
"ya gitu, aku kenal sama dokter itu, dulu kita se kampus" jawab Naufal.
"masa' gitu aja cemburu gus"
"ya nggak tau juga aku"
Fahri hanya menggeleng mendengar perkataan Naufal. setelah mendengar adzan Naufal mengajak Aulia sholat dhuhur terlebih dahulu, Aulia menurut dia mengikuti Naufal dari belakang.
setelah keluar ruangan Naufal segera mensejajarkan jalannya dengan Aulia lalu menggandeng tangan Aulia, Aulia yang di gandeng hanya diam tak menjawab apa-apa.
"sayang, udah dong marahnya" ujar Naufal.
"aku nggak marah" ujar Aulia dengan nada ketus.
Naufal pun menuntun Aulia duduk di sebuah kursi ruang tunggu terlebih dahulu, agar mereka bisa menuntaskan masalahnya.
"mas tau kok kamu cemburu, tapi kan emang mas nggak ada apa-apa sama dia" ujar Naufal.
"terus, kenapa dia bilang kamu makin ganteng?"
"ya nggak tau sayang, mas juga nggak merasa seneng kok kalau dia bilang ganteng, baru kalau kamu yang bilang mas seneng" ujar Naufal tersenyum. Aulia memutar bola matanya malas.
"Halah, gombal teruss" gumam aulia dan mulai tersenyum.
"ihh, serius tau, jangan marah lagi ya, " akhirnya Aulia pun mengangguk.
"ya ya ya, yaudah yuk sholat " ajak Aulia mereka pun menuju musholla rumah sakit.
setelah mereka sholat Aulia menuju kamar kakak nya lagi, sedangkan Naufal pergi mencari makan di luar rumah sakit, karena Aulia ingin makan batagor, Naufal pun mencarikannya.
saat sampai kamar inap Aisyah ternyata ruangannya kosong, Aulia segera menelfon fahri menanyakan keberadaannya, ternyata ia sedang menemani Aisyah ke ruang bayi untuk memberi asi pada bayinya.
Aulia pun menunggu di kamar sambil bermain ponselnya, tiba-tiba ia teringat akan ia dan suaminya tadi belum jadi melakukan hubungan suami istri, Aulia jadi tertawa sendiri.
"padahal tadi mas Naufal udah pengen banget malah ketunda, hahaha" Aulia mengingat ekspresi Naufal tadi.
tidak lama Naufal datang dan langsung masuk ke ruangan.
"lhoh Fahri mana?" tanyanya pada Aulia
"lagi ke ruang bayi, ngasih asi ke bayinya" jawab Aulia, Naufal duduk di samping Aulia.
"nih sayang, makan dulu batagornya" ujar Naufal menyodorkan bungkusan berisi pesanan Aulia.
__ADS_1
tiba-tiba Aulia menggeleng, mendekatkan tubuhnya ke tubuh Naufal, dan segera memeluk suaminya erat.
"kenapa sih yang?" tanya Naufal heran.
"maafin Lia ya mas, kita tadi nggak jadi" ujar Aulia, Naufal mengerutkan alisnya.
"nggak jadi apa?" tanya Naufal bingung.
"yang tadi loh, sebelum kak Fahri telfon" jelas Aulia dan Naufal langsung faham.
"iya nggak apa-apa, tadi kan kita panik, emang sih tadi mas agak kecewa Sampek pusing kepala, tapi yaudah nggak apa-apa juga" jawab Naufal santai.
"mau sekarang nggak mas mumpung nggak ada orang?" tawar Aulia menaik turunkan alis nya dengan senyum jahil.
"nggak deh yang, nanggung, bentar lagi Fahri dateng mergokin kita, nggak deh" jawab Naufal takut nanti ada gangguan lagi membuat mereka urung lagi.
"oke, kalau gitu habis makan kita pamit, lanjutin yang ketunda tadi" Aulia tersenyum menggoda, Naufal spontan mengusap dagunya, gemas dengan sikap istrinya ini yang selalu bisa membuat adik kecil nya bangun tanpa aba-aba.
"oke" Naufal mencium pipi istrinya.
Aulia dan Naufal makan batagor yang di belinya tadi, tidak lama Aisyah dan Fahri datang bersama orang tua Aisyah yang juga datang.
"bapak sama ibuk nggak kakak bolehin kesini gak papa kan dek?" tanya Fahri saat Aulia selesai bersalaman dengan mertuanya.
"yaudah kak, udah ada om sama Tante aku balik ke hotel dulu ya, capek banget punggung aku" Aulia dan Naufal pun pamit ke hotel lagi.
"iya dek, kamu istirahat aja, Gus tolong jagain Aulia ya"
"siap" jawab Naufal.
pukul 3 sore mereka sampai kamar hotel karena tadi Aulia minta pergi ke mall dulu, cuci mata katanya, tapi emang sifat borosnya udah mendarah daging Aulia tidak bisa mencegah keinginannya, tapi sekarang lebih mending daripada yang dulu. mereka segera membersihkan diri dan lanjut sholat ashar.
"mas punggung ku sakit" rengek Aulia ketika Naufal baru menghampiri nya di ranjang.
"sini, biar mas pijit " Aulia segera tidur tengkurap agar Naufal memijat punggung nya. Naufal pun memijat punggung Aulia pelan sampai Aulia meminta nya berhenti karena udah mendingan.
setelah sholat Maghrib Aulia dan Naufal memutuskan menunggu waktu isya' dengan tadarus Al-Qur'an, sambil Naufal menyimak bacaan Alquran Aulia.
"udah lebih bagus dan lebih lancar dari sebelumnya, tapi yang sering baca Qur'an nya ya sayang biar lebih lancar lagi" ujar Naufal setelah mendengar bacaan Aulia. Aulia tersenyum mengangguk.
tidak terasa adzan isya' berkumandang, mereka pun melanjutkan sholat isya'. selesai sholat Aulia segera menuju ranjang, ia akan menepati janji nya tadi pada Naufal.
dengan senyum semanis gulali, Aulia menyambut Naufal yang menghampirinya.
__ADS_1
"masyaallah" gumam Naufal pelan seraya tersenyum, karena melihat istrinya begitu cantik menyambut nya.
segera Naufal ikut naik ke ranjang, lalu ia dekatkan wajahnya ke perut aulia.
"adek sayang, gimana kabarnya hari ini?" tanya Naufal sambil mengusap lembut perut aulia membuat Aulia tersenyum haru melihatnya.
"baik kok ayah" jawab Aulia dengan menirukan suara anak kecil.
"baik-baik ya disana, jagain bunda ya sayang" ujarnya lagi.
"ayah boleh kan nengokin kamu?" tanya Naufal sambil tersenyum jahil.
"boleh dong, cepetan yah bunda udah nggak tahan" kekeh Aulia membuat Naufal tertawa.
segera ia peluk Aulia dengan erat, dan diciumi pipi, kening dan berhenti di bibir Aulia.
"sayang, sebenarnya dalam Islam berhubungan suami istri itu ada tata caranya " ujar Naufal setelah melepaskan ciumannya.
"hah ... gimana mas??" tanya Aulia penasaran.
"jadi ada beberapa yang kita lakuin selama Iki kurang bener"
"apa aja mas??"
"contoh nya kita telanj*ng tanpa penutup"
"gimana-gimana mas coba jelasin"Aulia Tambah penasaran.
"ada hadist : Rosulalloh Saw , Bersabda :
“ Apabila kalian melakukan senggama dengan istrinya , maka jangan telanjang seperti telanjangnya himar “
jadi dianjurkan kita melakukan itu dalam satu selimut" jelas Naufal yang ingin memperbaiki hubungan suami istri mereka sesuai anjuran agamanya.
"nggak puas dong mas" protes Aulia
"hari ini kita coba dulu yuk" ajak Naufal, terserah mas aja deh.
"yaudah baca do"a dulu " Aulia pun mengikuti Naufal membaca doa.
Naufal memulainya dengan wajah Aulia dan membisikkan beberapa kalimat romantis pada istrinya.
Aulia seperti biasa, selalu terbuai dengan setiap perlakuan Naufal.
__ADS_1
mereka pun melakukan nya dengan kesepakatan awal tadi,. yaitu melakukannya dalam selimut. akan tetapi karena lama-lama aulia mulai panas Aulia menyibakkan selimut nya, ia tidak suka dengan suasana panas apalagi saat bercinta seperti ini, terpaksa Naufal pun mengikuti keinginan Aulia, mereka tidak menggunakan selimut lagi.