Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Mencegah kepergian#


__ADS_3

"Arina apa? semua sudah kamu pikirkan matang-matang, ayah tidak ingin kamu merasa menyesal.


"Aku sudah memikirkan nya yah... Arina ingin mandiri"ucap Arina.


"Baiklah, Ayah akan meminta kakak mu menjemput mu"ucap Refi.


"Aku ingin pergi sendiri saja yah kakak bisa jemput Arina, disana"ucap Arina.


"Baiklah segera bersiap besok pagi ayah antar ke bandara"ucap Refi lembut.


sementara Dheandra hanya menatap anak gadis nya itu, dia tidak ingin Refi yang mengambil keputusan untuk putri nya itu.


sementara Dheandra, sedang sibuk bersama putranya Alexander Wijaya.


putra bungsu nya kini sudah masuk kelas enam SD, dia sedang mengerjakan pekerjaan rumah ditemani oleh sang mommy.


"Alex, mommy ingin Alex belajar ngaji apa Alex mau masuk pesantren"ucap Dheandra.


"Aku belajar ngaji dirumah saja momm...aku tidak mau jauh dari mommy"ucap anak itu sambil memeluk ibunya.


"Sayang, kamu itu ada-ada saja, mana bisa anak mommy, jauh-jauh dari mommy nya , yang ada dia nangis tujuh hari tujuh malam"ucap Dheandra.


"De kamu ikut kakak saja di jerman ada banyak mobil di kantor kak Gerald lebih bagus dari punya ayah loh"ucap Arina menghasut adiknya.


"Arin jangan coba-coba lakukan itu, nanti jika dia minta yang baru ayah bisa dimarahi mommy mu, lagian mobil mommy juga banyak di Mension nya,kan sayang kalau gak ke pake mending di jual semuanya buat investasi"ucap Refi, sambil menggoda.


"Hahaha, jiwa miskin ayah mu kambuh padahal uang nya, sudah terlalu banyak, mungkin jika mendirikan bank swasta ayahmu sudah lebih dari mampu"ledek Dheandra, sontak semua orang tertawa.


"Itu milik mu dan anak-anak momm..."ucap Refi langsung mencium bibir Dheandra.


"Ah ayah jatuh miskin dong..."ucap Arina.


Ayah bekerja keras untuk kalian semua, jadi ayah tidak memiliki apapun selain kalian semua"ucap Refi.


"owh so sweet nya"ucap Arina.


"Makanya cari suami yang seperti Ayah, tidak perlu banyak uang yang penting mau berusaha"ucap Dheandra.


"Ya mommy"ucap Arina.


"Mommy mu juga terpaksa"ucap Refi.


seketika semua orang terdiam lalu berkata.


"Arina tidak ikutan,ya mom... yang bilang itu Ayah" ucap nya sambil lari ke arah tangga untuk melarikan diri saat, melihat ibunya melotot tajam.


"Sayang jangan marah gitu kan belum tau terusan nya"ucap Refi.


"Gak lucu tau gak mas aku memang belum mencintai kamu karena aku dulu baru saja pisah dari dia, tapi rasa sayang ku padamu lebih besar kamu tau itukan, jika kamu lupa setelah satu bulan pernikahan kita, aku sudah jatuh cinta pada mu"ucap Dheandra.


"Iya sayang ku, aku tau kok jangan marah ya, muachh love you"ucap Refi .


"Heummm... jangan bilang begitu lagi,aku sedih,aku sangat mencintaimu mas, dan aku tidak pernah bohong"ucap Dheandra lirih.


"Aku tau sayang, jangan sedih ya...satu Minggu lagi kita akan honey moon"ucap Refi.


"Mas... bukan kita tapi mereka yang baru menikah, aku kangen Arinda, sedang apa dia sekarang apa?.. semua nya baik-baik saja"ucap Dheandra.


"Arina seperti nya ada yang dia sembunyikan selama ini dari kita honey"ucap Dheandra.


"Semoga saja bukan hal yang serius"ucap Refi.

__ADS_1


mereka pun akhirnya masuk kedalam kamar nya, Arina bahkan sudah selesai berkemas saat ini, dia sudah bertekad untuk meninggalkan Indonesia, meninggalkan Bruno, yang kini tengah berusaha melacak keberadaan nya.


keesokan paginya, Refi sudah bersiap untuk pergi menuju bandara bersama dengan Arina dan juga sang istri, sementara Alexander tengah bersiap untuk pergi ke sekolah bersama dengan sopir pribadi nya, dia sudah memiliki fasilitas lengkap yang Dheandra berikan khusus untuk anak laki-laki nya, Gerald pun sudah punya tapi, hidup Gerald di Jerman jauh lebih lebih baik dari yang terbaik.


Arina sampai di bandara, dia langsung berjalan menuju jet pribadi berada tapi seketika itu tangan nya dicekal oleh Bruno, beruntung Dheandra dan Refi, hanya mengantar sampai di depan bandara karena tiba-tiba ada seorang yang menelpon bahwa Alexander Wijaya di bawa ke rumah sakit.


"Lepas aku sudah ditunggu pesawat"ucap Arina.


"Tidak akan aku ijinkan kamu pergi tanpa aku"ucap Bruno,tegas pria itu bahkan meminta orang-orang nya, untuk mengurus semua nya, sementara itu dia pergi membawa Arina pulang.


"Lepas, sakit tau aku tidak mau keluarga ku marah gara-gara ini, sudah cukup hubungan kita, cukup sampai disini, aku tidak ingin lagi berhubungan dengan mu"ucap Arina, tapi Bruno, tidak menghiraukan nya, hingga mereka sampai di mobil.


"Lahir kan satu anak untuk ku, setelah itu kamu baru boleh pergi, tanpa anak kamu aku yang akan merawat nya sendiri"ucap Bruno tanpa rasa bersalah.


Arina, menatap tajam pada Bruno"kau ingin anak minta saja pada wanita itu, aku tidak akan pernah memberikan mu anak, enak saja setelah mendapatkan hasil kamu ingin membuang ku cari saja diluar sana, jika ada aku yakin itu karena terpaksa demi tuntutan ekonomi, tapi jika ada yang suka rela,aku rasa. orang sudah tidak waras"Arina.


sementara Bruno hanya merangkul pinggang Arina dan membawa dia masuk kedalam kamar nya, saat itu juga.


"Aku tidak akan membiarkan mu pergi,ada anak atau tidak, yang aku tau aku ingin bersama dengan mu selamanya, meskipun suatu hari nanti aku akan menikahi nya"ucap Bruno.


sementara itu setelah kepergian Arina, laporan pembatalan pesawat itu, telah sampai pada telinga Dheandra, Arina menghilang begitu saja.


"Arina, kamu kemana Sayang apa yang kamu sembunyikan dari mommy"ucap Dheandra lirih.


sementara Refi tidak tau tentang itu, untuk sementara Dheandra akan menutupi semua itu dari Refi.


Bruno tengah memaksa Arina, untuk berhubungan badan dengan nya, dan Arina benar-benar menangis, Bruno begitu kasar, sorot mata nya begitu terlihat kecewa saat ini, wanita yang saat ini dia cintai bahkan menolak untuk memiliki anak darinya, padahal Bruno, akan berusaha untuk menjadi suami yang baik hingga nanti.


Arina lagi-lagi pingsan, karena perbuatan Bruno yang bahkan diluar batas normal, pria itu bahkan berulang kali menyemburkan cairan hangat di dalam rahim nya, padahal Arina sudah menolak untuk itu, tapi Bruno malah dengan sengaja melakukan itu.


Bruno tidak ingin lagi kehilangan Arina, meskipun dia harus berusaha untuk mengikat nya dengan anak dan mempertanggung jawabkan anak mereka di hadapan Dheandra sekaligus.


sementara itu Arinda, saat ini tengah berada di dalam pesawat dia dan Arga akan berlibur ke Bali.


setibanya di Bali , wanita itu seperti tidak ingat bahwa dia punya suami, Arinda bahkan berlaku seperti bule dia hendak pergi ke pantai hanya menggunakan bikini tapi Argha, langsung menarik nya kembali ke dalam kamar villa resort tersebut.


Argha tidak ingin keindahan tubuh istri nya, dinikmati oleh orang lain.


"Masuk kamar, atau kita kembali pulang ke rumah"ancam Argha.


"Iya mas, jangan gitu dong, gak enak banget pake ngancem segala"ujar Arinda yang langsung masuk saat ini dia sudah berpakaian sedikit tertutup.


"Aku pakai ini saja"ucap Arinda, yang kini sudah memakai t-shirt dan hotpants.


"Celana nya ganti"ucap Argha lagi.


"Mas, lama-lama bikin kesel deh, lebih baik aku disini saja, dan tidak melakukan apa-apa, atau pulang saja, untuk apa?... pergi kesini kalau ini itu tidak boleh"ucap Arinda yang langsung masuk kedalam kamar lalu membanting pintu nya.


"Rinda, maksud aku baik loh... kamu itu memang nya mau tubuh kamu dijadikan tontonan oleh mereka yang ada di sana, kalau aku sih tidak ingin ya, istri ku, dinikmati oleh banyak orang"ucap Argha.


"Terserah kamu saja, aku mau pulang!!" ucap Arinda berteriak.


"Rinda sayang, jangan begini dong sayang kamu kan tau aku sebagai kepala keluarga, harus menjaga dan melindungi istrinya"ucap Argha lembut.


"Iya, tapi tidak begitu juga, kamu keterlaluan aku mau pulang saja"ucap Arinda, drama dimulai.


mereka mungkin baru bertemu satu sama lain, tapi karena kejadian malam pertama mereka saat itu, akhirnya rasa sayang itu tumbuh dari kesan malam pertama itu.


"Oke baiklah tapi kamu tidak boleh jauh-jauh dari ku, sekarang ayo kita pergi"ucap Argha, tapi gadis itu malah menggulung tubuh nya dalam selimut.


"Arinda sayang ayo... tadi katanya ingin pergi ke pantai"ucap Argha.

__ADS_1


"Pergi saja sendiri aku sudah tidak mood"ujar wanita itu.


"Baiklah sayang aku pergi sendiri saja, awas kalau kamu protes, karena aku didekati wanita cantik"ucap Argha, sambil merapikan rambut nya di cermin.


Arinda langsung bangkit dari tidur nya, dia langsung berkata"Tidak masalah aku bisa mendapatkan cowok lebih tampan dan lebih tajir melintir dari mu"ucap nya enteng tapi sedetik kemudian Argha langsung menatap Arinda yang kini mundur karena tatapan tajam dari Argha.


Argha langsung menarik Arinda, mendorong nya ke atas ranjang empuk itu.


di Jakarta sendiri Arina,kini tengah menangis karena Bruno, saat ini pergi begitu saja setelah membuat dia merasa sangat marah.


Bruno pergi ke sebuah club malam, dia bahkan tidak peduli dengan kata-kata Arina dulu yang mengatakan bahwa ia benci laki-laki yang suka minum-minum beralkohol .


Arina langsung menghubungi mommy nya, saat itu juga dia mengatakan yang sejujurnya, Dheandra sempat marah besar, tapi dia tidak ingin putri nya, kenapa-napa, akhirnya wanita itu menjemput putri bungsu nya itu.


"Arina ,ini mommy sayang, mommy datang jemput kamu"ucap Dheandra.


sementara itu Bruno, yang baru saja datang dari club malam dia hendak masuk tapi dia kaget melihat Dheandra yang kini tengah memeluk Arina.


"Mom... dia pria yang selama ini menjadi suami kontrak ku"ucap Arina.


"Owh jadi kamu yang selama ini telah membuat anak saya kesultanan"ucap Dheandra tegas.


"Sudah cukup aunty, dia itu istri sah ku mana ada istri kontrak hanya saja kami menikah dibawah tangan"ucap Bruno, membela diri.


"Baiklah kita akan selesaikan di rumah saya"ucap Dheandra marah.


Bruno pun pergi dengan Arina, dalam satu mobil, sementara Dheandra bersama dengan sopir mengikutinya dari belakang, dengan mobil pribadi nya.


Bruno tampak terdiam dia tidak berkata sedikit pun, sampai Arina menangis dalam diam dan itu terlihat dari kaca spion depan


"Honey, coba jelaskan dimana letak kesalahan ku, selama ini,aku sangat mencintaimu aku memberikan semua fasilitas yang aku punya, bahkan bahkan aku lebih perhatian pada mu dari pada dia"ucap Bruno.


"Aku jatuh cinta pada mu, Bruno, kamu pria yang selama ini menjadi suami ku ,maka sesuai perjanjian, kontrak kita akan langsung berakhir , tapi kamu malah main gila bersama wanita lain di kamar kita, aku tau Bruno,aku tau semua nya, sakit... hiks hiks hiks sakit Bruno, sakit rasanya saat melihat mu berhubungan dengan wanita lain"ucap Arina.


"Maaf sayang ,aku tak ingin kamu begini tapi saat itu aku benar-benar sangat membutuhkan p*******n sumpah sayang sumpah demi apapun,aku tidak pernah menuntaskan nya, yang aku minta maaf"ujar Bruno.


"Tetapi aku jijik tau bekas orang"tangis pilu itu tetap bersama


Arina terus menangis hingga pria itu tiba-tiba menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Apa mau mu sekarang Arina, apa? kamu, ingin berpisah dengan ku, iya begitu heumm baik aku akan mengabulkan nya untuk mu, tapi ingat jangan menyesal"ujar Bruno.


"Daddy... kamu benar-benar ingin menceraikan aku, baiklah "


"Arina melakukan yang terbaik menurut mu"ucap Bruno sambil meminta Arina keluar dari mobil nya.


"keluar lah mulai sekarang dan selamanya"


stop Daddy Stop,aku mohon berhenti hiks hiks hiks, kamu tega melakukan itu pada ku, ucap Arina yang langsung membuka pintu mobil tersebut dia berlari menuju ke tengah jalan raya itu dan berdiri di sana bersamaan dengan itu, Bruno langsung menarik nya, karena hampir saja dia tertabrak mobil.


Arina, saat ini tidak sadarkan diri, entah karena syok atau karena terlalu sakit hati.


"Arina bangun!"teriak Bruno yang tampak khawatir.


Arina tidak bergeming sedikitpun saat ini dia benar-benar seakan sudah menyerah dengan rasa sakit nya.


sesampainya di Mension milik Dheandra, wanita itu meminta orang-orang kepercayaan nya membantu Bruno.


hingga sampai di dalam ruang tengah, Arina dibawa ke kamar nya, sementara Bruno, mengikuti Dheandra yang kini meminta Bruno untuk menjelaskan semua nya.


"Jelaskan semua nya, saya tidak suka bertele-tele"ucap Dheandra tegas.

__ADS_1


"Aku menyukai putri aunty, saat dia kelas tiga SMA, aku bertemu di gerbang sekolah, dan menurut ku, dia adalah wanita paling sempurna yang aku temui, bukan karena wajah nya, saja tapi kelembutan nya, karena aku, sering melihat nya, setelah pertemuan pertama kami saat itu,aku langsung mengajukan pernikahan dan Arina pun langsung menyetujui nya, karena entah kenapa, seperti nya dia terlalu nyaman hanya dengan sedikit perhatian ku, kamipun menikah secara siri tanpa sepengetahuan siapapun , setelah itu aku yang jarang berada di sini meminta dia untuk tinggal di rumah kita, aku sudah membelikan dia rumah yang cukup nyaman, bagi kami tapi setiap aku tidak di Indonesia dia selalu pulang ke Mension, tanpa seijin ku"ucap Bruno jujur.


__ADS_2