Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 20


__ADS_3

setelah selesai Aulia dan Nabila menuju kasir untuk mengambil barang belanjaan mereka serta membayarnya, total belanjanya mencapai dua puluh juta rupiah, membuat Nabila semakin tidak enak hati dengan Aulia, karena bagi Nabila uang duapuluh juta itu tidak sedikit, bahkan Nabila tidak pernah sekalipun memegangnya.


"Aulia maaf ya kamu bayarnya Sampai segitu" ucap Nabila saat mereka memasukkan barang belanjaan mereka ke bagasi mobil Aulia dibantu salah satu petugas mall.


"ngapain minta maaf sih bil, kan emang gue yang mau" jawab Aulia.


"ya kan kamu beliin buat keluargaku segala, mana punyaku di tambahin dua setel lagi, aku gak enak banget nih sama kamu"


" udah lah, lagian cuma segitu aja gausah dipikirin lah, malah kalau gue diajak almarhumah mamah sekali belanja habis ratusan juta, dulu gue kalo di beliin baju sama mama malah 20 juta cuma dapet satu baju sama sepatunya aja" kata Aulia yang membuat Nabila terkejut.


"jadi santai aja oke?!!" lanjut Aulia.


mereka tidak langsung pulang karena Aulia mengajak untuk makan di tempat pertama ia diajak makan pinggir jalan oleh Fahri karena Aulia sangat suka dengan rasanya dan juga... suasananya.. mungkin.


Aulia memesan ayam goreng dan juga beberapa menu Disana untuk dimakan bersama Nabila, dia benar-benar menyukai rasa masakan di warung tenda pinggir jalan ini, apalagi ditemani suara kendaraan berlalu lalang tidak terlalu berisik dan tidak terlalu sepi pikir Aulia.


setelah selesai makan Aulia membungkus untuk ibu bapak dan kak Fahri tidak lupa untuk orang tua Nabila.


mereka pun segera pulang karena dirasa sudah terlalu malam Aulia mengantar kerumah Nabila terlebih dahulu, setelah itu barulah ia pulang kerumahnya.


jam menunjukkan pukul 10 malam di depan sudah ada Fahri dan Nauval yang menunggu kedatangan Aulia, Nauval memang sengaja ke rumah Aulia alasannya ingin membahas sesuatu dengan Fahri padahal ia ingin melihat Aulia.


saat Aulia keluar dari mobil Fahri segera memberondong nya dengan berbagai pertanyaan.


"kamu kok baru pulang dek? tadi katanya sebentar? ibu khawatir banget loh, masa' Sampek malem banget gini!"


"iya tadi keluar bentar sama temen" jawab Aulia yang kemudian membuka bagasi mobilnya dan mengeluarkan barang belanjaan nya.


Fahri yang melihat Aulia itu membantunya dan mengeluarkan paper bag belanjaan Aulia.

__ADS_1


"aku pulang dulu ya Fahri, assalamualaikum " kata Nauval pamit


"ehh bentar-bentar, nitip ini ya kasih ke umi" kata Aulia menyerahkan sebuah paper bag ke Nauval.


"oke, nanti saya kasih, yaudah saya permisi dulu" ucap nauval


" kamu kok banyak banget ini dek belanjaannya, apa nggak sayang uangnya, emang kamu kalau di sekolah nggak jajan ya Sampek bisa belanja sebanyak ini" kata Fahri karena memang ibuk memberi uang jajan untuk Aulia dan selalu di taruh di kamar Aulia, Aulia sebenarnya tidak mau tapi ibu selalu memaksa suruh ambil, akhirnya auliapun mengambil dan menaruhnya di sebuah kotak di kamar Aulia.


"emang di sekolah gaada yang jualan gitu, masa' jualannya makanan-makanan gak jelas" jawab Aulia dan mereka sudah masuk di ruang keluarga dan diaana ibuk dan bapak sudah menunggu Aulia masuk.


"assalamualaikum" ucap Fahri


"waalaikumsalam, ibuk khawatir banget sama Aulia kirain ibuk kemana" ucap Bu Mira saat Aulia mencium tangannya.


"iya buk, tadi maaf ya lupa waktu lagi kalap belanja, hehehe" jawab Aulia


"yaudah, udah makan malam belum, kalau belum ibu masakin dulu ya" tanya Bu Mira


"ini belanjaan kamu banyak banget dek" ucap Fahri yang akan memasukkan belanjaan Aulia ke kamar Aulia.


"eh.. bentar kak, jangan dimasukin kamarku semua, sini" cegah Aulia dengan menaruh makanannya di meja lalu menghampiri Fahri dan mengambil barang-barang yang sudah ia pisahkan tadi di kasir.


"ini buat ibu, ini bapak dan ini untuk kak Fahri" kata Aulia yang sudah memisahkan belanjaannya di lantai.


"kamu beli sebanyak ini buat kita Lia??" tanya Fahri.


"iya kak, tadi aku liat kayaknya cocok buat ibu jadi aku beliin terus sekalian buat bapak sama kakak" jelas Aulia yang kembali keluar karena barangnya sendiri masih di bagasi mobil tadi Fahri hanya bolak balik dua kali dan masih ada beberapa kantong plastik lagi.


setelah sampai di dalam Aulia menunjukkan 3 pasang sepatu untuk kak Fahri mengajar.

__ADS_1


"ini kak aku beliin sepatu juga semoga pas nya soalnya aku ngira-ngira aja tadi ukurannya" kata Aulia


"ya Allah dek banyak banget ini, kamu nggak perlu beliin kita" jawab Fahri


"iya Aulia, kita aja ngasih uang jajan buat kamu seadanya kamu malah beliin kita banyak banget ini, pasti ini pakai uang kamu sendiri, nggak usah ya nak uang kamu kamu simpen sendiri aja, kan sayang kalau di belikan barang-barang seperti ini" pak Salim yang berbicara


"ihh bapak apaan sih ngomong gitu aku kan anak bapak, aku kan juga pengen beliin orang tua aku sesuatu, masa' nggak boleh" sahut Aulia yang pura-pura memanyunkan bibirnya.


"beliin nggak apa-apa Aulia sayang, tapi sayang uang kamu, kita yang orang tua kandung kamu aja belum bisa kasih kamu apa, ini kamu malah beliin kita barang-barang kayak gini" ucap ibu dengan nada sedih mendengar itu Aulia segera memeluk ibunya dari samping.


"nggak apa-apa kok buk, Aulia seneng. selagi Aulia bisa bahagiain kalian Aulia akan berusaha semampu Aulia, waktu mama papa meninggal Aulia seperti kehilangan semangat hidup, lia sempat mikir apa bisa Lia hidup sendiri? menjadi yatim-piatu tanpa adanya kedua orang tua, tapi setelah kebenaran itu terungkap dan adanya pertemuan kita Aulia jadi lebih semangat, lebih bisa melihat arah tujuan hidup Aulia lagi, dan tinggal di rumah ini, meskipun rumah ini tidak sebesar rumah sebelumnya tapi disini Aulia merasa nyaman, Aulia merasakan lagi hangatnya keluarga bersama kalian, dan sepertinya kedepannya kalian adalah tempat Aulia pulang jadi jangan pernah anggap Aulia orang lain ya " jelas Aulia sambil mengusap air matanya yang menetes, dan mereka yang mendengar kata-kata Aulia itu juga meneteskan air mata nya karena sangat terharu.


"kami adalah rumah mu nak, tempat kamu bersandar dan berlindung dari segala bentuk apapun itu kejamnya dunia, kamu anak ibuk yang selalu ibu rindu" kata Bu Mira memeluk tubuh Aulia.


"maafkan omongan bapak tadi ya Aulia?" kata bapak yang sudah mengusap bulir air di pipinya.


"iya bapak, Aulia nggak tersinggung kok" ucap Aulia yang kemudian memeluk bapak.


"kakak nggak di peluk nih" ucap Fahri sambil tersenyum menaik turunkan alis tebalnya. Aulia segera memeluk Fahri.


"iya kakakku yang bawel sedunia" kata Aulia setelah merenggangkan pelukannya dan menjulurkan lidahnya ke Fahri.


"Yee... kakak bawel kan gara-gara kamu susah dibilangin" jawab Fahri tidak mau kalah mencubit hidung adiknya yang cantik ini.


"terimakasih ya nak pemberian kamu ini" ucap Bu Mira pada Aulia


"iya buk sama-sama".


setelah selesai bercengkrama mereka makan bersama dengan makanan yang Aulia bawa yang memang orang tua nya juga suka karena Fahri sering membawakan itu juga.

__ADS_1


dan Aulia makan lagi, karena dia suka sekali dengan rasa masakannya itu. untung saja tubuh Aulia tidak gampang gemuk, jadi Aulia bisa makan banyak tanpa khawatir akan menggendut.


__ADS_2