
Dari semua keturunan anak cucu Dheandra Almira Alexandria, yang paling beruntung adalah Agam, pria itu, mampu mempertahankan rasa cinta nya, yang selalu ada di hati dan jiwa raganya.
Hingga saat ini, cinta untuk Ananda, di hati Agam, begitu besar begitu juga dengan cinta tulus nya.
Ananda, yang sudah hampir satu bulan ditinggalkan, dia, masih harus direpotkan oleh panggilan video yang berasal dari suaminya, seperti biasa, jika sedang bekerja, maka akan diganggu oleh Adeline, yang selalu direcoki oleh Agam, ketika Brian, menelpon wanita itu, mereka sudah bukan anak muda lagi, tapi mereka selalu saling membalas.
Sementara itu pernikahan Bily dan Atala, hingga saat ini mereka belum juga di karuniai anak, dan setelah di cek, ternyata keduanya adalah pasangan mandul hingga Arina, menyarankan untuk mengadopsi anak, untuk mengisi kekosongan diantara mereka.
Namun hingga saat ini Bily, masih belum siap untuk menjadi seorang ayah, dia masih menikmati bulan madu nya bersama dengan sang istri.
"Sayang, bagaimana jika kita tinggal di Indonesia"tanya Atala.
"Tidak yang perusahaan kita disini"ucap Bily.
"Heumm, aku rindu villa dan Paman bear "ujar Atala.
"Kita bisa berlibur honey, tapi tidak untuk tinggal"ujar Bily.
"Heumm, baiklah-baiklah"ucap Atala.
"Heumm, sayang ku ini memang sangat pengertian, bulan depan kita bisa honey moon, keliling dunia"ujar Bily.
"Lebih baik kau pikir kan tentang bagaimana cara nya, agar kamu bisa memiliki anak, Yang"ujar Atala.
"Sayang kita tidak perlu melakukan itu, tuhan sudah takdir kan hidup kita bersama-sama, jadi tidak perlu repot-repot memikirkan hal lain, lagi pula kita bisa mengadopsi anak kapanpun"ucap Bily.
"Heumm, kamu benar, anak adalah titipan Tuhan, dan tidak peduli mereka lahir dari siapa, bayi itu suci"ujar Atala.
"Kamu memang istri ku, yang paling cerdas"ujar Bily.
"Kau bilang yang paling cerdas, apa? ada istri lain yang lebih bodoh dan yang pintar yang kau sembunyikan"ujar Atala.
"T tidak sayang, aku hanya salah bicara"ujar Bily, yang langsung memeluk istrinya, menghujani nya dengan kecupan.
Atala, berontak minta dilepaskan karena Bily, membuat dia kegelian.
"Sayang, sudah.. sudah... aku tidak tahan geli hahaha...geli ampun"ujar Atala, yang sedari tadi berusaha melepaskan diri dari pelukan Bily, yang erat.
Kebahagiaan itu selalu datang diantara mereka, dari mulai hal yang terkecil hingga terbesar semua selalu seperti itu.
Bily, bahkan sering meminta istrinya untuk datang ke kantor, untuk menemani dia bekerja, sambil temu kangen, seperti biasanya, bahkan setiap hari akan ada jam istirahat yang panjang jika istrinya datang berkunjung.
Sementara Adeline, kini menjemput suaminya di Bandara, dia disambut peluk cium oleh Brian, yang baru saja tiba di tanah air, bersama dengan dua orang asisten pribadi nya yang handal, tidak hanya itu Brian, datang membawa satu koper besar, oleh-oleh dari rumah Amerika, yang dibawa oleh nya sedari turun dari pesawat.
"Apa? kabar honey I Mis you my wife"ucap Brian, saat berada di dalam mobil, bahkan ciuman itu terjadi, meskipun dua asisten pribadi nya ada di sana, tapi tenang ada sekat di tengah mobil yang berwarna gelap, seperti tirai dan mereka bisa melepaskan rindu, meskipun bukan hal yang negatif, hanya peluk cium .
Sampai tiba di rumah Amara, dan Brilian, langsung menyambut Daddy nya itu, dengan pelukan.
"Sayang Daddy, Daddy sangat merindukan kalian berdua, lihat Daddy, bawa oleh-oleh apa? untuk mommy dan kalian berdua kalian buka saja, nanti setelah itu yang untuk mommy di pisah di bagian paling bawah"ucap Brian, meminta kedua putrinya itu unboksing .
Sementara Adeline, sudah masuk kedalam kamar nya, dan sudah menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi bersama dengan sabun aromaterapi kesukaan Brian, dan Adeline.
"Yang, kamu dimana"ujar Brian.
"Disini yang lagi nyiapin air hangat"ujar Adeline.
"Sayang, mandi bersama ya, kamu juga pasti baru pulang kerja, bukan?"ujar Brian.
"Heumm, ya memang seperti itu"kata Adeline.
"Ayo"ajak Brian.
__ADS_1
"Nanti, saja yang, aku masih keringetan"jawab Adeline.
"Gak papa, nanti juga keringetan lagi"ujar Brian.
"Jangan, dulu Yang, kamu pasti cape,baru juga sampai"ujar Adeline.
"Tidak sayang,rasa lelah ku, hilang setelah melihat kalian bertiga"ujar Brian.
"Heumm, baiklah-baiklah sayangku kamu memang tidak pernah bisa ditolak"ucap Adeline.
Adeline, pun mengikuti apapun yang dikatakan oleh suaminya hingga keduanya pun mandi bersama, tentunya mandi sambil meeting penting melepas rindu, setelah hampir satu bulan, berpisah, karena urusan pekerjaan.
Adeline, benar-benar merasa bahagia dan sangat di cintai oleh Brian.
Hingga meeting selesai, mereka pun keluar dari dalam kamar mandi, karena mereka berdua sudah sama-sama kelelahan, dan puas, bermain air hangat.
Setelah itu, Adeline, membantu suaminya mengeringkan rambut, begitu juga Brian, mereka saling membantu, hingga selesai berpakaian, keduanya turun, untuk melihat, apa? kedua putrinya itu, sudah selesai unboksing, karena masing-masing dari mereka memiliki satu koper, dari tiga koper ditumpuk, dan yang paling besar,paling bawah adalah milik sang istri, sementara Brian, bahkan tidak membawa pulang baju-baju yang dibawa dari Mension, sebelum pergi.
Pria itu, meninggalkan semua itu di apartemen nya, yang ada di Amerika sana.
"Sayang, sudah selesai unboksing nya"tanya Brian.
"Ini Daddy, thangk you"ucap Brilian, yang terlihat masih membuka beberapa barang yang Brian, belikan semua milik dirinya.
"Honey, ini untuk mu"ucap Brian.
"Terimakasih banyak yang, padahal kamu tidak perlu repot-repot, barang-barang di sini juga masih baru semua"ujar Daisy.
"Heumm, itu oleh-oleh sayang"kata Brian.
"Iya, aku tau sayang tapi sebanyak itu"tunjuk Adeline, pada koper besar itu.
"Heumm, itu gak seberapa sayang ayo dibawa, sini biar Abang, yang bawakan"ucap Brian, sambil tersenyum dia langsung meraih, koper tersebut, dan setelah itu langsung, pergi menuju kamar, diikuti oleh Adeline.
Wanita itu pun duduk di samping Brian, tepat di hadapan koper, yang kini tengah Brian, bukakan .
"Sudah kebuka Yang, ini aku, yang pilihkan aku loh"ujar Brian.
"Terimakasih mas"ucap Adeline, yang kini mulai membuka membuka, hadiah yang suaminya bawa untuk nya.
Mulai dari gaun malam, untuk pesta, berwarna Nevi, tanpa lengan.
high heels, dan dua set perhiasan, bertahtakan berlian, tas, dan beberapa potong baju, dan masih banyak lagi yang lainnya.
...🌹💖💖💖🌹...
Setelah semua selesai unboksing, kini Adeline, menyusun nya di lemari penyimpan barang berharga nya, yang masih kosong itu, dan baru terisi dengan yang baru.
yang diucapkan oleh Ananda, Brian, adalah pria yang sangat baik, dia penyayang hingga saat ini Adeline, begitu sangat dicintai, wanita itu bahkan tidak pernah kekurangan materi, semua kebutuhan nya, terpenuhi bahkan lebih dari cukup.
Brian, juga adalah ayah yang sangat bertanggung jawab, dia tidak pernah membedakan antara Amara, dan Brilian, semua sama dimatanya.
Sampai saat ini, keduanya, bahkan begitu akur dan saling menyayangi satu sama lain nya.
Seperti, saat ini, mereka tengah berbagai makanan yang mereka beli, saat mereka pulang dari super market bersama dengan sang Daddy, yang kini datang ke tempat kerja, Adeline.
"Kak, Brian, masuk lah, sekarang sedang tidak terlalu banyak pasien, jadi kami memutuskan untuk makan bersama saat ini"ujar Ananda.
"Kebetulan sekali, kami juga datang untuk mengajak kalian, makan bersama jadi aku beli, beberapa menu makanan"ucap Brian.
Asisten pribadi Brian, masuk kedalam dan menyimpan semua itu di atas meja makan.
__ADS_1
semua orang pun berkumpul di sana, Adeline, dan Ananda, begitu juga Arsen dan Arthur.
Semua orang, menikmati makan siang tersebut dan, hampir semua yang Brian bawa habis tak bersisa.
Semua orang, makan dengan lahap dan sesekali mereka akan mengobrol ringan.
Hingga Ananda, menutup rumah bersalin tersebut, setelah dipastikan tidak ada yang melahirkan hari ini.
Ananda, rencananya akan menyambut kedatangan suaminya, malam ini, setelah kemarin sore, Agam, pulang dari Amerika, dan akan tiba sore ini.
Ananda, akan memasak makanan favorit suaminya, dan juga menyiapkan malam penyambutan bagi, suami tercinta, setelah satu bulan lebih tidak bertemu.
Agam sendiri sudah tidak sabar ingin, segera bertemu dengan cinta nya itu, seakan sudah tidak kuat menahan rindu, berkali-kali dia melirik jam di pergelangan tangan nya.
Sementara, waktu begitu terasa sangat lambat, Agam, bahkan sudah berkali-kali tertidur di pesawat, tapi tidak kunjung tiba.
Hingga akhirnya, pesawat mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta, Agam, langsung bergegas keluar, bersama dengan penumpang lainnya, sementara barang-barang yang dia, bawa tidak sebanyak yang di perkirakan, Agam, hanya membawa koper kecil, dan ransel, juga tas selempang yang kini berjalan di ikuti oleh asisten pribadi nya, pria itu berjalan cepat, bahkan asisten pribadi nya, begitu kewalahan mengikuti langkah lebar bos nya, yang seakan terburu-buru, dengan barang bawaan milik pria yang merupakan bos besar nya itu.
Agam, hanya berjalan tanpa membawa apapun.
Sesampainya di dalam mobil, dia meminta sopir, membawa nya, pulang ke Mension,jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, saat Agam, tiba di pintu masuk utama, dia langsung di sambut pelukan sang istri dan begitu juga dirinya yang memeluk erat istrinya, berulang kali mencumbu nya, tidak perduli, saat ini ada mereka yang sedang berbaris menyambut kedatangan, tuan rumah nya.
"Honey, aku sangat merindukan mu, mencintai mu, aku merasa seakan sudah satu tahun lebih tidak bertemu dengan mu, lain kali, aku tidak ingin pergi lagi tanpa dirimu"ucap Agam.
"Aku jug, sangat mencintaimu dan merindukan mu Daddy... muachh"balas Ananda, yang kembali mencium suaminya itu, sambil memberikan isyarat meminta semua orang pelayan, meninggalkan mereka.
Agam, langsung menggendong, istrinya menuju pintu lift, dan menuju kamar nya saat itu juga, pria itu seakan tak mengenal lelah, bahkan tidak nampak adanya, rasa itu yang dia perduli kan adalah,rasa rindu nya.
Agam, dan Ananda, melepas rindu hingga pagi tiba, barulah ia menemui kedua jagoan nya, yang baru diantar pulang oleh Argha, Opah nya.
Argha, memeluk putra nya, yang baru kembali setelah satu bulan berlalu,baru kembali dari perjalanan bisnis.
"Bagaimana, perkembangan nya,nak"ujar Argha.
"Semua lancar Daddy, perusahaan milik kita, semakin berkembang pesat, di sana, mungkin jika tidak ada kendala, Agam, akan membuka cabang baru"ujar Agam.
Agam, melirik sang istri, yang kini tengah memberikan kedua putranya oleh-oleh yang Daddy nya, bawa yaitu robot Transformer limited edition, semua karakter ada di sana, dalam boks besar yang dikemas khusus, lewat pengiriman khusus, untuk kedua putranya yang selalu akur tidak pernah berebut mereka selalu saling melengkapi satu sama lain nya.
"Kalian suka mainan baru nya, boy"ucap Agam, sambil memeluk keduanya yang kini bergelayut di leher sang Daddy, berebut pelukan, sambil mengutarakan rasa rindu mereka.
Keduanya bahkan tidak pernah mau lepas dari Agam, hingga mereka makan siang dan tidur, siang Agam, harus ada bersama dengan mereka, dengan buah cinta mereka berdua, buah cinta Ananda, dan Agam, adalah Arthur dan Arsen, karena wanita itu tidak kunjung hamil lagi, setelah kedua anak nya itu, sementara Leon, anak itu kini sudah berusia tujuh tahun, mereka selalu bertemu, jika Daddy Leon, datang berkunjung ke perusahaan nya, yang ada di Indonesia, Leon, bahkan sering tinggal bersama dengan sang mommy, Dewi penyelamat nya, itu.
Leon, begitu menyayangi Ananda begitu juga Ananda, yang sudah menganggap Leon, putra pertama nya, bahkan akta kelahiran Leon, masih Ananda yang pegang.
Leon, juga menyayangi adik kembarnya itu, Arsen dan Arthur.
"Ananda, bahkan mengabadikan momen kebersamaan ketiga putranya, dalam ratusan foto, hingga memenuhi album foto dan pigura foto di ruang keluarga, terpampang jelas.
Leon yang menggandeng kedua adiknya itu.
Leon, tumbuh menjadi anak yang sangat tampan berkulit coklat rambut pirang dengan mata biru, perpaduan dari ayah dan ibu nya.
Sementara sikapnya, menurun dari Ananda, yang penyayang dan penyabar, mungkin jika Leo, sudah besar akan menjadi pria yang sangat dikagumi oleh banyak wanita.
Leonel, kadang meminta Ananda, untuk datang ke sekolah nya, untuk pengambilan raport , disaat kenaikan kelas.
Ananda, juga memenuhi keinginan Leon, meskipun harus terbang ke Singapura dan, meninggalkan kedua jagoan nya, karena tidak mungkin bolak balik membawa mereka, karena Leon, sedang berada di Singapura beberapa tahun terakhir.
Sementara Agam, ikut bersama dengan Ananda, dan kedua putranya berada di Mension sang mommy.
Arinda, akan dengan senang hati, membawa dua cucu kesayangan nya itu, Arinda, teramat bahagia saat mendapat cucu perempuan dari Ardan, dan cucu laki-laki dari Agam dua sekaligus, dari wanita yang dulu ia tolak sebagai menantu.
__ADS_1
Kini bisa dibilang sebagai menantu kesayangan, seperti kemarau panjang hilang dihapus oleh hujan satu hari.
Begitulah sikap keduanya, dendam di hati Ananda perlahan hilang, setelah tau semua kronologi dibalik tragedi Arinda korban.