
sekarang Aulia dan umi sedang memasak di dapur, sebenarnya umi sudah menolak permintaan Aulia untuk membantunya tapi Aulia memaksa katanya sekalian ajarin Aulia masak.
"jadi ini harus diapain mi "tanya Aulia yang sedang membolak-balikkan bawang putih.
"diiris aja sayang kayak gini "umi mempraktekkan satu siung bawang putih. Aulia pun mencoba memotong bawang putih dengan hati-hati dan lama sekali.
umi mengajarinya dengan sabar membuat Aulia senang karena tidak di buru-buru, kan dia baru belajar.
"Aulia padahal selalu minta ajarin ibu masak, tapi nggak pernah dibolehin tahu tuh kenapa mi? padahal Aulia kan juga pengen sekali-kali masakin buat mas Naufal" ujar Aulia di tengah masaknya membuat umi tertawa.
"iya nak Mira juga pernah ngomong kalau dia selalu nolak kalau kamu mau bantu masak karena sayang banget sama kamu katanya nggak mau kamu capek" jawab umi sambil tersenyum.
"ya tapi kan Aulia jadi gak bisa masak sama sekali mi"
"kamu belajar masak nya sama umi saja kalau begitu" ujar umi, membuat Aulia tersenyum lebar.
"mau mi... nanti kalau umi masak lagi ajak Lia lagi ya mi" jawab Lia excited.
"tapi harus tetap hati-hati ya sayang " ucap umi kemudian Aulia mengangguk.
umi dan Aulia masak telur ceplok kecap, cah kangkung, ayam goreng dan sambel. umi sengaja cari masakan yang simple untuk aulia yang baru mulai belajar masak.
"gimana mas rasanya" tanya Aulia pada Naufal yang mencoba masakannya di meja makan bersama umi dan Abah.
"seperti masakan umi biasanya , emang tadi kamu bantuin apa?" tanya Naufal karena melihat Aulia excited bertanya.
"iya juga ya, kan aku cuma bantuin potong-potong doang" jawab Aulia. Naufal, umi, Abah pun tertawa melihat tingkah Aulia.
"apa Aulia kursus masak aja ya mas biar cepet bisa?" lanjutnya.
"nggak perlu sayang, bantuin umi aja tiap pagi nanti kamu bisa sendiri lama-lama" jawab Naufal, umi pun tersenyum dan mengangguk.
"iya deh, mulai besok Aulia belajar sama umi, umi yang sabar ya ngajarin aulia" ujar Aulia pada umi yang sudah seperti manja ibu nya sendiri.
"iya sayang, besok pagi langsung ke dapur aja ya" jawab umi, Aulia pun mengangguk.
"kamu rencana kedepannya mau kuliah atau gimana nak ?" tanya Abah pada Aulia.
__ADS_1
"kalau kuliah sih pasti bah, tapi lagi nunggu mas Naufal nggak sibuk biar bisa anterin Aulia daftar, soalnya kata mas Naufal kalau kampus negeri jauh" jawab Aulia
"gimana kalau swasta aja, kuliah di universitas swasta aja, lumayan dekat kalau dari sini, kebetulan punya teman Abah juga" tawar Abah.
"gimana mas?" tanya Aulia minta pendapat suaminya.
"terserah kamu aja sayang, tapi bukannya kamu mau nya di universitas negeri ??" tanya balik Naufal
"kalau jauh banget emang aku bisa bolak-balik gitu mas, pasti capek juga, kalau nggak bisa kejar jam nya ya aku kos aja mending " ujar Aulia
"jangan kos dong sayang, kamu ntar tinggalin umi dong" cegah umi.
"iya umi, Aulia juga gak mau jauh-jauh dari keluarga apalagi jauh sama mas naufal" jawab Aulia yang membuat Naufal tersenyum.
"ya mending yang Deket aja nak, biar kamu bisa bolak balik" ujar Abah
"Aulia mau deh bah, yang penting Aulia mau ambil jurusan bisnis" ucap Aulia.
"iya nak, ada kok lengkap Disana, gimana naufal??" tanya Abah pada Naufal.
"Alhamdulillah, nanti daftarnya Abah sama umi anter ya sekalian kita mau sowan ke temen Abah itu" ajak Abah yang lainnya pun setuju.
setelah sarapan Naufal pergi ke sekolah mengerjakan pekerjaan yang mungkin masih belum rampung, semua siswa memang sudah libur tapi Naufal dan guru-guru masih mempersiapkan tahun ajaran baru jadi memang masih sibuk. sedangkan Aulia pulang ke rumahnya juga mengecek pemasukan resto dan cafe nya.
"mas kapan lihat tanahnya?" tulis Aulia pada chat nya ke Naufal yang belum pulang.
"tanah apa yang?" balas Naufal.
"tanah yang waktu itu kamu bilang sayang, katanya di Deket lapangan"
"oiya, kamu mau lihat kapan?"
"secepatnya kalau bisa mas" jawab Aulia.
"yaudah mas hubungi orangnya ya"
Aulia tidak membalasnya lagi.
__ADS_1
Naufal pulang pukul setengah tiga sore, dia langsung pulang ke rumahnya mandi kemudian sholat ashar.
setelah beres-beres ia ke rumah Aulia, sampai kamar ia melihat Aulia sedang sholat, diapun menunggu aulia ranjang sambil memperhatikan istrinya dari belakang, melihat Aulia yang sudah rajin sholat diam-diam Naufal sangat bahagia, ia tau sebelum Aulia bertemu dengan orang tua kandung nya istrinya sudah meninggalkan kewajiban nya. tapi melihat Aulia sekarang Naufal sangat bersyukur pelan-pelan Aulia menjadi lebih baik.
"assalamualaikum warahmatullahi, assalamualaikum warahmatullahi " salam Aulia mengakhiri sholat ashar nya lalu berdoa.
Naufal menghampiri aulia, setelah selesai berdoa Naufal memeluk nya dari belakang.
"sayang" ujar Naufal pelan di telinga kanan aulia.
"ihh mas Naufal ngagetin Lia aja" kesal aulia menoleh tapi dengan suara manja pada suaminya.
Naufal kemudian mencium pipi aulia.
"kamu bidadari dari mana sih, cantik banget" gombal Naufal dengan terus menciumi pipi aulia dari samping. aulia pun membalikkan badannya menghadap suaminya mencubit hidung Naufal gemas.
"gombalnya mulai lagi" ujar aulia, Naufal tidak tahan untuk mencium bibir pink istrinya ini. Naufal pun mengecup sebentar bibir aulia yang masih memakai mukenah nya menjadikannya berkali-kali lipat lebih cantik menurut Naufal.
"mas nggak gombal sayang, emang kamu cantik banget, apalagi habis sholat gini, " ujarnya kemudian kembali menghujami wajah aulia dengan ciuman. aulia pun tidak menolak atau melepaskan diri dari suaminya, ia tidak mau membuat suaminya ini kecewa.
"tadinya mas mau ajak kamu liat tanahnya, tapi mas masih mau disini berdua sama kamu, gimana dong?" tanya Naufal.
"mas ada-ada aja deh, mas udah janjian sama yang punya?" tanya aulia Naufal pun mengangguk.
"ya berarti sekarang kita kesana dulu, nanti kita baru berdua-duaan lagi dikamar, gak enak sama orang nya kalau udah janjian mas" ujar aulia menatap suaminya kemudian mengusap-usap rambut suaminya.
"iya sayang, yaudah kamu siap-siap dulu ya " ujar Naufal kemudian melepaskan tangannya yang melingkar di perut istrinya.
aulia mengangguk kemudian melepaskan mukenah nya lalu bersiap-siap karena dia juga sudah mandi.
setelah selesai mereka berdua keluar menggunakan mobil aulia, sampai di depan gerbang Naufal turun untuk menutup pintu gerbangnya lagi Bu Mirna dan Bu Sulastri sedang duduk di teras rumah Bu santi ditemani yang punya rumah.
"ehh aulia, mau kemana ? sore-sore gini udah mau jalan-jalan aja?" tanya Bu Mirna
"mau keluar sebentar Bu, ada keperluan " jawab aulia
"sama Gus Naufal ya, ati-ati ya kalian kan belum menikah takut ada setan ditengah-tengah nya, apalagi kamu kan dulu cewek nggak bener " ujar Bu Mirna lagi kemudian yang lain pun tertawa.
__ADS_1