
"lah emangnya Kalau bukan gus Naufal yang izinin emangnya saya bisa masuk kesini?" tanya balik alika yang serasa menemukan celah.
" terus ibu ngapain disini? kenapa keluar dari kamar mandi? terus jilbabnya juga kenapa di buka?" tanya Aulia memberondong.
" ada deh... udah ah saya mau balik ngajar, males banget ngeladenin kamu" ujar Bu Alika sambil melangkah kan kaki nya hendak keluar.
" saya tanya sekali lagi ibu ngapain disini? kenapa nggak langsung di jawab aja sih pake segala muter-muter? ibu sengaja ya biar saya salah faham ?" sentak Aulia, hatinya benar-benar kesal karena Bu Alika tidak langsung menjawab pertanyaan nya.
" kok kamu malah nuduh saya gitu sih? saya kan udah bilang dari tadi ngapain kamu ngelarang saya masuk sini? toh yang punya ruangan ini juga nggak ngelarang, kenapa kamu yang heboh ?" tanya Alika lagi yang masih memutar-mutar jawabannya di situ-situ aja membuat Aulia makin geram saja.
karena tidak sabar Aulia memegang lengan Bu Alika untuk mencegahnya pergi.
" jawab yang jelas dong Bu... saya cuma tanya baik-baik, kenapa susah banget sih jawab nya!!!! " sentak Aulia dengan berteriak karena memang rasa kesalnya sudah hendak meledak di ubun-ubun. Bu Alika yang tak terima apalagi bisa-bisanya Aulia mmberiak padanya seperti itu pun langsung menghempaskan tangannya kasar, dan saking kasar nya hingga tak sengaja membuat Aulia terdorong. sialnya di tengah terdorongnya kaki kanan Aulia malah kesandung dengan kaki kirinya sendiri membuat aulia terjatuh bahkan perutnya sedikit mengenai sofa yang di ruangan tersebut.
" aahhhh... sakiiiitttttt ...." kaget Aulia merasakan perutnya tiba-tiba terasa sangat sakit, bu Alika sangat kaget hingga ia tak bisa untuk sekedar berteriak atau minta tolong jadi ia hanya berdiri melongo dengan kaki lemas tak dapat berjalan ke arah aulia.
" toloooooonggg.... mas naufaaalll" teriak Aulia karena melihat Bu Alika hanya terdiam mau tidak mau ia harus meminta tolong sendiri.
" tolongggg....." teriak Aulia sekali lagi.
Naufal yang mendengar teriakan Aulia pun tak menunggu lama langsung datang karena kebetulan Naufal mengajar di kelas sebelah ruangan nya sendiri. betapa terkejutnya Naufal melihat istrinya yang sedang hamil besar tergeletak di lantai dengan posisi setengah tidur.
" Aulia ..... kamu kenapa?!!!" Naufal segera menghampiri Aulia, karena teriakan kencang Aulia tadi serta Naufal yang berlari-lari terburu-buru mengundang perhatian murid-murid serta guru-guru yang lain.
__ADS_1
" mass.... to ...loongg...!!" panggil Aulia lagi, Naufal pun dengan segera menghampiri Aulia.
" kamu kenapa Aulia? kenapa kamu disini" tanya Naufal saat tiba di hadapan Aulia, Naufal langsung duduk dan mencoba melihat keadaan istrinya.
sedangkan beberapa murid dan guru-guru ada beberapa yang melihat dari jendela karena tak mungkin masuk ke ruangan Naufal.
tanpa menjawab Aulia hanya menangis sambil memegangi perutnya, untuk menjawab pertanyaan suaminya Aulia tak mampu.
" berdiri ya sayang??? bisa kan? mas bantu?!!" tanya Naufal mencoba membangkitkan Aulia.
Aulia menggeleng.
" kenapa Lia sayang??" tanya Naufal.
" maaf permisi kasih jalan ya....." ujar Naufal karena melihat depan pintunya sudah penuh para siswa siswi yang penasaran ingin melihat, melihat Naufal dan Aulia yang terlihat kritis itu para siswa dan guru-guru langsung berlari keluar dari kerumunan tersebut dan langsung memberi jalan untuk Naufal.
" pak Affan bisa tolong ambilkan mobil saya di rumah??? " tanya Naufal saat melihat pak Affan di belakang barisan para murid nya, pak Affan pun langsung mengangguk dan berlari ke arah parkiran, begitu pun Naufal dengan berlari menggendong Aulia ia pun berusaha sekuat mungkin untuk sampai parkiran tapi saat pak Affan hendak menaiki motornya untuk mengambil mobil Naufal tiba-tiba mobil Fahri datang, melihat Naufal berjalan cepat dengan menggendong Aulia Fahri pun langsung keluar dan menghampiri Naufal yang kebingungan.
" Aulia .... dekkk ...kenapa ini aulia fal??" tanya Fahri buru-buru.
" nggak tau tiba-tiba udah ada di ruangan aku ri, tiba-tiba udah di bawah aja, nggak tau jatuh apa gimana aku nggak tau.
" mas.... sakit ....kakak Fahri tolongg Lia...." tangis Aulia sambil masih memegangi perutnya.
__ADS_1
" pake mobil Fahri aja gua biar cepet" teriak pak Affan dari parkiran agar Naufal tak membuang waktu lama untuk menyelamatkan Aulia istrinya.
Fahri dan Naufal pun langsung mengangguk Naufal pun segera berlari menuju mobil Fahri pak Affan pun sudah langsung berada di kursi kemudi untuk mengemudikan mobil Fahri, setelah membantu Naufal masuk kursi belakang Fahri segera ikut masuk ke dalam mobil, ia duduk di kursi depan sebelah kemudi.
setelah semua masuk mobil pak Affan segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
"sakit mas ... Lia nggak tahannn..." rintih Aulia dalam mobil, kepalanya berada di pangkuan Naufal dengan air mata terus mengalir.
" sabar ya sayang. ... bentar lagi .. ini udah mau Sampe kok" ujar Naufal meskipun masih jauh tetap Naufal bilang sudah mau sampai agar Aulia tidak makin merasa lama sampai nya.
pak Affan pun berusaha secepat mungkin melajukan mobil nya.
" sabar ya dek... ini bentar lagi Sampe kok ayok pakk cepetan nyetirnya" ujar Fahri juga tak kalah panik apalagi melihat keringat Aulia yang mengalir deras di kepalanya. pak Affan tak menjawab ia berusaha fokus bagaimana caranya ia melajukan mobil ini ke rumah sakit dengan cepat dan selamat.
" coba buka aja jilbabnya gus, takutnya Aulia sesak dan kurang oksigen gus, terus ajak ngomong Aulia, jangan Sampe Aulia pingsan"
ujar Fahri, Naufal pun mengangguk dan ia langsung membuka kerudung Aulia sesuai arahan Fahri, Naufal pun segera melakukan apa yang Fahri perintahkan.
" sayang ... jangan tidur ya,... Ayo buka mata .. pokonya liat mas terus " ujar Naufal takut istri nya memejamkan mata.
" ayo dek .. baca istighfar, baca-baca doa dalem ati" ujar Fahri lagi, Aulia pun menuruti ia pun segera membaca doa dalam hatinya.
Naufal pun terus berusaha mengajak bicara Aulia agar Aulia masih tetap terjaga tidak pingsan.
__ADS_1
hampir Lima belas menit mobil mereka sampai di parkiran rumah sakit, dengan segera Naufal menggendong istrinya menuju UGD agar dilakukan pemeriksaan.