Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 33


__ADS_3

umi sudah duduk di meja makan dengan berbagai lauk pauk tersedia di meja dan sepertinya baru akan mulai sarapan. melihat kedatangan anak dan menantunya umi segera mempersilahkan mereka berdua sarapan.


"umi maafin Lia ya nggak bantuin umi masak tadi, umi pasti capek banget ya" ucap Aulia meminta maaf pada umi seraya duduk di depan sisi kiri sedangkan Nauval berada di ujung menempati posisi duduk yang biasa Abah duduki.


"udah nggak apa-apa, ayo sarapan dulu kalian pasti udah laper banget" jawab umi santai seraya tersenyum.


" iya umi, Lia laper banget " ucapnya sambil mengambil piring lalu mengambil nasi dan beberapa lauk untuknya.


"mas kok nggak makan" tanya Aulia yang melihat Nauval hanya diam memperhatikan Aulia.


"kalau makan suaminya di layani dulu ya sayang" ucap umi menasehati Aulia yang tampak terkejut.


" gitu ya umi, maaf ya mas Aulia belum ngerti" Aulia dengan nada sedih.


"nggak apa-apa sayang namanya juga belajar" jawab Nauval mengambil tangan kanan Aulia yang di meja kemudian mencium nya, membuat Aulia tersenyum.


"kalian romantis banget sih, aduhh umi jadi kangen masa muda umi" goda umi, Aulia pun segera menarik kembali tangannya karena malu, ia kemudian mengambil piring dan nasi untuk Nauval.


"segini cukup nggak mas" Nauval pun mengangguk.


"mau lauk apa mas" tanyanya lagi.


"terserah kamu, mas suka semua masakan umi kok" Aulia kemudian mengambil capcay, ayam goreng dan sambel untuk Nauval.


"udah cukup sayang, nanti mas ambil sendiri kalau kurang" Aulia pun mengangguk kemudian mereka sarapan dengan tenang.


setelah sarapan Aulia pulang kerumahnya dulu, Aulia ingin istirahat sebentar. Nauval juga sedang ada urusan yaitu mencuci seprei nya mumpung umi lagi ngisi pengajian di masjid desa sebelah.


baru Lima belas menit Aulia memejamkan matanya Nauval sudah mengganggunya dengan memeluk serta menghujani wajah Aulia dengan ciuman.


"Mas kamu nggak capek apa" omel Aulia.

__ADS_1


"Nggak tuh, kamu capek ya sayang, mas pijitin ya" Aulia segera berbalik badan tidur tengkurap dan Nauval mulai memijatnya.


"Enak mas, kamu pinter mijetin deh" ucap Aulia sepertinya dengan mata terpejam.


Nauval terus memijat badan Aulia dengan serius, karena Nauval benar-benar tidak mau istrinya ini kelelahan.


Dua puluh menit berlalu, Aulia merasa sudah cukup nyaman dan menyuruh Nauval berhenti.


"Udah mas, udah enakan sekarang, makasih ya" ucap Aulia yang kini posisi nya sudah terlentang, Nauval mengangguk menanggapi ucapan Aulia.


Nauval berbaring disamping Aulia d kemudian memeluk Aulia sambil tiduran.


"Sayang... Mas pengen lagi" bisik Nauval mesra ditelinga Aulia.


Aulia segera mencium pipi Nauval lembut. Nauval yang tidak menyia-nyiakan kesempatan segera mencium bibir Aulia. Semakin lama ciuman mereka semakin penuh hasrat.


dan kejadian malam pertama mereka terulang kembali.


"Mas.. sini .. Aulia pengen di peluk mas.." ucap Aulia dengan nada manjanya membuat Nauval tidak bisa menolak. Iapun segera tidur disebelah Aulia dan mereka berpelukan.


"sayang, apasih yang buat kamu akhirnya setuju menikah dengan mas?" tanya Nauval memulai obrolan mereka.


"sebenernya sih awalnya karena nggak tega mas"


" nggak tega kenapa?"


"nggak tega liat mas nangis dihadapan Abah, Lia nggak suka kata-kata mas yang bilang kalau mas nggak pantes buat Lia, mas selalu bilang kalau Lia udah punya segalanya, itu kayak bilang kalau Lia harus menikah dengan orang yang finansial nya lebih tinggi dari Aulia, padahal Aulia nggak kayak gitu loh, lia yakin kalau apa yang Lia punya sekarang cuma titipan, yang datangnya pun Aulia nggak melakukan apa-apa, Aulia dapat warisan dari orang tua angkat aulia, tapi Aulia tidak menyesali itu, Aulia bersyukur karena dengan adanya mama papa Aulia bisa nolong ibuk sama bapak, dan mereka nggak perlu kerja kasar lagi" jelas Aulia panjang lebar.


"maafin mas ya, mas waktu itu udah insecure duluan, tanpa memperjelas status kita dan buat kamu salah paham" jawab Nauval.


"iya mas, oiya, mas kenapa nggak jadi arsitek aja? gambar mas bagus-bagus banget padahal" tanya Aulia mencoba memulai mengenal Nauval lebih dalam.

__ADS_1


"dulu mas mondok di pesantren besar di Kediri mulai mas lulus SD dan itu selama 6 tahun mas belajar agama Disana, terus udah lulus mas ngotot banget minta sama Abah buat kuliah arsitek, tapi Abah juga keras kepala, Abah gak mau nurutin kemauan mas karena menurut Abah, mas harus menggantikannya bertanggung jawab mengurus pesantren dan yayasan, jadi aku terpaksa nurutin mau Abah kuliah jurusan agama lagi" Aulia yang mendengar penjelasan Nauval sangat prihatin, karena ternyata selama ini suaminya hidup dalam tekanan orang tua nya.


"sabar ya mas" ucap Aulia seraya tersenyum.


"ya mas ikhlas kok sayang, mas yakin kalau kemauan Abah itu memang yang terbaik untuk mas" ucapnya tegar, tapi Aulia yakin masih ada kesedihan Disana.


"tapi mas sesekali terima job, tapi ya gitu kecil-kecilan, namanya juga gaada ijazahnya, mana percaya kalau orang-orang besar, tapi lumayan lah mas masih bisa menyalurkan hobi" ucapnya lagi, Aulia kemudian tersenyum melihat semangat suaminya ini.


"kenapa gak kuliah lagi aja mas, kalau sekarang kan gaperlu nunggu persetujuan Abah, mas udah dewasa jadi gak perlu tanya Abah apa yang mau mas lakuin?" tanyanya lagi.


"kalau sekarang waktunya yang nggak ada sayang, pekerjaan mas udah banyak banget ngurusin sekolah sama pesantren kadang buat mas pusing gimana mau kuliah, dan lagi mas nggak mau mas berhasil meraih impian mas tapi Abah sama umi nggak ridho dan mas nggak tau mungkin itu akan menyakiti hati mereka, lebih baik mas simpan rapat-rapat cita-cita mas tapi bisa lihat Abah sama umi bahagia " jawabnya.


Aulia pun mengangguk mengerti maksud suaminya.


"kamu baik banget mas"batin Aulia.


"mulai sekarang kamu jangan sungkan ya bilang apapun keluh kesah kamu, mas tempat berbagi kamu, suka maupun duka, kita lewati bersama ya" ucap nauval pada Aulia.


"pasti mas" jawabnya


"Sayang.. kayaknya kamu capek banget nurutin maunya mas, mas kasihan benget liat kamu Sampek lemes gini tiap kita selesai" ucap nauval pada Aulia yang memang masih kelelahan.


"Iya sih mas lumayan capek, punya mas gede banget" jawab Aulia dan tertawa menggoda suaminya dan membuat Nauval tidak enak.


"Maafin mas ya sayang " ucapnya merasa bersalah.


"Tapi Lia puas banget mas, mas perkasa" bisik Aulia bibirnya yang berbicara ditempelkan langsung pada telinga Nauval membuat Nauval memejamkan matanya.


"Sayang jangan pancing mas lagi dong, nanti kamu kecapekan mas gak mau" ucap nauval kesal membuat Aulia tertawa, lucu sekali.


"Yaudah nggak deh maaf, Aulia pengen bobo mas, usap-usap rambut Lia ya mas" Nauvalpun mengangguk dan melaksanakan perintah Aulia.

__ADS_1


Aulia tertidur pulas dan Nauval juga karena memang dia juga lelah.


__ADS_2