
seperti biasa Naufal bangun sebelum subuh, ia segera mandi dan wudhu, sebelum adzan subuh Naufal menyempatkan sholat tahajud beberapa rakaat dan berdzikir sambil menunggu waktu subuh.
"Hoek .. hoekk.." terdengar Aulia baru bangun dan mual lagi, Naufal segera menghampiri istrinya yang buru-buru menuju kamar mandi.
"mual lagi sayang?" tanya Naufal yang mengusap punggung Aulia yang masih tidak memakai apa-apa itu.
"mas... Aulia kenapa sihh.. nggak enak banget perut aulia" ujar Aulia yang sudah menangis.
" sabar ya sayang, kalau udah terang diluar kita periksa ke dokter ya, mas siapin air anget dulu buat kamu" ujar naufal kemudian menuju bathtub dan menyalakan kran air. setelah dirasa pas suhunya ia menyuruh Aulia mandi.
Aulia yang baru ingat akan mengetes urinnya segera menuju kamar lagi dan mengambil semua tespack nya yang tinggal tiga.
Naufal pun keluar setelah mencuci tangan dan berwudhu ia kembali ke sajadah nya akan melakukan sholat subuh karena adzan sudah berkumandang barusan, setelah adzan selesai Naufal segera sholat.
di kamar mandi Aulia tidak tanggung-tanggung mengetes dengan tiga tespack dengan bermacam merek. setelah mencelupkan urinnya Aulia menunggu sambil mandi agar cepat selesai.
setelah memakai handuk Aulia melihat hasil testpack nya yang berjejer di depan wastafel kamar mandi.
positif semuanya.
"Alhamdulillah " syukur Aulia kepada Allah karena kembali di beri kesempatan hamil.
Aulia keluar dari kamar mandi melihat Naufal duduk di ranjang setelah melepas pakaian untuk sholat nya, kemudian Aulia menggelar sajadah dan memakai mukenah nya.
"mas lihatin di wastafel kamar mandi ya, Aulia mau sholat dulu" ujar Aulia dan di angguki oleh Naufal.
Naufal menuju kamar mandi melihat ke meja wastafel berjejer tiga alat tes kehamilan dengan berbeda merek.
Naufal memperhatikan dengan teliti dan semuanya positif.
Naufal sangat bersyukur akhirnya Aulia bisa hamil lagi, ia pun keluar ingin menghampiri Aulia.
Aulia ternyata masih sholat tapi sudah rakaat terakhir, setelah selesai berdoa naufal menghampiri Aulia kemudian memeluk tubuh istrinya yang terbungkus mukenah itu.
"mas.. ngagetin aja sih, kirain apaan tiba-tiba di depan Aulia" ujar Aulia yang lumayan terkejut.
__ADS_1
"maaf sayang kalau kamu kaget, tapi makasih ya kamu udah hamil lagi, terimakasih banget" ujar Naufal mengungkapkan kebahagiaan nya .
"iya mas sama-sama, Alhamdulillah mas kita masih di kasih kesempatan untuk menjadi orang tua, semoga Aulia lebih bisa menjaga calon bayi kita ya mas" ujar Aulia setelah melepaskan pelukan suaminya.
"iya sayang Alhamdulillah, pasti kamu bisa kok yang, dan mas pasti akan menjaga kalian berdua kedepannya " ujar Naufal. Aulia mengamini nya.
"mas Aulia lepas dulu ya mukenah nya ya nanti peluk lagi" ujar Aulia karena agak susah bergerak, Naufal pun melepas pelukannya lalu membiarkan Aulia melepaskan mukenahnya dan segera ia ambil, Naufal melipatkan mukenah Aulia.
Aulia yang masih memakai handuk segera naufal menuntun tubuh Aulia duduk di tepi ranjang.
"sayang, mas boleh pegang perut kamu nggak? mas pengen banget ngelus" pinta Naufal pada Aulia.
"boleh, tapi kalau Aulia ganti baju dulu, masa' iya mau telangj*ng begini, kan dingin juga mas" pinta Aulia kemudian Naufal bangun lalu mengambil kan beberapa baju Aulia yakni baju dan celana piyama Aulia yang berlengan panjang, tidak lupa mengambil ****** ***** dan juga br* milik Aulia.
Naufal kembali ke ranjang memberikan apa yang sudah ia ambilkan untuk istrinya.
Aulia kemudian memakai bajunya.
setelah selesai Aulia duduk kembali di samping Naufal yang sudah menunggunya setelah menaruh handuk.
"sayang.. ini ayah.." ujar Naufal yang mengelus perut Aulia.
"kamu baik-baik ya di perut bunda, jangan nyusahin bunda ya sayang" lanjut Naufal lalu mencium kembali perut Aulia agak lama.
ini adalah salah satu momen terindah bagi Aulia, ia sampai menangis terharu melihat Naufal mengelus perutnya lembut begini, padahal dulu waktu hamil pertama Naufal juga sering melakukan ini, entah kenapa sekarang lain, perlakuan Naufal benar-benar menyentuh hatinya.
mungkin karena dulu Aulia belum siap hamil pikirnya.
Naufal melihat Aulia yang menangis Bombay, ia kemudian mengalihkan fokusnya pada istrinya.
"kenapa sayang? kok kamu malah nangis?" tanya Naufal
"nggak apa-apa sayang, terharu aja sama sikap kamu" jawab Aulia.
"makasih ya sayang" ujar Naufal lagi Aulia hanya mengangguk sambil mengusap air mata nya.
__ADS_1
" pokoknya mulai sekarang kamu nggak boleh pergi kemana-mana tanpa mas, kamu sekarang 24 jam dalam pengawasan mas, dan yang paling penting kamu nggak boleh stress lagi ya, biar bayi kita sehat" jelas Naufal panjang lebar.
"iya iya bawel" jawab Aulia dengan mencium pipi suaminya
di luar sudah mulai agak terang Aulia pamit ke Naufal akan ke dapur menemani umi masak, dan Naufal bertugas membereskan kamar bekas pertempuran mereka berdua.
"umi, Aulia bantu masak ya" ujar Aulia setelah sampai di dapur.
" boleh sayang, sini potong-potong wortel dulu ya sayang" jawab umi Aulia pun melakukan yang umi suruh tapi memang umi menyuruh yang ringan-ringan.
"sepertinya nasinya udah Mateng sayang, kamu bisa kan pindahin nasinya dari situ ke tempat rice cooker, biar umi angkatin ke bawah ya" ujar umi sambil mengangkat dandang ukuran sedang ke lantai karena memang umi masak nasinya masih pakai kompor karena katanya Abah tidak cocok dengan nasi rice cooker.
Aulia membuka penutup dandang tersebut.
"Hoek.. Hoek.. " mual Aulia yang baru menghirup aroma nasi yang baru matang, Aulia segera menuju wastafel dan memuntahkan isi perutnya. umi yang khawatir pun langsung menghampiri dan memijat-mijat tengkuk Aulia.
"nggak enak banget ya sayang, maafin umi ya" ujar umi merasa bersalah, Naufal yang sudah turun karena tadi mendengar Aulia mual menghampiri Aulia dan umi.
"muntah lagi mi?" tanya Naufal pada umi tangannya mengelus punggung dan perut Aulia.
umi mengangguk mendengar pertanyaan putranya.
"tadi baru buka nasi yang baru Mateng fal terus gini deh langsung muntah, kayaknya Aulia nggak kuat bau nasi deh" ujar umi menjelaskan pada Naufal.
Aulia yang sudah membersihkan mulutnya berbalik badan ke Naufal dan memeluk suaminya, Aulia lemas sekali, apalagi mukanya sudah pucat.
" mas.. Aulia muntah lagi" ujar Aulia Naufal membalas pelukan istrinya dan mengelus rambutnya lembut.
"habis ini ke dokter ya sayang, biar di kasih obat" ujar Naufal Aulia mengangguk.
"positif ya fal?" tanya umi penasaran.
"iya mi, Alhamdulillah " jawab Naufal.
"Alhamdulillah.. umi bersyukur banget, kamu jaga diri dan bayinya baik-baik ya sayang, Naufal juga jagain Aulia dan calon bayi kamu 24 jam Lho " nasihat umi, Aulia dan Naufal mengangguk
__ADS_1