
"hueekkk.. hueekkk.." muntah Aulia lagi, Aulia berusaha mengeluarkan isi dalam perutnya tapi masih tidak ada, hal ini membuat kepala Aulia semakin pusing dan tenaganya terkuras Habis.
Setelah selesai ia keluar di papah Naufal.
"Mas dari mana sih, katanya tadi nggak ninggalin aku" ucap Aulia yang agak kesal pada suaminya karena tadi saat bangun suaminya malah keluar.
"Maaf ya sayang, mas tadi minta buatin bubur buat kamu" ujar Naufal dengan menunjukkan semangkuk bubur ayam di atas meja.
"Makan ya, biar mas suapin"ujar Naufal, kemudian mengambil mangkuk bubur itu lalu menyendok kan sedikit.
"Aaa sayang" perintah Naufal.
Aulia memakan bubur tersebut dari suapan tangan Naufal, setelah habis sekitar 5 suapan, setelah itu dia tidak mau lagi.
"Udah mas, Aulia udah kenyang, kalau di terusin kayaknya mau muntah lagi" ujar Aulia , Naufal pun menghentikan suapannya kemudian mengambil gelas berisi air putih dan menyerahkan kepada Aulia. Istrinya pun mengambil kemudian meminum air putih nya.
"Assalamualaikum" ucap salam umi dan Bu Mira dari balik pintu kamar Naufal, Naufal kemudian berjalan menuju pintu dan membukanya.
"Waalaikumsalam, umi ibu, ayo masuk" Naufal mempersilahkan masuk kedua ibunya. mereka pun masuk lalu segera duduk di samping Aulia
"Untung aja tadi subuh udah aku ganti seprei nya, jadi bekas nya aman" batin Naufal.
"Sayang, gimana keadaan kamu, tadi suami kamu ke rumah bilang kamu nggak enak badan" tanya Bu Mira pada anaknya.
Aulia segera memeluk ibunya erat.
"Iya Bu, Aulia pusing banget sekarang, perut Aulia mual-mual terus tapi kalau di muntahin nggak ada apa-apa nya" jelas Aulia.
"Udah kamu tes belum sayang?" Tanya umi membuat Aulia dan Naufal saling pandang tak mengerti sama-sama mengendikkan bahunya.
"Tes apa umi?",tanya Aulia yang masih agak bingung.
" Tes kehamilan sayang.." kata umi, membuat Aulia dan Naufal terkejut.
__ADS_1
"Masa' iya Aulia hamil mi, waktu yang pertama hamil Aulia nggak gini kok, nggak pernah pusing apalagi mual, paling juga muntah itu aja sekali" tanya Aulia heran apa dalam setiap kehamilan itu berbeda.
" Kita belum tau kalau nggak di tes sayang, emang kamu udah haid?" Tanya ibuk kemudian Aulia menggelengkan kepalanya.
"Yaudah, kamu mau beli testpack atau langsung periksa aja ke dokter sayang?" Tanya Naufal.
"Tolong ambilin testpack aja di kamar Aulia di rumah ibu mas, sisa yang pertama dulu aku beli beberapa" pinta Aulia pada Naufal, suaminya pun dengan senang hati mengambilkannya.
Tespack nya masih ada 4 lagi, sebenarnya tadi umi bilang Aulia harus coba pagi-pagi besok agar hasilnya akurat, tapi Aulia memakainya sekarang saja, ia benar-benar penasaran, besok kalau belum yakin ia akan coba kembali.
"Sini in mas tespack nya satu" ujar Aulia saat umi dan ibu sudah keluar kamar Aulia .
"Lah bukannya kata ibu besok pagi yang?" Tanya Naufal bingung.
"Udah deh diem aja, Aulia penasaran sekarang, besok pagi tes lagi kalau belum percaya"ujar Aulia membuat Naufal geleng-geleng kepala.
Aulia pun mengetesnya di kamar mandi
"Dua garis" ujar Aulia, iapun mengucap syukur kepada Allah, tapi ia tidak senang dulu, besok pagi ia akan mengetesnya lagi.
"Yaudah besok pagi tes lagi kayak yang dibilang umi Sama ibu tadi" ujar Naufal mengusap punggung Aulia dan merangkul nya dari samping kemudian mencium pipi aulia.
Naufal kemudian bersiap-siap untuk pergi setelah melihat penampilan nya di kaca ia melihat arah lehernya, agak merah tapi pucat, kalau dari jauh sih nggak kelihatan tapi kalau dilihat dari dekat lumayan jelas.
"sayang, bedakin leher aku dong" ujar Naufal kemudian Aulia menghampiri suaminya dan memoles leher naufal yang agak merah dengan sedikit foundation milik nya. setelah selesai Naufal mengucapkan terimakasih Aulia kembali ke ranjang. Naufal melanjutkan menyisir rambut dan memakai parfumnya.
selesai bersiap ia menghampiri Aulia lalu duduk di depan Aulia dan memeluk Aulia erat.
"Hueek .. huekk.." mual Aulia lagi, ia segera masuk kamar mandi lagi, muntah lagi, Naufal mengikuti istrinya lagi, dia benar-benar tidak tega harus meninggalkan Aulia, tapi ia sudah janjian sama orang kantor notaris yang akan mengurus tanahnya, gak enak kalau mau di batalkan.
"Stop mas.... Mas disitu aja nggak perlu masuk stooop" ujar Aulia menghentikan suaminya yang akan masuk
" Lhoh kenapa sayang?" ,Tanya Naufal.
__ADS_1
"Lia nggak betah sama bau parfum mas" ujar Aulia membuat Naufal kaget.
"Sayang, inikan parfum kesukaan kamu biasanya" tanya Naufal
"Mas .. kata Aulia nggak suka ya nggak suka" ucap Aulia yang sudah mengeluarkan air matanya.
"Yaudah sayang, mas ganti baju sekarang" ujar Naufal melangkah mengganti Pakaiannya. setelah selesai ia segera menghampiri Aulia yang sudah berjalan ke ranjang.
"kamu nggak papa kan mas tinggal sebentar " tanya Naufal pelan, tapi Aulia malah menangis dan menggeleng membuat Naufal makin bingung.
"sayang, mas kan mau ngurus tanahnya, nggak enak juga kalau mau batalin apalagi mas udah janji" ujar Naufal sambil menuntun Aulia berbaring di ranjang lagi.
Aulia hanya diam.
"sayang, jawab dong, nggak papa kan? mas mau pergi sebentar paling nggak Sampek dua jam " ujar Naufal lagi.
"janji ya nggak Sampek dua jam " tanya Aulia yang akhirnya bicara.
"iya sayang, sebentar aja, nanti jam 11 siang mas udah pulang" ujar Naufal, Aulia pun akhirnya mengangguk, mengizinkan Naufal pergi.
sampai pukul dua belas Naufal belum juga sampai rumah aulia sangat kesal, dia menunggu di ruang tamu ditemani dengan umi dan ibu yang selalu menawarkan Aulia makan.
Aulia menolak semua yang di tawarkan oleh umi dan ibu, ia hanya memakan buah anggur.
"sayang, udah yuk, waktu nya makan siang, nanti suami kamu dateng kan enak" ujar umi, tapi Aulia masih menggeleng.
"sayang, ayo dong makan ya, kamu pengen makan apa, biar nanti ibu suruh kak Fahri cariin" kata ibu juga menawarkan pada Aulia.
"Aulia pengen makan mas Naufal, bisa-bisanya dia bohongin Aulia buk" ujar Aulia sudah dengan mata berkaca-kaca.
"nak, Naufal nggak mungkin bohongin kamu, bentar lagi pasti pulang, atau mungkin jalannya macet" ujar umi alasan.
"itu alasan buat orang yang tinggal di kota mi, disini nggak mungkin macet" ujar Aulia dengan tatapannya masih melihat ke arah pintu menunggu kedatangan suaminya.
__ADS_1
umi dan ibu Mira pun terdiam, Aulia sudah tidak bisa di bujuk lagi, Sekarang mereka hanya bisa menunggu Naufal pulang.