Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 74


__ADS_3

"aulia" panggil Naufal agak keras ketika sudah berada tidak jauh dari gazebo, Aulia yang duduk di pinggiran gazebo dengan kaki menjuntai kebawah dan sedang fokus mengobrol dengan Rifki dan Zidan, Aulia hanya penasaran darimana mereka berasal.


Aulia spontan melihat arah Naufal, agak terkejut karena yang Aulia lihat Naufal ngos-ngosan karena kelelahan berlari tanpa jeda.


yang lebih membuat Aulia terkejut Hasan serta dua tim kesebelasan itu mengikuti Naufal dari belakang, Aulia takut Naufal kenapa-napa, Rifki dan Zidan juga sontak berdiri melihat ke arah Naufal.


Aulia segera turun lalu menghampiri Naufal yang terlihat masih mengatur nafasnya.


"mas kenapa? gak ada apa-apa kan mas?" tanya Aulia yang bingung.


"mas.. nggak papa kok, kamu nggak papa kan" tanya Naufal dengan Nafas masih tak tersenggal.


"hah... Aulia nggak kenapa-napa kok mas" ujar Aulia yang spontan memegang tangan Naufal.


Hasan dan teman-temannya baru sampai.


"Hasan, kalian ngapain sih, lomba lari ya?" tanya Aulia yang bingung.


"nggak sayang, kirain mas kamu kenapa-napa, habisnya waktu mas noleh kamu tadi nunduk takut kenapa-kenapa, kalian ngapain ikut lari?" tanya Naufal pada Hasan dan yang lain.


"huhhh.. kita khawatir gus Naufal, habisnya gus langsung lari gitu trus mana bola nya waktu di gus lagi, apalagi lihat Ning Aulia di datengin cowok-cowok" jelas Hasan dan di angguki oleh yang lain.


Aulia tidak bisa menahan tawanya.


"kalian latah banget, hahahaha" tawa Aulia pecah.


"udah ah, orang nggak kenapa-napa, duduk dulu yuk mas", Aulia mengajak Naufal duduk di tempatnya semula.


sebenarnya mereka heran pada gus nya, kenapa dia dan calon istrinya boleh pegangan tangan, sedangkan pernikahannya masih beberapa Minggu lagi.


naufal yang merasakan apa yang dipikirkan oleh murid-muridnya langsung berbicara.


"jangan salah faham ya, kita sudah menikah siri, jadi sah-sah saja saya pegangan sama istri saya " ujar Naufal yang membuat kedua tim itu kaget kecuali hasan.


"mas, kok di kasih tau sih?" manja Aulia.

__ADS_1


"lah tangan kamu nempel begini yang, gimana mereka nggak mikir buruk" jelas Naufal yang menunjukkan tangannya yang di pegang erat oleh Aulia. Aulia yang baru ingat spontan melepaskan nya.


"eh maaf lupa" ujar Aulia melepaskan tangannya, Naufal tersenyum karena tingkah menggemaskan Aulia. lagian murid Naufal sepak bola ini sudah besar-besar, dan tidak perlu di peringatkan lagi apa yang harus mereka lakukan.


"eh Zidan Rifki, lu ngapain berdiri juga, duduk lagi sini" ujar Aulia pada Rifki dan Zidan.


"kaget gue njir, kayak ketahuan lagi selingkuhin bini orang aja pake kayak mau di grebek" ujar Rifki yang akan duduk lagi dan diikuti Zidan.


"saya bukannya nuduh kok, maaf ya kalau ngagetin kalian saya cuma mau lihat keadaan istri saya, oiya apa kabar? kalian yang pernah ketemu kita juga ya disini" tanya Naufal mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"santai aja, kita baik kok" ujar Rifki yang kemudian menyambut tangan Naufal di ikuti Zidan.


"Ning Aulia kalau mereka macem-macem bilang aja Ning jangan takut" Hasan karena takut melihat Aulia disuruh bungkam atau diancam kayak di sinetron-sinetron ikan terbang.


"eh nggak kok, mereka temen saya, malah mereka bantuin saya" ujar Aulia agar tidak ada lagi yang mencurigai teman-teman barunya.


"bantuin apa sayang? kamu butuh bantuan ?" tanya Naufal melihat ke Wajah istrinya.


Aulia melihat gerobak bakso dan es kelapa muda mendekat, bahkan yang mendorongnya juga Adi dan Sam, kayaknya biar cepat sampai dan diiringi masing-masing penjual di belakangnya.


Aulia menunjuk mereka membuat Naufal dan yang lain menoleh.


setelah sampai di dekat di gazebo Sam dan Adi memarkir kan dua gerobak itu Aulia pun menghampiri.


"thanks ya guys, gue terharu banget kalian bela-belain buat gue" ujar Aulia mengucapkan terimakasih.


" enak aja bela-belain, tadi kan lu yang maksa " ujar Sam.


"emang iya? kagak ada ya gue maksa elu" ujar Aulia pura-pura.


"lupa ingatan lo" ujar Sam lagi yang sudah memegang gemas kepala Aulia.


"ekhheeem..." batuk Naufal Aulia dan Sam pun menoleh


"waduh ada pawangnya lo?" gumam Sam yang hanya di dengar aulia.

__ADS_1


Aulia segera menyingkir menuju Abang tukang bakso dan memesan 2 mangkuk dan 2 es kelapa muda, setelah mendapatkan nya Aulia menghampiri Naufal kembali.


"kalian kalau mau makan ambil aja ya semua, kalian ber 4 juga pada pesen gih, gue traktir" ujar Aulia pada semuanya termasuk 4 kawan barunya.


"makasih cantik" ujar Adi yang langsung dapat peringatan lewat mata Naufal yang melotot.


"ihhh udah deh mas, biarin aja, cuma bercanda juga kok" ujar Aulia kemudian memegang wajah Naufal agar kembali menatap Aulia.


"serius Gus kita semua di traktir?" tanya salah satu teman Hasan.


"iya kalian pesen aja, " jawab Naufal.


mereka pun langsung memesan semua termasuk 4 teman aulia tadi.


"mas suapin Aulia ya?" pinta Aulia seperti biasa.


"iya sayang" jawab Naufal dengan senang hati, ia pun mulai menyuapi Aulia.


"eh Gus naufal sama istrinya mesra banget ya, mana cocok banget lagi" ujar Zaki pada Radit, mereka sedang ngobrol berdua sambil makan bakso ngemper dilapangan.


"iya, jadi iri" jawab Radit teman yang lain.


"iri kenapa?" tanya zaki


"ya iri, kenapa nggak aku aja yang dapetin aulia, udah cantik baik apalagi kamu lihat nggak Vidio sama foto yang beredar di grup, seksi banget Aulia, body nya bener-bener aduhai, waktu joget-joget sama mabok, tipe-tipe aku banget, tapi gak di ajak nikah ya" ujarnya lalu dengan tertawa. Radit memang terkenal cowok nakal dan agak kurang aja dia memang tidak nyantri di pesantren Naufal, hanya sekolah saja rumahnya di desa lapangan ini.


Zaki hanya menggeleng dia tidak mau ikut membicarakan Gus dan istrinya karena memang dia santri pondok hanya satu kelas sekolah saja dengan Zaki jadi agak dekat.


"kamu ngomong apa dit?" tiba-tiba Hasan dari belakang, Radit hanya menoleh lalu fokus kembali pada baksonya.


"ngomong apa? aku nggak ngomong apa-apa " elak Radit karena tau Hasan ini dekat sekali dengan pak Naufal pasti mau belain.


"jangan bohong ya, aku denger loh tadi yang kamu omongin, kamu jangan kurang ajar ya" ujar Hasan agak keras.


setelah menghabiskan semangkok baksonya Radit akan pergi dari sana menitipkan mangkok kosongnya ke Zaki.

__ADS_1


"aku bilang kamu jangan kurang ajar dit, kamu itu sadar kan ngomong apa?" ujar Hasan dengan suara agak tinggi saat Radit mulai berdiri.


"bukan urusanmu ya san" jawab Radit.


__ADS_2