Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 41


__ADS_3

Aulia sekarang fokus pada belajar nya, untung saja ujiannya hanya pelajaran umum yaitu seperti matematika, bahasa Inggris dan mata pelajaran umum lain.


setiap malam Nauval juga mengajari Aulia pelajaran agama Aulia yang tertinggal.


Hari pertama ujian Aulia sangat bersemangat karena ia yakin dengan dirinya sendiri bahwa dia pasti bisa.


" Semangat ya sayang" ucap nauval saat mereka akan turun ke lantai bawah untuk sarapan.


"Iya mas do'a in Lia mas" ucap Aulia tersenyum.


"Pasti dong, sini cium dulu" jawab Nauval kemudian Aulia mencium pipi Nauval Nauval membalas dengan mengecup bibir Aulia, melihat Aulia memejamkan mata menikmati ciuman nya Nauval menekan tengkuk Aulia memperdalam ciumannya, lidah mereka saling bertautan sesekali melepaskan sebentar lalu kembali berciuman lagi.


Nauval sangat suka berciuman dengan istrinya saat Aulia selesai berdandan, karena bibir pink Aulia selalu manis dan beraroma strawberry.


"Udah mas, nanti Aulia telat" ucap Aulia kemudian agak memundurkan kepalanya, Nauvalpun tersenyum.


"Bibir kamu sih selalu bikin mas ketagihan" jawab Nauval membersihkan sisa air liur di bawah bibir Aulia.


"Yaudah yuk sarapan dulu" mereka pun keluar dari kamar untuk sarapan, setelah itu Aulia pergi lebih dulu kesekolah.


Aulia mengerjakan soal dengan hati-hati, mulai dari yang gampang terlebih dahulu setelah itu baru yang susah begitupun seterusnya sampai ujian selesai.


Setelah selesai ujian hari terakhir saat akan pulang ke rumah Aulia berniat untuk mengajak Nauval dinner berdua nanti, karena sebulan terakhir ini Aulia jarang memberikan perhatian nya pada suaminya karena setiap malam selesai ngaji dia harus belajar.


Sampai rumah Aulia rumahnya kedatangan tamu saat masuk ternyata om herman, kak Reno, Tante Maya dan Rara berkunjung.


"Om herman.." Nauval segera memeluk adik papanya itu dan disambut oleh om herman.


"Nak kamu apa kabar??" Tanya om herman, Aulia kemudian melepas pelukannya lalu melihat om herman.


"Aulia baik om, kalian semua gimana? Sehat semua kan" tanya Aulia


"Sehat kok, kakak nggak di peluk nih, kakak kangen juga loh sama kamu" ucap Reno, Aulia kemudian memeluk kakak sepupu nya ini. Reno kemudian mencium kedua pipi dan kening Aulia karena saking rindunya tapi bertepatan dengan Nauval yang akan masuk.


Nauval hanya diam melihat itu, mau melarang pun sudah terlanjur.


"Kamu makin cantik sih Lia " ucap Reno mencubit pelan kedua pipi Aulia gemas.


"Kakak nih makin jelek, mana rambutnya jadi gondrong gini" jawab Aulia kemudian menjulurkan lidahnya lalu beralih memeluk Tante Maya dan Rara. Saat selesai Aulia melihat Nauval di depan pintu masuk Aulia pun menghampiri nya.


"Masuk aja mas, mau kekamar?" Tanya Aulia.

__ADS_1


"Nggak Lia mas cuma pengen kasih ini aja buat kamu, kalau masih ada tamu, mas langsung pulang kerumah umi aja sayang" ucap nauval menyerahkan buket cokelat dan bunga di tengahnya ada kotak persegi panjang seukuran cokelat nya.


"Makasih mas, nggak mau masuk dulu, ada om aku loh mas?" Pinta Aulia Nauvalpun akhirnya mengikuti Aulia masuk.


Reno dari tadi memperhatikan Aulia apalagi dia sekarang membawa masuk laki-laki tampan badannya lumayan bagus dan sepertinya umurnya diatas Aulia jauh, serta tangan Aulia membawa buket penuh cokelat dan bunga.


"Om kenalin ini calon suami Lia" ucap Lia tanpa berunding dulu dengan Nauval, ya Nauval senang setidaknya Aulia tidak bilang gurunya saja.


Om herman dan yang lain kaget dengan ucapan Aulia. Nauval menyalami om herman Tante serta Reno, tapi sepertinya Reno tidak suka kepada nya karena hanya menyalami Nauval sebentar langsung dilepas.


"Kok udah mau nikah aja Aulia, nggak kuliah dulu?" Tanya om herman


"Kalau kuliah pasti kuliah kok om, mas Nauval juga izinin Lia" jawab Aulia.


Bu Mira membawakan cemilan ringan dan juga minuman kopi dan teh lalu di taruhnya di meja setelah itu dia bergabung duduk di sofa.


"Bu, ini beneran Aulia setelah lulus mau langsung nikah?" Tanya Tante Maya pada Bu Mira.


"Kalau ibu sih terserah anaknya Bu Maya, kalau Aulia nya udah mau nikah saya hanya bisa merestui" jawab Bu Mira.


Mereka pun berbincang santai sebentar lalu Aulia pamit.


" Kalian kalau mau istirahat langsung ke kamar tamu aja ya dibawah ada satu diatas juga ada satu" lanjutnya.


Nauval juga pamit pulang ke rumahnya.


Pukul tiga sore setelah sholat ashar Nauval pergi ke rumah Aulia, keadaan rumahnya sepi hanya ada ibuk menyapu lantai.


"Assalamualaikum buk"


"Waalaikumsalam"


"Kok sepi buk tamunya sudah pulang?"


"Belum nak mereka lagi istirahat kayaknya, capek mungkin perjalanan jauh"


"Nauval ke kamar Aulia ya buk?"


"Iya nak masuk aja, sekalian banguni sholat ashar ya" jawab ibu Nauval mengangguk dan melangkah ke kamar Aulia.


Saat masuk benar saja Aulia sedang tidur.

__ADS_1


"Sayang, bangun .. udah sholat ashar belum?"


Masih tidak ada respon Nauval segera mencium bibir Aulia dan Aulia langsung bangun.


"Ihh.. mas" ucap Aulia yang kemudian duduk dari posisi tidurnya Nauval hanya tersenyum melihat wajah aulia yang sangat cantik saat bangun tidur.


"Peluk mas" ucap Aulia lagi merentangkan kedua tangannya minta dipeluk suaminya. Nauval segera memeluk istrinya dengan erat dan mengelus-elus rambut Aulia lembut.


"sebenernya Aulia pengen dinner berdua sama mas, tapi om herman ngajak ke Surabaya habis ini, mau lihat resto papa" ucap Lia yang belum melepaskan pelukan hangat suaminya.


"nggak apa-apa sayang kamu pergi aja, kita bisa pergi besok" jawab nauval mencium pucuk kepala Aulia.


Tok tok tok !!


"kamu di dalam nggak? kakak masuk ya?" Reno memanggil dari luar.


Aulia dan Nauval kaget segera melepaskan pelukan mereka.


"sembunyi dulu mas" bisik Aulia


"dikamar mandi " lanjutnya.


Nauval segera masuk ke kamar mandi dan menutup pintu nya.


"iya kak masuk aja" teriak Aulia, Reno pun masuk lalu menutup pintu, melihat Aulia sedang duduk di ranjang sambil memainkan ponselnya.


Reno duduk di samping Aulia, Aulia juga melihat Reno.


"kamu serius mau nikah Lia?" tanya Reno to the point.


" iya kak, Lia cinta sama mas Nauval" Jawab Aulia.


"kamu jangan asal percaya sama kata-kata manis, nanti kamu sendiri yang sakit hati" kata Reno. Aulia mengerutkan keningnya.


"kakak nggak percaya sama mas Nauval?" tanya Aulia.


"bukan gitu Lia, kakak baru kenal tadi sama dia wajar kan kakak nggak bisa langsung percaya sama dia" jawabnya.


"mas Nauval orang baik kok kak, bapak sama ibuk juga setuju sama dia" bela Aulia.


"Lia ... sebenernya kedatangan kakak sama papa kesini pengen tau keadaan kamu sekaligus ngajak kamu balik ke Jakarta" ucap Reno, Aulia sontak melotot mendengar ucapan Reno.

__ADS_1


__ADS_2