Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 130


__ADS_3

" emh enmmmhh" ujar Sam yang mulutnya masih tersumpal tangan Nabila. Nabila sontak melepas tangannya, dan langsung duduk kembali.


" ngagetin aja tiba-tiba" kesal Sam, Nabila hanya tersenyum tak enak sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" ya maaf, lagian .." Nabila melihat sekeliling nya


" takut ada yang denger... aku kan malu mas.." tambah Nabila cemberut.


" dih.. ngelakuinnya aja enak kok ngakuinnya malah malu" dengus Sam, Nabila hanya terdiam malu pada Sam, seharusnya tak ada satu orang pun yang tau hal itu, kenapa bisa ia Sampe kecolongan begini.


" kamu tau darimana mas??" tanya Nabila penasaran.


"tau sendiri, waktu itu aku mau ambil barang ke kamar, tapi di depan kamar depan televisi malah ada kalian berdua cium*n, jadi aku langsung pergi deh" jelas Sam panjang lebar.


" selain itu nggak ada yang yang ceritain kan??" tanya Nabila lagi, Sam menggeleng


"kamu kira mulutku ember apa, ya nggak lah bil" jawab Sam.


"hemmmh... Alhamdulillah kalo gitu, " kata Nabila lega.


" yaudah jangan bilang siapa-siapa ya mas .. dan jangan bahas lagi, aku bener-bener malu sama kelakuan bodoh aku itu " tambah nabila dengan air mata yang sudah menetes, yang langsung di usap oleh Nabila.


"oke, tapi kamu harus cerita, kamu ada masalah apa sama si Reno itu?" tanya Sam penasaran.


akhirnya Nabila pun menceritakan kejadian aslinya yang jika Reno menembaknya lalu ia tolak dan kini dengan kurun waktu tidak lama Reno sudah mendapatkan pacar baru.


" padahal dia ngomong nya dulu emang ada cewek yang dia suka, apa jangan-jangan cewek yang di maksud nya cewek tadi ya mas Sam?" tanya Nabila, Sam hanya mengendikkan bahunya.


"kok malah tanya sama aku sih bil? aku mana tau"kata sam menanggapi pertanyaan aneh Nabila, Nabila membuang nafas nya kasar dan tangannya kembali meraih sendok makan dan kembali mengaduk-aduk isi tempat bekal nya.


"udah ... nggak perlu sedih juga, berarti dia bukan jodoh kamu gitu aja sih" kata Sam, Nabila hanya mendengarkan tak menjawab.


" lagian di dunia ini cowok juga buanyak nggak cuma Reno si kampret itu" hibur Sam.


" banyak sih tapi nggak nggak semuanya ganteng, hehehe" bercanda Nabila.

__ADS_1


" ganteng kalo bisanya cuma nyakitin ati ya buat apa juga bil," jawab Sam seakan tak juga dengan tersenyum.


.


.


.


" ayo semuanya silahkan di makan, nggak perlu sungkan-sungkan" ujar Abah saat menjamu semua tamu nya untuk makan siang kali ini.


" wahh .. keliatan nya enak-enak banget ini pak kyai" ujar om herman memuji, karena bau harum masakan yang memenuhi ruang makannya.


umi dan Bu Mira sengaja memasak masakan sederhana ala kampung, karena kedua nya berfikir kalau di Jakarta atau kota besar lainnya tak mungkin ada atau bahkan ada namun rasanya tak original kampung lagi.


terbukti seluruh keluarga om herman makan dengan lahap bahkan Raisa yang dari tadi malu dan mengambil nasi sedikit minta tambah nasi nya. dan ternyata Raisa pacar Reno ini anak nya mudah bergaul dan tak sombong menurut Aulia, mungkin Reno memang cocok dengannya karena orang nya yang bisa mencairkan suasana meskipun baru kenal.


setelah makan mereka pun Aulia minta istirahat di beberapa kamar tamu di rumah umi yang memang ada beberapa kamar tamu disana.


.


.


.


"ya udah kalo kamu nggak mau, biar saya bilang sama temen saya biar pecat kamu" ancam Bu Alika.


" Bu.. itu namanya saya fitnah dong, udah bu saya capek harus nurutin perintah ibu terus, seharusnya ibu sadar, gus Naufal itu udah nggak bisa di milikin lagi, dia udah ada istri Bu.." jawab Lusi.


" oke, berarti jawaban kamu nggak mau kan .. yaudah biar saya telpon temen saya" Bu Alika pun mengambil ponselnya yang tadi berada di meja hadapannya, dan hendak menelfon temannya.


" jangan Bu...." ujar Lusi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"yaudah-yaudah, tapi jangan pecat saya ..." kata Lusi yang akhirnya pasrah.


.

__ADS_1


.


" sa... mau ikut nggak liat cafe nya Aulia ?" tanya Reno pada Raisa kekasihnya karena mereka kini sedang berkumpul di ruang tamu.


" kamu ada cafe Lia??" tanya Raisa pada Aulia, Aulia pun mengangguk.


"iya kak, nggak jauh dari sini kak, kalo mau kesana buruan gih mumpung baru habis magrib" kata Aulia.


"emang kenapa kalo agak maleman Lia??" tanya Raisa


"biasa nya sih udah penuh ya kan mas Naufal?" tanya Aulia pada Naufal, Naufal pun mengangguk.


" iya, apalagi ini kan malem Minggu, jadi rada susah dapet meja kalo nggak reservasi sebelum nya " jelas Naufal, bukannya mau menyombong tapi memang benar cafenya kalau malam Minggu.


"yaudah deh ayok, aku penasaran sama cafe nya Aulia " kata Raisa.


"mama papa mau ikut nggak?" tanya Reno pada kedua orang tua nya yang kini sibuk bergantian menimang putri Kiara.


tanpa menoleh ke arah Reno, Tante Maya menggeleng.


"mama nggak, mau disini aja sama shifa, ya kan Shifa sayang .. mau sama Oma kan sayang" gurau Tante Maya pada bayi mungil dalam gendongannya.


"papa juga enggak" tambah Herman akhirnya Reno dan Raisa pun berangkat berdua menaiki mobilnya.


"makasih ya sa, udah mau jadi pacar pura-pura gue, " ujar Reno dengan masih fokus menyetir mobilnya.


" oke, santai aja, lagian ngapain sih pake pura-pura segala, kalo beneran kan gue juga mau, hehehe" jawab raisa dengan jahil, ya memang Raisa sudah menyukai Reno sejak dulu tapi entah Reno seakan tak pernah memandang perasaan nya. Raisa merupakan teman kuliah Reno dan beberapa waktu lalu mereka tak sengaja bertemu lagi dan akhirnya Reno meminta bantuan untuk jadi pacar pura-pura nya, Raisa pun menerimanya untuk mencoba mengenal keluarga Reno lebih dekat, siapa tau ada celah dan ia bisa menjadi kekasih Reno sungguhan.


" Yee .. mau nya elu, tapi ya gitu lah, Lo kan udah gue ceritain sebelum nya, gue masih suka sama sepupu gue yang tadi lahiran itu" jelas Reno dengan nada sedih.


" emang cantik sih Aulia, tapi emang elo sih yang aneh, bukannya yang bareng-bareng dari kecil itu harusnya sayangnya kayak kakak adek aja nggak lebih, ini malah suka pengen milikin" ujar Raisa.


" ya gue nggak tau yang namanya perasaan sa, lagian gue pengen liat dia bahagia, kayak nya tadi dia udah lega kalo gue udah punya pacar, jadi semoga kedepannya gue yang bisa lupain dia " jelas Reno.


"amiiiinn...." kata Raisa mengamini, Reno hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum dengan tingkah tak ada malu-malu nya Raisa ini, yang seakan tak malu mengakui jika dia suka diri nya.

__ADS_1


__ADS_2