
Refi bahkan tidak pulang , saat ini dia sedang berada di kantor nya pria itu ingin menenangkan pikiran nya.
dia tidak pernah menuntut Dheandra untuk memiliki anak nya, tapi istrinya selalu berpikir bahwa dia menginginkan itu.
"Sayang aku tak ingin anak jika kamu tidak sanggup untuk memberikan itu, tapi aku tidak ingin menikah lagi dengan wanita lain,aku tidak hanya ingin kamu saja tidak dengan yang lain"lirih nya.
sementara Dheandra masih setia menangis sesenggukan dia merasa sangat bersalah, tapi dia benar-benar ingin memberikan Refi kesempatan untuk memiliki anak kandung nya sendiri bukan anak sambung dari nya yang selama ini Refi sayangi.
hingga dia tertidur pulas Dheandra bahkan tidak menggunakan selimut.
Refi pun kembali ke rumah peternakan itu, dan langsung bergegas menuju kamar nya, saat dia masuk dia terkejut melihat Dheandra tertidur di sofa dengan kaki menjuntai kelantai wajah nya basah, karena menangis Refi langsung mengusap sisa air mata itu.
"Maaf aku"ucap Refi.
pria itu mengecup bibir Dheandra dan langsung mengangkat tubuh istri nya, membawanya ke atas ranjang dan membaringkan istrinya perlahan lalu menyelimuti tubuh Dheandra dia langsung mengecup kening nya dan langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Refi menghela nafas panjang karena tidak mengira bahwa kemarahan nya, akan membuat istrinya terluka hingga sesedih itu.
Refi pun langsung menyalakan shower, setelah itu dia pun mulai mengguyur tubuhnya.
hingga beberapa menit kemudian akhirnya dia selesai mandi Refi langsung pergi menuju walk-in closed, dan langsung memakai baju.
selesai memakai baju Refi langsung berjalan menuju ranjang dia masuk kedalam selimut, dan memeluk Dheandra yang kini terjaga.
"Mas... maafkan aku"ucap Dheandra.
"Sudah lah sayang tidak usah dibahas lagi, sekarang lebih baik kamu tidur ini sudah larut"ucap Refi.
"Tapi mas belum memaafkan aku"ucap Dheandra.
"Sayang aku bilang jangan di bahas lagi kamu ngerti gak sih"ucap Refi yang sejujurnya belum bisa memaafkan sikap Dheandra tadi pagi.
"Hiks hiks hiks hiks..... baik lah jika mas tidak bisa memaafkan aku, lebih baik aku pulang saja ke rumah ku, aku tidak mungkin berada di sini di"ucapan Dheandra terhenti karena Refi langsung membalikkan tubuhnya yang hendak pergi dan langsung mencium bibir Dheandra sedikit kasar.
Refi bahkan tidak memberikan Dheandra untuk mengeluh atau pun pergi, saat ini pria itu telah menggauli istri nya.
Refi benar-benar meluapkan emosi nya lewat percintaan itu hingga dia berkali-kali menumpahkan benih cinta nya di rahim istrinya itu.
Refi bahkan tidak membiarkan Dheandra berganti posisi saat ini dia membuat Dheandra di bawah nya.
hingga pagi menyapa keduanya belum ada yang terjaga karena kelelahan.
hingga ketukan pintu terdengar nyaring.
"Mom... dibawah ada Daddy... dia ingin mengajak kami liburan"ucap Arinda.
"Sayang Arinda memanggil"ucap Refi yang langsung mengelus pipi mulus istrinya itu.
"Aku masih ngantuk mas saja yang temui mereka"ucap Dheandra.
"Heummm baiklah sayang ku istirahat saja"ucap Refi.
Dheandra hanya mengangguk dan masih memejamkan mata nya.
Refi pun bangkit dan menggunakan kimono tidur nya lalu berjalan menuju pintu kamar lalu membuka nya.
"Ayah dibawah ada Daddy"ucap Dheandra.
"Suruh tunggu Ayah mandi dulu nanti ayah temui"ucap Refi.
"Baik lah yah..."ucap Arinda.
Refi pun langsung bergegas menuju kamar mandi dia langsung menyalakan shower dan membersihkan diri tidak sampai tiga puluh menit, akhirnya pria itu turun dengan pakaian santai nya dengan rambut setengah basah yang terlihat berantakan tapi malah menambah kesan seksi dengan wajah tampan Refi.
"Wah ada tamu rupanya"ucap Refi.
Andra yang sedari tadi berbincang dengan kedua putrinya pun kini bangkit dan menghampiri Refi.
"Aku kesini ingin mengajak putri ku berlibur"ucap Andra.
"Boleh asal mereka bersedia"ucap Refi.
"Aku tidak minta izin padamu aku minta izin pada Dheandra"ucap Andra, sedikit kesal.
"Heummm.... istri ku akan berpendapat sama dengan ku"ucap Refi.
__ADS_1
"Owh... benarkah"ucap Andra, sedikit merendahkan.
"Tentu saja kami suami istri akan satu pendapat untuk urusan anak"ujar Dheandra, yang sudah berdiri di tangga wanita itu terlihat sedikit berantakan karena belum sempat mandi dan masih menggunakan kimono tidur karena hendak mandi tapi dia penasaran dengan Andra.
"Sayang kamu belum bersih-bersih"ucap Refi.
"Aku mau lihat siapa yang datang"ucap Dheandra sambil kembali berjalan menuju lantai atas untuk masuk kedalam kamar nya.
"Kamu sudah dengar bukan sekarang sebaiknya kamu tanya mereka setelah itu apapun keputusan nya tidak boleh ada paksaan"ucap Refi yang langsung berjalan menuju meja makan.
sementara Andra langsung berbalik dan kembali bertanya.
"Sayang kalian mau kan ikut berlibur bersama Daddy"ucap Andra lembut.
"Baiklah Daddy"ucap keduanya.
"Andra pun tersenyum bahagia, saat itu juga dia meminta pengasuh mereka untuk menyiapkan segala keperluan nya, sementara Refi, bersikap biasa saja,toh mereka pergi dengan bapak nya. bukan dengan orang asing dan sudah seharusnya mereka melakukan pendekatan.
hingga mereka pun pergi Refi baru selesai sarapan, saat Dheandra turun, wanita itu bahkan tidak sempat melihat putri nya sebelum pergi.
"sayang kamu sudah selesai, kemarilah makan sarapan nya, aku akan menemui nya untuk meminta maaf"ucap Refi pada Dheandra.
"Heummm... baik'lah sayang"kata Dheandra yang menyetujui itu.
Refi memberikan kecupan singkat, setelah itu dia langsung pergi ke arah luar rumah dia akan menggunakan mobil untuk pergi ke perbatasan area peternakan untuk menemui Eren.
Refi sudah berada di dalam mobil yang sudah dipanaskan mesinnya oleh sang sopir di setiap pagi nya karena sudah menjadi rutinitas nya.
setelah itu dia langsung tancap gas menuju rumah tersebut, rumah kepala pelayan dan juga pegawai peternakan.
tidak sampai lima belas menit Refi sudah tiba di sana, dia langsung turun dan para wanita yang tinggal di sana menyambut kedatangan bos suami mereka dengan sangat hormat.
Refi berjalan melewati mereka,menuju sebuah rumah yang kini terlihat sepi.
"Dimana pemilik rumah ini"ucap Refi.
"Tuan mereka sedang ke pasar mungkin sebentar lagi sampai karena sudah sedari pagi tadi.
"Owh baik'lah jika keponakan nya sudah datang suruh dia temui saya di danau "ucap Refi yang kemudian pergi melihat dan memantau peternakan nya sambil menunggu waktu Eren tiba.
hingga satu jam kemudian, seseorang memberitahu bahwa Eren, sudah berada di danau.
Refi, segera membersihkan tangan nya lalu berjalan menuju mobilnya dan bergegas menuju tepi danau.
🌹💖💖💖🌹
sesampainya di dermaga kecil danau tersebut Refi langsung menepikan mobilnya.
"Selamat siang Eren"ucap Refi.
"Siang tuan, maaf membuat anda menunggu"ucap Eren.
"Tidak masalah lagi pula kamu tidak tau aku akan kesana"ucap Refi.
"Ada apa?... tuan meminta saya kemari"ucap Eren bertanya.
"Aku ingin meminta maaf,atas kejadian kemarin"ucap Refi.
"Tidak masalah tuan, seharusnya saya yang minta maaf, jika kedatangan saya membuat anda dan Nyona Dheandra jadi bertengkar, sungguh saya tidak ada niat untuk itu, saya kesini untuk menghindari perjodohan saya dengan pria hidung belang pilihan ayah angkat saya, jadi tidak ada maksud lain"ucap Eren.
"Kau punya orang tua angkat"ucap Refi penasaran.
"Ya tuan, setelah kedua orang tua ku, meninggal dalam kecelakaan ada sepasang suami istri yang menjadikan ku, sebagai anak angkat nya, dan setelah ibu angkat meninggal dunia, ayah ku sering bermain judi, dan aku dijadikan taruhan nya,maka dari itu aku kabur dan pergi menuju kesini karena ternyata saudara dari orang tua kandung ku tinggal di sini,aku tidak tau jika peraturan disini sangat ketat hingga aku lancang menikmati keindahan danau ini"ucap Eren, merasa sangat bersalah.
"Tidak apa-apa, kamu bebas datang kapan saja kesini mulai sekarang, dan jika kamu butuh pekerjaan aku sedang butuh karyawan baru di sini sebagai asisten paman mu,kamu bisa mencatat semua laporan tentang pengeluaran dan pemasukan di sini"ucap Refi.
"Terimakasih tuan, terimakasih banyak saya sungguh berterimakasih anda sudah berbaik hati untuk menerima saya di sini saja saya sudah sangat bersyukur apalagi dengan pekerjaan ini"ucap Eren.
Refi hanya mengangguk.
"Satu lagi kamu pasti tidak nyaman tinggal berdesakan dengan mereka, kamu lihat bangunan kosong yang ada di sana itu adalah rumah untuk pekerja baru, jika kamu suka, kamu bisa memilih salah satunya"ucap Refi.
"Saya, takut tinggal sendiri tuan karena mereka mengancam akan mengejar saya kemanapun, dan itu selalu menghantui saya, jadi saya tidak bisa tinggal sendiri di sana"ucap Eren.
"Aku pastikan kau aman, tidak akan ada yang berani menyentuh mu,di sana ada banyak Cctv, dan aku menempatkan penjaga untuk memantau Cctv itu dia puluh empat jam"ucap Refi.
__ADS_1
"Baiklah akan saya coba tuan"ucap Eren.
"Bagus, kalo begitu mulai hari ini kamu bisa pindah kesana dan besok pagi kamu sudah bisa mulai bekerja"ucap Refi.
"Baiklah tuan terimakasih"ucap Eren.
"Sama-sama,aku pergi dulu, ingat tugas mu, karena besok aku dan istriku, akan pulang ke Jakarta"ucap Refi.
"Iya tuan"ucap Eren, sambil membungkuk.
Refi pun langsung bergegas masuk ke dalam mobil, dan berkata"naiklah aku akan mengantarmu pulang"ucap Refi.
"Tidak usah, tuan saya jalan kaki saja sambil menikmati pemandangan"ucap Eren sopan.
"Baiklah kalau begitu aku duluan"ucap Refi.
Refi pun langsung tancap gas menuju rumah besar itu
sesampainya di sana dia melihat Dheandra, tengah duduk termenung sendirian di bawah pohon rindang dengan buku diary di tangan nya.
"Sayang kamu disini"ucap Refi, sambil mengecup kening Dheandra.
Refi duduk di samping nya.
"Aku sedang menikmati udara yang sejuk ini mas, ternyata hidup ku sudah sampai di sini"ucap wanita itu, entah apa?... yang ia pikirkan.
"Sayang kamu itu, sedang mikirin apa sebenarnya, aku tidak mengerti"ucap Refi.
"Mas,aku hanya sedang rindu Bunda, dia selalu berkata keberhasilan dalam hidup ku ini tidak pernah lepas dari do'a dan usaha kedua orang tua kita, mungkin saja mommy dan Daddy ku, selalu berdoa untuk kebahagiaan kami berdua, aku dan kak Randy, meskipun jalan yang harus dilalui untuk sampai pada hari ini terlalu terjal"ucap Dheandra.
"Semua, sudah suratan takdir sayang kita hanya perlu untuk berjuang agar bisa mencapai titik ini, jadi tidak perlu terlalu banyak pikiran, jika kamu rindu mereka kita bisa datang berkunjung ke sana"ucap Refi.
"Aku rindu suasana panti tapi sayang semua sudah tidak ada lagi"ucap Dheandra.
"Sini sayang aku peluk"ucap Randy yang langsung membuat Dheandra membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.
"Aku mencintai mu mas, maafkan aku.... untuk semua kesalahanku dan juga kekurangan ku"ucap Dheandra.
"Aku juga sangat mencintaimu sayang bahkan lebih mencintai kamu, sehingga aku tidak pernah melihat kekurangan mu, ataupun kesalahan mu,aku selalu berdoa, cinta kita akan abadi, sampai akhir hayat nanti dan di akhirat nanti kita akan kembali bersama"ucap Refi tulus.
"Terimakasih mas"ujar Dheandra, sambil mengecup bibir suaminya itu.
Refi langsung mengangkat tubuh Dheandra,ala koala, dan berjalan menuju rumah nya hingga tiba di kamar, meskipun Dheandra memiliki tubuh ramping dan seksi tapi karena wanita itu sering berolahraga jadi tubuh nya lumayan padat dan berat.
sesampainya di kamar Refi langsung membawa Dheandra masuk ke dalam kamar mandi, dan mendudukkan nya di bathtub.
"Mas ngapain kesini"ucap Dheandra heran
kita mandi bareng sayang aku ingin di pijat sambil mandi"ucap Refi beralasan.
"Euhhh.. mana ada di pijat sambil mandi mas itu ada-ada saja"ucap Dheandra.
Refi pun tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah cantik itu yang kini terlihat sangat menggemaskan karena Dheandra mengerucutkan bibirnya.
"Jangan marah sayang, nanti juga kamu menikmati nya"ucap Dheandra.
"Aku "ucap Dheandra terjeda..."kamu saja mas aku tidak"bohong Dheandra.
"Lalu yang kemarin malam minta nambah siapa?... hingga pura-pura tidak ingin maafkan"ucap Refi bercanda.
"Bukan tidak mau,tapi belum mau memaafkan"ucap Dheandra, menyindir Refi.
"Ada yang ingin balas dendam nih kayaknya,aku pasrah aja ah dibawah istri ku, agar aman" canda Refi.
"Itu sih bukan cari aman, tapi pengen enak nya aja tanpa mau usaha"ucap Dheandra.
"Hahahaha... gak apa-apa kan yang, nanti aku tukar dengan hadiah yang lumayan gede"ucap Refi.
"Bagaimana cara nya, semua milikku"ucap Dheandra lagi, masih saling komen dengan sindiran.
"Iya ibu ratu semua milik mu,aku bahkan tidak punya apa-apa, disini, ayo segera masukkan semua milikmu yang satu ini"Ucap Refi, sambil memperlihatkan sesuatu yang benar-benar mengeras.
"Mas.... kamu dasar kamu"ucap Dheandra yang hampir saja memukul benda itu dengan telapak tangan nya.
"Jangan sayang itu nanti, tidak keras lagi kamu pasti marah"ucap Refi.
__ADS_1
"Mas!!....."ucap Dheandra berteriak, beruntung ruangan tersebut kedap suara.