Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 109


__ADS_3

" Lia tau nggak ? semalem kakak ngajak Nabila pacaran?" curhat Reno setelah ia mulai melajukan mobilnya.


"oh ya? terus-terus gimana? " jiwa kepo Aulia meronta-ronta.


"kakak kasih waktu Sampe hari ini, kalau dia mau ya kita pacaran kalau nggak yaudah "


"emang dia bilang nya gimana? suka juga apa nggak sama kakak"


"katanya sih nyaman,.tapi kalo mau pacaran takut sakit hati, soalnya kakak bilang kakak cinta sama seseorang, terus kakak minta tolong dampingin buat lupain orang yang kakak cinta" sontak Aulia langsung memukul lengan Reno keras.


plaakk


"awwww, apasih?? kok di pukul"


"kakak nih bodoh apa gimana? mana mau cewek pacaran sama orang yang masih cinta orang lain, syukur deh tapi, pasti Nabila nggak akan terima"


"kok gitu sih kamu, nggak dukung kakak nih ??" tanya Reno cemberut.


"ya salah siapa, iya nanti kakak bisa cinta sama Nabila kalau nggak?? bisa makan hati sahabat aku itu" kesal Aulia.


"ya terus kakak mesti gimana dong dek?"


" ya nggak tau, pokok nya kalau Nabila udah nggak mau nggak usah di paksa, kalo dia mau berarti ini jadi pr berat buat kakak yang harus bisa tulus cinta sama dia"


"kalo kakak nggak bisa gimana??"


" ya harus bisa lah kak, lagian kakak sih grasak-grusuk ngajak anak orang pacaran, apalagi komunikasi nya cuma lewat telepon sama chat doang, "


"ya habisnya gimana dong? dia baik, terus kakak semalem lagi kesel banget sama suami kamu itu"


"heh jangan salahin suami aku ya, jelas-jelas salah kakak sendiri" Aulia tidak terima


"iya-iya, udah ini mau kemana dulu?"


"ke toko ponsel"


"oke bu bos " Reno pun melajukan mobilnya menuju tempat-tempat yang Aulia sebutkan mulai dari toko ponsel hingga dealer sepeda motor.


setelah lelah berkeliling mereka makan siang bersama di sebuah restoran.


.

__ADS_1


.


Naufal, pak Affan dan Bu Alika sedang makan siang bersama setelah ada acara pembukaan tadi, pak Affan dan Gus Naufal sedang menunggu bu Alika yang tadi menantang mengambilkan makanan untuk mereka bertiga.


"gimana Gus? betah nggak kira-kira liat kamarnya tadi??" tanya pak affan karena memang mereka sekamar.


" ya lumayan lah, tapi menurut saya masih enakan di rumah" jawab Naufal


"ya emang karena ada istri nya kalau Gus, kalau saya kan nggak ada hehe, jadi lumayan betah disini " jawab pak Affan.


" iya sih, kalau dulu masih bujang saya juga gitu, seneng kalo ke tempat-tempat baru kayak gini, kalau sekarang pengennya di rumah aja" kata Naufal.


saat mereka tengah berbincang hp Naufal berdering dan siapa lagi yang telepon kalau bukan istrinya.


"bentar ya pak?" Naufal permisi mengangkat panggilan video itu di depan pak Affan, pak Affan mengangguk tidak masalah.


"assalamualaikum sayang" salam Naufal dan terlihat wajah cantik istrinya.


"waalaikumsalam mas" jawab Aulia di seberang telpon sambil tersenyum.


" udah makan siang Lia?" tanya Naufal Aulia mengangguk


"Alhamdulillah kalo gitu"


" ngapain sih makan siang sama dia? belum balik ke Jakarta emangnya?"


"nggak apa-apa, tadi kak Reno bantuin aku beli barang-barang operasional cafe mas, jadi ini sekalian makan siang" Aulia kembali mengganti fitur kamera nya hingga menghadap dirinya.


" eh Naufal jangan sok benci deh sama gue, seharusnya Lo tuh terimakasih sama gue, ini bini Lo ngerepotin banget tau gak!!" Reno tiba-tiba duduk di sebelah Aulia ikut bicara, Aulia sontak memukul punggung Reno karena masih saja jahil memancing emosi suami nya.


" aww, sakit tau Lia" Reno mengusap-usap punggung yang baru di pukul Aulia.


"biarin, salah siapa gangguin suamiku terus, sana balik ke tempat nya lagi" judes aulia


"hahaha, emang enak, gitu sayang, jangan biarin dia deket-deket kamu," kata Naufal


" awas Lo ya, " jawab Reno pada Naufal lalu ia kembali ke kursi nya dan melanjutkan makan nya.


"mas udah makan siang belum?" tanya Aulia pada Naufal.


"ini baru mau makan sayang" jawab Naufal bersamaan itu Bu Alika datang membawa tiga piring makanan yang memang untuk Naufal, pak Affan dan dirinya sendiri, ia meletakkan piring itu di atas meja.

__ADS_1


"ini Gus Naufal, sesuai request nya Gus, nasi nggak terlalu banyak ayam goreng, sambel sama sayur nya nggak saya lupa " ujar Bu Alika menaruh sepiring makanan Naufal di hadapan Naufal yang otomatis semua omongan dan perilaku yang Bu Alika lakukan Terdengar jelas di telinga dan mata Aulia.


"iya makasih Bu"


"sama-sama Gus, makan yang banyak ya" jawab Bu Alika dengan senyum semanis gulali. Aulia di seberang telepon sontak marah dan di diliputi rasa cemburu.


"ini aku mau makan sayang " ujar Naufal kembali melihat Aulia, tapi kini wajah Aulia tidak seceria tadi.


Aulia terdiam tidak menjawab apa-apa, dengan tatapan mata sudah ingin memakan habis Naufal.


"sayang" panggil Naufal karena Aulia masih termenung. tanpa menjawab pertanyaan Naufal Aulia mematikan sambungan telfonnya membuat Naufal kaget dan ia segera mengerti kenapa istrinya marah pasti karena Naufal makan makanan yang di siapkan Bu Alika.


Naufal segera menulis pesan pada istrinya.


"kok di matiin sayang" tulis Naufal pada pesannya sambil mulai menyendokkan nasi.


sesuap dua suap belum ada jawaban dari istri nya ia pun langsung menulis pesan lagi.


"sayang"


"Aulia sayang, bales dong"


"jangan di cuekin dong mas nya"


"nggak boleh loh cuekin suami"


"dosa tau yang" lima menit kemudian semua pesan nya langsung centang biru, dan Aulia sedang mengetik.


" iya" balasan singkat dari Aulia


"kok cuma iya sih, jangan ngambek dong, mas ini lagi jauh loh sama kamu, kangen kamu, pengen selalu tau kabar kamu, kenapa ngambek gini" Naufal menulis panjang kali lebar


" Gus .. jangan main hp terus dong, nanti nggak selesai-selesai makannya" ujar Bu Alika karena melihat Naufal yang sibuk dengan ponselnya.


" iya Bu" jawab Naufal tapi sama sekali tidak di gubris ucapan Bu Alika.


" takut ganggu waktu makan siang kalian" jawab Aulia


"nggak kok sayang,mas nggak ke ganggu sama sekali, jangan ngambek lagi ya"


"tau" ujar Aulia lagi, Naufal hanya bisa bernafas kasar, ia pun tidak membalas pesan Aulia lagi, ya sudahlah mungkin istrinya sedang emosi dan ia paling tidak suka jika menulis pesan panjang-panjang tapi balasan nya hanya singkat begitu, mungkin nanti saja ia akan menelfon Aulia kembali,.

__ADS_1


"yes" batin Bu Alika yang senang sudah membuat Aulia dan Naufal marahan.


__ADS_2