Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 53


__ADS_3

hari ini rombongan Aulia akan pulang, Aulia dan Nauval yang lumayan kesiangan itu sangat buru-buru mengejar waktu untuk sholat subuh.


jam setengah 7 pagi Aulia dan Nauval baru keluar, ketika sampai depan hotel ternyata anak-anak yang lain sudah berkumpul. Aulia sedikit memperlambat jalannya agar Nauval di depan.


"loh pak Nauval kok barengan aulia" tanya Bu Desi.


"e .. iya saya tadi cari kamar nya buat nyusul, soalnya di tunggu lama sekali" ucap bohong Nauval. kemudian Bu Desi pergi untuk memanggil supir bus karena semua rombongan sudah lengkap.


untung saja Aulia memakai kerudung jadi rambut basahnya tidak kelihatan, kalau Nauval mungkin bisa di maklumi kalau rambutnya basah.


"kamu lama sekali sih Aulia, kan sudah dibilang kumpulnya jam 6 lewat 10 ini malah terlambat 20 menit, kamu pasti kesiangan, sholat subuh nggak kamu?" tanya Bu Alika sambil menunggu bus datang.


"sholat kok bu" jawab Aulia


"Halah, bohong pasti Bu, kalau kita kan jelas ya berjamaah tadi" ucap Lusi yang berada di belakang Bu Alika.


"nyaut aja sumbu petasan nih" batin Aulia.


"eh Lusi, kamu pernah denger ceramahnya Gus Miftah nggak?" tanya Aulia


"ya mana ku tahu, kan banyak" jawab Lusi.


"katanya, pada akhirnya surga itu akan menjadi tempat para pendosa yang bertaubat, dan neraka menjadi tempat orang-orang yang beribadah tapi munafik dan sombong akan ibadahnya. dan lagi biarin Rokib atid aja yang nilai gue, cocotmu rausah melok-melok (mulutmu gak usah ikut-ikutan)" ujar Aulia menirukan ucapan salah satu pendakwah favorit Aulia.


Lusi langsung terdiam dan yang lain tertawa karena Aulia mengucapkan bahasa Jawa medok, dan juga membuat Lusi terdiam.


Nauval sangat bangga dengan istrinya, ternyata diam-diam istrinya ini sering mendengarkan mauidhoh Hasanah.


mereka memulai perjalanan pulang, bangku Aulia dan Nauval selisih jauh karena memang mereka baru pindah bis.


di bis itu sekarang sepi, tidak seperti berangkat kemarin, Aulia jadi bingung.


" eh bestie, kok gak nyumbang lagu sih" tanya Aulia pada Ririn


"ada pak Nauval Lia, kita nggak enak, diakan anak pak kyai, kita segan banget" ucap Ririn.


Aulia benar-benar kagum dengan kelas ini, mereka yang terkenal nakal aja bisa tau tempat. karena tidak ada pertunjukan jadi Aulia fokus pada ponselnya.

__ADS_1


"pindah bis sana mas, ini anak-anak pada gak mau karaoke an karena ada mas" tulis Aulia dalam pesannya pada Nauval.


"biarin deh, biar mereka istirahat aja" jawab Nauval.


"kan Aulia nggak ada hiburan mas"


"nonton Youtube aja sayang "


"nggak ah, nggak ada yang seru"


"mas kasih link nya"


Aulia mengklik link yang dikirim Nauval ternyata ceramah ustadz yang tadi Aulia sebutkan. salah satu pendakwah asal Jogjakarta yang membuat Aulia tertarik.


Aulia menontonnya menggunakan earphone yang ia bagi satu-satu dengan Nabila, karena Nabila juga minta ikut mendengarkan, kadang mereka menghayati, menangis, bahkan tertawa.


setelah 40 menit menonton dan kini sudah selesai.


"makasih mas" tulis pesan Aulia lagi


"sama-sama sayang"


rombongan menempuh perjalanan sekitar 10 jam dan sampai pada jam 5 sore.


setelah sampai Aulia langsung pulang kerumahnya, dia benar-benar lelah ingin cepat istirahat.


suatu pagi Nauval dan Abahnya membahas tentang rencana resepsi pernikahan Nauval dan Aulia.


"kita adakan di gedung aja atau gimana nak, soalnya tamu undangan Abah lumayan banyak kalau di sini takutnya ada yang nggak nyaman" tanya Abah.


"kalau menurut Nauval sih mending disini aja bah, nanti akad paginya kita bisa pakai masjid terus kalau resepsi nya kita hias aja aula nya" jawab Nauval yang sebenarnya tidak mau ribet ke hotel atau sewa gedung, karena tempat nya agak jauh.


"kayaknya Abah nggak setuju val, kamu nggak kasihan sama aulia? ini dia menikah yang pertama dan terakhir loh, pasti dia ingin pesta pernikahannya mewah, apalagi kamu tau sendiri Aulia dari dulu bukan kalangan anak desa" ujar Abah.


"iya juga ya bah, yaudah deh Nauval setuju di hotel aja, kalau tanggal nya kita tentuin sama keluarga yang lain aja bah" kata Nauval abahpun setuju.


setelah pulang dari sekolah Nauval menghampiri Aulia yang memang sedang malas-malasan sekarang karena liburnya sudah berhari-hari, tinggal wisuda besok kegiatannya.

__ADS_1


Aulia sedang ngebo di kamarnya, Nauval mengetuk pintu tak ada jawaban, iapun masuk karena memang pintunya tidak Aulia kunci.


"sayang.. bangun dong, ini masa' suaminya pulang nggak disambut" ucap nauval, Aulia yang baru bangun karena ucapan Nauval. Aulia menyandarkan kepalanya di sandaran kasur, dia mengusap-usap matanya mengumpulkan nyawanya.


Nauval menghampiri istrinya kemudian melingkarkan tangannya pada perut Aulia.


"kenapa mas? baru Dateng kok langsung main peluk aja" tanya Aulia menutup mulutnya yang menguap.


"nggak papa, kangen aja sama istri" jawab Nauval. sudah puas Nauval kemudian melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Aulia.


"cantik banget sih istri mas kalau baru bangun gini" gombal Nauval.


"dari lahir mas, udah ah apasih gombal- gombalin Aulia" ucap Aulia yang sebenarnya salah tingkah di tatap begitu, karena takut dimatanya ada belek dan Nauval tadi bilang cantik, "jangan-jangan dia bohongin aku, padahal ada beleknya Trus disamping bibir aku ada ilernya " batin Aulia.


Aulia segera berdiri dan berjalan menuju kamar mandi lalu mencuci mukanya.


setelah keluar kamar mandi Aulia sudah lumayan segar.


"udah makan sayang? " tanya Nauval


"belum, Aulia pengen makan bakso, yang pedes mas, kayaknya enak deh siang-siang gini " ucap Aulia.


"boleh sayang, mau di bungkus atau makan di tempat nya?" tanya nauval


"makan di tempat nya aja ya mas, sekalian keluar, biar Aulia kena sinar matahari, udah ngeram terus dikamar pengen keluar" pinta Aulia Nauval pun menuruti.


mereka keluar menggunakan mobil Aulia, karena mobil Aulia lebih kecil jadi enak kalau dibawa jajan, kata Aulia.


sebenarnya Nauval ingin pakai motor aja biar cepet dan gampang parkirnya, tapi nggak enak sama para tetangga, karena mereka belum tau Aulia dan Nauval sudah menikah.


Nauval menghentikan mobilnya di parkiran warung bakso yang lumayan besar, tempatnya lumayan nyaman meskipun hanya ada kipas angin nya sebagai pendingin.


di tempat itu menyediakan berbagai macam bakso, kata teman-teman Nauval ditempat ini baksonya enak, Nauval hanya mengikuti rekomendasi temannya karena dia sendiri tidak pernah kesini, Nauval memang jarang makan di luar begini, ia suka dengan masakan rumahan, jadi ia lebih sering makan dirumah.


Aulia makan dengan lahap, karena memang rasa baksonya enak.


"makasih ya mas udah ajak Aulia" ucap Aulia

__ADS_1


"lah kan tadi kamu yang ajak yang, mas cuma nurutin aja" jawab Nauval.


"oh iya ya, kalau gitu makasih ya mas udah nurutin kemauan aulia" ralatnya, Nauval yang gemas pun mencubit hidung Aulia yang agak merah karena kepedasan itu.


__ADS_2