
setelah ngobrol santai bersama keluarganya Aulia hendak beristirahat di kamarnya dan tidak lama kemudian auliapun tertidur.
pagi hari Aulia bangun jam 7 pagi karena dia ada halangan yang membuatnya tidak sholat jadi ibu tidak membangunkannya saat subuh.
saat Aulia bangun mobilnya sudah terparkir didepan rumahnya. Aulia segera mencari ponselnya dan segera menghubungi Nauval.
"halo " kata Aulia
"assalamualaikum" ucap nauval karena Aulia tidak salam terlebih dahulu.
"waalaikumsalam, lagi dimana?" tanya Aulia.
"lagi di rumah ini siap-siap ke ngajar bentar lagi berangkat" jawab Nauval.
" mm... semalem pulang jam berapa kok aku nggak tau?" tanya aulia gugup.
" jam 1 malem, rumah kamu udah gelap semua" jawab santai Nauval yang sedang memakai bajunya sedangkan hp nya dia taruh dimeja dekatnya dan loud speakernya aktif.
"maaf ya gara-gara aku kamu pasti capek" ucap Aulia dengan nada pelan.
"nggak kok nggak apa-apa aku malah seneng, coklat yang dari aku udah habis belum?" tanya Nauval pada Aulia.
"belum, masih ada beberapa. kamu sengaja nyuruh aku makan coklat terus biar aku gendut ya " ucap Aulia yang Nauval yakin wajahnya Disana cemberut dan menggemaskan.
"nggak dong, mau gimanapun kamu tetep cantik kok "
" idihh gombal" kata Aulia.
"Ya biarin, oh ya kamu jadi pake desain yang mana kemarin kan udah aku kirim semua konsepnya juga sama semua tinggal ganti temanya aja?" Nauval bertanya pada Aulia.
"terserah kamu aja, aku bingung soalnya bagus semua, kamu aja yang pilih" jawab Aulia.
"yasudah kalau maunya gitu" ucap nauval.
"aku tutup telfonnya ya, takut telat ini" lanjutnya
"oke assalamualaikum " jawab Aulia
"waalaikumsalam" dengan menutup telfonnya.
__ADS_1
Aulia menjalani hari-harinya disini penuh warna, hubungannya dengan Nauval juga semakin intens, semakin sering bertukar kabar.
mereka juga beberapa kali pergi bersama ke cafe Aulia untuk mengecek perkembangan kafe nya yang semakin banyak didatangi pengunjung karena suasananya yang sangat kekinian titambah live music nya.
rumah Aulia pun sudah di bangun karena setelah selesai urusan jual belinya langsung ia bangun, Aulia tidak jadi menyatukan rumah barunya dengan yang lama karena Fahri setelah menikah Aulia menyuruh Fahri dan istrinya tinggal di rumah lama yang sudah di renovasi juga.
Aulia sebenarnya ingin menggunakan jasa arsitek tapi Nauval memaksa ia yang akan membantu Aulia, jadi Aulia terima dengan senang hati, dan yang paling penting gratis, hehehe.
saat ini Aulia juga sudah naik ke kelas dua belas, ya meskipun dengan nilai pas-pasan, sebenarnya di matematika dan yang lainnya lumayanlah tapi di agamanya seperti fiqih, Aswaja, bahasa Arab Aulia benar-benar anjlok.
Fahri dan Aisyah menikah 6 bulan lalu dan Aulia menghadiahkan sebuah mobil Xenia berwarna putih, meskipun menurut Aulia dibawah mobilnya jauh tapi untuk Fahri sudah sangat bagus, Fahri sangat berterimakasih pada Aulia karena hadiah bertubi-tubi yaitu rumah dan mobil, bahkan modal nikah Aulia juga menyumbang limapuluh juta, padahal Fahri tidak mengharap apapun, Yang terpenting mereka semua berkumpul pada hari bahagianya Fahri sudah sangat bersyukur.
Aulia juga sudah ikut mengaji di pesantren untuk menambah wawasannya lebih dalam lagi terhadap agama Islam.
hari ini tidak ada pelajaran di madin, semua siswa berkumpul untuk mendengarkan ceramah kyai rohim karena bertepatan dengan maulid nabi.
dan pak kyai menjelaskan beberapa amalan-amalan yang akan dibawa sampai mati salah satunya shodaqoh jariyah yang pahalanya akan terus mengalir pada orang yang meninggal Aulia jadi teringat akan papa dan mamanya.
besoknya disekolah Aulia buru-buru berangkat sebelum jam 12 siang, dia akan menemui Nauval, tadi Aulia sudah menanyakan keberadaannya dan Nauval ada di kantor kepala sekolah MA.
"assalamualaikum" salam Aulia yang kemudian masuk.
"tumben awal banget, apa tadi tanya saya ada dimana kamu mau nyamperin?" goda Nauval.
"ge er banget" jawab Aulia.
" pak, belum ada rencana ya pembangunan sekolah di belakang?" tanya Aulia yang membuat Nauval mengerutkan keningnya.
"rencana sih ada Lia, sebulan lagi kita bakal nyicil beli pasir dan yang lainnya, kita nunggu musim panas dulu Lia soalnya kalau bangun musim hujan agak susah, emang ada apa kok tumben banget kamu tanya gini" tanya Nauval.
" mm.. jadi.. aku ada rencana mau sumbangin uang buat pembangunan sekolah" ucap Aulia
"oh mau nyumbang?, nanti kamu bisa ke pak affan dia bendahara yayasan ini, dia kan juga ngajar Madin, tau kan kamu?"tanya Nauval auliapun mengangguk.
"tapi bisa nggak bantuin saya ngomong, kalo sendiri takut saya" ucap Aulia dan Nauval mengerti pasti Aulia minta di dampingi.
"oke, mau panggilin sekarang nggak, aku aku telfon aja, kayak nya masih di halaman belakang orangnya, tadi ngajar Mts" tanya Nauval dengan mengotak-atik ponselnya Aulia pun mengangguk.
"boleh" dan nauval pun menghubungi pak affan dengan menelfonnya, pak affan menyetujuinya dan akan menghampirinya lima menit lagi.
__ADS_1
"sudah, pak affan mau kesini" ucap nauval dengan tersenyum.
"makasih" kata Aulia membalas senyumannya.
"sama-sama" jawab Nauval dengan tidak mengalihkan tatapannya dari wajah Aulia.
"apasih lihat-lihat" cemberut Aulia.
"kamu cantik masyaallah" gumam Nauval.
"awas dosa kata pak kyai" ucap Aulia mengingatkan Nauval sambil tertawa.
" astaghfirullahaladzim" ucap nauval kemudian dan membuat Aulia tambah tertawa karena lucunya Nauval, sampai pak affan datang kemudian Aulia langsung terdiam.
"assalamualaikum" ucap salam pak affan dan kemudian masuk karena memang pintunya terbuka lebar.
"waalaikumsalam" kompak Aulia dan Nauval, kemudian Nauval dan Aulia pindah duduk di sofa agar mereka berbicara lebih santai.
"jadi mau ngomongin apa Gus" tanya pak affan to the point. pak affan umurnya juga masih muda belum sampai 32 tahun wajahnya yang tampan kearab-araban serta kulitnya yang putih membuatnya seperti umur 27 tahun.
" jadi begini pak, Aulia ini katanya mau menyumbang untuk pembangunan sekolah kita, atau kalau lebih enaknya Aulia yang bicara saja" kata Nauval mempersilahkan aulia menyampaikan maksudnya.
"iya pak saya mau nyumbang untuk pembangunan sekolah ini, tapi sebenarnya ini uang mama dan papa saya yang sudah meninggal, saya ingin ini menjadi amal jariyah untuk mereka berdua" ungkap Aulia
" Alhamdulillah, baik Aulia, semoga niat kamu ini menjadi doa terbaik buat mereka" kata pak affan, Aulia dan Nauvalpun mengamini. Nauval mengeluarkan kertas dari tasnya.
"nominalnya berapa Aulia? biar saya catat untuk dokumentasi" tanya pak affan kemudian.
"dua milyar rupiah pak" ucap Aulia pak affan dan Nauval kaget dengan nominal nya karena tadi mereka pikir Aulia akan nyumbang 10 juta atau 50 juta, tidak menyangka sampai miliaran begitu.
"kamu serius Aulia?" tanya pak affan yang agak ragu dan jawaban Aulia mengangguk mantap.
"Alhamdulillah, kalau seperti ini bahkan bisa memperluas pesantren juga gus" ucap pak affan pada Nauval, dan Nauvalpun hanya mengangguk.
setelah itu satu bulan kemudian bahan bangunan mulai berdatangan dan pembangunan sekolah dilaksanakan dengan cepat karena mereka mempekerjakan tukang lebih banyak dan tidak sampai dua bulan bangunan sekolah untuk MA sudah berdiri kokoh.
* selama dua tahun ini MA memang bergantian kelas dengan SD.
"
__ADS_1