Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 79


__ADS_3

Aulia berjalan dengan sangat seksi, dengan lingerie berwarna merah terang, sedang br* dan segitiga berwarna hitam senada.


naufal segera meletakkan ponselnya tanpa peduli pekerjaan nya yang belum selesai, ia menyambut kedatangan sang istri dengan mata bergairah hanya dengan menatap istrinya berjalan.


tadinya lihat tidak sebenarnya sudah mengantuk tapi entah kenapa berdekatan dengan Naufal membuat Aulia tidak bisa menahan gejolak dalam dirinya lagi.


entah karena bawaan bayi atau memang Aulia yang suka.


Naufal mengulurkan tangannya, Aulia menyambutnya dengan senyum menggoda.


Naufal tidak berpaling sama sekali menatap Aulia dipeluknya tubuh istrinya ini. dengan sangat erat.


"kamu cantik banget sayang, selalu dan selalu cantik, mas bahagia banget punya istri secantik dan sebaik kamu" puji Naufal.


"mas juga ganteng banget, lia sayang banget sama mas" balas Aulia dengan mencium sebentar bibir Naufal, tapi Naufal menahan tengkuk leher Aulia, segera ia ***** lembut bibir istrinya yang selalu membuatnya candu.


"selalu manis" ucap Naufal melepas pangutan bibir nya, Aulia tersenyum mendengar ucapan Naufal.


"kita mulai sayang??" tanya Naufal dengan tatapan menggoda, Aulia mengangguk.


Naufal kemudian membaca doa dan memulai memberi nafkah batin pada Aulia.


tidak terasa besok resepsi dan akad nikah sah Aulia dan Naufal, hari ini om herman dan keluarga datang, teman-teman Aulia juga datang hari ini tapi siang hari, malam harinya mereka akan bersama-sama pergi ke hotel tempat acara, karena lumayan jauh dari tempat Naufal dan Aulia.


Aulia sekamar dengan Icha dan Andin, mereka masih ingin kangen-kangenan dan melepas aulia untuk menikah.


hingga jam 11.00 malam mereka masih ngobrol seakan tidak pernah habis obrolan mereka karena lama tidak bertemu.


tok tok tok


pintu kamar diketuk dari luar Icha berinisiatif membukanya.


"eh kak Reno? Ada apa kak malam-malam gini?" tanya Icha

__ADS_1


"ee .. Aulia udah tidur belum ca?"


"belum, ini kita masih ngobrol"


"boleh nggak panggilin Aulia bilangin Kakak mau ngomong" pinta Reno.


"oke" Ica melangkah masuk memanggil Aulia.


Aulia keluar menggunakan piyama panjang dan memakai jilbab instan.


"kenapa kak?" tanya Aulia berusaha memberanikan diri menatap Reno seperti biasa.


"ikut kakak" Reno menarik tangan Aulia dan dituntunnya menuju kamarnya yang hanya berselisih dua kamar jadi tidak terlalu jauh, Aulia berusaha menarik tangannya, ia tidak mau menerima ajakan kakak sepupu nya yang sudah terasa sangat asing bagi Aulia., tapi cengkraman Reno benar-benar kuat, Aulia tidak mampu untuk sekedar melepaskan.


"mau ngapain sih kak, ngomong aja di sini" kesal Aulia, Reno sudah membuka pintu kamarnya membawa Aulia masuk dan menutup pintu nya.


Reno menarik Aulia sampai ke ranjang mendudukkan nya Disana. Aulia sebenarnya ketakutan apalagi sekarang hanya berdua dengan Reno didalam ruangan, bukankah ia sudah memiliki suami? dan Reno sendiri bukan saudara kandung nya, hati Aulia mendadak cemas.


Reno mulai menggenggam tangan Aulia dihadapannya.


Aulia bisa melihat cinta itu di mata Reno, cinta yang sepertinya tidak bisa ia tepis tapi semakin sering bertemu semakin terpupuklah cintanya untuk Aulia, mungkin sudah dari dulu Reno memendamnya, sekarang ia punya keberanian mengungkapkan nya tapi terlambat, Aulia sudah mencintai orang lain.


mata Reno sudah berkaca-kaca, lama-lama menjadi setetes air. Aulia masih merangkai kata agar Reno menerima keputusan nya dengan lapang dada.


"kak, bukankah dulu kakak sering janji sama aku buat jagain aku dan bahagiain aku?" tanya Aulia tenang Reno mengangguk mengiyakan pertanyaan Aulia.


"sekarang lia bahagia kak, lia sangat bahagia bisa menikah dengan orang yang Lia cinta, Lia harap kakak tetap menjadi kakak yang baik buat Lia, apalagi sekarang, Lia dikelilingi semua orang yang sangat menyayangi Aulia semua, izinkan Lia menikah sama mas Naufal kak" ujar Lia lembut agar Reno luluh dan merestui pernikahan nya. Reno semakin tidak bisa menahan tangisnya, tangis tanpa suara, ia kemudian menjatuhkan lututnya ke lantai, berlutut di hadapan Aulia menangis di pangkuannya.


"kakak juga bisa lebih bahagiain kamu daripada dia, kamu jangan cuma termakan gombalannya aja, hidup juga butuh materi, kakak akan berikan apapun buat kamu, ayolah Lia terima tawaran kakak" reno dengan masih menangis di pangkuan aulia serta tangan yang melingkar pada pinggang Aulia.


"aku bahagia sama mas Naufal kak, sekarang aku juga lagi hamil anaknya" akhirnya Aulia membeberkan rahasia nya pada Reno agar Reno lebih mengerti keadaannya. Reno terperanjat tatapan nya tajam. Aulia lupa kalau tadi seharusnya ia menjelaskan dulu kalau mereka sudah menikah siri sebelumnya.


"dia hamilin kamu duluan, brengsek!!" Reno hendak beranjak, ingin menghajar Naufal sekuat tenaga yang ia bisa. kalau mati pun Reno rela demi Aulia.

__ADS_1


Aulia segera menarik tangan Reno hingga terduduk lagi di ranjang.


"dengerin Lia dulu kak" pinta Aulia meredam emosi Reno yang sudah di ubun-ubun.


"Lia menikah Udah beberapa bulan yang lalu, bahkan Lia sempet keguguran" jelas Aulia membuat Reno lebih kaget lagi


"kamu ini apa-apaan sih, kamu lagi bohongin kakak apa gimana? kalau beneran kalian udah nikah kenapa nggak ngabarin papa atau keluarga, kamu udah nggak anggep kita lagi?" seloroh Reno.


" bukannya gitu, Lia waktu itu kepepet menikah dengan mas Naufal, terus Lia juga masih sekolah, karena sekarang Lia udah lulus jadi kita gelar resepsi" jelas Aulia membuat Reno makin marah.


"udah ya kak marahnya udah, Lia sayang kakak, Lia masih pengen kakak kayak dulu, jadi seorang kakak yang selalu ngertiin lia" akhirnya Aulia memeluk tubuh Reno, agar Reno lebih tenang. terbukti Reno membalas pelukan Aulia dan berangsur tenang.


braaakkk


pintu di buka dengan kasar, Naufal, Abi, pak salim dan om herman serta Ica dan Andin dibelakang nya. aulia dan Reno yang kaget segera melepaskan pelukannya.


tadi Ica dan Andin khawatir pada Aulia karena didepan kamar nya Aulia menghilang, apalagi Aulia sempat berpesan agar mereka meminta tolong Naufal untuk mencari Aulia kalau Reno membawanya pergi.


Naufal yang sedang ngobrol bersama ayah nya dan ayah mertuanya serta om herman di kaget kan dengan penuturan teman-teman Andin.


"mas Naufal " Aulia akan segera mendekati Naufal, tapi Reno mencegahnya.


"lepaskan istri saya reno" bentak Naufal.


Reno menyunggingkan senyum, "nggak, Aulia akan pergi sama gue, gue nggak peduli dia lagi hamil anak Lo" omongan Reno membuat Aulia kesal dan marah.


"kakak apa-apaan sih, lepasin kak" Aulia marah mencoba melepaskan tangannya.


"Reno, kamu ini Kenapa sih!!" bentak om herman kesal.


"Reno cinta sama Aulia pa, Reno mau Aulia jadi istri Reno aja" jawabnya, om herman segera masuk menghampiri Reno dan menampar nya.


plakk!

__ADS_1


"kamu itu kakak nya Aulia, jangan kayak gini lah, Aulia berhak bahagia, apalagi dia sedang hamil, dia dulu keguguran karena stres, sekarang jangan ditambahin lagi sakitnya aulia" kesal herman yang ternyata sudah mengetahuinya barusan dari Naufal dan yang lain.


__ADS_2