
Setelah satu bulan berjalan pernikahan Dheandra dengan Refi, saat ini semakin memberikan warna dalam hidup kedua nya, meskipun Refi, masih belum bisa dipanggil Ayah, oleh kedua putri sambung nya itu.
mereka tetap memanggil Refi dengan sebutan Om tampan.
Refi pun tidak berkecil hati, biarpun dia tidak dipanggil Ayah oleh mereka, tapi mereka tetap begitu dekat dengan nya hingga saat ini.
bukan hanya itu, saat ini Refi, sudah bisa mengembalikan kondisi perusahaan menjadi lebih baik dari sebelumnya dia memecat dan meminta ganti rugi,atas uang perusahaan yang mereka gelapkan, dan dia juga memasukkan orang-orang tersebut ke daftar hitam, tidak sedikit juga yang dijebloskan ke dalam penjara.
setelah perusahaan dinyatakan bersih dari para pegawai korup tersebut Refi, kembali membuka lowongan pekerjaan,kali ini Refi mempekerjakan ratusan pegawai dari kalangan mahasiswa yang baru lulus kuliah Refi, sengaja memberikan mereka kesempatan untuk berkarir dan itu disambut dengan antusias oleh para anak muda yang tidak jauh usia nya dari Refi tersebut.
setiap hari bahkan Refi, menerapkan sistem makan siang bersama sambil bercengkrama bertukar pendapat di jam istirahat seperti saat ini tidak jarang Refi, ikut duduk bersama mereka mengobrol layaknya sesama dan hal itu membuat mereka lebih giat lagi meningkatkan kualitas pekerjaan nya.
tidak jarang setiap hari weekend, Refi memberikan kendaraan geratis untuk mereka yang ingin berjalan-jalan ke tempat tertentu yang menjadi destinasi wisata, sekaligus belajar secara tidak langsung dengan pembimbing dari Staf perusahaan tersebut.
semua memang tidak. mudah selain ingin mencari nafkah yang halal, Refi juga ingin memberi kebahagiaan bagi setiap orang yang ada di sekeliling nya, tanpa harus secara terang-terangan memperlihatkan kebaikan nya, menurut nya, tidak perlu penilaian terbaik dari sesama saat melakukan itu karena Tuhan lebih tau segala tindakan yang ia lakukan saat ini.
setiap hari Refi, akan menyempatkan diri untuk menyambangi istri tercinta nya,di kantor saat ini mereka sudah seperti budak cinta, mungkin karena pernikahan kali ini dengan yang tidak terlalu jauh usia nya.
Dheandra, bahkan lebih manja dari putri nya terhadap suaminya itu.
dia merasakan sesuatu yang lebih dari Refi, kasih sayang dan perhatian nya mungkin tidak terlalu menonjol atau berusaha Refi, tonjolkan untuk menunjukkan bahwa inilah Refi, tapi Refi memberi kasih sayang dengan caranya yang mengalir seperti air tapi itu mampu membuat Dheandra merasa di cintai.
Dheandra kini tengah merebahkan diri di sofa panjang yang ada di ruangan nya dengan pangkuan Refi yang menjadi bantalan nya.
mereka pun mengobrol dengan tenang dan santai sesekali mereka akan saling mengecup bibir salah satu nya bergantian.
"Mas, kenapa?... tidak langsung pulang saja mas pasti lelah bukan"ucap Dheandra.
"Nanti saja aku kangen istri ku dan juga kedua princess, dimana?.... mereka"ucap Refi bertanya.
"Heummm begitu ya, mereka sedang jalan-jalan bersama aunty nya katanya mau ke mall depan kantor ini"ucap Dheandra sambil mencoba bangkit dari rebahan nya, dia malah duduk di pangkuan Refi sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya itu.
"Sayang jangan menggodaku"ucap Rafi.
"Siapa bilang aku menggoda mu,aku hanya ingin begini apa?... tidak boleh"ucap Dheandra sambil menatap sendu wajah tampan suaminya itu.
"Dhea sayang!.... Amanda Alexandria,ini di kantor sayang kamu tidak akan bisa bekerja lagi"ucap Refi yang kini sudah mulai terangsang karena Dheandra me maju mundur kan bokon nya sengaja ingin menggoda Refi.
"Mas, kenapa?...sih sewot deh aku kan gak ngelakuin apa-apa"ucap Dheandra, tanpa dosa.
"Sudah ya, sekarang turun atau mas akan memakan mu disini"ucap Refi, yang langsung membuat Dheandra tertawa terbahak-bahak sambil berlari menuju kursi kebesaran nya.
"Sayang... lihat sakit tau"ucap Refi yang menunjuk ke arah bawah.
"Siapa?... suruh datang kesini"ucap Dheandra.
"Jadi ada larangan nya nih , dan itu artinya aku gak boleh mengunjungi istri ku ok fine "ucap Refi, yang langsung berlalu pergi, tapi Dheandra langsung berlari mengejar nya dan bergelayut manja seperti koala .
"Tadi katanya tidak boleh datang"ucap Refi, sambil tersenyum mengejek sementara Dheandra malah menyusupkan wajah nya di ceruk leher Refi yang kini menahan berat badan istrinya itu.
"Gak mau ih gak mau ditinggal.... jangan pergi"ucap nya manja, Refi pun mendudukkan Dheandra di atas meja kerja nya,lalu membelai pipi istri itu dan mendaratkan bibirnya di bibir Dheandra , mereka pun berciuman dengan sangat intens, dan kini keduanya terhanyut dengan percintaan yang mereka lakukan di sebuah ruangan tempat Dheandra beristirahat tepat di atas ranjang berukuran sedang mereka menumpahkan segala rasa cinta yang mereka miliki.
Dheandra pun sangat menikmati itu, hingga suara ketukan pintu dari luar yang langsung menghentikan kegiatan nya yang sudah hampir satu jam tersebut, beruntung Refi sudah menumpahkan benih tersebut hingga dia tidak perlu menanggung beban berat itu lagi.
sampai saat mereka langsung membersihkan diri secara cepat terlebih dahulu dan kembali berpakaian dengan yang baru karena yang tadi sudah sangat berantakan.
Refi menggunakan baju santai hanya t-shirt dan celana pendek seperti saat dirumah, dengan rambut yang setengah basah, dan Dheandra pun sama tapi masih berpakaian formal.
mereka keluar bersama di sana mereka melihat kedua putrinya dan pengasuh nya tengah sibuk mengeluarkan barang yang mereka beli, sambil sibuk memakan eskrim.
"Mom...aku beli banyak iya kan kak"ucap Arina, yang minta persetujuan pada Arinda.
__ADS_1
"Itu sih kamu Dhe aku enggak tuh"ucap Arinda yang sedikit jutek itu.
"Heummm... untuk ayah mana??"ucap Refi.
"Om tampan juga mau?...yah gak kebagian deh belinya hanya buat mommy kan om tampan kerja nya, tidak bareng mommy lagi"ucap Arinda, sambil mendekat minta di gendong, Refi pun langsung menggendong dan mencium pipi gembul gadis cantik itu.
"Aku juga mau digendong"ucap Arina.
"Sayang sini sama mommy, saja ayah pasti cape"ucap Dheandra, tapi Arina, malah nangis.
"Tidak apa-apa sayang ayo ayah gendong"ucap Refi yang langsung menggendong kedua nya kanan kiri.
"Sayang Arinda, turun deh ayah nya baru pulang kerja nanti ayah sakit gimana?..."ucap Dheandra , mencoba memberikan pengertian tapi Arinda tidak mau mengerti.
"Sayang sudah lah kamu bekerja saja, sebentar lagi aku mau beli makan di bawah kamu mau makan apa?... ucap Refi.
"Aku pesankan saja kita makan disini sama-sama ok"ucap Dheandra.
"Baiklah"ucap Refi yang juga tidak mungkin melepaskan kedua putrinya yang kini memeluk kedua bahu nya seperti nya mereka ngantuk Refi pun membawa keduanya ke dalam kamar tadi mereka dibaringkan dan setelah itu Refi tiduran di tengah-tengah mereka lalu membaca dongeng online di ponsel nya.
🌹💖💖💖🌹
hingga pagi tiba,di weekend ini, Refi belum juga bangun tidak biasanya dia seperti ini, Dheandra langsung mengecek kondisi Refi, yang memang tidak terlihat baik-baik saja, karena semalam dia tidak pulang dari kantor, Dheandra memiliki banyak pekerjaan yang harus segera di selesai kan.
Dheandra terkejut meraba kening Refi.
"Oh ya ampun sayang, kamu demam ,aku panggil dokter dulu"ucap Dheandra.
"Sayang tidak usah, temani aku bobo saja, sebentar lagi juga akan baik kan"ucap Refi yang takut dengan jarum suntik.
"Mas jangan ngaco kamu itu sedang tidak baik-baik saja, harus segera berobat"ucap Dheandra.
"Sayang percayalah, tapi jika kamu tidak mau temani juga tidak apa-apa, aku bobo saja"ucap Refi .
"Aku tidak mau yang "ucap Refi.
Dheandra, terdiam sejenak dia berpikir apa?... sebenarnya yang menyebabkan Refi tidak mau berobat.
"Mas bisa minum obat tidak"ucap Dheandra.
"Aku tidak pernah minum obat sayang jadi jangan berikan itu"ucap Refi, sambil meringis.
"Kalo dari bibir ku mau gak, pasti bisa"ucap Dheandra.
"Itu tidak mungkin sayang "ucap Refi Dheandra langsung berjalan menuju nakas mengambil kotak obat dan langsung meraih gelas Dhea memasukkan obat itu kedalam mulutnya dan dia langsung menempel kan bibir nya di bibir Refi lalu mulai mencium nya dan bercumbu tanpa sadar Refi sudah menelan obat tersebut lalu Dheandra tersenyum.
dia langsung memberikan air minum nya.
"Sayang kamu bisa bobo lagi sekarang obatnya sudah kamu minum"ucap Dheandra.
"Makasih cinta"ucap Refi, sambil tersenyum bahagia.
lalu Dheandra pun keluar untuk mengambil sarapan Refi, suaminya itu tidak suka bubur jadi nasi putih dengan sayur SOP buntut kesukaan nya.
Dheandra dengan telaten menyuapi Refi, padahal dia sendiri belum sempat sarapan atau pun istirahat.
setelah selesai menyuapi Refi, makan dia bergegas keluar membawa nampan bekas makanan itu ke dapur setelah itu dia langsung sarapan pagi hingga membersihkan diri setelah itu dia kembali ke dalam kamar Refi, dan mengambil baskom kecil dan handuk untuk menyeka tubuh Refi agar suaminya merasa nyaman.
Refi awal nya menolak karena dia masih mampu untuk pergi mandi tapi tapi Dheandra tak membiarkan itu, hingga selesai mengganti t-shirt yang Refi gunakan bersama dengan bawahan nya barulah Dheandra berbaring dan memeluk suaminya itu.
"Yang kamu pasti lelah istirahat lah"ucap Refi, sambil mencium puncak kepala istrinya itu.
__ADS_1
sampai beberapa detik kemudian akhirnya Dheandra sudah mendengkur halus dengan nafas teratur dan sangat lelap mungkin karena cape .
sampai sore tiba Refi tidak membangunkan istrinya itu Refi, sudah mulai membaik dia juga sudah selesai membersihkan diri lalu berjalan keluar kamar untuk menemui kedua putrinya yang juga sama-sama baru selesai mandi dan berganti pakaian, saat ini Refi langsung masuk kedalam kamar mereka, terlihat suster sedang mengeringkan rambut mereka dengan handuk.
Refi pun mendekat mencium pipi keduanya.
"Om tampan sakit ya kata mommy"ucap Arinda.
"Heummm... hanya demam sayang tapi mommy sudah memberikan ayah obat"ucap Refi.
"Baguslah"jawab Arina.
mereka pun melanjutkan menyisir rambut nya Refi kembali ke dalam kamar nya, dia melihat Dhea yang hendak bangkit dari ranjang karena mencari Refi.
"Sayang aku disini"ucap Refi sambil mendekat.
Dheandra langsung menyambut Refi, dengan senyuman "Mas sudah baikan,maaf tadi aku ketiduran"ucap Dheandra.
"Tidak apa-apa sayang, nanti kamu bisa bobo lagi setelah makan ok,ini sudah mau masuk makan malam"ucap Refi, lembut.
"Aku mau mandi dulu mas gak enak rasanya lengket"ucap Dheandra.
"Baiklah sayang apa?...perlu bantuan"ucap Refi menawarkan diri.
"Tidak usah sayang aku bisa sendiri ko kamu tenang saja"ucap Dheandra.
Dheandra pun berlalu menuju kamar mandi, sementara Refi, pergi keluar kamar untuk menyiapkan makan malam untuk mereka berempat saat ini.
setelah itu dia langsung kembali bergegas menuju kamar dilihat nya istrinya sudah beres mandi dan kini dia tengah duduk di depan meja rias, karena Dheandra sedang malas untuk keramas, wanita itu jadi mandi dengan cepat.
"Sayang sudah selesai"ucap Refi, yang mendekat ke arah Dheandra.
"Sudah mas tinggal menggunakan ini"tunjuk Dheandra pada hand and body losion .
Refi pun membantu nya mengoles itu dari mulai punggung pundak dan tangan juga kaki nya, pria itu melakukan itu dengan telaten.
"Sayang, tinggal satu Minggu lagi kita sudah bisa menempati rumah kita, dan kamu bisa memilih perabotan apa saja yang kita butuhkan termasuk kamar putri kita"ucap Refi.
"Terimakasih mas, padahal di sini juga tidak akan ada orang yang usil "ucap Dheandra merasa tidak enak.
"Aku juga harus memberikan mu nafkah sayang meskipun tidak sebesar orang-orang di luar sana, tapi itu wajib aku berikan"ucap Refi, sambil menggenggam tangan Dheandra.
rumah dengan tiga lantai dan bangunan yang sangat megah dan juga luas itu, adalah hasil kerja keras Refi, selama ini berserta uang yang ia dapatkan dari perusahaan nya juga properti miliknya yang ia jual untuk membeli Mension tersebut.
"Maaf, sayang rumah nya tidak semewah tempat mu ini"ucap Refi merendah diri.
"Tidak apa-apa mas, meskipun kecil aku tidak keberatan untuk tinggal di sana,dulu saja aku bisa bobo nyenyak di rumah kontrakan kenapa?... tidak "ucap Dheandra.
"Syukur lah"ucap Refi,lega.
Dheandra bersama Refi pun berjalan sambil bergandengan tangan menuju meja makan, mereka pun makan bersama di sela obrolan ringan bercanda tawa bersama kedua putrinya.
setelah selesai makan Refi, membawa Dheandra kembali ke kamar setelah memastikan bahwa kedua putrinya sudah menggosok gigi dan mencuci muka sebelum tidur.
sesampainya di kamar, Refi mendudukkan Dheandra di atas pangkuan nya, setelah itu dia langsung memberikan sebuah kalung cantik bertahta kan berlian,kalung itu terlihat sangat indah saat di pasangkan di leher Dheandra yang putih mulus tersebut, dan kalung tersebut semakin berkilau.
"Happy birthday my love my sweet heart"ucap Refi, sambil mengecup lembut bibir manis milik Dheandra tersebut.
Dheandra terkejut dia bahkan lupa dengan hari ulang tahun nya sendiri saat ini.
Dhea langsung tersenyum mengecup bibir Refi, dan memeluk nya erat.
__ADS_1
"Thanks honey and I love you so much"ucap Dheandra.
mereka pun bercumbu mesra hingga larut dalam percintaan.