
umi sebenarnya sedikit kecewa tapi yasudahlah, sekarang yang paling penting adalah kebahagiaan anak-anak nya.
3 bulan pernikahan mereka Aulia semakin sibuk belajar karena dua bulan lagi dia akan ujian. Nauval juga semakin sibuk dengan pekerjaannya menggantikan posisi Abahnya jadi kepala sekolah dan juga menjadi guru mulai dari SD Mts MA dan Madin juga kadang ada job desain nya.
"udah mas, sekarang gantian ya Lia yang pijitin mas" ucap Aulia sebelum tidur.
Nauval sering memijat Aulia karena Aulia sering mengeluh lelah, tapi saat Aulia menawarkan gantian Nauval selalu tidak mau, hari ini sebenarnya Nauval lelah sekali tapi untuk istrinya Nauval akan melakukan apapun.
"nggak usah sayang nanti kamu capek lagi" jawab nya sambil melepaskan tangannya karena Aulia bilang sudah.
"udah sini nggak papa" kata Aulia dan segera menaruh tangannya di pundak Nauval dan mulai memijat.
"oiya mas, aku kok belum mens-mens ya mulai dari kita menikah masa' iya aku hamil sih mas, kita kan pakai pengaman?? apalagi aku ga ada tanda kayak mual-mual sama sekali " tanya Aulia.
"ya kan malam pertama sama kedua kita nggak pakek sayang... kita ke dokter aja gimana sayang?" tanya Nauval.
"aku mau tanya ibuk malu mas"
"ngapain malu sih, gimana kalau mas tanya aja ke umi" malu mas.
"yaudah besok mas beli testpack aja biar bisa cek sendiri" ucap nauval.
"gimana kalau beli sekarang mas biar besok pagi bisa cek" tanya Aulia
"sayang .. mas capek banget hari ini" tolak nya
"yaudah" jawab Aulia kemudian Nauval mengajak Aulia tidur. Nauval yang sudah lelah pun tidur dengan cepat.
Aulia sangat penasaran jam 11 malam berangkat sendiri mencari apotek yang masih buka dengan menaiki mobilnya. apotek terdekat ternyata tidak ada yang buka 24 jam jadi Aulia harus cari di pusat kota dan itu lumayan jauh, saat melihat martabak manis di pinggir jalan Aulia jadi ingin makan martabak manis dengan banyak coklat dan keju. iapun berhenti untuk membeli lalu segera pulang karena memang jalannya sepi agak membuat Aulia takut.
Nauval mendengar Aulia yang menggeser gerbang rumahnya di bawah dari kamarnya ia terbangun dan melihat Aulia tidak ada di sampingnya.
"masa' Aulia keluar sih, ini udah jam 12 malem" ucap nauval.
tidak lama kemudian Aulia membuka pintu kamar nya perlahan takut Nauval terbangun. saat membuka pintu kamarnya agak gelap karena memang hanya ada lampu tidur, Aulia pun masuk perlahan tapi ternyata lampu utama hidup, Aulia langsung menoleh ternyata suaminya sudah bangun dan menatapnya dengan tatapan marah membuat jantung Aulia berdebar-debar karena takut.
__ADS_1
"mas..." ucap Aulia
"kamu dari mana?" dingin Nauval.
"ke..luar sebentar tadi mas" gugup Aulia
"dari mana!!!" teriak Nauval.
"maaf mas" Aulia langsung menunduk tidak berani melihat suaminya karena baru kali ini melihat Nauval semarah ini, air mata Aulia tidak bisa di bendung, suaminya membentaknya.
"kamu nggak tau ini jam berapa, kan perginya bisa besok, apalagi ga izin sama suami, Trus mas nggak tau kamu pergi, kalau ada apa-apa sama kamu gimana?!!!" ucap nauval marah.
"maafin Lia mas.. maaf" jawab Aulia menangis.
"terserah kamu aja Lia" katanya lagi kemudian ia berbaring lagi, pura-pura tidur karena menahan emosinya, melihat Aulia menangis seperti itu Nauval tidak tega memarahinya, jadilah ia pendam saja.
Aulia menangis ke kamar mandi, dia menyesal tapi mau bagaimana lagi Aulia tadi sangat penasaran.
sepuluh menit kemudian Aulia keluar menghampiri Nauval yang tidur membelakangi nya lalu memeluknya dari belakang.
"maafin Lia mas, Lia bener-bener penasaran jadi Lia beli testpack ke apotek" ucapnya
"kamu tau kan hari ini mas capek banget? mas cuma mau kamu sabar Sampek besok apa susahnya sih" ucap nauval dengan nada lebih pelan daripada tadi dan masih dengan membelakangi Aulia.
"maafin Lia mas, Lia salah" kata Aulia.
"iya kamu salah, mas nggak bisa mentolerir kejadian ini, dan mas nggak mau ini Sampek terulang lagi, kamu paham??" kata Nauval Aulia hanya mengangguk dibalik punggung Nauval.
Nauval perlahan berbalik menghadap Aulia lalu memandang istrinya dan mengusap air matanya.
"maafin mas ya tadi udah bentak-bentak kamu, itu karena mas sayang sama kamu, mas khawatir kamu kenapa-napa, ini udah malem banget sayang, kamu ngerti kan maksudnya mas?"
"iya mas, Aulia janji gak bakalan gini lagi" kemudian Nauval memeluk Aulia.
"yaudah sekarang tidur ya?" Aulia mengangguk dan kemudian tidur di pelukan Nauval.
__ADS_1
setelah bangun tidur Aulia segera mengetes urinnya, sambil menunggu Aulia sangat resah entah mengapa.
garis dua!!
harus bahagiakah atau bagaimana ?? Aulia belum siap, sangat tidak siap, umurnya masih sangat muda untuk memiliki bayi, Aulia takut tidak bisa jadi ibu yang baik kelak
jam setengah 7 Aulia sarapan bersama Nauval dan keluarganya, Aulia lebih banyak diam dari biasanya karena perasaannya yang tidak menentu.
"nak tadi pas ibu bangun di meja makan ada martabak manis udah dingin, siapa yang beli" tanya Bu Mira tiba-tiba.
"Aulia buk kemarin pingin banget , tapi udah beli malah lupa nggak dimakan" jawab Aulia
"ada-ada aja kamu nak, kayak orang ngidam aja" canda Bu Mira, Aulia menghentikan makannya seperti kaget dengan ucapan ibunya.
Nauval yang melihat istrinya diam langsung bertanya.
"kamu kenapa sayang?" tanya Nauval membuat Aulia tersadar dan menoleh ke suaminya.
"nggak mas nggak apa-apa" jawab nya kemudian melanjutkan sarapan nya dengan hati tak karuan.
disekolah Aulia sama sekali tidak fokus pada pelajaran, hatinya dipenuhi ketakutan, keresahan.
"ada apasih sama gue, seharusnya gue seneng bakal punya anak, kak Fahri sama istrinya aja bahagia banget, terus gue kenapa" gumamnya sendiri.
sedangkan Nauval jam istirahat ia pulang ke rumah Aulia untuk mengambil flashdisk nya yang ketinggalan, tapi saat akan pergi Nauval tiba-tiba ingin buang air kecil, jadi dia masuk kamar mandi.
setelah buang air Nauval akan keluar tapi di tempat sampah ia melihat bungkus aneh, Nauvalpun kemudian mengambil nya.
ternyata didalam ada isinya tapi sudah dibuka, sepertinya Aulia sudah mengecek pikir Nauval.
Nauval kaget karena hasilnya positif dilihat setelah membaca aturan pakainya dan berarti Aulia hamil anaknya.
Nauval langsung mengucapkan syukur kepada Allah.
Nauval sangat bahagia dan bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan kepada nya.
__ADS_1
Nauval kembali kesekolah untuk menyelesaikan pekerjaannya. sebenarnya ia ingin menemui Aulia dan memeluk nya tapi takut orang lain curiga jadi ia menunggu pulang sekolah saja.