Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 57


__ADS_3

"kira-kira siapa ya yang nyebarin foto-foto Aulia itu tadi aku lihat nomornya dan aku coba telepon malah udah nggak aktif" tanya tanya Naufal pada Fahri memulai pembicaraan mereka.


"iya Gus saya juga lihat histori di grup orang itu masuk grup sebentar habis posting foto dan video itu dia nggak keluar tapi saya telepon juga nggak aktif, berarti ada yang masukin ke grup dong?" ujar fahri


"iya ri, saya juga berpikir kayak gitu tapi yang masukin ke grup itu Bu Alika dia kan termasuk admin grup sekolah tapi kita nggak bisa menuduh tanpa bukti" kata naufal.


"iya Gus, tapi sekarang yang terpenting kita tenang kan Aulia dulu, biar dia nggak sedih terus gus" ujar Fahri.


"iya itu biar kita nanti cari tahu lagi kita kembalikan kepercayaan diri Aulia dulu" setuju Naufal.


Aisyah keluar membawakan secangkir kopi panas untuk Naufal.


"mas Aisyah pulang dulu ya aku pintunya nggak aku kunci, mas nanti pulangnya langsung masuk aja" Fahri mengangguk.


"mari Gus, saya permisi dulu" pamit Aisyah pada Naufal, Naufal pun mengangguk sopan


"kamu sama istri kamu seharusnya nggak perlu panggil aku Gus, aku ini adik ipar kamu loh malah seharusnya aku itu panggil kamu kakak" ucap Naufal pada Fahri setelah kepergian istrinya Fahri.


Fahri pun tersenyum segan


"saya masih belum terbiasa" jawab Fahri.


"jadi mulai sekarang harus biasakan ya aku panggil kamu kakak" ujar Naufal. Fahri pun hanya menggangguk karena dia sebenarnya masih segan dan tidak enakan.


mereka pun berbincang agak lama sampai malam hingga pukul 12.00 malam.


setelah selesai berbincang dengan kakak iparnya naufal menuju kamar Aulia dia pun merebahkan dirinya di samping Aulia dan tidur memeluk istrinya.

__ADS_1


pagi harinya setelah sarapan Aulia dan Naufal memutuskan untuk mendatangi umi dan abah, Aulia sangat gugup dia takut berhadapan dengan mertuanya.


tapi Aulia harus tegas ia harus bisa menjelaskan semuanya agar semuanya jelas dan tidak terjadi kesalahpahaman semakin lebar.


"assalamualaikum "ucap salam Aulia dan Naufal saat masuk ke rumah Abah.


"waalaikumsalam anak-anak Abah sini masuk nak "jawab Abah yang kebetulan ada di ruang tamu.


Aulia dan Naufal kemudian masuk lalu mencium tangan Abah karena tidak melihat Aulia pun bertanya.


"umi ke mana bah kok nggak kelihatan?" tanya Aulia


"tadi umi pamit belanja paling bentar lagi pulang" jawab Abah kemudian Aulia dan Naufal duduk di sofa ruang tamu.


tidak lama terdengar umi dari luar seperti sedang berbicara karena pintu depan terbuka jadi omongan umi terdengar semua.


Aulia menggenggam tangan Naufal, matanya berkaca-kaca sudah ingin menumpahkan tangisannya Naufal menggenggam erat tangan Aulia menyalurkan kekuatan pada istrinya ini.


"assalamualaikum bah" salam umi dari luar tapi kaget karena Aulia dan Naufal ada di dalam, umi khawatir mereka mendengar ucapannya barusan.


"waalaikumsalam " jawab Abah dan Naufal.


"lho anak-anak umi ke sini? kalian udah sarapan belum? Maaf ya umi belum selesai masak ini aja baru habis belanja sayur" kata umi menghampiri Aulia dan Naufal. mereka pun mencium tangan umi bergantian.


"belum umi nggak papa tenang aja ini juga masih pagi banget kita juga belum laper banget "jawab Naufal.


"oh ya udah kalau gitu masak sekarang ya biar nanti kita sarapan bareng "ucap umi kemudian ingin pergi ke dapur.

__ADS_1


"umi "panggil Aulia umi pun menoleh ke menantunya.


"maaf "air mata Aulia sudah tidak tahan untuk turun.


"sayang jangan nangis" ujar umi yang kemudian menghampiri Aulia lalu menaruh belanjaannya di meja dan memeluk menantunya ini sebentar lalu melepaskannya lagi.


"gara-gara Aulia, umi jadi bahan gosip para tetangga maafin Aulia bikin malu umi sekeluarga"ucap Aulia yang terus menangis.


"sayang jangan ngomong gitu, umi nggak malu kok" ujar umi agar Aulia tidak menangis lagi. Aulia pun melihat ke arah Abah.


"bah maafin Aulia Aulia bikin nama baik abah hancur, Aulia dulu salah jalan bah, maafin Aulia karena masa lalu Aulia yang buruk malah "menjadi bumerang buat mas Naufal sekeluarga " ujar Aulia dengan terus menangis.


"Aulia tahu kesalahan Aulia sangat besar bah, bahkan foto-foto Aulia beredar di seluruh yayasan, maafkan Aulia atas semua itu. tapi Aulia mohon jangan pisahkan Aulia dengan mas Naufal bah, Aulia mencintai suami Aulia" lanjutnya


"nak, sebelum Naufal menikahi kamu, waktu dia izin pada Abah untuk mempunyai hubungan dengan kamu Naufal sudah cerita semuanya pada Abah tentang kamu, Abah bertanya sama dia apa Naufal yakin mampu dan sanggup menuntun kamu dan membimbing kamu ke jalan yang lebih baik? dia bilang dia yakin sanggup, dan selama ini kalian menikah Abah melihat perubahan besar dari diri kamu nak, membuat Abah yakin pada anak Abah. Abah mempercayakan sepenuhnya kepada anak Abah, dan kalau untuk memisahkan kalian nggak mungkin lah nak, Abah nggak se tega itu melihat Naufal kehilangan istrinya, istri yang paling dicintainya" jawab Abah, nada terakhirnya beliau agak menggoda anaknya karena memang yang Abah lihat Naufal sangat mencintai aulia dan sebaliknya l, Naufal pun tersenyum mendengar penuturan Abahnya, jadi Aulia tidak akan terlalu bersedih.


"jadi abah nggak bakal pisahin kita?" tanya aulia sambil mengusap air matanya.


"nggak nak" jawab Abah tersenyum.


"umi?" tanya Aulia yang kemudian menatap umi.


umi pun tersenyum kemudian menghampiri kursi anak nya, lalu mendorong tubuh putranya agar geser sedikit, Naufal pun menurut, umi kemudian duduk di samping Aulia, merangkulnya dari samping.


" dari sebelum kamu menikah sama anak umi, umi udah sayang banget sama kamu dan berharap kamu menjadi menantu umi dan do'a umi di kabulkan oleh Allah, kamu benar-benar jadi menantu umi, umi nggak membenarkan perbuatan kamu di masa lalu, tapi melihat Naufal bisa membuat kamu mau berhijab setiap keluar rumah gini aja umi udah seneng banget, malah tata bicara kamu juga lebih sopan, umi yakin anak umi pasti kamu bisa menjadi lebih baik, dan saat kamu ada masalah gini, masa' iya umi pisahin kamu sama Naufal, umi udah sayang banget sama kamu nak, jangan mikir macem-macem ya sayang kita disini semua ada buat kamu, kita bakal temenin kamu menghadapi masalah ini" jelas umi pada Aulia.


Sekarang Aulia semakin menangis, bukan tangisan kesedihan, tapi ia terharu umi dan Abah baik sekali, mereka tulus sayang padanya, Aulia pun memeluk umi untuk mengungkapkan sayangnya juga dan mengucapkan terimakasih berkali-kali.

__ADS_1


__ADS_2