Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 49


__ADS_3

sudah waktunya dapat jatah makan, dua bis rombongan itu berhenti di sebuah restoran yang sudah di reservasi oleh pihak sekolah.


Aulia sekarang bukan hanya bersama Nabila, tapi dengan segerombolan anak perempuan kelas B, Aulia sangat senang dengan teman-teman barunya ini, selain mereka tidak jaim obrolan mereka juga asik, beda sama kelas A yang memang kebanyakan anak pendiam banyak malu nya dan juga kurang gaul menurut Aulia, tapi memang kebanyakan dikelas A banyak anak pesantren nya jadi kurang se frekuensi kalau kata Aulia.


"sebentar ya, aku sama Nabila mau ke sana dulu" kata Aulia menunjuk jalan raya.


" mau kemana Lia, cepetan ya takut kamu nanti di tinggalin, nanti cari kita ya aku sisain dua bangku buat kalian berdua" kata Ririn


" oke siap, bentar doang kok" kata Aulia sambil menarik tangan Nabila menuju jalan raya, tujuan Aulia counter hp, untung saja kawasan restoran mereka ada di pusat kota, jadi tidak sulit mencari apa saja, Aulia dan Nabila berjalan dengan agak terburu-buru.


"kita mau kemana sih Lia, kalau mau pipis ke toilet restoran aja, jangan jauh-jauh" kata Nabila.


"udah diem aja, gausah bawel Lo bil" ucap Aulia.


mereka masuk ke counter hp, nggak besar tapi lumayan banyak pilihan hp nya.


" Lo pilih deh mau hp yang mana" ucap Aulia setelah sampai di depan etalase berjejer ponsel baru.


"maksud kamu apa Lia?" tanya Nabila


"pilih aja, ntar gue yang bayar" jawab Aulia.


"apaan sih Lia, jangan bercanda"


" nggak bercanda, mbak hp keluaran terbaru android yang mana?" tanya Aulia ke mbak-mbak counter.


"Kalau yang terbaru dari merek ini yang ini kak, ram nya besar dan ini di lengkapi..." Petugas counter belum menyelesaikan kalimatnya.


"Udah mbak gausah terlalu detail, kita buru-buru " potong Aulia.


"Oke kak, pokoknya ini yang paling bagus dan paling laris sekarang ini, kakak tinggal pilih warna saja mau yang mana" kata petugas counter nya.


"Cepetan pilih bil, gaada waktu buat mikir" kata Aulia seperti tergesa-gesa, padahal dia hanya ingin Nabila tidak ada waktu untuk menolak pemberiannya.


Akhirnya Nabila memilih satu warna lalu petugas nya menyetel sebentar kemudian segera Aulia bayar, lalu mereka segera kembali ke restoran.


"Lia aku nggak tau lagi gimana aku mesti berterima kasih sama kamu, kebaikan kamu terlalu banyak" ucap Nabila saat akan sampai.

__ADS_1


"Kan tadi udah bilang makasih bil"


"Bukan itu, maksud aku aku gatau gimana cara bales nya"


"Gausah di bales bil, emang Lo ada dendam sama gue"


"Ihhh Aulia, aku serius" cemberut Nabila membuat pipi tembem nya tambah menggembung Aulia pun tertawa.


"Cukup jadi temen gue aja bil, gue nggak minta Lo bales apa-apa, yang penting Lo jadi diri Lo sendiri aja ya, jangan pernah insecure, Lo pasti bisa banggain kedua orang tua Lo" ucap Aulia membuat Nabila menangis terharu.


Aulia dan Nabila segera menghampiri Ririn, Risma dan kawan-kawan yang lain. Mereka makan dengan di temani tawa, karena setiap dari mereka selalu mencari bahan untuk lucu di depan teman yang lain.


Nauval terus memperhatikan istrinya, dia sangat ingin ngobrol berdua dengan Aulia biar kesalahpahaman diantara mereka tidak berlarut-larut, tapi bagaimana bisa Aulia saja di hubungi tidak bisa. Pasti ponselnya sengaja dimatikan.


Jam 8 malam merekapun sampai di hotel tempat mereka akan menginap, masingmasing kamar ditempati 3 sampai 4 anak.


Beberapa anak sudah masuk kamar tapi ada juga yang belum, begitu pun Nauval masih di depan sofa resepsionis, dia masih menunggu Aulia sendiri agar bisa berbicara.


Aulia dan Nabila tidur satu kamar bersama Lusi, Aulia yang tidak mau segera meminta Nabila untuk bilang pada Bu Alika selaku wali kelas mereka, Aulia tidak mau berbicara kepada Bu Alika jadi dia minta tolong Nabila.


"Bu boleh nggak kalau Aulia di tukar sama yang lain, soalnya dia keberatan kalau satu kamar sama Lusi" ucap Nabila,


"Maaf Bu lebih baik di turuti saja ya bu, daripada nanti mereka bertengkar lagi" ucap nauval sopan.


"Tapi pak saya sudah pusing, nanti kalau ditukar anak yang lain nggak mau gimana bapak tau sendiri kan kalau anak remaja kalau sama teman dekatnya nggak bisa dipisahkan" Jawab Bu Alika. Aulia yang sudah lelah itu segera pergi dari sana menuju meja resepsionis.


"Kak kamar suite 1 ya, buat dua malam" ucap Aulia lalu menyerahkan kartu debit warna hitam nya.


Nabila segera menghampiri Aulia.


"Kamu serius mau pesan kamar sendiri Lia? Kan sayang uang yang udah kamu keluarin buat biaya liburan ini, kan uangnya udah diatur sekolah" kata Nabila


"Udah biarin aja" kata Aulia, Nabila pun diam melihat wajah Aulia yang tampak kelelahan.


Aulia sudah mendapatkan kunci.


"Bagus deh kalau kamu mau ngalah, besok pagi kumpul di loby" hanya itu yang Bu Alika sampaikan.

__ADS_1


Nauval menghampiri Aulia yang terlihat buru-buru akan pergi.


" Lia"


"Nabila, kamu mau ikut aku atau dikamar kamu?" Tanya Aulia.


"Aku... Kamu butuh waktu sendiri atau pengen di temani?" Tanya Nabila bingung karena pak Nauval juga sepertinya ingin berbicara dengan Aulia.


"Lia kita harus bicara" sergah Nauval.


"Aku pengen di temenin kamu bil" ucap Aulia tanpa merespon Nauval.


Nabila jadi bingung


"Kalau kamu butuh teman aku siap ada buat kamu kok" jawab Nabila akhirnya


"Berarti kamu mau, yaudah ayo ikut aku" Aulia menarik tangan Nabila.


"Aulia kamu denger aku ngomong kan? Kita harus bicara" ucap nauval dengan nada agak tinggi, supaya Aulia mau meresponnya.


Aulia berbalik badan


"Maaf mas, sepertinya masing-masing dari Kita butuh waktu sendiri, aku pergi dulu" ucap Aulia kemudian melangkah pergi.


Setelah sampai di kamar Aulia menangis, perasaannya campur aduk menjadi satu, antara kesal, marah, sedih seperti semuanya meledak detik ini.


Nabila hanya bisa memeluk nya tanpa tau permasalahan Aulia seberat apa, Nabila berusaha agar Aulia tidak merasa sendirian.


Setelah selesai menangis aulia merasa sedikit lega.


"Bil kalo Lo mau mandi Lo mandi aja di kamar mandi, gue mau mandi dikolam depan, nanti gausah ganggu gue ya, kalau ngantuk tidur aja" pesan Aulia.


Nabila pun mandi dengan hati yang gembira, karena dia bisa menginap di hotel sebagus ini, ia sangat bersyukur dipertemukan dengan Aulia, anak baru yang awalnya lumayan sombong tapi ternyata baik hati.


Aulia berenang air hangat di depan kamar nya yang langsung bisa melihat indahnya pantai malam hari, meskipun gelap Aulia tetap menikmatinya.


Aulia berenang menggunakan setelan bikini warna hitam yang terlihat kontras dengan kulit nya.

__ADS_1


Nabila mengintip nya dari dalam kamar lewat jendela.


Aulia terus berenang seperti sengaja mengalihkan kesedihannya, kadang dia diam terlentang di ujung kolam dan menutup matanya, menikmati hangatnya air serta dinginnya angin pantai malam hari.


__ADS_2