Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 120


__ADS_3

Bu Mira pun mengikuti langkah Fahri menuju rumahnya dengan terburu-buru tidak lama bu Mira pun ikut masuk Iya kemudian menunggu di ruang tamu Fahri pun keluar dengan bawa HP tangannya, Fahri mencoba menghubungi Aulia dan Untung saja tidak beberapa lama mulia mengangkat teleponnya.


"halo Aulia kamu di mana dek kok mobil kamu nggak ada juga?" tanya Fahri bahkan dia sampai lupa mengucap salam.


" halo Kak Iya maaf ya aku tadi buru-buru banget, soalnya aku juga panik dan ngga sempet bangunin ibu, tadi aku ke rumah kakak lama banget bukain nya"


" hah .. tadi kakak ngga denger apa-apa dek sumpah! kakak ngga denger kamu manggil, terus kamu dimana sekarang? ini ibu khawatir banget soalnya"


" aku di rumah sakit kak, tadi ada temen yang ngabarin kalo mas naufal kecelakaan, jadi aku buru-buru kesini, iya tadi ada lima menit aku bangunin kakak "


"innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, kecelakaan dimana dek??? parahh???" kaget Fahri membuat jantung Bu Mira deg-degan, ia kini duduk di samping Fahri untuk ikut mendengarkan telfon dari putrinya. Fahri pun mengerti keinginan Bu Mira segera ia mengaktifkan loud speaker di ponselnya.


" di bilang parah sih enggak kak, cuma ini kaki sama lengannya ke gores aspal, kalo yang lainnya Alhamdulillah aman-aman aja"


" Alhamdulillah kalo gitu Lia, ini ibu Sampe nangis-nangis barusan takut dikira kamu sama gus Naufal kecelakaan "


"nggak kok kak, ini mas Naufal juga keserempet aja kok, bilangin sama ibu ya kak bilang nggak usah khawatir "


"halo ndukkk ini ibu nak, syukurlah kalo kamu sama Naufal baik-baik aja, ibu khawatir banget.." ujar Bu Mira.


"iya buk, kita nggak apa-apa kok, "


"itu beneran kan suami kamu cuma ke gores aspal aja? nggak ada yang patah kan sayang??"


"nggak ada kok Bu, "


"yaudah kalo gitu ibu ke rumah sakit besok ya nak ? minta anter Fahri"..


",iya Bu, nggak apa-apa, besok hati-hati juga kalo kesini"


" iya nak, yasudah kalian istirahat ya jangan capek-capek dulu" pesan Bu Mira.


" iya Bu, yaudah assalamualaikum "

__ADS_1


" waalaikumsalam " Aulia pun mematikan panggilan ponselnya.


ternyata ada notifikasi dari Hasan di wa jika ia telah sampai, jadi Aulia segera membalas nya dan menyuruh Hasan untuk membantu berjaga di ruangan umi dan Abah, jika sewaktu-waktu perlu sesuatu. Hasan pun segera menyetujui nya.


setelah selesai Aulia menaruh hp nya di nakas dan ia kembali memeluk Naufal. Naufal pun menyambut pelukan Aulia dengan memeluknya erat serta menciumi pipi Aulia.


"lain kali bangunin Fahri Sampe bangun yang, biar kamu nggak nyetir sendiri" ujar Naufal kembali


"iya mas, tadi cuma kepalang panik aku"


"yaudah, yuk bobo dulu" ajak Naufal Aulia pun mengangguk ia kemudian memejamkan matanya tidak butuh waktu lama Aulia tertidur.


pagi hari saat adzan subuh Aulia terbangun dan ia tidak melihat Naufal di sampingnya.


"mas Naufal kemana?" tanya Aulia sambil bangun dari tidur nya.


ia pun perlahan turun dari ranjang dan mencari Naufal di sekitar kamar ternyata masih tidak ada Aulia berpikir mungkin suaminya sedang ke ruangan Abah dan umi.


Ia pun perlahan keluar dari ruang rawat suaminya dan aulia menuju ruang rawat Abah ternyata hanya ada umi dalam ruangan sedang duduk di sofa mengaji.


umi pun menghentikan bacaan Alquran nya "waalaikumsalam nak, sini.. cari Naufal ya??" tanya umi Aulia mengangguk melangkah menghampiri umi yang sedang duduk di sofa.


" Naufal lagi sholat di musholla sama Hasan " jawab umi


"yaudah mi, biarin aja oiya Abah ngga bangun-bangun semalem mi??" tanya Aulia


"bangun nak, semalem kita nggak tidur bahkan Naufal bantuin kita karena Abah ngeluh sakit semua, maaf ya semalem Naufal umi minta bantuan jadi kamu di tinggal sendiri, Abah minta di temenin Naufal soalnya sayang"


"nggak apa-apa dong mi, berarti infus mas Naufal di copot semalem mi?"


"iya minta tolong suster, udah abis juga, umi si udah cegah tapi Naufal nya maksa nak"


"yaudah mi kalo mas Naufal emang udah nggak kenapa-napa "

__ADS_1


"iya Lia, kamu mau sholat??"


"iya mi, aku ke musholla juga ya," pamit Aulia umi mengangguk kemudian Aulia pun melangkah pergi menuju musholla.


pukul tujuh pagi Bu Mira pak salim dan Fahri sudah berada di ruangan Abah untuk menjenguk, bu Mira pun membawakan pakaian ganti aulia dan Naufal serta membawa makanan.


setelah Bu Mira pulang tidak lama rombongan guru-guru datang menjenguk, memang hanya beberapa guru tidak semuanya tapi yang membuat Aulia kesal Bu Alika juga ada di sana. yang perempuan hanya Bu Desi dan Bu Alika sedangkan yang laki-laki ada tiga mereka pun berbincang dengan Naufal dan Abah tapi Abah masih lemas. sedangkan Hasan sudah pergi kuliah.


" Bu nyai yang sabar ya, banyak yang mendoakan pak kyai lekas sembuh kok" ujar Bu Alika merangkul dan mengelus-elus punggung umi,.


"iya Bu Alika terimakasih doa nya" jawab umi


"kita juga akan menyisihkan waktu di sekolah untuk berdoa bersama untuk kesembuhan Pak kyai" tambahnya


" iya nak, terimakasih sekali lagi " jawab umi Bu Alika mengangguk tersenyum manis.


"gus Naufal ...." panggil Bu alika Naufal pun menoleh


"kenapa Bu??"


" kata Lusi semalem gus Naufal kecelakaan gimana sekarang keadaan nya?" tanya Bu Alika


"iya keserempet Motor dikit,. udah nggak apa-apa kok" jawab naufal biasa aja, sebenarnya ia malas sekali menyahuti Bu Alika mengingat apa yang telah Bu Alika lakukan pada istrinya, tapi ia tidak mungkin ketus pada Bu Alika di depan umi dan Abah,. naufal pun berdiri menuju istrinya yang tengah duduk di sofa dengan wajah mulai sebal.


" sayang.. kamu sarapan dulu ya?" tanya Naufal karena memang tadi saat ada Bu Mira Aulia belum sarapan,.


" mau tapi di suapin ya??" tanya Aulia menaik turunkan alisnya dan tersenyum jahil.


" nggak enak ih, itu banyak tamu jenguk Abah masa' mas tinggal suapin kamu??"


"itu kan mereka lagi ngobrol juga sama Abah sama umi mas, ihh kamu mah gitu" cemberut Aulia


" hufft yaudah sini mas suapin" Naufal pun mengambil kotak bekal yang di siapkan ibu Mira untuk Aulia, setelah berhasil membuka nya perlahan Naufal menyendokkan makanan ke mulut Aulia.

__ADS_1


Bu Alika melihat pemandangan tersebut pun sebenarnya sangat panas tapi bagaimanapun juga ia harus menjaga citra baiknya di depan pak kyai dan Bu nyai.


__ADS_2