Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 101


__ADS_3

hari ini pukul 5 sore Naufal menjemput Aulia, Aulia pun sudah mandi di cafe.


tok tok tok


tidak lama Aulia membukakan pintu nya.


"kok di kunci sayang??" tanya Naufal yang beranjak masuk lalu menutup pintu karena Aulia sedang tidak memakai jilbab


"iya mas, aku barusan mandi sama sholat, takut aja tiba-tiba Sam atau yang lainnya masuk, " Naufal pun mengangguk lalu Aulia mencium tangan suaminya Naufal pun tak lupa memberikan pelukan dan ciuman pada istrinya.


" udah yuk, habis ini pulang, kamu kayak nya capek banget ini" ajak Naufal, Aulia mengangguk.


setelah itu Aulia bersiap-siap memakai jilbab nya, keduanya pun berpamitan terlebih dahulu karena memang anak-anak sedang di depan, mengurus-ngurusi barang-barang yang baru datang, setelah itu keduanya masuk mobil dan Naufal pun melajukan mobilnya menuju rumah nya.


"sayang, Senin depan mas ada pelatihan di salah satu hotel di Surabaya, tiga hari" ujar Naufal saat baru sampai di kamarnya, aulia pun langsung menoleh.


"kok mendadak banget sih mas? emang ngga ada orang lain lagi?" tanya Aulia yang tidak rela suaminya meninggalkan nya.


" iya baru di kasih undangan nya tadi sayang, terus minta 3 orang, jadi aku, pak Affan sama Bu Alika yang insya Allah hadir" Aulia makin cemberut mendenqar kata suaminya, ia pun duduk di sofa.


"kok ada Bu Alika segala sih? emang ga ada guru lain???" Naufal yang mengerti istrinya sedang cemburu pun memaklumi ia segera menghampiri Aulia dan duduk disampingnya.


"jangan cemburu gitu dong sayang, ini kan cuma pelatihan, lagian tempat kita juga ke pisah tidurnya "


" hah, maksud kamu kamu ngarepin tidur sama dia" Aulia bangkit dan langsung marah pada suaminya.


"nggak sayang, bukan gitu, " Naufal menarik tangan Aulia hingga duduk di pangkuannya.


" maksud aku, kamarnya antara laki-laki dan perempuan itu ngga sama, terus kan juga duduk nya laki-laki sama perempuan juga di pisah, jangan marah gitu dong, " Naufal mencoba membujuk istrinya.

__ADS_1


"terus aku nggak bisa cium ketek kamu gimana ? ntar aku malah nggak bisa tidur gimana?" Aulia masih kekeuh tidak mau di tinggal.


"kan ada video call, nanti mas janji telfon kamu deh Sampe kamu ketiduran" bujuk Naufal, Aulia masih menggeleng dengan mata berkaca-kaca.


"kenapa nggak kak Fahri aja mas? dia kan juga bisa"


"udah mas tawarin, dia nya nggak mau, takut kangen rayyan katanya kalo lama-lama" jelas Naufal, Aulia semakin kesal, ia pun bangkit dari pangkuan naufal lalu ia berbaring di ranjang nya.


"sayang, kok malah tidur sih?? nggak boleh loh sore-sore gini"


"aku cuma capek aja, masa' nggak boleh istirahat " Naufal pun terdiam ia sudah tidak mau Aulia semakin marah padanya, jadi iapun ikut berbaring, dan memeluk istrinya.


.


.


Sabtu ini pembukaan cafe nya, jam 8 pagi cafe nya sudah di buka, dan sejak di buka para pengunjung berdatangan membuat kursi dan tempat duduk nya penuh,.


"iya mi Alhamdulillah, apalagi ada bawa keluarga, hari ini karena opening emang aku kasih gratis es krim cone, " Kata Aulia dengan raut bahagia.


" semoga rame terus ke depannya ya nak, " kata Bu Mira, Aulia pung mengangguk, umi dan yang lainnya pun ikut mendoakan cafe Aulia.


siang hari saat adzan dhuhur pengunjung mereka banyak yang pulang, apalagi yang membawa anak-anak karena sudah waktunya tidur siang.


"mau istirahat di ruangan kamu aja nggak yang?" tanya Naufal pada istrinya yang duduk sendirian karena umi Abah dan yang lainnya pun sudah pulang.


" kamu udah selesai bantuin nya mas?" tanya Aulia


"udah nggak se sibuk tadi sih yang, Sam bilang juga suruh tinggal aja, mereka bisa handle kok" jawab Naufal Aulia pun mengangguk ia pun berdiri dan hendak menggandeng Naufal menuju ruangannya.

__ADS_1


"Aulia" panggil seseorang dari belakang Aulia membuat Aulia menoleh karena suara nya sangat familiar.


"kak Reno?" kaget Aulia, Reno tersenyum melihat Aulia dan Naufal.


"kok nggak ngabarin mau kesini??" tanya Aulia pura-pura tidak tahu padahal beberapa hari lalu Nabila sudah bilang padanya.


"iya, kakak cuma pengen ke opening cafe kamu, luar biasa banget kamu, selamat ya" Reno merentangkan tangannya dan segera memeluk Aulia erat.


hati Naufal bergejolak, ia sangat tidak suka dengan perlakuan Reno ini yang terkesan mengambil kesempatan karena dari dulu sudah menjadi kakak sepupu Aulia, Aulia melihat Naufal dengan ekspresi tidak enak, Aulia juga menduga kalau suaminya pasti akan sangat cemburu. apalagi saat hendak melepaskan pelukannya Reno bahkan dengan sengaja mencium pipi Aulia membuat Naufal makin panas.


"kak, jangan cium-cium, aku bukan anak kecil lagi" Aulia mengusap-usap pipi yang barusan di cium Reno, Aulia sangat takut suami nya akan marah, setelah Reno memeluk nya Aulia menggenggam kembali tangan Naufal.


"yaelah, biasa nya juga sering kakak ciumin itu pipi kamu, abisnya gemes banget, makin tembem" Aulia tidak menjawab hanya pura-pura cemberut saja sedangkan Naufal hanya menatap dengan tatapan tidak suka.


"hai bro, gimana kabarnya sehat kan??" tanya Reno basa basi pada Naufal, Naufal mengangguk tapi ekspresi nya masih dengan wajah kesal.


"baik, Lo sendiri gimana?" tanya Naufal


"ya gini-gini aja, eh Nabila mana Lia ? katanya dia kerja disini ya??" tanya Reno, Aulia mengangguk cepat dan berfikir kak Reno nya seperti nya sudah mulai melupakannya. Naufal pun demikian, ia terlihat sangat lega jika Reno sudah tidak mencintai istrinya lagi.


"lagi ngelayanin Disana, kakak tunggu sini aja, kalau dia udah selesai panggil aja ya, aku sama mas Naufal tinggal dulu ya soalnya belum sholat dhuhur" kata Aulia Reno pun mengangguk lalu duduk di bekas tempat duduk Aulia tadi,.


"gue tinggal dulu ya bro," pamit Naufal, Reno mengangguk.


Reno pun memperhatikan Nabila dari jauh, kini Nabila baru turun dari tangga setelah memberikan minuman pesanan pengunjung, Nabila meletakkan nampannya setelah melihat Reno melambaikan tangannya, ia lalu menghampiri reno seraya tersenyum,.


"jadi beneran kesini kak??" tanya Nabila ramah, Reno mengangguk.


" sini duduk dulu" pinta Reno, Nabila menggeleng dan menunjuk ke arah teman-teman nya yang sedang menunggu pesanan datang.

__ADS_1


" udah, sini dulu, lagian belum ada pesenan lagi kok" Reno menarik tangan Nabila untuk duduk bersama nya, Nabila pun akhirnya menurut ia duduk di kursi depan Reno..


__ADS_2