
saat Naufal memeluk nya Aulia menangis lagi entah bagaimana ia harus mengucapkan maaf dan sangat menyesal atas masa lalunya.
Naufal membawa tubuh istrinya keranjang Aulia masih terus menangis Naufal hanya bisa mengusap-ngusap punggungnya untuk menenangkan istrinya.
"mas... Lia minta maaf gara-gara lia mas dan keluarga mas jadi malu maafin lia mas" katanya sambil menggenggam tangan Naufal dengan terus menangis.
"sayang udah ya jangan nangis nggak usah dipikirin, mas kan udah tahu semuanya mas udah tahu kamu dari dulu bahkan pertemuan pertama kita" jawab Naufal sambil tangannya mengusap air mata Aulia.
"tapi keluarga mas bagaimana,Lia takut mas, takut nanti umi dan abah tidak mau menerima Aulia karena mereka tahu masa lalu Aulia seperti ini "kata Aulia lagi
"udah ya sayang, nggak usah dipikirin lagi itu biar jadi urusan mas, kamu nggak perlu mikirin apa-apa , lagian umi sama abah nggak mungkin nggak nerima kamu lagi mereka udah sayang banget sama kamu percaya sama mas ya sayang" jawab Naufal.
"kamu yakin mas? " ragu Aulia
"iya sayang, mas tahu mereka mereka tuh udah sayang banget sama kamu, dan udah nganggep kamu anak sendiri jadi kamu nggak perlu berpikiran aneh-aneh ya" ucap naufal meyakinkan istrinya lalu ia memeluknya.
"udah ya sayang kamu nggak perlu mikirin apa-apa biar mas aja yang pikirin jangan nangis lagi, apapun Yang terjadi mas selalu sayang kamu Dan mas gak akan ninggalin kamu " kata Naufal.
"janji ya mas jangan ninggalin aku "ucap Aulia Naufal pun menggangguk.
"pasti sayang mas akan selalu ada buat kamu, kamu udah makan?" tanya Naufal Aulia menggeleng.
"kok belum makan? ayo mas temenin kamu makan ya "ajak Naufal lalu ia menuntun Aulia keluar kamar menuju ruang makan.
ternyata di ruang ruang keluarga ada Fahri dan Aisyah sepertinya habis membicarakan sesuatu dengan bapak dan ibu.
"mau makan nak?" tanya ibu pada Aulia dan Naufal yang baru turun dari tangga.
"iya bu kita mau makan dulu" jawab Naufal sopan.
__ADS_1
"Ya udah langsung ke meja makan aja semuanya masih lengkap kok" kata ibu novel pun menggangguk.
Naufal menyuapi Aulia dengan telaten karena Aulia kalau makan sendiri dari tadi nasinya hanya diaduk-aduk dan melamun jadinya Naufal berinisiatif menyuapi istrinya.
setelah makan Aulia minta duduk di ruang keluarga bersama yang lain. mereka tidak ada yang bicara apapun karena takut Aulia tersudutkan dan malah jadi kepikiran mereka hanya bercanda seperti biasa awalnya.
sedangkan Aulia hanya melamun tidak menanggapi candaan kakaknya seperti biasa tapi kemudian Aulia meneteskan air matanya lagi.
"nak, kok kamu nangis, jangan nangis ya" kata ibu mengusap air mata aulia di pipinya, sementara yang lain pun terdiam.
"buk" ucap Aulia menggenggam tangan ibunya yang mengusap air matanya ibu pun menoleh menatap wajah Aulia.
"maafin Aulia buk, Aulia salah.." kata Aulia yang langsung berlutut di depan ibu yang sedang duduk di sofa dan menyembunyikan wajahnya diantara kedua lutut ibu nya.
bu Mira tak kuasa menahan tangisannya ia tak tega dengan anaknya, tadi Fahri anak pertamanya memberitahunya apa yang di alami Aulia. tapi ia berusaha sekuat mungkin menahan air matanya karena tidak mau Aulia semakin sedih.
"nak kamu kenapa?" tanya bu Mira mencoba membuat Aulia berbicara langsung apa yang terjadi dengannya.
"nak kami ini keluarga kamu, kami selalu menerima kamu baik dan buruknya, apapun yang terjadi sama kamu jangan pernah berpikir kamu sendirian, masih ada ibu sama bapak masih ada kak Fahri kita ini keluarga kamu yang akan selalu ada buat kamu, bahkan kalau semua orang di dunia ini membenci dan mencaci kamu kita semua akan selalu berdiri di belakang kamu untuk merangkul dan menguatkan kamu, apapun masa lalu kamu kita nggak keberatan yang penting sekarang kamu mau berubah mau berubah ke jalan yang lebih baik mau berubah menjadi orang yang lebih baik demi kamu sendiri demi suami kamu Dan demi kita semua jadi sekarang jangan nangis lagi ya" ujar Bu Mira. seraya mengusap-usap rambut putrinya.
"ibu nggak papa? ibu nggak marah sama Lia? " tanya Aulia ibu pun menggeleng
"nggak sayang ibu nggak pernah marah sama kamu, jangankan ibu kita semua yang di sini bahkan suami kamu itu nggak marah sama sekali sama kamu kita semua sayang sama kamu" ujar Bu Mira kemudian mengecup kedua pipi putrinya.
"makasih ya Bu, lia sayang banget sama ibu "ujar Aulia kemudian duduk di samping ibu dan memeluk ibunya.
"ibu juga sayang banget sama kamu" kata ibu membalas pelukan Aulia.
"Aulia kamu jangan banyak pikiran ya takut kamu nanti sakit" ucap Aisyah.
__ADS_1
"iya Kak, makasih ya"jawab Aulia menjawab kakak iparnya ini yang perutnya semakin membesar.
"sekarang kamu ngerti kan kita semua nggak apa-apa Udah ya nggak usah nangis terus"ujar Naufal pada Aulia
"iya mas maafin Aulia ya" jawab Aulia, tapi sebenarnya dia masih sangat takut untuk bertemu Abah dan umi.
setelah agak lama berbincang dengan keluarganya Naufal dan Aulia masuk ke kamar untuk istirahat.
"mau dipijitin nggak sayang?" tanya Naufal pada istrinya. tapi Aulia menggeleng
"nggak mas Aulia nggak capek kok, gimana kalau mas aja lia pijitin?" ujar Aulia, Naufal pun menggeleng juga.
"enggak sayang, Ya udah mendingan kita peluk-pelukan aja sini tiduran" ajak Naufal, Aulia pun mengikuti suaminya berbaring kemudian membenamkan wajahnya di dada suaminya.
"mas kira-kira apa sama umi tahu nggak ya masalah foto itu?" ujar Aulia memulai pembicaraan.
"tahu kok sayang udah ya nggak usah bahas itu lagi kamu tenang aja jangan banyak pikiran" jawab Naufal mengusap rambut Aulia sesekali menciumnya.
"tapi mass.."
"sayang, kamu nurut mas ya" ucap naufal menghentikan kalimat Aulia.
"udah sekarang kamu tidur dulu ya, mas bakalan disini temenin kamu sampai kamu tidur" lanjut Naufal Aulia pun mengangguk.
tidak butuh waktu lama Aulia sudah tertidur, melihat istrinya sudah tidur Naufal keluar dari kamar untuk mencari Fahri, ternyata Fahri masih belum pulang kerumahnya, ia sedang duduk di teras bersama istrinya sedang menikmati kopi hangat.
"fahri" panggil Naufal pada kakak iparnya, Fahri pun menoleh.
"eh sini duduk Gus, sayang, buatin Kopi juga ya buat Gus naufal" pinta Fahri pada istrinya.
__ADS_1
"iya mas" Aisyah pun masuk ke dapur dan membuatkan Naufal kopi.