Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Dusta#


__ADS_3

Dua hari sudah Nanda berada di negara Jerman, Agam terus mendampingi nya disana Ananda langsung menjalani operasi,syaraf tulang belakang dan pengobatan lain nya karena luka dalam yang ia derita saat ini gadis itu belum siuman, Dokter berkata bahwa, akan ada terapi yang harus dilakukan oleh Ananda, dan membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi saat ini Agam memutuskan untuk kembali ke Indonesia, dan memerintahkan dua orang kepercayaan nya untuk menjaga dan melayani semua kebutuhan Ananda.


Agam mendekat pada April, yang kini tengah terbaring "Honey aku pulang dulu, kamu cepat sembuh ya, aku harus mengurus perusahaan, setelah selesai aku akan segera kembali, jangan takut ada orang ku disini"ucap Agam.


pria itu pun mengecup kening Aprilia dengan penuh cinta, Agam membalikkan badannya dan pergi tanpa mau menoleh ke belakang karena dia tidak tega untuk meninggalkan ananda.


Hingga Ananda siuman dan dia melihat seorang wanita yang sangat cantik menggunakan pakaian formal, seperti seorang sekretaris, saat itu tersenyum pada Ananda Aprilia.


"Nona April sudah sadar"ujarnya.


"Heumm,, kamu siapa? dimana tuan Agam"ucap Ananda.


"Tuan kembali ke Indonesia, ada urusan penting, tuan berpesan agar anda tetap fokus menjalani perawatan, dan dia memberikan ini"ucap wanita cantik itu.


"Apa? ini"tanya Aprilia.


"Tidak tau Nona, silahkan anda buka saja"ucap asisten tersebut.


Ananda meminta bantuan pada wanita itu membuka sebuah kotak berukuran sedang, dan wanita itu pun mengangguk setuju.


saat kotak itu di buka, April melihat sebuah dompet cantik berwarna pink berbentuk persegi panjang dengan satu handphone, keluaran terbaru dan isi dompet wanita itu tercengang saat melihat uang yang ada di dalam nya dan beberapa kartu debit menghiasi dompet berwarna cantik itu.


Tuan bilang setelah keluar dari rumah sakit anda bisa jalan-jalan dan membeli apapun semua yang anda inginkan.


"Termasuk pria lain"ucap Ananda.


"Agam membuang ku disini"ucap Ananda.


"Tidak begitu Nona, saat ini tuan mungkin sedang berada di dalam perjalanan, saat sampai nanti tuan akan menghubungi Anda"ucap sang asisten.


"Aku tidak tau, sebaiknya kamu istirahat aku juga ingin istirahat"ucap Ananda.


Ananda pun memejamkan mata nya, rasa kecewanya kembali hadir, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, saat ini dia hanya bisa pasrah.


Agam sendiri masih berada di dalam pesawat dia tengah menanti saat nya tiba di Indonesia, dia ingin segera menghubungi Ananda.


sementara itu di kediaman Arinda, wanita itu kini tengah marah besar bagaimana tidak dia mengetahui putranya berada di Jerman karena wanita itu, lagi-lagi wanita yang sama.


"Kapan? dia akan sadar bahwa wanita itu hanya akan membawa pengaruh buruk untuk nya selama ini, tidak kah dia kasihan saat melihat istri dan putranya menunggu di sini"ucap nya, sangat murka.


Argha hanya diam kali ini dia tengah memikirkan putra nya yang terus menerus kembali pada gadis itu, apa? gadis itu benar-benar seistimewa itu, hingga putra nya selalu mencuri-curi kesempatan.


Setibanya di Indonesia, Agam langsung menghubungi Ananda tapi dia tidak menjawab panggilan tersebut, Agam langsung bertanya kepada orang kepercayaan nya, dan dia bilang sudah sehari semalam Ananda, tidak mau makan, bahkan obat nya tidak dia sentuh.


Agam langsung melakukan panggilan video.


Agam masih berada di apartemen milik nya .


"Sayang ku aku minta maaf jika aku pergi tanpa pamit, sayang aku sangat mencintaimu kamu tunggu saja sampai saat nanti aku kembali, dan jalani pengobatan dengan baik ok honey"ucap Agam.


Agam pun mengakhiri panggilan tersebut lalu duduk di sofa dan mengambil laptop nya.


dia memeriksa pekerjaan nya, dengan teliti, asisten nya pun membantu Agam, hingga selesai, pria itu, bahkan belum sempat istirahat.


Agam berjalan gontai setelah sampai di dalam kamar nya, dia langsung merebahkan diri di atas ranjang empuk itu,saking lelahnya dirinya saat ini.

__ADS_1


Hingga seseorang datang membawa bayi laki-laki yang kini diambil alih oleh asisten nya"Apa? tidak cukup peringatan yang aku berikan kepada nya, satu tahun lalu" ucap nya lantang, hingga membuat Agam terkejut karena mendengar semua itu dari istri sah nya, Agam bahkan tidak pernah menyangka bahwa dia akan sekejam itu.


"Apa? yang kau katakan, kau telah menyakiti Anada"tanya Agam sungguh tak percaya.


"Ya aku, aku istrimu yang telah melenyapkan kedua orang tua nya dan ibumu terlibat di dalamnya"Deg.... seakan jantung nya seakan di timpuk bongkahan batu besar, yang mengakibatkan dada Agam, terasa sangat sesak, bagaimana cara nya dia menebus dosa yang telah ibunya lakukan terhadap keluarga April yang bahkan sudah merenggut nyawa kedua orang tua nya.


Agam mematung Air mata nya langsung mengalir deras di pipinya, pria itu benar-benar telah hancur, dia tidak bisa lagi menatap dunia nya, Arinda sudah bukan Arinda yang dulu lagi, ibunya sudah benar-benar menjadi wanita kejam bagaimana bisa ibunya menjadi seperti ini.


"Kenapa apa...? kamu tidak tahu semua ini, aku rasa tidak mungkin semua itu tidak kamu ketahui seorang Agam, pria terhebat di dunia bisnis bisa kecolongan, harus nya kamu sudah bisa menduga bahwa musuh terberat yang kamu hadapi selama ini tidak ada apa-apa nya dibandingkan musuh dalam selimut, yaitu keluarga mu sendiri Mommy mu pun sudah berkhianat kepada mu, apalagi aku, sekarang kamu tinggal pilih saja, memberitahu dia atau meninggalkan dia, dan aku jamin dia akan jauh lebih baik dari sekarang"ucap wanita itu panjang lebar.


"Ahhhhhh!!...."teriak Agam.


pria itu bahkan mengamuk menghancurkan semua nya, semua yang ada di hadapannya.


Hingga akhirnya ia pergi dengan seribu luka yang ada di hatinya, Agam dilema entah apa? yang harus dia lakukan.


Dia bahkan tidak bisa menatap wajah penuh kesedihan dari Ananda, wanita yang sangat ia cintai, karena cinta nya juga dia menyakiti wanita terbaik dalam hidup nya, dua wanita terbaik dalam hidupnya yaitu sang Mommy dan Ananda.


Agam pun pergi menemui Arinda di kediaman Airlangga dia ingin mendengar semua itu dari bibir Mommy nya langsung.


hingga Arinda pun menyambut nya dengan senyuman manis,tapa memperlihatkan bahwa dia memiliki sebuah rahasia besar dibalik semua pertanyaan yang Agam akan lontarkan.


"Kamu sudah kembali nak, istirahat lah dulu Mommy mau menemui Daddy mu"ucap Arinda.


"Mom.... apa? yang Amanda katakan itu benar"ucap Agam hingga hampir tak terdengar karena suaranya sudah tercekat di tenggorokan nya lelehan air mata yang membanjiri pipinya, Agam seperti bukan Agam.


🌹💖💖💖🌹


Agam kini tengah terduduk di sofa sambil menunduk tanpa bisa menatap kedepan dimana sang Mommy tengah menatap tajam kearah nya.


perdebatan itu berlangsung alot, selama hampir dua jam, Agam bahkan sempat berlutut di hadapan Arinda, yang kembali mengancam untuk menghabisi Ananda.


Arinda juga mengakui pernah bekerja sama dengan Amanda, untuk memberi pelajaran, tapi jika tentang meracuni keluarga Arinda wanita itu mengaku tidak tahu menahu.


dan kini karena Agam, sudah menuduh nya, sebagai pembunuh, dia pun mengancam untuk menyingkirkan Ananda, jika Agam terus memaksa untuk bersama nya.


Agam pun langsung memberi penawaran terakhir dia akan melepas Ananda, tapi dia juga akan menceraikan Amanda, setelah itu dia tidak akan pernah menikah dengan siapapun lagi.


Dan Arinda tidak menerima itu, Agam akan bercerai dengan Amanda, tapi harus menikah dengan wanita lain nya, yang sudah Arinda siapkan.


Arinda pun berjalan meninggalkan putra nya yang kini tengah menunduk tak berdaya, seketika itu ada sang adik yang menepuk-nepuk punggung nya perlahan untuk memberikan dukungan kepada sang kakak.


"Ikut aku"ucap Ardan yang langsung merangkul pundak sang kakak.


Agam pun pergi bersama Ardan mereka masuk kedalam kamar Ardan pria itu memang sering berada di rumah sejak pernikahan nya kandas setelah mengetahui bahwa anak yang di kandung oleh sugar babby nya adalah anak pria lain.


Arinda pun menangis di pelukan sang suami, dia sangat terluka saat putra nya menuduh dia telah berbuat kejahatan Arinda, Arinda memang sempat kesal karena Ananda sempat membantah nya.


Arinda tidak mengira bahwa Amanda akan memfitnah dirinya melemparkan semua kesalahannya pada Arinda.


Agam sendiri saat ini tengah minum bersama dengan Ardan, agar kakak nya bisa melupakan semua rasa sakit dari semua ini.


sementara dirinya kini tidak bisa berbuat apa-apa, hingga Agam, pun tertidur setelah minum wine tersebut.


Ardan membantu dia untuk pindah ke atas ranjang nya.

__ADS_1


sementara itu Ananda wanita itu kini sudah mulai membaik setelah operasi dia tidak merasakan, sakit yang teramat menyiksa dirinya selama hampir satu tahun lebih.


Ananda, bahkan sudah mulai bisa tidur nyenyak, setiap waktu, dan itu yang dia lakukan sehari-hari selama satu bulan lebih berada di Jerman, dengan asisten pribadi Agam.


setelah luka bekas operasi membaik dia sudah bisa melihat dunia luar, di negara tersebut meskipun hanya dari atap gedung rumah sakit, atas permintaan nya, Ananda, asisten pribadi nya membawa dia naik ke atap gedung yang sering dijadikan tempat berfoto para pengunjung meskipun tanpa izin untuk melihat pemandangan yang cantik pada sore hari.


Ananda, pun sesekali melirik ke arah ponselnya sudah hampir tiga Minggu berlalu Agam, tidak mengirimkan pesan untuk nya.


Anya, apa tuan mu tidak mengabari mu"ucap Ananda pada Anya, sang asisten yang kini sudah jauh lebih akrab meskipun Anya selalu bersikap formal.


"Belum ada Nona, dua hari yang lalu beliau hanya berpesan agar nona bisa beristirahat dengan baik, karena dia ingin segera melihat anda sembuh, itu adalah salah satu harapan terbesar tuan pada anda"ucap Anya.


"Bilang padanya bahwa aku tidak akan melanjutkan perawatan jika dia tidak menghubungi ku"ucap Ananda merajuk wanita itu sudah sangat merindukan Agam, entah kenapa? hatinya tidak pernah tenang, sejak Agam menghubungi nya dua Minggu yang lalu, ada tatapan mata sendu yang menyimpan duka tapi Ananda tidak bisa bertanya apa? yang terjadi pada nya.


"Baiklah Nona"ucap Anya.padahal Anya, sedang melakukan voice not.


Tepat jam tujuh malam Agam menghubungi Ananda, dia terlihat tengah berada di suatu ruangan yang sedikit remang-remang disinari cahaya lampu temaram.


📱" Halo honey apa? kabar mu heummm, sudah minum obat"tanya Agam.


📱" Aku kangen"ucap Ananda.


📱"Sabar sayang aku sedang bekerja untuk membayar biyaya pengobatan mu, tetap lah semangat dan cepat lah sembuh agar kamu bisa menemui ku kapan saja"ucap Agam lembut.


📱"Tidak usah di lanjutkan kak, lebih baik aku pulang saja, setidaknya aku sudah tidak merasakan sakit itu sudah lebih dari cukup"ucap Ananda.


📱"Tidak sayang, aku ingin kamu sembuh total, agar aku bisa tenang, dan kamu bisa beraktifitas dengan bebas, setidaknya kamu bisa lanjutkan kuliah mu sayang kan tinggal beberapa semester lagi"ucap Agam sambil berusaha tersenyum.


📱"Aku akan berusaha, tapi aku mohon jangan lupakan aku, aku tidak punya siapa-siapa disini aku seperti orang terbuang"ucap Ananda.


Anda bahkan dapat tetap sendu dari Agam, dia memang akan terbuang dari hidup nya, saat ini


📱"Jangan banyak berpikir yang macam-macam kamu harus segera sembuh total, sudah dulu aku sedang sibuk"ucap Agam dengan lembut.


📱"Ya akhiri lah" ucap Ananda yang langsung memutuskan sambungan telepon nya.


Agam menarik nafas dalam-dalam dia tidak kuat untuk menatap wajah itu terlalu dalam.


Ananda pun memejamkan mata nya, gadis itu tidak mampu untuk berbuat apa-apa, saat ini karena dia bahkan tidak bisa berjalan tanpa bantuan orang atau kursi roda.


jika saja dulu dia datang tidak terlambat sebelum kecelakaan tabrak lari itu mungkin sekarang dan ibunya masih ada, dan Ananda akan berjuang bersama dengan begitu dia tidak akan pernah merepotkan orang lain seperti sekarang ini.


Ananda pun tidak akan pernah terlantar seperti selama ini.


Agam sendiri saat ini sudah dalam proses cerai, pria itu, bahkan melakukan tes DNA, terhadap putra nya itu, untuk meyakinkan nya bahwa keraguan nya selama ini, karena sang putra bahkan tidak mirip sama sekali dengan nya, dan jika dia terbukti bukan anak Adam, Adam hanya akan memberikan kompensasi berupa asuransi pendidikan untuk nya.


Arinda sendiri sebenarnya sudah meragukan bahwa anak kecil itu adalah cucu nya karena benar-benar tidak mirip dengan putra nya.


hingga saat ini, Ananda masih berada di Jerman menjalankan terapi agar segera kembali beraktifitas, seperti biasa nya.


Agam sesekali akan menghubungi gadis itu, untuk bertanya tentang bagaimana kabar Ananda, meskipun ada perubahan yang teramat mencolok dari kata-kata Agam, adalah dia tidak pernah lagi berkata cinta atau pun sayang bahkan kata-kata nya terkesan dingin, hingga Ananda pun mengirim pesan bahwa dia akan pulang kampung secepatnya karena saat ini, dia sudah bisa berjalan meskipun tertatih-tatih, tapi Agam melarang nya, setidaknya dia Ananda harus bisa lebih bersabar lagi.


🌹 Mohon dukungan nya ya teman-teman, agar aku bisa lebih bersemangat untuk berkarya dan lebih baik lagi 🌹🙏🥰


A

__ADS_1


__ADS_2