Bily, bukan begitu, aku hanya sedang memberikan saran agar kamu tidak merasa jijik"ucap Atala.
"Tapi melihat mu saja, tidak ada gunanya jika tidak ada yang bisa kulakukan"ucap Bily, sambil terkekeh kecil.
"Woy berisik tau,mau nonton atau mau diskusi"ujar penonton yang ada di barisan kedua dari belakang.
"Sudah kubilang jangan berisik, semua orang sedang pada tegang-tegang nya"bisik Atala, lirih.
"Kita pulang saja, buat apa? nonton horor dan trailer, jika kamu nya gak ketakutan seperti mereka"tunjuk Bily, pada yang lain yang ada di depan, semua saling mendepak, atau berpegangan tangan tapi Atala, terlihat sangat enjoy.
"Kau pikir aku bocah, seperti mereka, aku sudah dewasa, mana ada takut dengan film, yang ada-ada saja"ucap Atala.
"Owh, ya ampun aku sampai lupa, jika ternyata, cinta ku ini, adalah seorang dokter bedah, jadi, dia tidak akan pernah takut dengan darah dan daging yang di sayat-sayat" ujar Bily.
"Aku belum pernah bekerja, tapi praktek sudah sering, tapi bedah mayat, saja tidak ada yang hidup"ujar Atala.
"Bily, bergidik ngeri sekaligus jijik, saat wanita itu bilang bahwa dia sudah pernah praktek bedah mayat.
Sudah pasti, mayatnya sangat mengenaskan.
"Sayang, sudah selesai kan tuh ending nya, sedih kamu gak nangis lihat kekasih nya, dibunuh se-sadis itu"ujar Bily.
"Tidak.... Bily, itu hanya film"ucap Atala.
Bily, merasa dirinya yang paling bodoh saat ini bagaimana bisa dia berpikir bahwa, kekasih barunya itu, alias teman masa kecil nya itu takut dengan hal seperti itu, sedari dulu dia seorang pemberani, bahkan saat ditinggal oleh tunangan nya, saat hari pernikahan nya, tinggal sebentar lagi pun dia tidak pernah mengeluh dia masih bisa berpikir rasional.
Sampai saat, film berakhir Bily, mengajak dia makan, gadis itu bahkan tidak pernah pilih-pilih makanan, sampai di sana dia menolak untuk makan di restaurant, seperti saat Bily, membawa nya untuk sarapan di restaurant berbintang tapi kini dia menantang Bily, untuk makan bersama di sana.
"Jika kamu lapar, sebaiknya kamu pulang ke rumah mu, Bily, aku mau cari makan pinggir jalan yang buat kenyang dan sangat ekonomis"ucap wanita itu.
"Ya ampun sayang, kamu itu belum jatuh miskin, dan kekasih mu, masih sanggup untuk membelikan makanan termahal di dunia, jika kamu mau, kenapa? harus makanan di tempat yang banyak polusi udara gitu, gak sehat"ucap Bily.
"Aku lebih tau yang mana yang sehat dan yang tidak, soal makanan, asal bikin perut kenyang lidah senang mau itu di pinggir got sekalipun aku tidak pernah tawar-menawar yang penting, selain kenyang juga tidak menipu kantong, seperti restaurant berbintang yang selalu jadi tempat favorit mu, sudah makanan sedikit, mahal pula sementara bahan sama, hanya tempat dan cara mengolah, dan tampilan yang berbeda dan satu lagi beramal secara tidak langsung, setidaknya dengan membeli dagangan mereka, kita bisa membantu perekonomian mereka, yang jauh dibawah kita"ucap Atala.
Bily, semakin kagum dengan kecerdasan yang dimiliki oleh Atala, dia tidak hanya mengenyam pendidikan tinggi, tapi juga hasil dari itu ia gunakan di keseharian, gadis cantik tak hanya cerdas dan mandiri, dia juga suka berbagi, paket komplit, bagi seorang yang sedang mencari istri, tapi entah alasan apa? dia tidak kunjung bekerja di rumah sakit.
"Ternyata sayangku ini memang sangat cerdas, tapi tidak ada salahnya juga kan jika kita mampu untuk itu"ucap Bily.
"Memang tidak ada salahnya sih, semua orang bebas memilih, dan jika dia mampu, tapi jika ada kualitas sama dan harga ekonomis sih untuk kaum wanita ya itu yang dicari, seperti bisnis online shop, yang aku jalani saat ini, sudah lumayan banyak kemajuan, dan senang juga bisa membantu para emak-emak ber-daster bisa menyenangkan mereka yang kantongnya pas-pasan."ucap Atala.
Hingga mereka tiba di warung makan di pinggir jalan, yang menyajikan kuliner Indonesia mulai dari aneka makanan khas Indonesia dan dari berbagai daerah dengan harga yang murah, tidak bikin kantong jebol mungkin yang membedakan adalah tempat dan juga cara penyajian, Atala, memesan sate Madura, sayur asem, dan bebek panggang dengan bumbu Bali, masih banyak lagi yang lainnya, meskipun dengan porsi kecil, Bily, sebenarnya ragu untuk memakan itu, tapi Atala, berhasil meyakinkan Bily, bahwa makanan itu sangat lezat dan dijamin bersih.
__ADS_1
Satu suap, berhasil mendarat di mulut Bily, dari tangan wanita itu yang kini makan menggunakan tangan tidak dengan sendok maupun garpu dan pisau.
Bily, sempat mematung, tapi Atala, tersenyum manis sambil myakinka nya.
"Sayang, sebaiknya kamu pergi ke restaurant berbintang jika tidak cocok dengan menu ini, lagi pula ini sudah larut, aku mau langsung pulang setelah ini, pekerjaan ku, pasti sudah menumpuk"ucap gadis dewasa itu.
Mendengar ucapan sayang itu, akhirnya Bily, mengunyah makanan tersebut, hingga menahan ekspresi wajah nya saat ini, karena Bily, benar-benar tengah dibuat nikmat dengan menu tersebut.
"Heumm, tidak buruk juga"ucap Bily, yang kini kembali minta disuapi.
"Bily, sayang aku makan, kamu makan, jadi tidak menunggu lama yah, gunakan saja sendok dan garpu itu, jika tangannya tidak mau kotor"ucap Atala, lembut meskipun dia menahan kesal setengah mati, pada pria yang kini ada di hadapannya.
"Heumm, pelit"ujar Bily, yang langsung mengambil makanan tersebut.
"Dimana, kantor mu sayang"ucap Bily, yang penasaran.
"Hehe, kantor apa? aku tidak ada kantor, seperti dirimu yang pengusaha sejati, aku hanya pejuang receh"ucap Atala, merendah karena memang cara bisnis nya dia itu tidak membutuhkan kantor, dia menggunakan aplikasi, dan jika ada yang memesan barang, padanya, dia yang meminta reseler mengadakan barang tersebut dan mengirimkan barang tersebut dengan harga sekian, dan dia dapat untung sekian persen dari harga barang tersebut, dan meskipun tidak untung banyak, yang penting bisnis tersebut terus berjalan dan pembeli puas dan secara tidak langsung dia sudah membantu ibu-ibu yang kantongnya pas-pasan, mendapatkan barang berkualitas sesuai dengan harga tersebut dan yang paling penting amanah.
...🌹💖💖💖🌹...
Seminggu kemudian, saat Bily, tengah berada di sebuah hotel berbintang, dia tengah mengadakan meeting, bersama dengan klien nya, tiba-tiba dia melihat Jordan, tengah berada di restaurant hotel tersebut, dengan seorang wanita yang usianya mungkin lebih dewasa dari dirinya, bisa diperkirakan dia adalah wanita simpanan Jordan, saat mereka masih bersama, antara Jordan dan Atala.
Wanita itu terlihat bersikap manja dan kadang juga, membuat Jordan, tersenyum manis dibuat nya.
Sementara Bily, terus menatap lekat mereka berdua sambil mendengarkan penjelasan dari asisten rekan bisnis nya itu.
^^^"Sayang, jika seandainya dia datang kembali, apa? yang akan kamu lakukan"Bily.^^^
Sampai saat Atala, membaca pesan tersebut.
"Apa? penjelasan ku, masih kurang jelas, lagi pula tidak akan mungkin keajaiban dunia itu terjadi, meskipun rasa itu belum sepenuhnya hilang"balas Atala.
Pesan itu tidak sempat Bily, baca karena dia kembali mematikan handphone nya.
Sementara itu pria, yang kini Bily, hubungi tengah berada di depan pintu pagar yang menjulang tinggi itu, pintu Mension, milik keluarga Atala.
Jordan mengirimkan pesan singkat.
"Honey, aku pulang temui aku di depan"Jordan.
Atala yang kini tengah menunggu balasan dari Bily, dia melihat pesan itu muncul, dari nomor yang tidak pernah dia blokir.
Air mata Atala, tiba-tiba jatuh tanpa permisi, pria yang selama ini ia cintai, pria yang bahkan tidak pernah menyakiti dirinya, selama mereka berpacaran, bahkan Jordan yang selalu memberikan dia rasa aman dan nyaman, di malam pertunangan nya tiba-tiba saja datang seorang perempuan yang mengaku hamil anak nya.
Hancur, sudah pasti Atala, rasakan bahkan jika dia tidak mengingat takdir, mungkin dia sudah bunuh diri.
Atala, terdiam hingga berkali-kali bel pintu Mension itu, berbunyi, pelayan bahkan bukan nya, membuka pintu tersebut, tapi malah berdiam diri, mereka tau siapa? yang datang, seperti perintah Atala, sekalipun pria itu memanjat tembok pagar, jangan biarkan pria masuk.
"Honey, buka pagarnya, kita harus bicara"ucap Jordan saat melihat wanita yang pernah ia kecewakan kini tengah berdiri di balkon menatap datar pada dirinya.
"Honey, kamu harus mendengarkan penjelasan ku dulu"ucap Jordan.
__ADS_1
Tapi, wanita itu tidak bergeming sedikitpun, sampai saat dia melihat sebuah mobil mewah lainnya berhati di pintu pagar yang sama, akhirnya Atala turun kebawah, dan menyambut Bily.
Bily, datang bahkan di tengah meeting, yang belum selesai, demi Atala, yang menghubungi nya, karena Jordan datang, dia tidak perduli jika kontrak kerja sama mereka dibatalkan yang jelas urusan Atala, lebih penting.
"Sayang kamu sudah datang"ucap Atala, yang langsung memeluk Bily, yang juga memeluk sambil mengecup kening nya.
"Iya, sayang aku khawatir, kamu kenapa-kenapa"ucap Bily.
"Apa-apaan ini Atala, kamu selingkuh di belakang ku, saat aku sedang berjuang mencari nafkah untuk masadepan kita nanti"ucap Jordan.
"Berjuang....ini yang kamu sebuah berjuang"ucap Atala, yang langsung memberikan sebuah amplop yang berisi, bukti-bukti perselingkuhan Jordan dengan wanita yang lebih pantas, disebut ibu, ataupun tantenya.
Semua itu, benar-benar nyata, tidak ada rekayasa sedikit pun, bahkan rekaman Cctv hotel yang sering ia kunjungi pun, ada di sana.
Jordan pun, mulai gelagapan dia hendak memberikan alasan lainnya lagi.
"Apa, masih belum jelas, masih ingin bicara tentang berjuang mencari nafkah, heeuh, jangan membuat dirimu seolah-olah benar-benar orang tidak mampu Jo, harta kekayaan mu bahkan bisa menghidupi tujuh istri sekaligus jika kamu mau, tapi karena kau tidak pernah mencintai ku, selama ini, maka kau lebih memilih, wanita ****** itu, ingat Jordan, tidak semua wanita bisa kau tipu, termasuk diriku"ucap Atala, tegas.
"Sayang, aku pria normal, dan kamu sendiri tidak pernah bisa memberikan itu padaku, bahkan hanya sekedar ciuman saja, kamu selalu menolak, dan aku bahkan sudah mengikuti kemauan mu, untuk bersabar hingga hari pernikahan itu tiba, tapi bahkan setelah bertunangan pun, kamu masih menjaga jarak dengan ku, pria normal mana, yang akan tahan dengan itu"ucap Jordan.
"Kau pikir aku tidak normal, kau pikir aku tidak punya kebutuhan, tapi aku sangat tau, kapan itu harus dilakukan dan tidak nya, itulah perbedaan ku, dengan wanita simpanan mu, aku tidak akan menjadikan diriku seperti seorang pelacur, hanya demi mempertahankan pria sampah seperti dirimu"ujar Atala.
Jordan hendak menarik, Atala, tapi Bily, langsung pasang badan untuk melindungi wanita yang sangat ia cintai.
"Jangan pernah sentuh calon istri ku, jika kau masih ingin hidup di dunia ini"ucap Bily, tegas.
"Kau akan rasakan akibatnya, Atala"ucap Jordan yang langsung pergi, sementara Atala, masih mengusap air mata nya.
"Kamu tau semua itu sayang"ucap Bily, kaget.
"Aku tidak akan pernah menjadi wanita bodoh, hanya untuk pria seperti dirinya, mungkin aku diam selama ini, tapi bukan berarti, bahwa dia bisa berbuat seenaknya, aku hanya sedang menunggu waktu yang tepat"ucap gadis itu.
Sementara itu Bily, langsung memberikan pelukan terhadap Atala, yang masih bercucuran air mata, bukan karena rasa cinta nya, tapi sakit karena dibandingkan dengan wanita ****** seperti wanita itu.
"Apa?, sudah makan siang"tanya Bily.
"Sudah tadi, sambil bekerja"jawab Atala.
"Sayang, aku harus bersih-bersih dulu, setelah itu, aku kembali lagi"ucap Bily.
"Istirahat saja, kamu pasti lelah, lagipula saat ini, aku harus pergi ke rumah sakit dimana, mulai besok aku mulai bekerja"ucap Atala.
"Kamu bekerja besok?"tanya Bily, heran.
"Memangnya, aku kuliah lama-lama hanya untuk berdiam diri, aku sudah memutuskan untuk berkarir di usia ku ini, sampai akhir aku pensiun nanti, aku akan tetap bekerja, terserah kamu mau lanjut atau tidak"ucap Atala.
"Aku sudah memilih mu, untuk semua hal yang terjadi apapun itu, aku akan tetap bersama dengan mu, dan kau adalah satu-satunya istri ku kelak"ucap Bily.
"Terimakasih"ujar Atala.
Bily, pun kembali pergi untuk pulang ke Mension, yang tidak jauh dari area Mension, tersebut.
__ADS_1
"Kamu memang selalu jadi yang terbaik Bily, dan aku akan mencoba untuk membuka hati untuk mu, sebisa ku"