Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 135


__ADS_3

sebelum besok akan berangkat di kediaman umi dan Abah melangsungkan tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur karena bisa mendapatkan kesempatan pergi umroh ke tanah suci, Abah mengundang orang satu dusun dan melakukan doa bersama, setelah itu membagikan makanan kepada orang yang hadir.


bahkan setelah acara doa selesai Abah masih kedatangan tamu sahabat-sahabat nya dan teman-teman nya yang sudah kenal lama dengan Abah.


"udah nggak usah bantuin nak, kamu jagain Syifa aja, ini biar ibu sama umi aja yang ngerjain" kata Bu Mira pada Aulia karena Aulia hendak membantu nya menyiapkan suguhan untuk para tamu.


"nggak apa-apa kok Bu, Syifa juga udah tidur itu di kamar bawah, pintu nya juga nggak aku tutup kok, jadi kalo dia nanti nangis ke bangun kita denger" jawab Aulia.


" yaudah lagian tinggal ini aja kok" kata Bu Mira Aulia pun mengangguk, mereka pun menyelesaikan beres-beres, setelah itu Aulia Bu Mira dan umi Fatimah tak membantu lagi, mereka hanya ikut menemui tamu sambil mengobrol atas permintaan Naufal, karena mereka besok akan melakukan perjalanan jauh dan Naufal harap tidak ada yang kelelahan, sedangkan Aisyah pun juga sudah istirahat di rumahnya karena rayyan tak bisa di tinggal hanya Fahri yang ikut menemui para tamu di rumah Abah karena ada beberapa juga yang ia kenal. pukul sebelas malam rumah Abah baru sepi dari tamu baru lah mereka bisa beristirahat dengan tenang.


"sayang ini barangnya udah semua kan nggak ada yang kelupaan kan? perlengkapan Syifa gimana?" tanya Naufal pada istrinya, Naufal kembali mengecek satu koper barang-barang nya Aulia serta anak nya.


" insyaallah udah kok mas, aku emang nggak bawa banyak sih baju-baju kita, biar beli di sana aja kalo kurang, biar kita dari sini nggak ribet-ribet amat" jelas Aulia Naufal pun mengangguk setuju karena kopernya memang banyak di dominasi oleh barang-barang perlengkapan bayi nya.


" mas aku takut Syifa rewel deh besok, gimana ya, takut buat kita nggak fokus ibadahnya?" ujar Aulia pada Naufal, karena memang bisa di bilang ini pertama kali nya ke luar negeri bawa anak bayi, jadi pasti banyak kekhawatiran di benak Aulia.


" bismillah ya sayang, kalau emang niat kita baik insyaallah sama Allah akan di lancarin semuanya" kata Naufal menasehati Aulia ia lalu ikut duduk di ranjang bersama Aulia.


" amiiinnn" jawab Aulia.


"kamu capek nggak? mau mas pijitin dulu nggak?" tawar Naufal karena ia melihat Aulia tadi membantu pekerjaan dapur.


" boleh mas, kaki aku lumayan pegel nih " jawab Aulia sambil menunjuk kaki nya, dengan sigap Naufal memijat kaki Aulia perlahan tapi dengan sedikit tekanan seperti biasa hingga membuat Aulia nyaman.

__ADS_1


" kamu kan juga tadi capek mas, kan kamu kesana-kemari bantu-bantu" ujar Aulia karena merasa suaminya pasti juga lelah tapi malah memijati nya.


" nggak kok sayang, mas nggak capek, lebih cape an kamu lagi, kamu masih ngurus anak kita juga " jawab Naufal.


"makasih ya mas... kamu selama ini udah berusaha yang terbaik buat keluarga kita, apalagi buat aku" ujar Aulia pada suaminya. Naufal tersenyum mengangguk.


" sama-sama sayang, udah tidur gih, biar mas pijitin kamu Sampe tidur, biar besok bangun badannya enakan" ujar Naufal aulia pun mengangguk, tak lupa sebelum membaringkan tubuhnya Aulia mencium kening Naufal, Naufal pun tersenyum kemudian ia membalas mengecup bibir Aulia sebentar setelah itu Aulia pun berbaring dan memejamkan matanya.


Naufal masih memijat kaki Aulia setelah mendengar dengkuran halus dari istri nya ia pun menghentikan pijatannya, setelah itu ia mematikan lampu utama serta menghidupkan lampu tidur dan ikut tidur di sebelah Aulia.


pagi hari semua sudah berkumpul di rumah Abah termasuk Hasan, para karyawan Aulia juga sudah disana karena bertugas menyetir mobil untuk mengantarkan Aulia dan Naufal sekeluarga dengan 4 mobil yakni milik Naufal dan Aulia 2, 1 milik Abah dan 1 milik Fahri, mereka memutuskan membawa 4 mobil karena barang bawaan juga banyak, tak lupa para sanak saudara Abah dan umi juga ikut mengantar ke bandara.


"ati-ati ya Lia, semoga disana lancar semuanya" ujar nabila sambil memeluk Aulia.


" amin, doain ya bil, semoga lancar semuanya" balas Aulia sambil menyambut pelukan sahabatnya, Nabila mengangguk setelah itu mereka melepaskan pelukannya bergantian dengan yang lain.


" bil, Lo bareng gue ya, bawa mobil nya Aulia " ajak Sam, Nabila pun mengangguk, mereka pun kemudian menaiki mobil Aulia berdua sedangkan yang lain naik mobil yang lain.


tapi saat sudah akan melajukan mobil nya Ririn tiba-tiba menghampiri mobil mereka dan meminta untuk ikut bersama mereka Nabila pun langsung mengangguk setuju.


akhirnya ririn duduk di kursi penumpang belakang.


di dalam mobil mereka sama-sama terdiam tak ada yang berbicara sama sekali sedangkan niat Ririn sebenarnya ikut mobil ini ialah ingin tau apa yang di bicarakan oleh Nabila dan sam jika berdua,.

__ADS_1


" apa mereka sebenarnya udah ada hubungan ya? kok kayak ada sesuatu gitu sih? apa cuma perasaan ku aja yang malah cemburu nggak jelas gini?" batin Ririn.


"eh mas.." panggil Nabila tiba-tiba pada Sam.


"hmm kenapa bil?" tanya Sam sambil menoleh sekilas pada Nabila.


" aku tuh kepikiran dari semalem kita udah ada akun sosial media cafe belum?" tanya Nabila.


" udah bil, di pegang Hasan kalo itu" jawab Sam santai tanpa mengalihkan fokus nya pada jalanan.


" followers nya udah banyak belum mas?" tanya Nabila.


"kalo itu aku kurang tau sih, coba aja liat, aku juga nggak pernah buka sosial media" jawab Sam lagi.


"itu Ririn mumpung lagi pegang hp coba tolong liatin dong Rin" tambah Sam, Ririn sontak langsung gerak cepat mengangguk lalu membuka fitur sosial media di ponselnya, segera ia melakukan pencarian untuk cafe tempat kerjanya.


" ini kan mas??" tanya Ririn sambil memperlihatkan ponselnya pada Sam Sam dengan sigap melihat sekilas tapi langsung fokus kembali pada jalan.


"iya itu, nggak banyak itu bil, nggak ada lima ratus followers" jawab Sam setelah melihat akun cafe nya.


" masih dikit ya, coba liatin Rin, mas Hasan emangnya upload nya konten apa?" pinta Nabila pada Ririn. Ririn pun menuruti perintah Nabila segera ia scroll-scroll ke bawah melihat isi kontennya.


"cuma foto-foto makanan, foto cafe gitu-gitu aja sih bil, nggak menariknya sama sekali" jawab Ririn.

__ADS_1


" nah itu mas, gimana kalo mulai besok kita bikin konten yang sesuai dengan yang sekarang lagi ngetrend, video-video durasi pendek aja mas, gimana?" tanya Nabila, Sam tampak masih berfikir, ia tak mau sembarangan ambil keputusan sendiri tanpa berbicara dulu dengan yang lain.


" ee.. gini aja deh bil, masukan kamu bagus kok, tapi sebaiknya kita omongin dulu sama yang lain, kalo mereka oke aku bakalan bilang sama Aulia sama Naufal" ujar Sam, Nabila dan Ririn pun mengangguk setuju.


__ADS_2