Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 96


__ADS_3

besoknya dengan membawa mobil besar mereka karena mereka akan membawa empat orang, Aulia dan Naufal menjemput zidan dan ketiga teman yang lainnya dari rumah sakit.


Zidan Adi dan yang lainnya baru pertama kali menaiki mobil mewah seperti ini tidak bisa berhenti tersenyum karena mereka tidak pernah naik mobil mewah sama sekali.


"wah bener-bener nih, kalau kita nggak ketemu dan nggak kenal elu kita nggak bakal tahu nih sampai mati gimana rasanya naik mobil mewah dan sebagus gini lia" kata Sam sambil memejamkan mata merasakan nyamannya duduk di kursi se empuk ini.


" ya nggak gitu lah, kita nggak pernah tau Loh nasib orang kedepannya, gimana kalo suatu saat Lo pada jadi orang sukses bahkan lebih kaya, kan nggak ada yang tau" jawab Aulia.


"Halah nggak mungkin lah Lia, orang kayak kita itu bisa makan aja udah bersyukur banget tau" jawab Adi


"Yee nggak Caya an sih Lo" kata Aulia menyangkal.


"udah-udah nggak usah ribut kalian ini udah kayak kucing ama tikus aja " Naufal menengahi.


"eh . . iya-iya bang, maaf yak" jawab Adi tidak enak sedangkan Aulia tertawa.


"loh kok berhenti sini sih bang?" tanya Sam saat mobil naufal mau berhenti di lapangan.


"lha emang kalian mau tidur dimana?" tanya Naufal


"kita sih rencananya mau kos dulu sebulan aja Sampe Zidan sehat"


Naufal tidak menjawab, ia meneruskan mobilnya hingga masuk pada bangunan baru cafe nya.


setelah sampai Naufal dan Aulia turun di ikuti yang lain kecuali Zidan.


"gimana pak,? udah jadi kan yang saya minta?" tanya Naufal pada tukang bangunan nya.


"sudah pak, bisa di lihat di dalam, barang-barang pesanan non Aulia juga sudah sampai tadi pagi. tapi maaf ya pak, masih agak-agak bau semen basah, soalnya emang buru-buru "


"iya pak nggak papa" jawab Naufal.


"Sam, Lo bopong si Zidan keluar,, yuk di, Rif kita siapin kamarnya dulu" ajak Aulia lalu beranjak menuju kamar yang sudah selesai, memang yang sudah selesai hanya satu kamar tapi untunglah masih cukup untuk mereka berempat meskipun harus berdesak-desakan.

__ADS_1


selesai di bereskan Zidan yang dari tadi menunggu di luar segera di bopong ke kasur, setelah itu mereka biarkan agar istirahat.


"Aulia, bang Naufal, kita nggak tau lagi nih terimakasih nya musti gimana ?" ujar Sam yang sudah merasa sangat segan dengan segala kebaikan Aulia dan Naufal.


"santai aja, pokok nya kalian tinggalnya mulai sekarang disini aja ya,"


" hah .... serius??" tanya mereka kompak,. Aulia mengangguk.


"emang ini mau di buat apa bang?" tanya Adi pada Naufal.


Naufal dan Aulia pun mulai menjelaskan apa tujuan menyuruh dan membawa mereka tinggal disini, selain itu juga Aulia sangat yakin untuk merekrut mereka menjadi karyawan nya disini.


"kalian berdua serius??" tanya Rifki, karena ia masih tidak yakin bahwa Aulia sebegitu mempercayainya. Aulia mengangguk penuh keyakinan.


" Lo percaya banget sama kita Lia? kita kan cuma anak jalanan, dan penampilan kita kayak gini" kata Sam.


"urusan penampilan mah gampang, yang penting kalian bisa gue percaya, dan gue yakin kok kalian nggak bakalan macem-macem kalau kalian jadi orang kepercayaan gue" Aulia semakin meyakinkan.


"bang,, ini beneran??" tanya Adi kini pada Naufal


"kalau ada pemasukan insyaallah se enggak nya bisa lah bawa periksa sebelum terlambat, jadi gimana kalian mau kan??" mereka bertiga pun saling pandang sebentar lalu mereka melihat Aulia dan Naufal lagi dan mengangguk penuh keyakinan juga.


"Alhamdulillah " ujar Naufal dan Aulia.


"jadi ini kapan di buka cafe nya Lia ?"tanya Rifki, melihat dari pembangunan nya sih masih kurang sekitar satu bulanan lebih.


"mungkin dua bulanan lagi sih Rif, tapi gue bakalan sering kesini buat meeting in persiapan bukanya, dan kamu mas kamu buatin izin usaha nya ya" ujar Aulia, Naufal mengangguk.


setelah mengobrol agak lama tentang persiapan cafe Aulia dan Naufal pamit pulang.


sampainya di rumah keduanya di kagetkan dengan umi yang bilang kalau Abah tadi pingsan, Naufal dan Aulia dengan segera masuk kamar umi untuk melihat keadaan Abah.


" kok bisa pingsan sih mi? tadi berangkatnya udah sarapan kan?" tanya Naufal yang duduk di samping Abah tapi Abah memang sudah bangun dan di suapi bubur oleh umi.

__ADS_1


"kebetulan Abah tadi puasa nak, ya sekarang umi paksa batalin dulu" jawab umi.


"ya nggak papa mi, gimana bah? apanya yang sakit?" tanya Naufal


"cuma kepala Abah pusing sih fal, tadi pengajiannya tempat nya panas banget" jelas Abah.


"Lia telfonin dokter ya mas?" tanya Aulia pada Naufal, Naufal pun mengangguk, Aulia segera bergegas menelfon dokter.


tidak membutuhkan waktu lama dokter yang Aulia telfon sudah datang dan Abah pun segera di periksa.


"tekanan darah nya rendah, banyak minum dan banyak istirahat ya pak kyai jangan Sampe kecapean, terus jangan stres" kata dokter.


setelah memberikan obat pada pak kyai dokter itu pun berpamitan pulang.


"tuh kan bah, Abah pasti kepikiran tentang kasus kemarin, jangan di jadiin beban pikiran bah" ujar Naufal sambil membantu Abah minum obat.


" masih kepikiran aja nak, kok bisa Abah, kamu sama pengurus kita kecolongan gitu" jawab Abah setelah minum obatnya.


"namanya juga manusia bah, nggak semuanya harus sempurna kok" jawab Naufal


"kan se enggak nya bisa kita cegah kejadian seperti ini, Abah malu fal, pengajian, dakwah kemana-mana tapi santri Abah sendiri masih ada yang gitu" sedih Abah


"sabar ya bah, ini di buat pelajaran ke depannya ya buat kita lebih baik lagi" kata Naufal Abah mengangguk.


"kalau gitu abah istirahat dulu ya, Naufal tinggal" pamit Naufal Abah mengangguk lalu Naufal membantu Abah berbaring lalu keluar dari kamar Abah.


umi dan Aulia ada di ruang keluarga sedang ngobrol ringan.


"gimana fal, udah istirahat abahnya??" tanya umi.


"udah mi, umi juga istirahat gih, Abah juga udah minum obat" umi mengangguk lalu berpamitan masuk kamar, Aulia dan Naufal pun juga masuk kamar nya sendiri, sampai kamar Aulia mengajak Naufal mandi bersama, dengan senang hati Naufal pun tidak menolak


" mas, Abah kayak nya kecapean banget akhir-akhir ini, jadwalnya sedikit longgarin lah mas, kasihan " kata Aulia saat Naufal menggosok punggung nya.

__ADS_1


"iya nanti mas omongin sayang," jawab Naufal sambil sesekali menggosok perut Aulia.


"sekali disini ya sayang" bisik Naufal Aulia langsung mengangguk lalu mereka pun melakukan hubungan suami-istri di dalam bathtub.


__ADS_2