
mereka berdua menuju rumah Aulia karena tidak mungkin Aulia membawa Zahra ke rumah Naufal, pasti Zahra tidak akan mau.
"assalamualaikum" salam Aulia ketika baru membuka pintu.
"waalaikumsalam, eh ada anak ibuk, sini masuk sayang" ibu yang baru akan duduk di sofa ruang keluarga.
Aulia pun masuk membawa serta Zahra, lalu mencium tangan ibunya diikuti Zahra.
"buk Lia bawa temen, Lia ajak ke kamar ya, Lia pengen tiduran " izin Aulia yang ingin membawa Zahra ke kamar.
"eh bentar dulu dong, nama kamu siapa? cantik banget" ujar Bu Mira menatap wajah Zahra.
"Zahra buk" jawab Zahra tersenyum sopan.
"nama kamu juga ada Zahra nya ya Lia" ujar Bu Mira pada aulia.
"iya buk, kayaknya udah pasaran ya " Aulia tertawa diikuti ibu dan Zahra.
"ya kan emang artinya bagus nak" bantah ibu pada Aulia dengan ikut tertawa.
"ngomong-ngomong kamu udah makan belum nak? makan dulu ya" tanya Bu Mira
"belum buk, makan dulu yuk ra, Lia juga lagi kangen masakan ibu nih" ajak Aulia kemudian menarik tangan Zahra masuk ke ruang makan.
Aulia dan Zahra duduk di meja makan diikuti bu Mira, lalu mereka mengambil piring dan makanan.
"makan yang banyak sayang biar janinnya sehat ya, kamu juga nak, makan yang banyak nggak perlu sungkan" ujar Bu Mira pada Aulia mereka pun mengangguk, Aulia tidak keberatan membahas kehamilan nya di depan Zahra karena Zahra juga masih kecil, gak akan ngerti juga.
"kamu sekarang gimana? masih sering mual nggak nak??" tanya Bu Mira pada Aulia.
"kalau pagi selalu buk, tapi udah nggak sering, soalnya udah di kasih obat anti mual sama dokter" jelas Aulia sambil menyendokkan nasinya, Zahra hanya diam tidak mengerti pembahasan orang dewasa.
"yang sabar ya nak, hamil emang gejalanya macem-macem" nasehat Bu Mira Aulia mengangguk.
tiba-tiba di tengah obrolan mereka Naufal datang dengan terburu-buru.
"assalamualaikum, Lia , ibuk" panggil Naufal yang baru masuk pintu depan.
"waalaikumsalam, Lia di ruang makan mas" teriak Aulia agar Naufal mendengar.
"kamu nggak apa-apa kan sayang, kok bisa sakit kepala? kamu banyak pikiran apa gimana?" seloroh Naufal mendatangi Aulia memegang kening Aulia.
"loh kamu sakit Lia, tadi kamu nggak bilang apa-apa kok" kaget Bu Mira.
"Lia nggak sakit kok mas, tadi cuma alesan aja" jelas Lia pada Naufal mengambil tangan Naufal dari keningnya.
__ADS_1
"alesan gimana? jadi kamu bohong?" tanya Naufal.
"bego banget gue" batin Aulia sadar akan kebohongannya.
"ee.. tadi Lia berantem sama si nanda, tapi gara-gara dia duluan kok yang mulai, jadinya Aulia kesel pengen pulang, maaf mas udah bohong sakit kepala" Aulia dengan ragu menjelaskan.
"terus kenapa bawa Zahra sekalian? kan kamu tau dia harus belajar" tanya Naufal melihat Zahra, Zahra yang dilihat segera menunduk takut.
"tadi dia bully Zahra, Zahra Sampek nangis jadi Lia bawa aja dia, lagian mas tau kan? aku lagi hamil kalau marah-marah bikin stress gimana ?" Lia mencoba mencari alasan agar ia dan Zahra tidak dihukum, dan juga memanfaatkan kehamilannya didepan suami serta gurunya. "pasti kamu nggak akan tega, hihihi " batin Aulia tertawa.
Naufal menghembuskan nafas kasar.
"yaudah, kamu istirahat aja, Zahra kamu balik ke kelas ya" bujuk Naufal agar Zahra tidak bolos.
"ihhh mas, Zahra kan lagi makan" ujar Aulia kesal.
"ehh.. nggak papa kok kak, Zahra masuk kelas aja"
"nggak, pokoknya habisin dulu di piringnya, habis itu kamu pergi nggak papa" cegah Aulia.
"iya, kamu habisin dulu, habis itu masuk kelas ya" Naufal pun mengikuti apa kata Aulia, lagian mubazir juga kalau nggak di habisin.
"yaudah, mas balik ke kelas dulu ya" lanjut Naufal kemudian Aulia meraih tangan Naufal dan mencium tangannya.
"mas cium dong " Aulia menunjuk pipinya ingin dicium suaminya.
tanpa menjawab Aulia mencium pipi Naufal membuat Naufal melotot. Aulia seakan tidak merasa bersalah duduk kembali dengan bibir tersenyum. ibu yang melihat itu tertawa melihat ekspresi menantunya.
Naufal malu dengan ibu mertuanya, ia pun mencubit gemas pipi Aulia.
"ihhhh.. nakal banget"
"hahaha, maaf ya nak, anak ibu itu emang suka jail" bu mira tertawa pelan.
"yaudah sayang, mas pergi dulu, mari Bu. assalamualaikum "
"waalaikumsalam " jawab mereka serentak.
setelah Naufal keluar Bu Mira masuk kamar, tinggal Aulia dan Zahra Disana.
" ee.. kak, maaf ya zahra boleh tanya sesuatu nggak?" tanya Zahra.
"boleh dong, ada apa?"
"pak Naufal..."
__ADS_1
"kami sudah menikah Ra" potong Aulia.
"hah... bukannya masih beberapa Minggu lagi ya kak?"
"sebenarnya kita sudah menikah beberapa bulan yang lalu, tapi nikah siri soalnya kakak masih sekolah, karena kakak udah lulus jadi kita adakan resepsi.
"nikah siri itu apa kak" bingung Zahra.
"kamu anak kecil mana ngerti ya, udah deh pokoknya kita sudah menikah udah gitu aja" Aulia bingung menjelaskannya pada Zahra.
"ohh .. gitu ya kak" Zahra mangut-mangut seakan mengerti.
mereka pun melanjutkan makan malamnya, selesai makan Zahra pamit.
"makasih ya kak"
"iya sama-sama, oiya, ini buat kamu" Aulia menyerahkan paper bag untuk Zahra yang tadi ia bawa.
"apa ini kak?" tanya Zahra
"bukan apa-apa, kamu taruh dulu di lemari, habis itu balik ke kelas"
"siap kak, makasih ya, assalamualaikum " salam Zahra kemudian melenggang pergi menuju gerbang pesantren.
Aulia menuju kamarnya, menyalakan televisi dan rebahan di ranjang. hingga tidak terasa ia tertidur.
pukul 12 malam Naufal baru masuk kamar Aulia, sebelum ia ingin biarkan Aulia tidur di rumahnya tapi saat akan tidur, Naufal justru gelisah ingin memeluk istrinya, "apa bawaan bayi ya" pikir Naufal sambil berjalan ke kamar Aulia.
Naufal masuk kamar, terlihat Aulia tertidur lampu dan televisi masih menyala.
"pasti ketiduran " batin Naufal.
"sayang, bangun, kamu udah sholat belum?" tanya Naufal khawatir Aulia belum sholat isya'.
dengan jurus biasa Naufal segera mencium bibir Aulia agar segera terbangun.
"mass .. eeeh.. kenapa sih ganggu orang tidur aja" ujar Aulia yang matanya baru terbuka sedikit-sedikit.
"kamu udah sholat belum? soalnya mas lihat kamu belum pake baju tidur" tanya Naufal karena kalau Aulia sudah melakukan sholat isya dia akan ganti baju, itu kebiasaan Aulia yang Naufal ingat.
"iya mas Lia belum sholat, tadi ketiduran, " ujar ria kaget melihat jam. ia segera bangkit ke kamar mandi lalu berwudhu san sholat.
Aulia naik ke ranjangnya lagi karena sudah selesai melakukan kewajiban beribadah nya.
tanpa Naufal sadari Aulia sudah memakai lingerie karena dari tadi Naufal tidak memperhatikan Aulia, ia sibuk dengan email pekerjaan.
__ADS_1
"mas" panggil Nia saat baru naik ranjang.
Naufal seketika menoleh dan melotot melihat penampilan istrinya yang benar-benar sangat seksi dan menggoda.