Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 86


__ADS_3

besok paginya Aisyah sudah di perbolehkan pulang, Aulia dan Naufal pun ikut serta pulang rombongan dengan mobil Ilham, sedangkan orang tua Aisyah ikut di belakang mereka menaiki mobilnya sendiri.


setelah lama perjalanan, mereka pun akhirnya sampai rumah, dan langsung di sambut oleh kedua orang tua Aulia yang tidak ikut ke rumah sakit, Fahri melarang mereka karena besoknya juga sudah pulang, kasihan orang tua nya kalau bolak balik. ada Abah dan juga umi serta para tetangga dekat rumah yang penasaran ingin melihat anak Fahri.


"duh gantengnya cucuku" ujar Bu Mira gemas saat menggendong putra Fahri.


"ganteng lah buk, anak ibuk aja gantengnya nggak ada obat gini" ujar Fahri bercanda saat semua orang sudah pergi tinggal keluarga inti nya, yaitu orang tua serta mertuanya, umi dan Abah serta Aulia dan Naufal.


ucapan Fahri membuat semua yang disana tertawa karena candaan Fahri itu, hanya Aulia yang sewot.


"idiiihh, sok cakep banget, ada tuh obatnya komek, beli di warung biar luntur itu cakep nya" kata Aulia yang suka berdebat dengan kakaknya.


"huuu.. syirik aja" balas Fahri, para orang tua tertawa, merasakan kehangatan keluarga ini.


"ngapain sirik sama situ, aku juga cantik kok, Selena gombres aja kalah, ya kan buk" Aulia tak mau kalah lalu beralih duduk di samping ibunya yang menggendong bayi Fahri.


Fahri hanya menanggapinya tersenyum tidak meladeni lagi pertengkaran yang di buat-buatnya dengan adik kesayangannya itu.


"adek sayang, nanti tidur di rumah nenek ya, sama auty" ujar Aulia menciumi pipi gembul bayi Fahri dengan gemas.


"kan masih asi, nggak boleh tidur sama kamu dulu lah" ujar Fahri dan di iya kan oleh Aisyah.


"iya-iya, maaf ya sayang, Tante mu yang paling cantik ini nggak bisa tidur sama kamu, nggak di bolehin tuh sama papa mama mu" Aulia berbicara dengan bayi yang hanya diam dan matanya yang ke kanan dan ke kiri.


semua keluarga tertawa dengan tingkah Aulia.


"tenang aja sayang, habis ini kan punya sendiri" tambah Naufal, mereka pun lanjut mengobrol sampai tak terasa sudah puku 12 siang waktunya sholat Dzuhur.


Aulia dan Naufal memutuskan untuk pulang ke rumah Naufal karena ibuk dan bapak juga masih ingin di rumah kak Fahri, dan sepertinya mereka akan menginap Disana.


"mas, menurut kamu kapan kita bisa bangun cafe nya, kayaknya waktunya udah pas, kita udah nggak kepikiran resepsi" tanya Nia yang duduk diranjang setelah selesai sholat berjamaah dengan suaminya di kamar.


"iya sayang, Senin besok mas pesen-pesen dulu bahan bangunannya, kalo udah lengkap semua baru deh kita mulai"


"emang desainnya udah selesai?"

__ADS_1


"aman kalo itu, udah mas siapin" Naufal ikut duduk di samping Aulia.


"sip deh, aku udah nggak sabar mas, pengen ada kegiatan, biar nggak bosen di rumah terus" Aulia sangat antusias.


"tapi inget nggak boleh capek-capek ya" Naufal memberi peringatan, Aulia pun mengangguk.


selesai mengobrol rencana pembangunan cafe Aulia dan Naufal beristirahat siang sebentar, menikmati cuti hari terakhir nya karena besok Naufal sudah mulai masuk mengajar.


malam hari Aulia sengaja tidak ikut kelas Madin, selesai sholat Maghrib bersama Naufal Aulia segera minta izin untuk pergi ke rumah Fahri, Naufal pun mengizinkan sedangkan ia sudah masuk mengajar kelas Madin, malam itu Aulia habiskan berkumpul dengan ibu, kak Aisyah dan bayi kecil yang di namai Muhammad Abdurrahman rayyan oleh Fahri atas pertimbangan nya dengan abah.


besoknya Aulia sangat bosan di rumah, karena suaminya sudah berangkat ke sekolah, Abah pergi mengisi pengajian di luar kota dan umi ikut mengantar kan Abah.


"ngapain ya enaknya??" tanya Aulia dalam hati saat pukul 11 siang, saat dirinya menonton tv di lantai atas depan kamarnya, dan lama-lama ia bosan hanya menonton tv.


"tiba-tiba pengen buah kesemek ya" ujar Aulia. karena melihat tayangan di televisi menampilkan buah tersebut.


"dimana ya ada buah kesemek?" tanya Aulia dalam hati. karena tidak menemukan jawaban Aulia menelfon Nabila, mungkin dia tau. tapi ternyata nihil, Nabila tidak mengerti karena buah itu tidak selalu ada.


Aulia kepikiran untuk mencarinya sendiri, tapi setelah pikir panjang sangat beresiko nanti Naufal marah karena kepergiannya tanpa memberitahu, akhirnya Aulia pun menelfon Naufal untuk meminta izin yang pastinya sudah Aulia tau tidak akan di beri izin tapi apa salahnya mencoba.


"waalaikumsalam sayangku cintaku" jawab Naufal di seberang sana


"mas, boleh nggak kalau aku cari buah kesemek, aku tiba-tiba pengen banget soalnya" ujar Aulia


"mau cari gimana maksudnya?"


"aku minta izin keluar sebentar ya mas, nyetir mobil bentar cari buah itu"


"nggak sayang, kamu tungguin mas pulang, habis itu kita cari bareng-bareng" ujar naufal, Aulia menghela nafas, jawabannya pun sama seperti yang ada di pikirannya.


"yaudah mau gimana lagi, ya nunggu mas Naufal aja.


Aulia pun menunggu dengan tidak sabar, Naufal sudah 30 menit tidak pulang-pulang.


"masih setengah 12, lama banget sihhh" kesal Aulia yang semakin lama semakin tidak sabar.

__ADS_1


karena bosannya menunggu Aulia sampai ketiduran di sofa depan televisi.


"sayang, bangun .. kok tidur sini sih??" Naufal menepuk-nepuk pipi Aulia pelan, Aulia mulai menggerakkan matanya, perlahan ia pun bangun.


"jam berapa mas?? lama banget kamu" ujar Aulia sambil menutup mulutnya yang menguap.


"ini jam 1, maaf ya sayang, tadi ngajar dulu di jam terakhir, mas nggak enak kalo izin lagi, takut anak-anak ketinggalan pelajaran" jelas naufal, Aulia pun bangkit menuju kamar tidak menjawab apa-apa ucapan Naufal, Aulia pun masuk kamar mandi untuk wudhu lalu melaksanakan sholat dhuhur.


"sayang, maafin mas ya, habis ini mas pergi cari yang kamu mau, mau buah apa tadi??" tanya Naufal saat Aulia selesai sholat dan sedang melipat mukenah nya. Aulia masih terdiam tidak menjawab.


"sayang, jangan marah dong, maaf" ujar Naufal tapi Aulia tetap diam.


"dosa Loh yang cuekin suami ngomong" ujar Naufal akhirnya auliapun menoleh.


"nyebelin banget" ucap Aulia pelan.


"jadi mau di cariin sekarang??" tanya Naufal tersenyum mendekati Aulia yang sudah selesai melipat mukenahnya.


sebenarnya Aulia sudah tidak mood lagi karena kesal menunggu Naufal tadi, tapi ia masih penasaran dengan buah kesemek, jadi terpaksa ia pun mengangguk.


"tapi aku ikut " Naufal pun mengangguk, Aulia segera siap-siap memakai kerudung. Naufal pun sudah berganti baju santai, mereka pergi menggunakan mobil Aulia.


setelah mencari kemana-mana mereka berdua masih tidak mendapatkan keinginan Aulia, semua toko buah sudah di datanginya tapi tidak ada satu pun yang menjual.


"gimana nih sayang? nggak ada juga disini" ujar Naufal memasuki mobilnya. Aulia sudah hampir menangis.


"eh .. jangan nangis dong sayang, mas bakal tetep cari kok" Naufal tidak tega pada Aulia.


"sabar ya, nanti mas tanya-tanya temen-temen yang lain" kata Naufal akhirnya Naufal membagikan pesan di grup nya bertanya apa ada yang tau tempat jual buah yang diinginkan istrinya ini.


"kalau udah nggak ada nggak usah di paksain, biarin deh kita pulang aja" kata Aulia Naufal pun menoleh.


"serius??" tanyanya Aulia mengangguk.


maaf ya temen-temen aku udah lama nggak up, soalnya bapak mertua waktu itu sakit dan nggak lama meninggal, jadi masih nggak ada waktu buat nulis.

__ADS_1


__ADS_2