
besok nya Aulia sendiri memang dari pagi sudah berada di cafe nya, Naufal hanya mengantarkannya saja setelah itu ia kembali ke sekolah untuk mengajar, sedangkan Aulia akan ia jemput nanti sore atas permintaan Aulia sendiri, ruangan Aulia sendiri juga sudah selesai finishing nya, Zidan dan yang lainnya membantu Aulia merapikan serta memasukkan barang-barang seperti rak, meja serta kursi yang di butuhkan di ruangan Aulia tersebut.
cafe Aulia terdapat pilihan tempat outdoor dan indoor, dengan gaya modern di indoor sedangkan outdoor Aulia memilih tema alam, dengan memasang karpet rumput sintetis di atas paving sebagai alas duduk di setiap meja, hal ini Aulia pilih agar jika musim hujan bisa dengan mudah di gulung dan tidak memakan tempat daripada kursi-kursi yang pastinya membuat lebih susah di angkat ketika tiba-tiba hujan apalagi butuh tempat penyimpanan yang besar untuk kursi.
sedangkan di bagian indoor di depan tampak lah kaca besar sebagai jendela dan juga merangkap menjadi tembok, di salah satu tempat tersendiri ada bar barista dan tempat memesan makanan, kursi-kursi nya Aulia pilih satu model dari kayu namun dengan bentuk berbeda-beda, ada yang satuan ada yang panjang jika ada yang berombongan kesini, lantai dua di khususkan untuk ruang privat dan di lantai tiga, Aulia gunakan untuk rooftop, Naufal memasang kanopi buka tutup di atasnya, meskipun sedikit mengganggu penglihatan tapi ini lumayan membantu jika sedang musim hujan, dengan kursi dari rotan sintetis serba putih rooftop cafe Aulia menjadi sangat cantik dan pastinya menarik.
untuk mess untuk tempat tinggal Zidan dan kawan-kawan Aulia taruh di bagian ujung belakang tanah ini, agar agak jauh dari tempat makan pengunjung agar tidak mengganggu, dan untuk kamar mandi dan musholla Aulia letakkan di bagian tengah outdoor agar mudah bila ada pengunjung mencari musholla dan kamar mandi, di indoor kamar mandi nya juga ada.
hasil design cafe ini benar-benar Naufal tanya kan dulu pada istrinya, Ia ingin Aulia juga terlibat pada cafe mereka berdua, dan jadilah seperti ini, Aulia dan Naufal menggelontorkan dana besar-besaran untuk pembangunan cafe ini dan berharap semoga kedepannya cafe ini menjadi salah satu cafe milenial yang banyak di minati masyarakat sini.
tok tok tok
"masuk" teriak Aulia saat sedang menata ruangannya.
Nabila pun memasuki ruangan Aulia.
"sini bil duduk dulu, yang lain masih belum Dateng??" tanya Aulia Nabila menggeleng.
"belum, paling bentar lagi"jawab nabila sambil duduk di sofa ruangan Aulia, sedangkan Aulia masih tetap dengan kegiatan nya.
"bagus banget cafe nya Lia, kamu hebat banget bisa bangun usaha kayak gini" ujar Nabila
"Alhamdulillah bil, semoga kedepannya cafenya rame pengunjung ya, aku deg deg an nih takut ngga ada yang dateng"
"kok pesimis gitu? semangat dong, lagian sekarang orang-orang desa sini juga nggak kuno-kuno banget, pasti anak-anak muda banyak yang minat kesini, apalagi ini di samping jalan raya aku yakin pasti banyak yang Dateng" Nabila memberikan semangat pada Aulia.
"iya semoga ya bil" kata Aulia Nabila mengangguk.
__ADS_1
"eh Lia,.. aku sebenarnya mau cerita sesuatu sama kamu, tapi agak Malu ngomong nya, gimana ya" curhat Nabila malu-malu
"hah, kenapa sih bil, jangan buat gue makin penasaran"
"kamu kasih nomor aku ke bang Reno ya" kata Nabila membuat Aulia mengangguk baru ingat.
"iya, sorry ya bil gue lupa bilang sama elo nya, abis kak Reno maksa sih waktu itu" jelas Aulia
"terus, gimana-gimana, asik nggak orang nya?" tanya Aulia penasaran.
"ya gitu deh" ujar Nabila senyum-senyum. Aulia yang makin penasaran pun ikut duduk di samping Nabila.
"ayoo jujur sama gue, gimana gimana sama kak Reno" tanya Aulia.
"ya ngga gimana-gimana sih, dia seringnya cerita soal kamu, tapi kita sering video call an sering chatting an juga" jelas Nabila.
" pacaran nggak?"
"kayaknya sih belum, tapi ngga tau kalo sekarang, terus ngapain chat-chat an kalo ngga ada kepastian??" tanya Aulia karena takut kakaknya hanya memanfaatkan Nabila.
" pernah sih dia waktu itu dia nembak aku, tapi aku tolak, soalnya kan kita ngga pernah ketemu, ketemu juga sekali itu aja waktu pernikahan kamu"
"terus perasaan Lo gimana sama dia ?"
"kadang sih baper tapi aku ngga mau lebih jauh, bukan cuma kita belum pernah ketemu, lagian juga aku ngga tau sebenarnya dia kayak apa, bukan nya aku su'udzon sama kakak kamu, tapi waspada ngga papa kan?" Aulia mengangguk, ia lega setidaknya Nabila masih berpikir terlebih dahulu sebelum grasak-grusuk terima cinta nya Kaka Reno.
"terus aku cerita kalo kamu mau opening cafe,, dan dia bilang pengen dateng kesini, gimana menurut kamu?" tanya Nabila, Aulia mengangguk
__ADS_1
"ya biarin aja deh bil, dia kan juga kakak aku, mungkin dia mau kasih semangat buat aku" jelas Aulia, Nabila pun mengangguk.
mereka masih mengobrol santai berdua lalu tidak lama Nisa dan ririn datang, Aulia pun membawa mereka berkenalan dengan Zidan, Sam dan yang lainnya, mereka pun mencoba mengakrabkan satu sama lain karena memang mereka akan menjadi partner bekerja kedepannya.
setelah berkenalan mereka saling membantu Aulia menata dan merapikan barang-barang bisa, Ririn dan Nabila pulang pada pukul 3 sore.
"eh.. kok aku heran ya, Aulia pilih karyawan anak-anak kayak gitu, kalian liat nggak tadi ada yang punya tato, terus kupingnya pake anting anak-anak punk gitu" tanya Nisa saat mereka makan mi ayam di salah satu warung, ia sangat heran tapi tidak berani ia tanyakan pada Aulia tadi.
"ya ngga papa lah sa' lagian nih ya, sebenernya mereka itu ganteng-ganteng tau, tapi cuma mereka sering di jalan aja makanya jadi agak gosong, apalagi si Sam, uhh manis banget, apalagi dada itu lhoh kayak orang pekerja keras, macho banget" ujar Ririn senyum-senyum sendiri.
" dihh apaan sih, kamu suka ya sama dia, jangan deh nanti kerja nya malah pacar-pacaran terus" kata nisa'
"iya Rin jangan deh" tambah Nabila
"Yee .. apaan sih orang cuma kagum aja" cemberut Ririn.
"tapi meskipun mereka dandanannya berandalan tapi baik banget ngga sih, apalagi sama Aulia, sopan-sopan terus nurut banget kalau di suruh-suruh" Nabila menjawab pertanyaan Nisa tadi
" namanya juga di bayar bil ya mau ngga mau harus nurut" jawab Ririn menyahut
" bukan, Ririn nih .. maksud aku tuh mereka tulus, ngga terpaksa gitu " Tambah Nabila
"hati orang mana tau bil, aku takutnya mereka cuma manfaatin kebaikannya Aulia " ujar nisa.
"otak kamu sinetron banget sih nis, su'udzon tau itu namanya kata Gus Naufal" jawab Ririn menanggapi kecurigaan nisa.
" iya Nis, jangan liat hati orang dari penampilan nya dulu, siapa tau mereka lebih baik dari diri kita sendiri, udah ah Jangan ngomong nggak-nggak gitu, nggak enak sama Aulia kalo Sampe kedengeran Aulia".
__ADS_1
"iya sih, aku terlalu parno soalnya " kata nisa
"udah yuk buruan makannya, abis itu pulang" ajak Ririn, keduanya pun mengangguk.