
Agam pun langsung masuk dengan membobol pintu rumah tersebut, pria itu ingin mencari tahu apa saja yang ada di rumah itu, apa? benar Ananda memiliki kekasih atau pun selingkuhan seperti yang Mommy nya katakan.
Dia bahkan membobol kunci kedua kamar dan tidak ada barang yang mahal semua nya barang sang istri tidak ada barang milik laki-laki hingga malam larut akhirnya mereka pun kembali dengan menggunakan mobil milik boy dan betapa kagetnya Ananda melihat salah satu koleksi mobil mantan suami nya ada di depan halaman rumah nya.
Ananda langsung turun tanpa menunggu boy membuka kan pintu, sambil berjalan sempoyongan karena salah minum di saat mereka sedang berada di karaoke, gelas yang dia ambil adalah milik boy.
Ananda langsung masuk kedalam sambil berpegangan pada pintu dan sofa hingga sampai di dalam terdengar suara tepukkan tangan dari seseorang yang sangat Ananda kenal, wanita itu pun langsung bertanya.
"Geng gue gak salah lihat kan meskipun gue mabuk, kenapa? setelah sekian lama gue berusaha melupakan dia tiba-tiba ada di hadapan gue"ujar Ananda.
"Nanda, dia nyata bukan penglihatan Lo saja dia ada di sini"ujar Ageng.
"Ahhhhhh,,, pusing gue terserah saja, gue gak mau mikirin orang yang sudah membuang gue seperti sampah tak berguna, dimana boy"ujar Ananda sambil jalan hendak menaiki tangga.
"Dia langsung pamit katanya ada Bunda datang ke apartemen nya"ucap Ageng yang langsung memapah Ananda yang kini tengah bersenandung lagu yang memang terdengar suara merdunya itu, sampai-sampai Ageng merasa tidak enak karena Agam terus mengikuti nya dari belakang.
"Ehh.... bentar deh Ageng, kamu tolong tanya orang itu, apa? tujuan nya datang ke rumah ku, dia sudah membuang ku bagaikan sampah , dan jika dia bertanya tentang uang yang pernah ia berikan atau apapun itu, semua sudah gue serahkan kepada Mommy nya super itu aku tidak menggunakan uang dia sepeser pun"ujar Ananda dan kini dia kembali berjalan menuju kamar nya Agam langsung mengambil alih wanita yang setengah mabuk itu.
"Ageng jika saja minuman tadi bisa menghapus ingatan ku, aku akan meminum nya dengan sengaja, tidak akan aku sisakan agar rasa perih dan sakit ini segera hilang, ya aku memang miskin dan aku mandul tapi mereka tidak berhak untuk menghakimi ku, jika mereka ingin protes maka protes lah pada tahun, karena dia yang menciptakan ku, dan jika karena aku miskin sejak dulu juga aku sudah menolak lamaran nya"ujar Ananda yang kini berderai air mata.
jika saja aku punya uang banyak dan kekuasaan mungkin aku tidak akan membiarkan kematian orang tua ku tuntas begitu saja, tanpa di usut aku akan memenjarakan mereka yang terlibat di dalamnya"ujarnya hingga tubuhnya melayang seketika dan terhempas di atas ranjang nya.
Wanita itu pun langsung memejamkan mata nya karena benar-benar merasa sangat pusing, tapi tangis nya pecah dalam tidur pun dia tidak pernah bisa lupa dengan siksa batin yang selama ini dia alami.
Agam yang menyaksikan itupun langsung bergegas turun dia hendak menemui Ageng yang masih berada di bawah tepat nya di dapur, dia ingin membuat minuman khusus agar sahabat nya itu tidak mabuk lagi.
"Apa? yang kau tau tentang istri ku"ujar Agam tanpa basa-basi.
"Kenapa? anda tanya saya, anda sendiri sebagai mantan suami nya pasti tau derita yang dia tanggung selama beberapa bulan lalu, hingga kami memutuskan untuk mempercepat kuliah kami, itu karena dia ingin segera pergi, dari seseorang yang bahkan sudah mencampakkan dirinya hingga tanpa ada salah anda memberikan dia hadiah kelulusan, berupa surat cerai, dan seharusnya anda tahu semua, karena semua terjadi gara-gara anda"ujar Ageng yang langsung me m balik badan.
Agam langsung berbalik dan pergi meninggalkan rumah tersebut, masih ada banyak hal yang harus jg diurus.
hingga keesokan harinya, Agam datang tepat saat Ananda akan pergi bekerja.
"Maaf tuan ada urusan apa? anda kemari"ujar Ageng.
"Saya mau bicara dengan istri saya"ujar Agam.
"Maaf tuan setahu saya istri anda tidak akan pernah mau tinggal di rumah kumuh milik kami"ucap nya sambil berjalan.
"Ananda keluar kah aku sudah datang"ucap nya.
Ananda pun turun dari tangga dia berjalan lurus ke arah pintu tanpa menoleh pada orang yang kini ada di hadapannya, Ananda langsung bergegas menuju mobilnya boy yang sudah menunggu di depan pagar rumah tersebut.
"Sayang ayo kita pulang"ucapan Agam menghentikan langkahnya sejenak tapi kemudian Ananda kembali berjalan, Agam berjalan dengan langkah lebar hendak meraih tangan Ananda, namun wanita itu tidak pernah memberikan dia kesempatan.
"Yang berhenti aku mohon, maafkan aku, aku yang salah, karena telah mengabaikan mu, aku tidak pernah menceraikan mu"ucap itu yang lantas membuat Anda menoleh dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Menceraikan aku atau tidak, saat kau memutuskan untuk menikah dengan nya saat itu pula, aku sudah bukan istrimu lagi, dan kau tahu saat itu juga aku pergi dari rumah mu, aku tidak berguna aku hanya orang biasa, tapi aku tidak pernah meminta belas kasih dari mu, selama ini aku bahkan berpikir dua kali untuk menggunakan uang pemberian mu, jadi untuk apa? mencari ku, mencari wanita yang tidak pernah berguna ini bahkan aku tak punya apa-apa, tidak ada yang istimewa, tidak ada yang harus kita bahas lagi, jika kebahagian mu adalah seorang anak maka sudah kau dapatkan kedua nya, ujar Ananda yang langsung masuk ke dalam mobil boy disusul oleh Ageng.
__ADS_1
"Yang kamu salah faham, tolong berikan aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku tidak pernah menginginkan perpisahan itu, aku terpaksa"ujar Agam tapi Ananda langsung meminta boy untuk jalan dan boy pun mengerti dia langsung menjalankan mobilnya.
Agam langsung meninju tembok pagar tersebut ,lalu langsung bergegas menuju mobilnya, dia akan menyusul Ananda apapun yang terjadi dia tidak pernah ingin kehilangan istrinya.
hingga saat dia tiba di rumah sakit, dia langsung menyusul dan memanggil nama istrinya yang kini tengah berjalan hendak masuk ruang bersalin, dengan seragam khusus untuk para bidan di rumah sakit tersebut.
"Ananda tunggu!"teriak Agam.
namun wanita itu tidak menggubris nya, dia langsung masuk karena pasien yang akan melahirkan ada di sana sudah menunggu mereka sejak tadi.
Ananda pun langsung mulai bekerja, membantu wanita yang akan melahirkan saat ini ada sepuluh orang, mereka pun bekerja sama .
...🌹💖💖💖🌹...
Hingga Ananda keluar, bersama dengan teman-teman nya menuju sebuah ruangan istirahat, Agam yang masih setia menunggu di depan ruangan nya .
"Yang kita harus bicara, semua kesalahpahaman diantara kita harus segera di luruskan, aku tidak pernah ingin kita berpisah kamu tau itu"ujar Agam.
"Maaf tuan, saya sibuk dan satu lagi, kita telah resmi bercerai sejak kedua orang suruhan ibumu mengantarkan surat resmi dari pengadilan agama, aku sudah bebaskan kamu untuk terus bersama dengan nya,lagi pula dalam hukum pernikahan kita bila seorang suami pergi tanpa pamit dan selama tiga bulan berturut-turut, tidak pernah memberikan nafkah lahir dan batin, maka saat itu sudah dipastikan jatuh talak satu, dan kamu sudah sembilan bulan lalu pergi dari ku, tanpa kabar, meskipun uang itu mengalir ke rekening ku, tapi aku tidak pernah mau menggunakan nya, bahkan untuk nafkah batin pun sudah tidak kamu penuhi, jadi sudah jelas"ujar Ananda.
"Ananda itu tidak sah surat itu tidak pernah aku tandatangani, aku bahkan sudah merobek-robek nya, kita masih sah suami istri, ayo ikut aku pulang atau aku akan ratakan rumah sakit ini dengan tanah sekarang juga"ujar Agam.
"Tidak"ujar Ananda.
"Baiklah jika itu pilihan mu"ujar Agam pria itu langsung menelpon seseorang dan saat itu juga langsung ada pengumuman bahwa orang-orang yang ada di sekitar gedung rumah sakit tersebut diminta untuk bersiap keluar dalam hitungan menit, dan saat itu pula Ananda berteriak.
"Baiklah baik aku akan pergi jadi tolong jangan lakukan itu"ucap Ananda.
setelah urusan nya dengan Agam selesai dia baru akan kembali lagi.
sementara Agam sudah mengurus resign Ananda.
Sampai Ananda keluar dari ruangan tersebut membawa beberapa Totti big dia berjalan melewati Agam yang tersenyum padanya.
"Berikan barang-barang itu pada nya"tunjuk Agam pada seorang asisten pribadi Agam.
pria itu langsung meraih barang bawaan milik Ananda, semua orang kini menatap ke arah sang penguasa yang tengah berjalan merangkul pinggang sang istri yang masih mengunakan seragam hijau daun tersebut yang kini dilapisi oleh kardigan berwarna hitam.
Ananda terlihat sangat cantik dan elegan setiap hari nya, karena wanita itu selalu berpenampilan rapi meskipun tidak menggunakan pakaian atau barang branded, dengan tatanan rambut ala pramugari, yang mengekspos leher jenjang nya itu dengan kulit putih mulus, siapapun yang melihatnya sudah pasti sangat kagum.
tapi sayang jalan hidup nya tidak semulus kulit nya.
"Kita pulang dulu ke Jakarta setelah menyiapkan segalanya, kita akan langsung berangkat ke Jepang"ujar Agam.
"Aku tidak akan pergi kemanapun"ujar Anada tegas.
"Tidak ada lagi penolakan"ujar Agam.
"Kita tidak akan pernah bahagia jadi lupakan saja semua nya"ujar Ananda.
__ADS_1
"Mungkin itu mudah bagi mu, karena diam-diam kamu punya selingkuhan tapi tidak dengan ku yang harus berpura-pura mencintai istri kedua ku"ucap Agam.
"Selingkuh, ya anggap saja seperti itu, meskipun hanya tuhan yang tau apa? yang terjadi dalam hidup ku, setidaknya aku tidak pernah menyakiti pasangan ku dan aku tidak pernah mencampakkan nya, karena dia yang memilih meninggalkan ku demi wanita lain"ujar Ananda.
"Dan untuk Berpura-pura atau tidak nya, aku tidak pernah tau dan tidak ingin tau, karena tanpa mencari tahu pun, semua orang sudah menyebarkan berita baik, seorang pewaris tahta kerajaan bisnis tuan Agam sebentar lagi akan lahir, dan itu sudah cukup membuktikan jika dia lebih baik untuk mu dari pada aku, dan karena anak adalah buah hati, jadi tidak ada alasan untuk tidak pernah cinta, karena kamu yang memutuskan untuk menikah dengan nya, dia pilih mu yang terbaik, beda lagi dengan kasus wanita hamil karena perkosaan tidak mencintai itu sudah pasti karena mereka di paksa, semua orang juga akan bisa menilai bahwa hubungan itu adalah sebuah pilihan dan cinta yang menyertai nya"ujar Ananda.
"Sayang kamu salah paham"ujar Agam.
"Tidak ada yang salah disini hanya aku yang sudah hadir dalam hidup mu, dan untuk itu aku minta maaf"ucap nya lirih.
Ananda langsung bergegas hendak pergi sambil meraih Totti big nya tapi Agam langsung meraih lengan istrinya itu dan dia pun langsung mengangkat tubuh Ananda yang semakin terlihat kurus .
"Apa? kamu tidak pernah makan dengan baik selama ini"tanya Agam.
"Orang miskin tidak punya cukup uang untuk menjamin bahwa apa dia bisa makan dengan baik atau tidak, karena untuk bertahan hidup saja itu cukup sulit"ujar Ananda seakan ingin menunjukkan bahwa tuduhan itu memang benar adanya, untuk menutupi semua tekanan hidup yang dia alami, padahal Ananda tidak pernah kesulitan untuk sekedar memenuhi kebutuhan fisik nya.
Hanya saja tekanan batin yang membuat dia turun berat badan hingga berkilo-kilo.
"Itu bukan alasan"ujar Agam.
Ananda sudah sangat lelah untuk berdebat karena percuma dia tidak akan pernah bisa menang.
mobil pun melaju meninggalkan kota Bandung, sepanjang perjalanan terasa begitu hening Ananda, menatap kearah jendela dimana pohon-pohon seakan berjalan seiring laju kendaraan, sementara Agam, terus menatap lekat kearah Ananda, wanita yang sangat teristimewa di hati nya.
"Sayang boleh aku pinjam bahu mu untuk bersandar"tanya Agam, tapi tidak ada jawaban.
Sampai ketika Agam langsung bersandar di bahu sang istri Ananda hanya terdiam, dan seketika itu terdengar dengkuran halus.
"Nyonya saya sudah lama mendampingi nya, dan selama beliau di Jepang, tidak pernah dia terlihat se damai ini"ujar sang sopir.
dan benar saja sampai saat dia tiba di Mension utama milik Agam, pria itu bahkan masih tertidur pulas.
"Sudah sampai "ujar Ananda
tidak ada pergerakan apapun dari Agam, hingga Ananda pun meminta sopir untuk membangunkan Agam.
"Maafkan saya nona saya tidak berani untuk melakukan nya" jawab asisten nya.
"Baiklah aku akan tetap diam jika kamu tidak mau bicara lagi padamu"ujar Ananda.
"Tuan, gunung Merapi sebentar lagi akan meletus"ujarnya nya.
tiba-tiba Agam membuka mata.
"Sudah sampai ya "ujarnya tanpa dosa.
hingga Ananda pun bersiap turun, namun Agam.
Agam pun langsung menggenggam tangan Ananda.
__ADS_1
"Ini terakhir kali nya aku memohon jangan pernah pergi dari sisi ku"ujar Agam.
"Aku tidak ingin menjanjikan apapun pada mu, karena aku takut tidak bisa memenuhi janji itu"ujar Ananda.