Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 40


__ADS_3

"kamu kuat nak, anak kesayangan umi" ucap umi mengusap air mata Aulia.


" ibu.. maafin Aulia ya buk" ucap Aulia ditengah kesakitan nya.


Aisyah dan Fahri menangis melihat keadaan Aulia karena tidak tega. merekapun menunggu diluar disusul yang lain.


sekarang hanya tinggal Nauval menemani Aulia. sekarang Aulia duduk di sofa. tapi tidak lama Aulia segera turun lagi duduk di lantai lagi, kadang saking sakitnya Aulia sampai nungging memegangi perutnya.


"sayang, kalau aja sakitnya bisa diganti biar aku aja yang ngerasain" ucap nauval yang masih setia disamping Aulia.


"mas.. mungkin ini memang salah Aulia" jawab Aulia disela-sela tangisannya.


"nggak sayang, kamu nggak salah apa-apa" jawab Nauval.


"Aulia sempat ragu mas, Aulia takut Aulia tidak bisa jadi ibu yang baik untuk anak kita, maafin Lia mas... mungkin Allah marah sama Aulia yang nggak yakin dengan pemberiannya " ucap Aulia sambil menahan sakitnya, Nauval hanya bisa diam mendengar ucapan Aulia.


"kenapa kamu nggak bilang sama mas sayang, pasti fikiran ini yang kamu pendam sendirian membuat kamu stres" ucap nauval melihat Aulia yang masih memegang perutnya.


"maaf mas .. awwww" teriakan Aulia sangat keras kali ini, Nauval di buat bingung segera memegang perut Aulia mengusap-usap nya serta melafalkan doa.


aulia menggenggam tangan Nauval sangat erat yang dari tadi mengelus perutnya dan setelah itu terasa keluar sesuatu dari daerah intinya.


setelah keluar itu Aulia tidak merasa kesakitan lagi Nauval bingung apa yang terjadi pada Aulia, karena ia hanya memejamkan matanya.


kemudian Aulia membuka perlahan kedua matanya melihat Nauval masih duduk di depannya.


" mas, kayaknya yang dibilang dokter tadi udah keluar, aku cek dulu ya" Aulia bergegas ke kamar mandi dan ternyata benar di ****** ******** terdapat gumpalan seperti darah tapi agak pucat.


Aulia membungkusnya dalam tisu setelah membersihkannya. Nauval menunggu di depan kamar mandi saat Aulia keluar. Aulia menunjukkan janin keguguran nya pada Nauval.


"ini mas, kayaknya harus dikubur" ucap Aulia.


"iya sayang, biar mas yang kubur, kamu tiduran dulu di kasur habis itu kita kerumah sakit" Aulia pun mengangguk kemudian ia berbaring di kasur.

__ADS_1


Nauval mengubur janin anaknya di kuburan dalam pesantren yang memang sudah ada makam para kyai terdahulu dibantu Fahri.


setelah isya mereka bersama-sama mengantar Aulia kerumah sakit dan malam itu juga dokter melakukan penanganan yaitu membersihkan rahim Aulia takut ada yang belum bersih, setelah itu Aulia di pindah ke ruang rawat VIP Disana.


"makasih ya mas" ucap Aulia pada Nauval yang sedang menyuapi Aulia.


"buat apa?"


"mas udah nemenin aku dari tadi Sampek mas absen dari ngajar Madin"


"itukan kewajiban mas sayang, udah ya. sekarang apapun yang terjadi sama kamu dan apapun yang kamu rasain gak perlu di pendam sendiri, kan mas udah bilang kalau kita harus saling berbagi, suka maupun duka" jelas Nauval Aulia mengangguk.


"pulang sekolah tadi tetangga pada gosip mas, katanya mereka sering lihat kamu keluar masuk rumah Aulia, mereka bilang kalau mas jadi guru cuma kedok padahal suka zina " ucap Aulia menangis yang akhirnya menceritakan pada Nauval dan anggota keluarga yang lain.


"jadi kamu stres gara-gara itu sayang?" tanya Nauval Aulia mengangguk.


"maafin Lia mas, gara-gara pernikahan kita nama baik mas pesantren dan Abah jadi rusak di masyarakat, maafin Lia juga buk, Lia bikin malu ibuk sama bapak" ucap Aulia dengan masih menangis.


"Lia sayang, sebenarnya dari beberapa bulan lalu ibu sama mbak Fatimah sudah dengar gosip-gosip seperti itu, kita nggak apa-apa kok nak, mereka memang belum tau yang sebenarnya jadi mereka bilang gitu, jangan pernah mikir kalau kamu buat ibuk dan bapak malu, yakan pak?" jelas Bu Mira pada Aulia dan di angguki oleh pak Salim.


"sayang, mas juga nggak papa kok, dan ini bukan gara-gara pernikahan kita, memang karena mereka nggak tau aja kalau kita sudah menikah" tambah Nauval.


"sekarang kamu fokus sembuh dulu dek, gak usah mikir macem-macem" kata Fahri.


"terimakasih ya" hanya itu yang bisa Aulia ucapkan, mereka benar-benar tidak ada yang emosi mendengar gunjingan itu, membuat Aulia lumayan tenang.


karena sudah lumayan malam mereka semua pulang kecuali Nauval yang akan menemani Aulia menginap Disana.


saat ini hati Aulia lumayan lega karena keresahan di hatinya sudah ia sampaikan dan sudah ditenangkan oleh keluarganya Aulia benar-benar bersyukur untuk itu.


Nauval akan tidur di kursi samping ranjang Aulia.


" mas tidur sini ya, peluk Aulia biar bisa tidur" rengek Aulia, Nauval segera menuruti keinginan Aulia tidur di ranjang Aulia berdempetan.

__ADS_1


"sakit nggak sayang sekarang?" tanya Nauval tangannya mengelus diantara kedua paha Aulia.


"lumayan sih, jangan digituin dong mas ntar Aulia pengen kan nggak bisa" ucap Aulia lagi dengan suara manjanya yang Nauval rindu. akhirnya Nauval menghentikan kegiatan tangannya.


Nauval memeluk Aulia sambil menatap mata istri cantiknya ini, begitu pun Aulia yang sekarang menatap Nauval penuh cinta.


"love you mas" ucap Aulia


"love You more sayang" Nauval segera mencium bibir Aulia lembut.


setelah lumayan lama ciuman itu Nauval mengajak Aulia tidur, dan mereka pun tidur berpelukan.


besoknya Aulia waktu nya pulang dari rumah sakit, karena Aulia juga sudah tidak apa-apa, tapi dokter menyarankan berhubungan intim lagi 2 sampai 6 Minggu setelah ini dan jika ingin hamil lagi sebaiknya menunggu 3 bulan.


"kita puasa dong sayang" tanya Nauval di mobil.


"ngapain puasa mas kan belum bulan ramadhan?" tanya Aulia.


"puasa ituloh sayang??" kata Nauval membuat Aulia mengerti.


"yaiyalah mas sabar makanya" jawab Aulia.


"setelah ini kamu mau pakai pengaman atau mau KB apa sayang " tanya Nauval, Aulia menoleh pada suaminya.


"kok mas tanya gitu?" tanya Aulia


"iya sayang sekarang mas nggak mau egois, mas mau kamu bahagia tanpa tertekan, kalau kamu belum siap mas akan selalu mendukung kamu" jawab Nauval membuat Aulia terharu.


" Aulia gak mau pake pengaman mas, kita coba buat Aulia hamil lagi ya" ucap Aulia tersenyum.


" kamu serius sayang? kamu mau hamil lagi?" tanya Nauval bersemangat dan dijawab anggukan oleh Aulia.


setelah sampai rumah ibu dan umi sedang menunggu, hari ini Aulia diajak pulang kerumah umi, dan ternyata Disana keluarga nya juga ada disana.

__ADS_1


setelah sampai umi segera mengajak mereka semua makan masakan umi yang sudah penuh di meja makan. mereka menikmati makan siang bersama-sama.


__ADS_2